![[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana](https://asset.asean.biz.id/-reinkarnasi--sayap-takdir--zhu-liana.webp)
Pada sore harinya, Liana dan anak-anak muda lain yang mendaftar sebagai murid elit di Akademi Yilongfei karena mendapat undangan rekomendasi kembali berkumpul ke akademi, menunggu hasil tes mereka juga memilih asrama sebagai tempat tinggal.
Liana tentu saja lolos tes, bukan hanya dirinya, tapi yang lain juga. Meski pun beberapa dari mereka tidak begitu memiliki bakat dalam pengukuran akar spiritual dan pelatihan kultivasi, tapi tentu saja ada bakat di bidang lainnya.
Sebenarnya bakat dalam kultivasi adalah syarat utama untuk memasuki Yilongfei, hanya saja itu tidak begitu diperhatikan. Lagipula, lulusan Yilongfei akan menjadi pengurus dan pelindung Kekaisaran, mereka adalah orang-orang yang akan berjasa pada Negara. Jadi tidak mesti hanya boleh berbakat dalam budidaya kultivasi, mereka juga harus cerdas dan berpotensi di minimal dalam satu bidang keterampilan. Setidaknya itu wajib bagi kaum laki-laki, sebab wanita memang masih sering diremehkan.
Liana kini berdiri di depan sebuah gedung besar berlantai tiga. Diketahui jika itu adalah gedung asrama siswa elit tahun pertama, khusus untuk perempuan. Sangat terlihat dari desai interiornya yang menampilkan gaya feminim kaum perempuan dengan aksen mewah dan berkelas tinggi.
Tapi bukan itu yang Liana perhatikan, nampaknya gedung ini dikelilingi oleh sebuah formasi pertahanan tinggi, tidak akan mudah ditembus oleh kultivator di ranah Pelatihan Roh sekali pun.
Liana mengangguk dengan antisipasi. Akademi ini memang seperti namanya, mereka tidak dapat diremehkan. Bahkan hampir menyamai kekuatan sebuah sekte besar, seperti Sekte Menara Langit. Yah, lagi pula dua sekte dan akademi ini adalah mitra dalam beberapa abad terakhir. Jadi tidak mengherankan.
Liana menghirup napasnya panjang sebelum akhirnya membuangnya perlahan. Dia kemudian melangkahkan kakinya, berjalan ke dalam gedung asrama.
Lingkungan disini cukup tenang, cocok untuk berkultivasi, lagi pula energi spiritual disini memang cukup tinggi dibandingkan rata-rata tempat lainnya.
Liana sudah sampai di depan pintu gedung asrama yang berdaun dua, tapi saat dia hendak membukanya, pintu sudah terbuka lebih dulu dari dalam. Memperlihatkan sosok wanita dewasa dengan wajah yang terlihat ramah, hanya saja, sekarang wanita itu agak terkejut melihat kedatangan Liana.
“Ah, kau?”
“Salam, Senior. Aku Zhu Liana, siswa tahun pertama, baru lulus tes hari ini.” Liana memiringkan kepalanya sedikit ke depan dan mengenalkan diri pada wanita itu.
Wanita itu lebih dulu memindai Liana dari atas kepala hingga bawah kaki. “Kau Zhu Liana, Nona Muda tertua Zhu-jia?” Wanita itu pun mengangguk. “Maaf karena terlambat menyambutmu. Namaku Yu Yan, aku adalah penjaga asrama di sini. Jika kau butuh bantuan, kau bisa datang padaku. Ah ya, silahkan masuk, aku akan menunjukkan dimana kamarmu.” Yah, dia memang ramah.
Liana juga merasa nyaman, dia mengangguk dengan tak lupa berterima kasih, mengembalikan keramah tamahan untuk bersikap sopan.
Liana dipimpin langsung menuju lantai tiga oleh Yu Yan. “Benar, aku akan memberitahumu beberapa peraturan penting dalam asrama. Yaitu, tidak boleh membuat keributan. Tidak ada yang diizinkan untuk bertarung di dalam asrama, jika kau ingin menyelesaikan masalah dengan bertarung, kau bisa langsung ke arena pertarungan di dalam akademi. Lalu, tidak boleh membawa tamu dari luar asrama tanpa izin dariku. Ahaham yang terakhir dan yang paling penting ....” Yu Yan menjeda kalimatnya dan tersenyum misterius. “Ini, kau harus membaca peraturan sendiri. Tercatat lengkap!” Di tangannya tiba-tiba sudah ada sebuah gulungan untuk di serahkan pada Liana.
Liana berkedip melihatnya sebelum akhirnya mengambil gulungan itu dan menyimpannya untuk di baca nanti.
__ADS_1
Mereka sampai tak lama kemudian. “Nah, ini ruangan milikmu. Lengkap dengan dapur, kemar tidur, tempat pemandian, ruang meditasi, dan tempat latihan lengkap untuk alkimia, penempa, latihan pedang dan sebagainya. Yah, ada juga ruang belajar kecil dan ruang tamu.”
Liana masih diam dan berpikir jika asrama ini lebih mirip dengan hotel. Lumayan, pikirnya.
“Lalu ini kunci kamarmu, teteskan sedikit darah di sana. Hanya kau yang bisa membuka kamar dengan kunci itu. Untuk keamaan, kau tahu?”
Benar-benar mirip hotel, dan itu kelas atas. Liana puas atasnya. “Terima kasih.”
Yu Yan tersenyum kemudian dia segera mengucapkan selama tinggal dan beberapa kata sebelum akhirnya pergi meninggalkan Liana di depan pintu kamarnya.
Liana masih memegangi kunci dan memandanginya sebentar. Lalu dia segera memutuskan untuk meneteskan sedikit darahnya pada kunci. Saat itulah cahaya keemasan muncul dan berkedip dari kunci, mendakan jika dia berhasil menjadi pemilik benda itu.
“Akhem!”
Sebuah suara sedikit mengejutkan Liana dari mengamati benda kecil di tangannya, dia berbalik dan mendapati dua orang gadis. Satu lebih tinggi dan satu lebih pendek. Yang lebih tinggi bergaya seperti laki-laki dengan pakaian serba biru gelap dan gelang lengan yang terbuat dari baca tersemat di kedua tangannya, dia mengikat rambutnya yang panjang menjadi ekor kuda, memabawa suasana heroik seorang wanita yang nampaknya seperti pejuang yang selalu memasang ekspresi serius.
Lalu yang lebih pendek berdandan dengan manis, pakian berwarna merah tapi tidak terlalu cerah, dia terlihat lebih feminim dari yang lain, benar-benar memancarkan pesona gadis muda yang ceria dan imut.
Gadis yang lebih pendek itu tiba-tiba terkekeh, tapi segera dihentikan dengan sedikit senggolan dari gadis yang lebih tinggi.
Gadis yang lebih pendek menjadi malu. “Anu, maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk menertawakanmu, tapi sungguh, itu ... tadi kau benar-benar lucu.”
“Ah, tidak apa-apa. Senang dapat membuatmu tertawa, ini memberi kesan baik.” Tapi saat dia mengatakan itu, dia tidak mengubah ekspresinya sama sekali yang membuatnya menjadi ... err, agak canggung.
Gadis yang lebih pendek, “....”
Gadis yang lebih tinggi, “....”
Liana? Dia tidak merasa ada sesuatu yang salah. Baik, kembali lagi dan salahkan dia yang introvert.
__ADS_1
“Akhem!” Gadis yang lebih pendek memalsukan batuk. Dia mulai memeprkankan diri juga. “Ah ya, namaku Zhu Yuren, dari Zhu-jia cabang kota Beiliang. Yah, kita sepertinya adalah sepupu jauh.” Dia menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
Liana sedikit terkejut karena bertemu dengan anggota keluarganya yang lain. Gadis ini sepertinya mendapat rekomendasi dan dia pastinya berbakat. Liana melihat jika Zhu Yuren telah berlatih sampai ranah Penempaan Qi tingkat 14 dalam usianya yang sama dengan Liana. Dia memiliki potensi untuk menembus ranah Fondasi Alam Langit tak lama lagi, yang cukup langka di Benua Timur. Dia memang berbakat.
Tapi selain itu, Liana sekali lagi merasakan sesuatu yang akrab pada gadis itu, hanya saja lebih lemah. Sama halnya dengan yang dia rasakan pada Wan Feng. Dan tak lama, dia tahu alasannya. Liana tak tahu jika dia memang seberuntung ini atau apa?
Dia ingin menanyakan hal tentang itu pada Zhu Yuren, tapi sepertinya akan terlalau lancang karena ini berhubungan dengan privasi pribadi gadis itu, dan juga, mereka baru pertama kali bertemu dan tidak begitu saling mengenal satu sama lain. Jadi Liana memutuskan untuk menyelidikinya sendiri nanti, beruntung gadis itu juga merupakan bagian dari Klan Zhu, akan lebih mudah untuk mencari informasi tentangnya.
Lalu Liana mengalihkan perhatiannya pada pada gadis yang lebih tinggi dari Zhu Yuren, saat mata mereka bertemu, gadis itu menyipitkan matanya secara waspada pada Liana, seolah mengirimkan sinyal permusuhan. Liana tentu bingung pada reaksi pihak lain. Seingatnya, dia tidak pernah menyinggung gadis itu.
Zhu Yuren merasakan ketegangan antara keduanya, dia segera menyenggol ringan gadis di sebelahnya itu, namun gadis itu masih tak bergeming membuat Zhu Yuren merasa canggung atasnya. “Ah, anu. Maafkan temanku, dia memang selalu seperti itu pada orang asing. Aku harap, kau tidak tersinggung. Dia adalah Ye Xiaoyu.”
“Ye?” Liana mendapat rasa antisipasi. Entah kenapa dia menjadi waspada pada nama keluarga ‘Ye’ sejak tahu tentang insiden yang menimpa Klan Yunan ratusan tahun lalu.
Zhu Yuren bingung awalnya karena reaksi Liana yang sepertinya dia merasa itu cukup berlebihan, tapi setelahnya dia seolah mengerti. Perkenalannya tentang temannya itu sangat sederhana. “Yah, dia juga berasal dari kota Beiliang sepertiku. Aku tumbuh dengannya dari kecil. Dia dalah nona muda Ye-jia—salah satu klan besar di kota Beiliang.”
Liana juga segera kembali pada ekspresinya yang tenang. Tapi dia masih menyisakan perasaan waspadanya pada gadis Ye itu. Mengamati pihak lain, sepertinya dia juga mendapat undangan rekomendasi guru, dia cukup berbakat.
Dan Liana mendapati sesuatu yang aneh tentang gadis Ye itu. Sepertinya ... dia menyembunyikan kultivasi aslinya, hanya terlihat sebagai seorang kultivator dengan tingkat yang sama seperti Zhu Yuren, tapi Liana dapat merasakan putaran energi spiritual gadis itu jauh lebih besar dari yang seharusnya terlihat, oleh kerena itu, dia tahu jika Ye Xiaoyu tengah menyembunyikan tingkat kultivasi aslinya, dan dia sangat mahir bersembunyi hingga bahkan Liana yang mendapatkan beberapa keistimewaan untuk mengukur kekuatan seseorang hampir tidak dapat mengetahuinya jika dia tidak memperhatikan lebih jauh.
Menghirup napas dingin dalam hati, Liana juga melihat usia tulangnya tidak sesuai. Itu semakin meningkatkan kecurigaannya pada gadis itu. Hanya saja dia tidak bisa mengungkapkannya secara lugas begitu saja di depan Zhu Yuren.
Bagaiamana pun, dia mengatakan sudah tumbuh bersama Ye Xiaoyu dari kecil. Tetapi Liana merasa telah ada ... sesuatu pasti telah terjadi.
Sebelum Liana melihat lebih jauh, gadis Ye itu telah menarik Zhu Yuren pergi, meninggalkan Liana.
Zhu Yuren buru-buru mengucapkan permintaan maafnya sekali lagi karena merasa tak enak dengan bertindak tidak sopan. Liana hanya menanggapinya dengan anggukkan ringan sambil berkata tidak masalah.
Dia menyaksikan keduanya pergi menjauh sampai tak terlihat, sebelum akhirnya memutusan untu memasuki kamarnya. Untuk hal-hal lain, dia akan memikirkannya nanti setelah beristirahat.
__ADS_1
~o0o~