[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana

[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana
08-Kultivator


__ADS_3

“Hah, bagaimana itu mungkin? Kau membual kakak, tidak mungkin ada orang yang bisa mengeringkan lautan.”


Zhu Moran dikejutkan dengan ucapan Liana yang tidak percaya dengan perkataan Wan Feng.


Yah, sedari tadi Wan Feng juga menceritakan tentang dunia kultivasi pada Liana. Dia mengatakan bahwa dalam tubuh seorang manusia terdapat semacam energi spiritual yang memungkinkan seseorang menjadi sangat kuat bahkan mampu mengeringkan lautan jika mereka menguasai kekuatan itu dan meningkatkannya pada tahap tertinggi, dan orang-orang seperti itu di sebut sebagai Kultivator.


Liana jelas tidak percaya dengan cerita tak masuk akal seperti itu, jadi dirinya membantah.


Zhu Moran terkekeh, ini sama persis saat Zhu Liana masih berumur tiga tahun saat itu. Dia juga tidak percaya saat dirinya mengatakan tentang kultivator yang begitu hebat. Dimana saat itu dia dalam wujud seorang balita dengan pipi kemerah-merahan menggelembung mengomeli Zhu Moran bahwa ayahnya itu tidak boleh berbohong.


Zhu Liana kecil adalah gadis yang sangat cerdas. Pikirannya bahkan tidak seperti balita pada umumnya, dia lebih dewasa dari anak seumurannya atau bahkan mungkin menyamai pemikiran orang dewasa sekalipun. Hal itu sangat aneh, tapi bagi Zhu Moran dan Wei Xiening, dia adalah gadis kecil luar biasa yang mereka miliki.


Yah, akhirnya Zhu Moran mengalah dan dia memperlihatkan hal luar biasa kepada Zhu Liana kecil. Saat itulah Zhu Liana menjadi percaya dengan adanya dunia kultivasi. Bahkan dia sangat berbakat dalam bidang itu. Hanya saja sekali lagi disayangkan bahwa kejadian terbakarnya paviliun Wei Xiening telah mengubah segalanya.


“Kau tidak percaya pada kakakmu ini? Kakak juga seorang Kultivator, kau tahu?” Wan Feng jelas tidak mau mengalah. Dia dengan bangganya berlagak di depan Liana. Jiwa seorang kakak di dalam dirinya terdorong untuk menjadi luar biasa di depan sang adik.


Sedangkan Liana hanya memutar bola matanya jengah. Dia telah menganggap bahwa Wan Feng mungkin memiliki penyakit Chuunibyou [1] karena berkhayal terlalu tinggi. Mungkin sering membaca buku-buku novel atau cerita bergambar.


“Hmph, kau bisa menunjukkan buktinya padaku?” tanya Liana dengan nada menantang.


Zhu Moran sendiri tidak mau mencampuri urusan kedua anaknya itu. Dia hanya menggeleng dan kembali duduk di depan mejanya yang ditumpuki dengan gunungan kertas dan gulungan-gulungan yang entah apa isinya. Yang pasti itu membuat kepala pusing. Menjadi seorang pejabat tinggi benar-benar melelahkan. Apa yang ingin disampaikan pada putra-putrinya telah ia sampaikan. Jadi saat ini urusannya bisa dianggap selesai dengan mereka dan dia akan kembali bergelut dengan kertas-kertas menyebalkan.


“Baik, ayo keluar. Akan ku tunjukkan padamu apa itu Kultivator.” Wan Feng mendengus, dia bersikap seperti anak-anak saat berhadapan dengan adiknya itu.


Dengan cepat melenggang meninggalkan ruangan menuju ke halaman lapang di depan kediaman Zhu Moran. Wajahnya di tekuk masam, hari ini dia akan memperlihatkan kehebatannya pada Liana. Dia ingin menjadi seorang kakak yang membuat adiknya bangga. Tekad di dalam hatinya membentuk bangunan yang baru.


Sedangkan Liana hanya mengekorinya dari belakang, hanya ingin melihat kekonyolan apa yang akan dilakukan laki-laki yang sekarang menjadi kakaknya itu.


Setelah sampai di halaman yang lumayan luas dipenuhi rumput pendek yang rapi karena sering dipotong dan dibenahi oleh para pelayan. Itu adalah lapangan yang sering digunakan untuk melatih kemampuan bela diri. Disekitarnya juga nampak asri dengan beberapa pohon rimbun sebagai tempat berteduh dari panasnya siang.


Wan Feng berdiri di tengah-tengah. Tidak terusik oleh terik matahari yang entah kapan sudah berada di puncak kepala. Hari benar-benar sudah siang ternyata. Begitu cepat berlalu, pikir Liana.


“Li’er, lihatlah kehebatan kakakmu ini. Kau tahu, tentu ada alasan mengapa diriku menjadi salah satu anggota penting di kemiliteran. Ini karena kakak begitu hebat,”ucapnya menyombong.

__ADS_1


“Iya, kakak memang hebat, hebat membual tentunya.” Liana balas mengejeknya. Lihatlah betapa narsisnya laki-laki itu, membanggakan diri terlalu tinggi.


“Hmph, kita lihat saja nanti apa aku memang membual atau tidak.”


“Ya ya ya, cepatlah tunjukkan padaku bagaimana kau melakukan hal bodoh.”


“Baik, ingat kata-katamu itu. Jangan terkejut apalagi menyuruhku sampai mengajari dirimu.”


Para penjaga juga pelayan yang di sekitar sana menyaksikan perdebatan keduanya dengan tampang aneh dan penasaran. Apa yang akan di lakukan kedua majikan muda? Begitu yang tertulis di wajah mereka.


Wan Feng segera menutup matanya. Fokus pada apa yang dia lakukan. Setelah dia membuka mata, wajahnya menjadi sangat serius.


Liana yang semulanya acuh dan terlihat tidak perduli, kini mulai ragu-ragu. Apa mungkin yang dikatakan Wan Feng itu bukanlah kebohongan? Dia menjadi penasaran.


Lalu yang dilihat selanjutnya benar-benat membuatnya tercengang tak percaya.


Wan Feng yang membuka matanya memandang ke depan dengan tajam, lalu di kedua tangannya muncul sesuatu seperti gejolak angin panas. Itu menggumpal dan mulai membentuk warna dan seketika berubah menjadi api. Bahkan bunyi yang terdengar seperti ‘Wussh!’ berdesing setelah api terbentuk.


Bola api itu melesat bagai meriam dan meledakkan pohon, membakarnya dalam sekejab lalu pohon itu segera berubah menjadi abu. Sangat panas!


Sorak kagum terdengar dari para pelayan dan penjaga yang melihat aksi Wan Feng.


“Tidak ku sangka, ternyata tuan muda telah menguasai perubahan elemen dengan umurnya yang begitu muda. Bukankah hanya kultivator yang berada di tingkatan Fondasi Alam yang menguasainya?” Salah satu penjaga berkata dengan penuh kekaguman.


“Hei kamu ini penjaga baru ya? Tuan muda pertama telah menguasai keahlian itu saat dia bahkan masih berumur dua belas tahun.”


“Benarkah?”


“Iya, ku dengar sekarang tuan muda pertama bahkan telah memasuki tingkat Pembentukan Inti Hitam, mungkin sebentar lagi dia akan menembus tingkat Pelatihan Roh.”


“Hah? Bukankah tuan muda masih berumur dua puluh tahun?”


“Yah, tuan muda pertama memang seorang jenius. Dia adalah bakat langka!”

__ADS_1


Sedangkan Liana masih ternganga di tempatnya. Dia juga mendengarkan para penjaga yang membicarakan kehebatan Wan Feng menggunakan istilah-istilah yang tidak dia mengerti.


Wan Feng sendiri sudah berjalan mendekati Liana dengan senyuman lebar juga gelagat membanggakan diri.


“Bagaimana, Li’er? Kau sudah percaya, tidak?”


Liana segera menormalkan ekspresinya. Terkejut? Iya, dia sangat terkejut. Bagaimana bisa seseorang memunculkan api begitu saja dari dalam tubuhnya? Bahkan dia yang bertahun-tahun meneliti tentang kelebihan tubuh manusia tidak pernah tahu ada yang seperti ini.


Dia memang pernah mendapat beberapa kesimpulan mengenai uap atau udara panas yang dapat dikeluarkan dari kulit. Tapi tidak begitu ekstrim yang sampai mengeluarkan api. Tadi yang dia lihat itu benar-benar adalah api lho, api sungguhan! Logikanya hari ini benar-benar terbantahkan, dia merasa ilmu Sains dan juga Fisika yang selama ini dia pelajari menjadi tidak berguna.


“Kau ... kau ... bagaimana itu bisa ... ?” Liana kembali menoleh pada bekas pohon yang kini telah menjadi tumpukan abu itu. dia masih melihat bahwa ada sisa-sisa api disana.


Ketenangannya yang selama ini Liana banggakan harus rela goyah menyaksikan adegan ajaib tadi.


“Hahaha, itulah Kultivator Li’er. Bagaimana? Ajaib bukan?”


“Kau, trik apa yang kakak gunakan? Itu pasti sejenis sulap bukan?” Tapi Liana masih ingin memegang teguh logikanya. Dia menolak untuk mempercayai hal fantasi yang hanya bisa dia dapat dan baca dari novel-novel maupun komik.


“Sulap? Apa itu?” Wan Feng bertanya heran.


“Iya, sulap. Hal yang kau lakukan barusan.”


“Apa yang kau katakan Li’er. Itu tadi aku mengeluarkan elemen api murni yang ku miliki. Yah, kau tak ingat sih. Kakakmu ini kan memiliki salah satu dantian spesial, dantian Naga Api. Hanya memiliki satu Akar Roh, yaitu elemen Api.” Wan Feng menjelaskan dengan nada tenang sekaligus heran dengan reaksi Liana yang seolah tidak pernah melihat hal seperti itu.


Padahal dulunya Liana adalah seorang jenius kultivasi, bahkan mungkin bakatnya lebih besar dari Wan Feng sendiri. Tapi entah kenapa setelah kebakaran itu terjadi, Liana bahkan tidak bisa merasakan energi spiriual sedikitpun. Pelatihannya juga lenyap begitu saja dan dia benar-benar menjadi orang biasa setelah itu. Dan hal itu membuatnya di sebut sebagai sampah dari kediaman Zhu.


~o0o~


Note:


[1] Chuunibyou: orang-orang yang memiliki penyakit banyak berkhayal (Istilah dsri bahasa Jepang).


KRITSAR nggak boleh lupa!

__ADS_1


__ADS_2