Why?

Why?
Permohonan Yuri


__ADS_3

Martin terdiam tak tahu harus mengatakan apa saat dia membukakan pintu yang sejak tadi di ketuk oleh seseorang. Orang itu adalah, Yuri, dia datang di waktu malam-malam, langsung saja memeluk Martin dan memeluknya sembari menangis tersedu-sedu dengan keadaannya yang terlihat kacau. Jelas Martin bisa mengetahui kalau Yuri pasti di pukuli oleh suaminya.


"Tolong aku, tolong aku, aku mohon....."


Martin menghela nafas, dia merah kedua lengan Yuri yang telah memeluk pinggangnya, membuat tubuh mereka terlepas. Selain dia tidak nyaman dan tida pantas, masalah terbesarnya adalah karena dia tidak ingin hal itu menjadi sumber salah paham antara dua dan juga Helena. Memang Helena sekarang tidak ada di sana, tapi menjaga baik-baik perasaan Helena memang sudah seharusnya bukan? Pernikahan sudah di depan mata, jangan sampai hanya karena masa lalu yang tidak begitu berarti pernikahannya akan mengalami masalah.


"Yuri, yang harus kau lakukan sekarang adalah pergi ke rumah sakit untuk mengurus luka mu, juga untuk melakukan visum. Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu, tapi sepertinya saran dari ku adalah solusi tebaik yang bisa kau lakukan."


Yuri terdiam sebentar, dia menatap kedua bola mata Martin yang tak menunjukkan ekspresi apapun. Yuri merasa kalau dia bahkan tidak akan bisa mendapatkan apapun saat dia menemui Martin, tatapan Martin yang tidak menunjukkan kekhawatiran jelas sudah cukup menjelaskan kalau Yuri tidak memiliki tempat lagi di hati Martin. Yuri menggigit bibir bawahnya, suara tangisnya benar-benar dia tahan sekuat tenaga. Kenapa? Kenapa Martin sama sekali tidak menatapnya seperti cara dia menatap Yuri dulu? Kenapa Martin bahkan seperti tak terlalu perduli bahkan saat melihat dirinya babak belur seperti ini?


"Martin, tolong terima aku ya? Biarkan aku tunggal di sini untuk mengurus Sofia saja. Aku janji tidak akan mengharapkan apapun lagi, aku mohon....."


Martin menjauhkan dirinya semakin jauh dari Yuri, mengusap wajahnya sebentar lalu menatap Yuri yang terus menatapnya dengan memohon. Bohong sekali kalau dia tidak merasa kasihan kepada wanita itu, bagiamana pun dia adalah Ibu kandung Sofia, wanita yang telah susah payah mengandung dan melahirkan Sofia.


"Yuri, kau tahu benar bagaimana hubungan kita sudah lama berakhir kan? Aku sudah Kana menikah dengan Helena, kau seharusnya tahu kalau aku mengizinkan kau tinggal sama artinya aku menghancurkan rencana pernikahan kami kan?"

__ADS_1


Yuri meraih tangan Martin, menggenggamnya erat-erat supaya Martin tak bisa menolak permintaannya.


"Aku mohon, aku tidak bisa pergi ke mana pun karena aku lari dari sana tanpa membawa sepeser uang pun. Aku tidak bisa tinggal di hotel, aku mohon. Setidaknya untuk malam ini saja, Martin."


Martin membuang nafasnya, dia tidak langsung menjawab tapi dia mengambil ponselnya, lalu menghubungi Helena.


"Sayang, aku tidak bisa menjelaskan detail keadaannya, ada sedikit masalah dan Yuri datang padaku ku, dia meminta izin untuk tinggal di sini malam ini. Aku minta maaf untuk ini, tapi bisakah kau berikan aku masukkan atau solusi harus bagaimana?" Setelah beberapa saat Martin terdiam mendengarkan ucapan Helena, akhirnya Martin mengakhiri sambungan teleponnya.


"Oke, aku mengerti. Maaf mengganggu mu, lanjutkan tidur mu, jangan memikirkan ini karena aku benar-benar bisa di percaya."


"Yuri, Helena mengatakan jika aku harus membayarkan uang sewa tempat untuk mu malam ini, Helena mengatakan jika akan lebih baik jika kau tinggal di hotel untuk meminimalisir masalah baru yang akan datang jika Win tahu mau mendatangi ku. Jadi bersiaplah, besok pagi Helena akan membantu mu dan menemani mu ke rumah sakit untuk visum dan yang lainnya."


Yuri terdiam tanpa kata, hal seperti ini pun Martin meminta pendapat Helena? Bukankah itu sangat tidak adil? Dia harus di tolak hanya karena pendapat Helena yang tidak tahu benar bagaimana keadaan yang sesungguhnya? Padahal Yuri benar-benar kacau sekali sekarang ini, tapi Helena bahkan masih begitu cemburu hingga membiarkan dia yang terluka untuk di tolak tinggal oleh Martin?


"Martin, bukankah calon istri mu itu terlalu sekali? Hanya karena dia merasa takut dan cemburu dia sampai tidak memikirkan bagaimana aku terluka? Sungguh, walaupun aku adalah orang yang tidak baik, jika ada orang lain yang berada di posisi ku, maka aku tidak akan memikirkan tentang rasa cemburu ku itu."

__ADS_1


Martin membuang nafas kasarnya, menatap Yuri dengan senyum remeh untuk menanggapi kalimat yang keluar dari mulut Yuri.


"Yuri, bukankah aku sudah mengatakan kalau Helena mengatakan itu karena untuk meminimalisir masalah yang akan datang kepada kami jika Win tahu kau datang menemui ku? Jujur aku tidak ingin mengakuinya, tapi aku benar-benar tidak heran kalau pada akhirnya akan terjadi seperti ini. Sejak pertama aku tahu kau di dekati Win, bukankah sudah pernah aku peringatkan bahwa yang Win inginkan adalah kehancuran ku, dia pasti akan membuang mu cepat atau lambat saat dia bosan. Tapi kau yang keras kepala dan meremehkan ku tetap saja berkhianat dan terang-terangan melakukan apa yang benar-benar membuat ku hancur. Sekarang dia pasti akan mencoba mendekati Helena, tapi untuk sekarang aku sudah tidak merasa khawatir karena aku percaya Helena tidak akan melakukan hal yang sama seperti yang kau lakukan. Helena, dia tidak perlu merasa cemburu padamu karena dia tahu benar siapa yang pantas dan tidak pantas. Dia meminta kau tinggal di hotel adalah demi kau, demi aku dan Sofia agar kita semua aman dari Win. Jadi pergilah, aku akan memberikan uang pada mu."


Yuri mengepalkan tangannya, ternyata semua orang benar-benar menganggap Helena berjuta kali lipat lebih baik dari nya ya? Win, dan juga Martin, mereka berdua benar-benar memiliki penilaian yang sama, jadi sekarang Yuri juga sudah tahu seberapa nilai seorang Yuri di mata Martin.


"Kau, benar-benar sudah berubah, Martin."


"Bukan, aku bukan berubah tapi memang seperti ini lah diriku yang sesungguhnya. Dulu aku memilih untuk selalu diam dan membiarkan mu dengan segala pemikiran mu. Dulu kau menyudutkan ku terus menerus, tapi karena perasaan cinta yang aku miliki ini amat besar padamu, aku menutup mata dan menerima saja mesk rasanya sakit. Bersama Helena aku benar-benar belajar banyak, terutama untuk lebih menghargai diri sendiri."


Martin sudah tidak ingin bicara lagi, dia berjalan masuk ke dalam kamarnya, lalu mengambil dompetnya dan kembali ke ruang tamu. Martin mengeluarkan sekitar sepuluh lembar uang dan dia berikan kepada Yuri.


"Aku tidak banyak uang cash, tapi kalau untuk satu malam tentu saja itu cukup kan?"


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2