[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana

[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana
131-Ruang Dimensi Ditingkatkan


__ADS_3

Liana melirik monumen batu di depannya. Yah, dari pada menyebutnya monumen, itu hanya sebuah batu hitam legam sedikit mengkilat. Tingginya sekitar dua meter dengan lebar dua kali lipatnya. Sangat polos kecuali ada satu lekukan kecil di tengah-tengahnya yang tak terlihat jika tidak diperhatikan dengan cermat.


Liana bahkan tidak yakin lekukan itu berbentuk apa sampai dia dan Wei Wuxian mendekat.


“Ini?” Liana bertanya pada pria di sebelahnya dengan sedikit kejutan.


“Mn, letakkan liontin ruang itu di sini.” Wei Wuxian sekali lagi menunjuk lekukan yang tak terduga berbentuk liontin sayap kembar milik Liana yang merupakan ruang dimensi sayap kembar yang selalu bersamanya setiap saat.


Meski agak heran, Liana masih tetap melepas kalung yang terdapat liontin di sana. Melihatnya sebentar dan memisahkan liontin dari rantai kalung, Liana lagi bertanya, “Apakah ini sejenis kunci?”


Sebagai jawaban, Wei Wuxian tersenyum. “Kau akan tahu nanti.”


Liana hanya mengangkat alisnya tak lagi ingin berbicara. Yah seperti kata Wei Wuxian, dia akan tahu nanti. Maka lebih baik cepat letakkan liontin ke dalam lekukan.


Dia mundur lagi setelah melakukan bagiannya menunggu sesuatu terjadi. Dan tak lama, Liontin itu tenggelam sediri dalam lekukan, masuk ke dalam batu dan menghilang. Namun sebagai gantinya setelah itu dari tengah muncul garis-garis bercahaya dari tengah, menyebar ke segala sisi batu membentuk simbol-simbol aneh yang tesusun menjadi sepasang gambar sayap utuh yang persis seperti liontin dalam versi yang lebih besar.


Cahaya putih segera menyebar ke seluruh ruangan yang tidak terlalu besar sampai memekakkan mata membuat Liana menyipit hingga terpejam, tak terbiasa dengan cahaya yang tiba-tiba.


Seluruh kejadian tidak memakan waktu sampai satu menit. Dan setelah semenit berlalu, cahaya juga mulai meredup tapi tidak menghilang. Hanya tidak lagi memekakkan seperti sebelumnya.


“Buka matamu.”


Liana mendengar suara Wei Wuxian berbisik di samping telinganya dengan suara rendah membuat gatal.


“Apa sudah?” Liana bertanya yang hanya dijawab dengungan Wei Wuxian.


Liana juga perlahan membuka matanya, mengerjab menyesuaikan penglihatan yang kabur.


Yang dilihatnya di depannya bukan lagi batu hitam pekat lagi, melainkan sebuah pintu masuk portal yang terasa sedikit familiar dengan auranya.


“Ini ...?” Memperlihatkan ekspresi bertanya pada Wei Wuxian.


“Ayo masuk.” Dan jawabannya adalah Wei Wuxian menarik langannya lagi, mereka berdua memasuki portal.


~o0o~

__ADS_1


“Tuan.” Sosok putih segera mendekat saat Liana baru saja masuk.


“Shiro?” Liana menjadi heran melihat serba putih Shiro yang datang padanya.


“Gadis apa yang terjadi? Mengapa gempa tiba-tiba saja terjadi?”


“Bahkan kalian juga?” Liana juga memperhatikan keluarga beruang albino yang muncul setelah Shiro. Anak beruang bahkan melihatnya nampak sedih, matanya berkaca-kaca saat menarik-narik bulu induknya. “Ada apa denganmu? Mengapa menangis?” Liana berjongkok mensejajarkan tingginya dengan bayi beruang, dia lebih memperhatikan si kecil berbulu itu yang menggemaskan.


“Ah~, embun yang digumpulkannya menjadi pecah karena gemba bumi baru saja tiba-tiba terjadi.” Induk beruang menjelaskan dengan wajah menyesal, meskipun dia beruang.


“Eh, gempa bumi?” Liana semakin heran, mungkinkah karena tiba-tiba memindahkan liontin dari tubuhnya.


“Coba perhatikan sekeliling.” Saat Liana bertanya-tanya, suara pria disampingnya terdengar. Adalah Wei Wuxian yang sedari tadi terdiam semenjak keduanya masuk pintu portal.


Baru saat itulah keluarga beruang memperhatikan seorang pria serba merah di sebelah Liana yang serba putih dengan aura yang tidak biasa. Mungkin karena naluri binatang buas lebih kuat dari kebanyakan makluk lainnya, beruang itu mundur karena tekanan yang di keluarkan Wei Wuxian secara tak sadar.


Bertanya-tanya mengapa dia tidak memperhatikan keberadaan pria itu sebelumnya yang jelas-jelas berada di sebelah Liana dengan aura dominan kuat seperti itu, bahkan membuatnya lebih terkejut dan takut.


Bahkan Shiro yang sudah mengetahui kekuatan pria itu yang tak terbayangkan masih saja tertegun setiap kali menghadapi Wei Wuxian, karena itulah dia tetap terdiam setelah menyapa mereka sekali.


“Ini? Apakah ini ruang dimensi?” Dia bertanya dengan jawaban yang sudah jelas. Tapi rasanya ada yang berbeda. “Aura! Qi sepertinya semakin tebal beberapa kali. Dan juga, bukankah ini menjadi lebih luas? Kurasa.”


Mengatakan itu, semua orang juga melihat sekeliling mereka lagi. Memang benar ruang dimensi menjadi lebih luas dan Qi yang terkandung di udara menjadi lebih tebal dan semakin bersih dan murni. Bahkan ada bayangan bulan di langit, nampaknya mulai sekarang akan ada ketetapan waktu siang dan malam di dalam ruang dimensi sayap kembar. Yang juga berarti tidak lagi membatasi Liana untuk berkultivasi hanya mencapai ranah kultivasinya saat ini, Penempaan Qi tingkat seratus yang tidak biasa. Dengan adanya energi langit dan bumi, bulan dan matahari, dia bahkan dimungkinkan untuk menerobos hingga alam Reinkarnasi, ranah yang menjadi batas tertinggi tingkat kultivasi pembudidaya di Tiga Benua.


Bukankah ini adalah sumber daya yang diidam-idamkan semua orang di dunia? Tetapi Liana tidak merasa begitu. Dia hanya berpikir untuk cepat menerobos hingga dia juga bisa cepat kembali ke Benua Timur, berkumpul lagi bersama keluarganya dan menghadapi bahaya yang segera datang ke Tiga Benua.


Tiba-tiba saja Liana mendapat firasat. “Ah!” Dia berseru sehingga semua orang segera mengalihkan perhatian padanya.


“Apakah waktunya?” Sepertinya Wei Wuxian juga memperhatikannya. Apalagi Shiro yang juga telah terikat kontrak dengan Liana memperhatikannya.


Hanya keluarga beruang yang bingung. “Terjadi sesuati?” Induk beruang itu bertanya disusul erangan imut bayinya yang nampak malu-malu di belakangnya.


“Ya, aku merasa akan segera menerobos. Haruskah aku melakukannya sekarang?” Liana menoleh pada Wei Wuxian menanyakan pendapatnya. Seperti biasa, dia memang selalu mempercayai pria itu.


Wei Wuxian yang mendapat pandangan dari Liana merasakan gadisnya menjadi lebih lucu saat bergantung padanya, dia merasa hangat. Perasaan ketika seseorang bergantung padamu itu terasa cukup menyenangkan.

__ADS_1


Hanya menyadari gadis itu memiliki beberapa keraguan yang nampaknya membuatnya cemas entah bagaiamana. “Wei Wuxian dengan tegas menyarankan, “Mn, lakukan saja, peluang seperti ini tidak akan datang lebih dari sekali. Bahkan jika ada. Li’er mungkin tidak akan menunggu hingga saat itu, bukan?”


“Yah, kau benar, gege. Tetapi haruskah aku berpamitan terlebih dahulu dengan orang-orang diluar sana? Karena ku rasa kali ini mungkin akan sedikit lebih lama dari biasanya.” Yang dia maksud adalah para penduduk klan yang sudah menunggunya datang entah berapa lama.


“Jika dapat membuat Li’er nyaman maka tidak apa-apa untuk melakukannya.”


Liana tersenyum mendengar jawaban Wei Wuxian. Karena dia memiliki firasat bahwa terobosannya kali ini agak tidak biasa, mungkin dia akan memasuki ranah lain.


Sedari dia mulai berkultivasi, itu bahkan tidak mencapai satu tahun. Meski memang memiliki Cheat seperti ruang dimensi yang waktunya berjalan lebih cepat sepuluh kali, mungkin hanya kurang dari sepuluh tahun dia berkultivasi untuk bahkan sampai tingkat seratus di ranah Penempaan Qi yang sudah abnormal. Dengan kecepatan seperti itu, bakatnya bisa dibilang tak tertandingi di Tiga Benua bahkan di semesta dunia yang lebih tinggi dari itu, Liana dapat dikatakan sebagai jenius.


Liana mengahampiri semua orang untuk berpamitan. Memang belum setengah hari dia bertemu dengan seluruh anggota klannya, dia sudah akan melakukan latihat tertutup begitu cepat.


Banyak yang antusias barusan melihatnya menjadi enggan setelah bertemu hanya sekali. Dia adalah leluhur klan yang mereka puja keberadaannya. Tentunya mereka ingin lebih dekat dengan Liana. Tapi mau bagaimana lagi, seperti kata Wei Wuxian, peluang untuk menerobos sangat jarang terjadi.


Namun bahkan karena itu, seluruh anggota klan menatao Liana semakin kagum. Seperti yang diduga dari leluhur klan. Dia adalah monster di antara para jeius itu. Bakatnya sangat tidak terduga.


Dengan itu, semua orang berpamitan dengan Liana sambil melantunkan harapan mereka untuk terobosannya yang berjalan lancar.


Setelah semua hal terjadi dan dilakukan. Liana kembali ke ruang dimensi melalui pintu portal di batu hitam bersama Wei Wuxian.


Menunggunya di sana adalah Shiro dan keluarga beruang. Dia hanya tinggal berkultivasi entah sampai waktu tak terhitung, satu tahun, dua tahun, tiga tahun atau bahkan sepuluh tahun dia tidak tahu kapan berakhir.


Duduk di tempat biasanya, sebuah batu yang berada di depan halaman rumah, duduk bersila mulai memejamkan mata dan fokus pada kultivasinya. Tidak menghiraukan dunia luar. Yah, Liana juga sudah diberi tahu oleh Wei Wuxian bahwa dengan peningkatan ruang dimensi, waktu di dalamnya juga berjalan dua kali lebih cepat dari sebelumnya. Yang artinya adalah satu hari di dunia luar sama dengan dua puluh hari di dalam dimensi ruang.


Yah, itu cukup membantu. Semoga dalam waktu itu, tidak ada yang terjadi pada semua orang. Liana berharap dalam hatinya.


Dengan tenggelamnya Liana dalam kultivasi, mengikuti adalah Shiro dan keluarga beruang. Mereka juga mengambil posisi kultivasi di tempat biasa mereka melakukannya.


Hanya Wei Wuxian yang duduk dekat dengan Liana, terus mengawasinya dari samping. Karena dia punya firasat bahwa kali ini tidak akan semudah sebelum-sebelumnya.


Maka dari itu waktu perlahan berlalu.


~o0o~


Dua episode pertama di bulan puasa... maaf lambat :v

__ADS_1


__ADS_2