![[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana](https://asset.asean.biz.id/-reinkarnasi--sayap-takdir--zhu-liana.webp)
Meski begitu, Liana masih ingin tertawa atas tindak superior Murong An Fei. Itu benar-benar hanya tampak gertakan seorang remaja bagi Liana. Dia sudah mengukur kekuatan sejati Murong An Fei yang tentu masih jauh di bawah dirinya. Gadis ini bahkan hanya dapat dikatakan sebagai bakat rata-rata. Hanya saja, apa yang melekat dari ujung kepala hingga ujung kakinya, semua bernilai tinggi. Semuanya adalah senjata ajaib ofensif dan defensive tingkat tinggi.
Tapi apa itu senjata tingkat tinggi? Liana juga memiliki beberapa. Dia tinggal memintanya dari Shiro. Sebab itulah dia hanya ingin menertawakan putri Negara Merak yang memiliki Sindrom Chuunibyou tersebut yang memandang dirinya sendiri dengan sangat tinggi seolah-olah seluruh dunia adalah miliknya, tapi dia tak menyadari jika sebenarnya dia hanyalah ‘Katak dalam sumur’.
“Maaf, kau menyerobot antrian tadi.” Dengan membalas seperti itu, Liana sengaja mengabaikan apa yang baru saja diucapkan oleh Putri Murong. Dia menunjukkan kesan seolah dia tidak mengenal Murong An Fei dan apa yang dia ludahkan bukanlah hal yang penting bagi Liana.
Dihadapkan dengan sikap acuh tak acuh dari gadis berlabel sampah di depannya, Murong An Fei merasa malu dan kesal. Dia sudah mendengar beberapa orang yang bahkan berada di sekelilingnya menertawakan dirinya dengan bisik-bisik juga ada yang terang-terangan, itu membuat sang Putri yang sudah terlanjur sombong merasa harga dirinya sudah dibanting kemudian diinjak-injak.
Wajahnya memerah dan matanya melotot menatap Liana. Dalam kemarahan, dia mengeluarkan hinaan pada Liana. “Kau Nona Muda Sampah! Aku adalah Putri Kesayangan Kaisar Negara Merak—Murong An Fei. Kualifikasi apa yang kau miliki untuk dapat berhak mengatur diriku? Kau tak lebih hanya seorang yang tidak dapat berkultivasi, sangat tidak berguna!” Jelas bagi Murong An Fei yang tidak mengetahui jika Liana sudah dapat berkultivasi.
Namun sikap dan perkataannya yang mencoba untuk mendominasi Liana malah membuatnya semakin terlihat rendah di depan para murid-murid Yilongfei yang berada di dalam perpustakaan. Perlu diketahui jika delapan puluh persen dari murid Yilongfei adalah bangsawan, tiga puluh persen dari itu adalah bangsawan kelas atas dan sisanya adalah bangsawan kelas menengah dan rendah, dan sisa dua puluh persennya lagi adalah warga sipil yang berprestasi.
Melihat banyaknya bangsawan yang belajar di Yilongfei, tentunya diterapkan berbagai kelas etika bangsawan. Membuat semua siswa akan nampak sopan, anggun dan bermartabat sebagaimana harusnya bangsawan sejati berperilaku.
Tetapi sekarang sikap yang ditunjukkan Murong An Fei sangat berkebalikan dengan itu. Dia tak terkendali dan liar, bahkan saat berada di dalam perpustakaan, suaranya tidak merendah sedikit pun seolah ingin didengar semua orang di dalam sana.
Wajah semua orang juga segera berubah, nampak menghina kepribadian Murong An Fei, mereka ingin berbalik jauh-jauh dari sisi orang seperti itu.
Baik, memang tidak semua dari mereka yang akan memiliki sikap sopan, anggun dan bermartabat. Hanya saja, mereka tidak akan bertindak bodoh dan dengan terang-terangan menunjukkan sikap tak senonoh seperti Murong An Fei, menunjukkan pendidikan rendah yang diterimanya juga akan merendahkan nilai dari Kekaisaran Merak. Karena seperti yang dia sebutkan tadi, dia adalah seorang putri negara tersebut. Seharusnya dia tidak bisa bertindak begitu memalukan, apalagi ketika berada di Negara lain.
Tidak ada yang pernah melihat seorang gadis yang begitu tidak masuk akal seperti dirinya, termasuk Liana. Dia ingin menggelengkan kepalanya dan berdecak atas Murong An Fei.
Liana menghela napas, minatnya untuk mengajari sang putri menjadi berkurang jauh. Namun saat itulah suara yang ia kenal memasuki pendengarannya.
“Oh, Putri Negara Merak? Tapi ini adalah Kekaisaran Naga. Dan yang kau sebutkan sebagai orang yang tidak memiliki kualifikasi itu adalah sahabatku, Zhu Liana—seorang putri sah dari Perdana Menteri kami dengan bibi jenderal Wei Xiening, juga tunangan kakak ke-tigaku. Belum lagi, dia adalah keponakan kesayang dari Ayah Kaisarku. Jadi Putri Negara Merak, hak apa yang kau miliki untuk bisa menghina dirinya? itu sama saja seperti kau telah menghina negara kami.”
Kalimat panjang yang menusuk itu tentunya datang dari seorang Lanhua yang sontak membuat seisi ruangan terkesiap dengan bisikan.
“Benar, Putri Merak itu terlalu angkuh dan tidak beretika.”
__ADS_1
“Tunggu, apa yang baru saja kau katakan? Kau memanggilnya dengan apa?”
“Putri Merak, bukankah itu benar-benar sesuai dengannya?”
“Ah ya, kau benar. Seperti merak. hahaha.”
Sedangkan Murong An Fei sendiri, wajahnya berubah pucat lalu memerah dan kembali menjadi pucat. Dia tidak dapat membantah kata-kata Lanhua, jadi hanya bisa tergagap dengan, “Kau ... aku—” tapi dia masih dengan bangganya menebalkan wajahnya yang terpampang dengan kesombongan penuh, sangat layak menjadi merak yang suka memuji diri sendiri. “Dia ... dia hanya seorang yang tidak berguna dan tidak berkultivasi. Apa ... apa yang perlu dibanggakan dari itu?” Aih, sepertinya Murong An Fei tidak bisa disembuhkan.
Wajah Lanhua sudah terpelintir aneh di samping Liana. Namun Liana sendiri masih menunjukkan ekspresi tenang. “Ayo ke arena pertarungan!” Dia memutuskan.
Sekali lagi, membuat penonton di sekitar gempar dengan gossip dan pembicaraan. Lanhua sendiri melotot ke arah Liana dengan berlebihan. Seolah mengatakan, “Apa yang kau lakukan?”
Lanhua menunjukkan reaksi seperti itu karena dia mengetahui hasil tes Liana. Gadis berhanfu putih ini hanya berada di Penempaan Qi tingkat sepuluh, sedangkan murong An Fei berada di tingkat sebelas. Sejenak, dilihat jika perbedaan hanya satu tingkat. Tapi jangan pernah remehkan tingkat perbedaan yang hanya satu, itu hanya akan menjadi sebuah jurang yang dalam.
Perbedaan satu ranah kultivasi seorang kultivator sudah seperti Langit dan Bumi. Tetapi itu juga termasuk pada perbedaan tingkat seseorang, berbeda satu tingkat saja sudah seperti jurang pemisah yang sangat dalam. Itulah yang membuat Lanhua khawatir.
Belum lagi, Liana baru saja berlatih beberapa bulan yang lalu, pengalamannya tentu akan lebih sedikit dari Murong An Fei yang sudah dididik sejak belia. Itu sama saja dengan bunuh diri. Lanhua tidak bisa membiarkan Liana mempermalukan dirinya sendiri, sepertinya dia sudah lupa siapa yang menghabisi sisa serigala tingkat tiga sendirian saat perburuan musim semi bulan lalu di hutan bukit awan.
Liana mengerti kegelisahannya dan dia berkata pada Lanhua untuk percaya padanya.
Untuk Murong An Fei, melihat Lanhua yang begitu khawatir, kesombongannya meroket dan rasa takut yang membuat wajahnya memucat mereda. Dia menjadi lebih percaya diri seolah mengonfirmasi jika apa yang ia katakan tentang Liana yang tidak berguna adalah kebenaran.
Dengan angkuh berkata, “Baik, tapi jika kau tidak sengaja kehilangan nyawa nanti, jangan pernah untuk menyalahkanku. Kau sendiri yang memberikan tantangan pada Putri ini.”
Liana mengangkat alisnya masih menyayangkan sifat Murong An Fei yang kekanak-kanakkan. Berapa umurnya? Sepertinya masih seumuran dengan Liana.
“Ayo pergi!” Dia kemudian melangkah maju, meninggalkan perpustakaan dan menuju ke arena pertarungan yang di sediakan oleh akademi. Banyak yang mengikuti mereka dari belakang, bermaksud untuk menonton sebuah pertunjukkan yang menarik. Bahkan seperti disengaja, ada orang yang sudah memulai taruhan.
Yah, Liana masihlah Liana. Dia lebih suka membalas hutang dengan berterus terang. Mengajari Murong An Fei dengan kata-kata tidak cukup, maka buat dia babak belur terlebih dahulu, lalu lihat apakah dia mau berubah? Lagipula, Liana memang suka mengajar anak-anak remaja yang nakal. Haha! >^<
__ADS_1
Dulunya, dia juga pernah menjadi tamu di sebuah sekolah menengah yang memiliki banyak berandal. Dan satu bulan mengajar di sana, dia sudah bisa membuat anak-anak sekolah itu berlaku tertib sebagaimana mestinya seorang siswa.
Metodenya akan menjadi kejam, tapi itu efektif. Karena menurut Liana, jika sifat lemah lembut dan kesabaran tak berhasil, maka gunakan tangan dan kaki untuk mengajari. Ugh!
Hanya butuh waktu sekitar sepuluh menit untuk dapat sampai di arena pertarungan akademi. Dan selama waktu itu, berita mengenai diri Liana yang menantang Putri Negara Merak untuk bertarung di arena menyebar di akademi.
Wei Wuxian juga mendapat beritanya, dan dia mengerutkan kening tidak suka. “Negara Merak sudah bosan menjadi bagian dari Tiga Kekaisaran.” Suaranya begitu dingin hingga dapat membekukan sekitarnya.
“Cepat lihat apa yang terjadi? Jika ada satu lecet ada pada tubuh Li’er, kalian sendiri akan mendapat hukuman!”
Bawahan yang berada di bayang-bayang dan kegelapan bergetar. Mereka tahu apa itu yang disebut hukuman. Dan hukuman dari seorang Wei Wuxian tidak mungkin akan begitu mudah.
Segera setelah itu, dua orang berpakaian serba hitam muncul dan berlutut di depan Wei Wuxian setuju untuk memenuhi permintaannya. “Baik, Yang Mulia!” Mereka berkata dengan serempak, setelah itu keduanya menghilang dari hadapan.
“Sepertinya aku terlalu meremehkan mereka. Mengirim seorang Putri untuk menjadi penyusup. Heh! Perbatasan sepertinya akan menjadi ramai sebentar lagi. Perjanjian damai di masa lalu hanya omong kosong bagi mereka.” Wuxian tersenyum dengan dingin. “Chen, sampaikan pada Ayah Kaisar tentang ini.”
Chen yang menjadi pengawal gelap juga muncul di depan Wei Wuxian, berlutut mematuhi perintah. “Baik, Yang Mulia.” Setelahnya, dia juga menghilang segera.
Kepergian Chen meninggalkan Wei Wuxian dengan tatapan yang gelap, sulit diartikan. Tapi setelahnya, dia bergumam, “Mereka sudah bergerak begitu cepat, bahkan sudah menguasai Negara Merak dan memasang antek di berbagai tempat.” Dan setelahnya lagi, terdengar helaan napas darinya. “Tiga Benua tidak lagi damai dalam waktu dekat. Li’er, jalanmu akan panjang dan sulit.”
Tapi tidak peduli apakah dia akan berkali-kali melewati api dan menyeberangi laut, Wuxian akan dengan teguh menemani Liana, karena itu adalah tujuan dari kelahiran, kehidupan dan kematiannya, dia akan terus menemani gadis yang dicintainya.
~o0o~
AKHEM!
Pas aku balik baca-baca komen di episode awal.... sumpah, aku ngakak. Itu jadi sedikit hiburan dari sulitnya memikirkan jalan plot alur yang ribet dan bikin mumet.
__ADS_1
Coba deh pada komen kreatif dan beri pendapat kalian tentang cerita ini. Terus mungkin ada yang punya tebak-tebakan tentang alur cerita yanh akan datang.
Penulis kreatif! Pembaca juga inovatif dong. Ya kan?