Why?

Why?
Menang Di Akhir Cerita


__ADS_3

"Kau gila? Kenapa aku harus membongkar makam putriku? Dia sudah tenang di sana, kenapa aku harus mengusiknya lagi? Ini sudah hampir dua bulan, dan kau ingin aku mengeluarkan tubuh putriku yang pasti sudah membusuk? Kau ingin aku melihat itu? Kau ingin membuatku melihat kembali rangkaian peristiwa sampai akhirnya putriku harus di kuburkan?!" Dengan tatapan marah Helena Martin, tubuhnya yang beberapa saat lalu mulai tenang kini kembai gemetar hebat. Memang itu hanyalah rencana saja yang belum tentu akan kebenarannya, tapi membayangkan saja Helena sudah seperti akan mati, nafasnya sesak, sakit dadanya benar-benar begitu nyeri, kepalanya seperti ingin pecah karena semua peristiwa hari di mana Velerie di tabrak mulai kembali bermunculan di kepalanya.


Martin tak menjawab satupun pertanyaan yang di ucapkan Helena dengan perasaan marah itu. Kenapa? Karena Martin tahu seperti inilah emosi yang akan di tunjukkan Helena saya dia mengatakan apa yang sudah lama ingin dia katakan. Terdengar sadis memang, tapi untuk melakukan semua ini, mencari tahu kebenaran tentang kematian Velerie, dan beberapa hal yang tidak masuk akal lainnya memang autopsi lah yang paling benar menurut Martin.


Catatan medis memang sudah menjelaskan bagaimana rincian kondisi tubuh Velerie kepada Helena, tapi siapa yang akan menjamin seratus persen itu benar? Firma hukum, kepolisian, pihak sekolah, semuanya menerima suap dan itu sudah jelas. Memang siapa yang tidak akan curiga kalau rumah sakit juga bisa saja menerima suap bukan? Memang benar, kondisi Velerie sudah meninggal sebelum di bawa kerumah sakit, tapi Martin masih saja merasa ini begitu aneh.


Pertama, semakin di selidiki kasus ini buka seperti tabrak lari yang ingin bebas dari hukuman, tapi ini seperti pembunuhan berencana. Untuk apa seorang Velerie harus di bunuh? Helena bukan orang yang memiliki banyak musuh dalam konteks serius, Helena juga bukan wanita kaya raya, wanita karir yang akan memiliki saingan bisnis yang sengit. Jadi, bukankah ini aneh sekali? Orang yang sudah menyuap banyak orang sudah pasti ada hak besar yang sudah dia dapatkan atau ingin dia dapatkan bukan? Lalu, pertanyaan besarnya adalah, apa yang dia dapatkan dengan membunuh Velerie?


"Helena, kau bebas ingin mengatakan apapun, luapkan saja kekesalanmu aku tahu ini menyakiti hatimu. Tapi aku juga sudah memikirkan ini sejak lama, aku pikir dengan begitu semua pertanyaan yang mengganjal di pikiranku akan mendapat jawabannya."


Helena menatap Martin marah, dia menyeka air matanya yang sudah entah berapa banyak menetes dengan derasnya.

__ADS_1


"Lalu, saat semua rasa penasaran mu terjawab, atau ternyata mengeluarkan tubuh putriku sia-sia, bagaimana kau akan bertanggung jawab? Mengeluarkan putriku dari tempat peristirahatan terakhirnya sama saja seperti membunuhku. Kau tahu benar tentang itu kan, Martin?" Helena menatap Martin dengan tatapan tegas, jujur dia memang tidak perduli apa tujuan yang sebenarnya, kenapa harus membongkar makam putrinya untuk autopsi padahal jelas sekali penyebab putrinya meninggal adalah karena mobil yang menabrak dengan sangat kuat.


Martin tak menjawab pertanyaan itu, tentu dia paham benar itu pasti sulit. Tapi memperjelas segalanya sejak awal adalah tujuan yang paling penting agar bisa melawan Pengacara Jhon dan rekannya nanti.


"Lupakan saja, aku tidak akan mengizinkan itu!" Ucap Helena dengan tegas.


Martin menghela nafasnya, menatap Helena dengan tatapan datar.


Helena terdiam, dia masih menitihkan air mata meski tak sebanyak beberapa saat lalu. Dia mencoba untuk tenang, mendengarkan apa yang ingin di katakan Martin meski sebenarnya dia masih ingin terus untuk menolaknya.


"Seperti yang kau katakan, Velerie adalah gadis kecil yang polos, dia bahkan tidak memiliki teman di luar, lalu kenapa dia menjadi target pembunuhan? Jika dia hanya kesal dan cemburu, untuk apa sampai berbuat sejauh itu? Bisa menyuap polisi saja itu artinya dia sudah mengeluarkan banyak uang. Ingatlah, berapa banyak uang yang di terima kepala sekolah, dan bayangkan betapa banyak yang yang di berikan kepada pihak firma hukum? Bisa sepuluh kali lipat, atau bahkan jauh lebih banyak dari yang aku katakan. Pikirkan lah, kenapa Velerie sepenting itu untuk mati? Kenapa ada orang yang mengeluarkan banyak orang, bahkan sampai mampu membuat seorang untuk memikul dan menjadi tersangka padahal dia tidak ada hubungannya sama sekali?"

__ADS_1


Helena menajamkan matanya, iya! Kenapa? Kenapa kasus ini menjadi begitu rumit? Kenapa ada saksi dan tersangka yang bahkan datang bersamaan, dengan kompak bergerak untuk menuju ke persidangan nanti? Helena menggelengkan kepala sembari memegangi dadanya yang terasa sakit. Kenapa? Sebenarnya ada apa? Kenapa harus putrinya? kenapa? Sungguh Helena tidak habis pikir, kenapa semua ini bisa terjadi?


"Aku tidak bisa memaksamu, tapi percayalah aku hanya ingin memiliki tujuan yang sama seperti yang kau inginkan. Aku harus segera kembali untuk menjemput Sofia, hubungi aku jika kau membutuhkan ku, jangan lupa hubungi di nomor yang aku kirim pesan padamu."


Helena tak bereaksi apapun hingga Martin meninggalkan apartemennya. Sekarang dia benar-benar bimbang apakah harus membongkar makam putrinya, tapi dia takut kalau membongkar makam Velerie dan hasilnya akan sama saja, tentu itu akan sangat menyakitkan bukan? Bukan karena dirinya saja, tapi dia juga sedih kalau harus mengusik putrinya yang sudah tenang di alam sana.


Semakin lama memikirkannya, Helena jadi semakin bimbang dan ragu jadi dia memutuskan untuk masuk ke dalam kamar putrinya, sebentar duduk di atas tempat tidur yang biasa di gunakan Velerie untuk tidur, meraih selimut itu dan membawanya untuk dia peluk karena masih ada jejak Velerie di sana.


Di sisi lain.


Martin menghela nafas begitu sampai di dalam mobil. Sekarang dia benar-benar akan sangat repot mengurus masalah Helena, Sofia, dan juga pekerjaan. Tapi apapun dan bagaimanapun sulitnya jalan yang dia pilih ini, Martin tidak akan menyerah, dia sudah berjanji kepada dirinya sendiri, kepada sahabatnya, kepada Helena, juga kepada Sofia bahwa dia akan melakukan yang terbaik yang bisa dia lakukan, dan dia juga ingin memberitahukan kepada dunia bahwa keadilan dan kebenaran masih akan tetap menang di akhir cerita.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2