Why?

Why?
Menemui David


__ADS_3

Helena terdiam menatap dinding kamarnya yah kosong dan sepi. Pikirannya benar-benar menjadi kacau setelah apa yang di katakan Martin beberapa saat lalu, memang benar ucapan Martin hanyalah pendapatnya saja, tapi sejauh ini dugaan Martin benar-benar tepat sekali. Rasanya ingin mengabaikan saja dan fokus dengan apa yang perlu dia pikirkan, tapi sungguh Helena kesulitan sekarang.


Tak ada keluarga yang menyemangati, tak ada teman yang dapat Helena percaya lagi sekarang. Setelah Melisa yang dulu begitu dekat dengannya mengkhianati dirinya, lalu Farah? Hah..... Hanya Tuhan saja yang tahu seberapa banyak dia memberikan orang-orang semacam mereka di sisi Helena.


Helena bangkit dari duduknya, dia meraih ponselnya untuk mengirimkan pesan kepada David. Dia meminta David untuk menemuinya di restauran sore hari sepulang dia bekerja. Tak lama Helena mendapatkan balasan, David bertanya untuk mendapatkan kepastian benar atau tidaknya orang yang mengirimkan pesan kepadanya adakah Helena karena nomor yang di gunakan Helena adalah nomor yang baru. Setelah Helena memastikan dengan pesan teks, akhirnya David membalas untuk menyetujui ajakan Helena.


"Baiklah, akan aku mulai dengan caraku sendiri. Walaupun Martin bilang tidak yakin, tapi setiap kali memikirkan hal itu aku menjadi begitu berdebar. Sekarang aku hanya bisa berusaha semampuku, meyakini saka bahasa aku mampu melakukan semua demi anakku yang dengan kejamnya mereka bunuh hanya untuk ginjal, mempertahankan hidup orang terkasihnya. Akan aku hancurkan kalian semua, nikmatilah waktu kalian yang tidak akan lama lagi berubah menjadi sekarat setiap detik." Gumam Helena menatap penuh keyakinan dan terlihat begitu marah tapi dia juga terlihat tenang memikirkan begitu banyak hal apa saja yang akan dia lakukan untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.


Esok harinya, sore hari setelah Helena pulang bekerja.


Helena tersenyum sebisa mungkin untuk terlihat kalau senyum yang mengembang dari bibirnya itu adalah senyum yang natural untuk dia tunjukan kepada mantan suaminya yaitu, David. Senyum itu terbalaskan meski David nampak terdiam sebentar, dahinya mengernyit bingung karena semenjak mereka bercerai Helena sama sekali tak pernah tersenyum padanya.


"Kau sudah menunggu lama?" Tanya Helena sembari mengambil posisi untuk duduk, berseberangan meja dengan David untuk mempermudah mereka mengobrol nanti.

__ADS_1


David menghilangkan kelamnya sembari tersenyum.


"Tidak, aku belum lama sampai."


Sebentar mereka saling bicara, mengobrol santai menyatakan kabar satu sama lain dan sebentar membahas soal sampai di mana proses dari kasus Velerie ini berjalan.


"Ngomong-ngomong, bagiamana kabar Denise? Kau bilang dia sakit keras bukan? Aku hanya berharap kau tidak akan merasakan bagaimana kehilangan putrimu lagi, aku berharap dia membaik dan bisa melakukan semua yang ingin dia lakukan tanpa adanya rasa sakit lagi." Ucap Helena, kaku tersenyum dengan ramah dan hangat saat membicarakan soal Denise. Tentu saja itu hanya akting Helena saja, dia hanya ingin David beranggapan seperti apa yang dia tampilkan kala itu.


"Dia masih dalam tahap pemantauan, sebenarnya sudah hampir dua bulan ini dia mendapatkan transplantasi organ, tapi masih butuh waktu untuk tubuhnya menyesuaikan, jadi kami benar-benar harus ekstra dalam menjaga dia." Ucap David yang benar-benar terlihat begitu antusias ketika membicarakan tentang Denise. Jujur saja saat melihat wajah Denise yang begitu mengkhawatirkan Denise membuat Helena sedikit kesal, dia bertanya di dalam hati apakah David memiliki perasaan khawatir sebesar itu untuk Velerie? Dia memang terlihat baik kepada Velerie dalam beberapa persen saja, tapi entah mengapa Helena merasa kalau apa yang David lakukan hanyalah unik memenuhi perannya sebagai seorang Ayah meski di hatinya tak memiliki perasaan sayang sebesar yang dia miliki untuk Denise. Apalagi saat mendengar mendapat donor organ, tidak ingin membohongi hatinya karena memang benar Helena merasa marah, cemburu untuk putrinya hingga mengutuk Denise untuk mati saja agar bisa menemani Velerienya dan menebus kesalahan yang yang pernah dia buat. Baiklah, seorang yang baik juga memiliki sisi buruk, dan inilah sisi buruk Helena sebagai seorang manusia biasa.


Segera Helena kembali memperbaiki ekspresi di wajahnya, dia tersenyum sebisa mungkin untuk tidak membuat David merasa dia aneh dan mencurigakan.


"Syukurlah, aku berharap dia segera membaik dengan segera." Ujar Helena yang langsung mendapati senyum serta anggukan dari David.

__ADS_1


Sebenarnya Helena benar-benar ingin menanyakan donor apa yang di terima Denise, apakah ginjal? tapi kalau sampai Helena mengatakan itu secara langsung jelas saja akan membuat David curiga, dan bisa jadi juga sebenarnya David ikut bekerja sama untuk mencuri ginjal Velerie demi kesehata Denise bukan? Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini bukan? keadaan, situasi, uang, semua hal itu akan dengan mudah membolak-balikkan perasaan manusia, begitu juga dengan hati.


"Ngomong-ngomong, kau ingin bertemu untuk membicarakan ini?" Tanya David yang benar-benar ingin tahu apakah ada hal lain yang ingin di bicarakan oleh Helena atau tidak, karena kalau tidak ada dia harus segera kembali untuk bergantian menjaga Denise karena seharian ini Melisa lah yang menjaga Denise.


Helena terdiam sebentar, lalu tersenyum sembari menatap David.


"Sebenarnya aku ingin meminta bantuan darimu, kau tahu kan Velerie kehilangan dua ginjalnya? Walaupun apa yang aku minta ini jelas tidak akan bisa mengembalikan Velerie untuk hidup, tapi apakah kau bersedia membantuku mencari tahu siapa orang yang sudah mencuri ginjal anakku?"


David terdiam menatap Helena. Anakku? Sungguh? Kenapa sampai detik ini Helena sama sekali enggan menyebut Velerie sebagian anak kita? Padahal jelas sekali kalau Velerie juga adalah anak kandungnya, takut kenapa Helena selalu memperlakukan David seolah David tak ada hubungan darah dengan Velerie? Tapi sudahlah, bukan saatnya untuk membahas ini, memperdebatkan sesuatu yang jelas bagiamana kenyataannya bukankah akan terlihat bodoh dan membuang waktu?


"Tentu saja, aku sudah meminta dia detektif untuk membantu memecahkan masalah ini, aku juga bergerak meski tidak bicara dulu denganmu." Ujar David karena memang sudah dia lakukan sejak dia tahu bahwa ginjal Velerie di curi oleh Farah. Memang benar Farah adalah orang yang sudah mengangkat ginjal anaknya, tapi siapa yang menerima jelas tidak bisa di biarkan begitu saja bukan?


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2