
Beberapa saat kemudian.
"Saluran urine dari ginjal baru ke kandung kemih mengalami infeksi, dan penghambatan. Di tambah lagi pasien mengalami infeksi saluran kemih. Kami masih harus memeriksa dan memantau dengan cermat kondisi pasien, harap bersabar untuk anda semua." Ucap Dokter yang menangani Denise selama ini.
"Dasar bodoh, tidak berguna!" Tuan Feto meraih kerah seragam Dokter yang di gunakan oleh Dokter itu, menatap dengan sangat marah seolah tak ada kata maaf untuknya. Dokter itu hanya bisa terdiam, membiarkan saja sudah apa yang akan di lakukan Tuan Feto padanya. Dia memang seorang Dokter, dia di juluki tangan Tuhan, tapi apakah orang tidak bisa berpikir bahwa tangan Tuhan bukan berarti bisa melakukan apapun bukan?
"Kalau memang akan sesulit ini, kenapa tidak oeprasi saja lagi, tukar ginjal tidak berguna itu sehingga cucuku bisa cepat hidup dengan normal!"
David menatap Ayah mertuanya dengan tatapan penuh amarah. Mengganti ginjal? Bahkan untuk mendapatkan ginjal kemarin saja dia membutuhkan dua tahun lebih, separuh usia Denise. Di tambah lagi, apakah dia lupa kalau Denise hanyalah anak yang usianya baru empat tahun?
Sungguh dia tidak tahan dengan cara Ayah mertuanya menyesuaikan semua permasalahan, dia begitu mengedepankan egonya, tidak perduli bagaimana pendapat orang lain, juga tidak akan menerima penolakan atau hasil kerja yang gagal. Bukannya tidak merasakan sedih dan mengabaikan bagiamana putrinya di dalam sana, hanya saja keadaan, situasi yang begitu rumit juga pelik membuat David enggan terlalu memikirkan hal itu.
__ADS_1
Mungkin putrinya akan membaik, tapi memangnya apa yang akan terjadi nanti? Sebelum mendapatkan donor ginjal pun Dokter sudah mengatakan jika kemungkinan terbesarnya adalah, Denise akan bertahan dengan ginjal barunya sekitar sepuluh sampai dua belas tahun. Lalu apa yang akan terjadi setelah itu? David benar-benar tidak berani memikirkan, tapi dia juga tidak bisa mengabaikan perasaan sedih, juga perasaan takut. Dia sudah kehilangan Velerie, gadis kecil yang lahir dari benihnya bersama dengan wanita yang dia cintai, dan kini dia juga tidak akan tahu bagaimana dia akan mengahadapi saat Denise juga pergi.
"Masih ada satu ginjal lagi kan? Kalau begitu gunakan ginjal itu, jangan membuang waktu agar cucuku satu-satunya selamat!" Ancam Tuan Feto, dia semakin mengeratkan cengkraman tangannya, menatap Dokter dengan tatapan yang begitu memaksa seolah Dokter harus membuat takdir seperti yang dia inginkan.
Dokter itu menghela nafas pelan, sungguh dia tidak mengerti bagaimana jalak pikiran orang kaya di hadapannya itu. Mengganti lagi ginjal? Sungguh? Apakah dia sedang menyamakan cucunya dengan mesin mobil atau sebagainya yang bisa di ganti kala saja?
"Tuan, keadaan cucu anda benar-benar bukan hal yang mudah. Ada banyak sekali resiko yang akan di dapat jika kita melakukan operasi lagi. Tubuh cucu anda masih masih berusaha untuk menyesuaikan diri dengan organ baru yang jelas butuh waktu, Tuan. Keadaan cucu anda juga sedang tidak stabil karena dia mengalami infeksi kemih, di tambah sistem imunnya yang lemah, kalau kita terus memaksakan, bukan tidak mungkin jika cucu anda akan meninggal saat proses operasi nanti."
"Dasar tidak berguna! Percuma saja kau lulusan universitas terbaik di luar negeri tapi kemampuanmu sama sekali tidak bisa di samakan dengan debu!" Ucap Tuan Feto membelalak marah tidak perduli jika dia sedang berada di rumah sakit, banyak pasien yang jelas membutuhkan ketenangan sehingga tanpa sadar sejak tadi ada keluarga pasien yang diam-diam merekam kejadian itu.
Dokter itu memaksakan senyumnya, perlahan bangkit lalu menatap Tuan Feto dengan tatapan biasa. Dia tidak terlihat sedih karena di hina, dia juga tidak terlihat marah seperti yang memang di rasakan oleh hatinya.
__ADS_1
"Tuan, sejauh ini saya, dan team sudah melakukan yang terbaik. Kami hanya butuh kesabaran dari anda sekeluarga, juga doa dan semangat untuk cucu anda. Kalau memang anda merasa kemampuan saya benar-benar sangat tidak bisa di samakan bahkan dengan sebutir debu, maka saya benar-benar minta maaf. Anda boleh menunjuk Dokter yang menurut anda memiliki kemampuan jauh lebih baik, saya permisi dulu, Tuan." Dokter itu menunduk hormat dengan senyum di bibirnya yang masih terlihat. Memutuskan untuk pergi adakah hal yang paling benar, karena berada di sana menjelaskan semua dengan detail juga tidak akan di dengar, jadi siapa tahu memang ada Dokter yang bisa menangani masalah ini lebih baik dari pada dirinya.
"Dasar tidak berguna! Hanya tahu menerima gaji besar, tapi pekerjaannya bahkan tidak karuan seperti ini!" Kesal Tuan Feto yang masih tak menyadari bahwa permintaan nya barusan kepada Dokter adalah hal yang paling fatal dan membahayakan sekali untuk cucunya.
Melisa tak henti-hentinya terisak sedih, dia adalah Ibunya Denise tentu saja dia merasa takut kehilangan Denise. Sudah sejauh ini Denise selalu sakit-sakitan dan tidak bisa bermain seperti kebanyakan anak lainnya, jadi apakah begitu sulit untuk putrinya hidup normal?
Jika mengingat kembali, selama ini Denise hanya menghabiskan waktunya untuk ke rumah sakit, merintih kesakitan, bahkan juga harus menjalani beberapa macam pengobatan yang membuat tubuhnya kurus. Dia benar-benar iri sekali melihat anak kecil yang bisa berlarian kesana kemari, terlebih melihat Velerie. Padahal anak itu cacat, anak itu bodoh, tapi kenapa dia selalu terlihat bahagia? Bahkan saat dia memaki Velerie, anak itu hanya akan tersenyum dan mengatakan terimakasih. Dia iri melihat Velerie yang bisa berlarian, bermain bersama dengan David sedangkan Denise hanya bisa melihat mereka saja dan menatap iri. Padahal Velerie juga memiliki sakit organ, tapi kenapa dia tidak terlihat seperti Denise yang tidak berdaya? Sungguh mengingat itu Melisa benar-benar tidak bisa menerimanya.
"Kau jangan hanya diam saja, David! Pergi sana, cari pendonor ginjal, cari ginjal yang baik dan cocok untuk putrimu supaya dia bisa hidup normal, jangan banyak diam seperti patung yang tidak berguna!"
David tak ingin menjawab, kenapa? Tentu saja karena dia tahu apapun yang akan dia katakan adalah salah di mata mertuanya. Berusaha atau tidak, nyatanya David tidak pernah memiliki tempat yang benar.
__ADS_1
Bersambung.