[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana

[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana
104-Senjata dari Masa Depan


__ADS_3

“Ge, kau sepertinya sangat mengenal restoran ini. Apa kau sering datang kemari?” tanya Liana disela-sela gigitannya.


Ha, Wei Wuxian ingin tertawa karena satu lagi kebiasannya yang sangat diketahui olehnya, jika gadis dalam suasana hati yang baik. Dia pasti akan memanggilnya dengan sebutan Gege. Tapi jika dia sedang kesal atau marah, dia hanya akan memanggilnya dengan kata ganti ‘Kau’. Tapi meski begitu, di mata Wei Wuxian, apapun yang dikatakan dan dilakukan Liana, dia akan selalu nampak manis dan menggeskan. Aish, budak cinta! >~<


“En, ini milikku dan tak lama lagi akan menjadi milikmu,” jawabnya dengan santai sambil mengupas kulit udang untuk Liana.


Dan Liana sepertinya tidak kaget mendengar jawaban Wei Wuxian meskipun dia tidak menduganya. Dia hanya berkata, “Oh.” Lalu kembali menikmati pelayanan dari sang pangeran ke-tiga.


Ah ya, sementara Liana dan Wei Wuxian masih menimati kebersamaan mereka, mungkin ada yang pernah bertanya-tanya tentang sang Pangeran ke-tiga dengan rumor-rumor yang melekat padanya.


Mari simak sedikit penjelasannya.


Pertama, mengapa Wei Wuxian memiliki rumor tentang dirinya yang sebagai seorang Pangeran yang bodoh di ibu kota?


Seperti ini, rumor itu awalnya memang disebarkan oleh Wei Wuxian sendiri. Hanya menyebar dikalangan rakyat dan pejabat biasa. Tapi orang-orang istana tentu mengetahui bagaimana detailnya. Keluarga kekaisaran mengetahui jika Wei Wuxian tidak bodoh sama sekali seperti yang diceritakan dalam rumor.


Sebab apa? Sebabnya adalah berita dari Akademi Yilongfei. Yah, Wei Wuxian adalah senior yang mendapat predikat sebagai murid paling berprestasi di setiap mata pelajaran Yilongfei. Selalu mendapat peringkat teratas meskipun dia sangat jarang pergi ke akademi.


Lalu pertanyaan yang kedua, mengapa berita tentang prestasinya hanya diketahui orang-orang di istana, tidak menyebar di ibu kota atau seluruh keaisaran Naga?


Jadi, segala macam informasi yang ada di kota mengapung—Yilongfei tidak akan pernah meyebar keluar kecuali di Yilongfei itu sendiri. Ini adalah aturan tak tertulis yang dimiliki kota mengapung yang ajaib itu. Seperti ada semacam kekuatan yang membatasi orang-orang yang telah memasuki Yilongfei untuk tidak dapat menyebarkan informasi dari dalam. Dan hanya keluarga kekaisaran yang tentunya dapat mengetahui informasi tersebut meskipun mereka tidak berada di Yilongfei.


Tapi apakah mereka akan menyebarkan informasi? Tentu saja tidak, karena setiap kejadian sekecil apa pun di Yilongfei akan menjadi rahasia bagi keluarga kekasiaran. Mereka juga memiliki sumpah untuk tidak menyebarkan informasi keluar dari akademi maupun istana. Itu adalah bentuk pencegahan daripada negara musuh untuk mengetahui kelemahan terkecil negeri sendiri.


Begitulah bagaimana seorang Wei Wuxian dapat dengan senantiasa menyebarkan rumor tentang dirinya sendiri dan membodohi sebagaian besar dari pada penduduk kekaisaran Naga.


^^^A/N: Biar nggak pada bingung kalian.^^^


Saat Liana merenungkan hal ini, dia tanpa sadar memandang Wei Wuxian dengan tatapan rumit, seolah telah melihat makhluk dari galaksi lain yang memiliki bentuk yang sangat aneh.

__ADS_1


Ah, tunggu sebentar! Ngomong-ngomong tentang informasi yang tidak dapat menyebar, tentunya orang-orang dari negara Merak yang mengizinkan putri dan Pangeran mereka untuk belajar di akademi pasti mengetahui pengaturan ini bukan? Lalu sebenarnya pa tujuan orang-orang itu datang ke Yilongfei? Liana ragu jika mereka murni untuk datang belajar, mereka adalah orang-orang yang patut dicurigai.


Melihat gadis yang baru saja menatapnya dengan intens kini memiliki pandangan yang linglung, Wei Wuxian mengerutkan alisnya. Dia sekarang menyesal telah mengajari gadis itu bagaimana cara menangkal dirinya dari membaca pikiran-pikiran Liana. Jadi sekarang dia tidak tahu apa yang jelasnya gadis itu pikirkan.


Hanya bisa terbatuk pelan untuk menyadarkan Liana yang tentunya itu sangat efektif. Lalu Liana tersadar dari keadaan melamunnya, dia terdiam segera dan menghabiskan makanannya dalam keheningan.


Wei Wuxian juga tidak bertanya padanya, dia setidaknya telah menebak apa yang sebenarnya Liana pikirkan setelah sekian lama memahami pola pikiran Liana.


~o0o~


Malam telah naik, setelah makan di rumah makan yang bernama aula Mengpo dengan Wei Wuxian siang tadi, Liana kembali diseret oleh pemuda itu untuk mengunjungi banyak tempat-tempat menarik yang belum pernah dirinya lihat sebelumnya di Yilongfei mau pun kota-kota lain di dunia modern atau di dunia ini.


Dan sekarang sudah malam, mereka memang kembali lebih awal menyesuaikan etiket dan norma yang sopan. Meski telah bertunangan, tentunya itu berbeda dengan menikah, keduanya tidak dapat melewati batasan-batasan antara laki-laki dan perempuan, Wei Wuxian juga sangat sopan pada Liana meski pun beberapa kali dia menggodanya tapi dia tentunya tidak pernah melewati batas yang telah ditentukan, itu membuat Liana merasa baik berada di dekatnya.


Saat ini Liana berada di ruang belajar, mencoret dan membuat garis di atas kertas yang tampaknya seperti gambar sebuah senjata yang tidak akan pernah mudah dilihat oleh orang-orang dari Tiga Benua. Karena zaman di dunia ini masihlah abad pertengahan yang kuno dan mistis.


Yah, Liana tengah membuat senjata Api. Mungkin ada yang ingin bertanya, mengapa tidak langsung menciptakannya dari dalam Dimensi Sayap Kembar?


Dimensi Sayap Kembar hanyalah sebuah dimensi antar ruang yang pastinya memiliki kelemahan.


Sebagai contohnya, meski Dimensi Sayap Kembar terlihat begitu serba guna karena Liana dapat menciptakan sesuatu dari ketiadaan, tapi sebenarnya itu tidak benar-benar tercipta dari ketiadaan. Selain membutuhkan energi spiritual ruang dimensi dan miliknya, menciptakan benda-benda itu juga membutuhkan imajinasi dan pengetahuan Liana tentang bagaimana bentuk, bahan dan cara pembuatan benda itu sendiri.


Dan Liana bukanlah orang yang maha tahu, sebab itulah dia hanya masih dapat menciptakan benda-benda sederhana. Jika tidak, dia mungkin sudah membuat pesawat dan roket atau hal-hal lain yang tidak ilmiah di Tiga Benua.


Dan sekarang Liana memutuskan untuk membuat senjata api juga dengan banyak pertimbangan. Alasan sebenarnya juga karena Liana tidak ingin mengguncang keseimbangan zaman. Tapi dia terpaksa karena nampaknya musuh yang masih bersembunyi dalam kegelapan itu cukup tangguh dan sulit dihadapi. Dia tidak menciptakannya dari ruang dimensi karena Liana ingin membuat senjata itu dengan tangannya sendiri.


Untuk pesiapan, dia hanya dapat mendesain senjata api yang agak berbeda dengan yang ada di dunia modern. Liana sudah berpikir keras untuk menyatukan antara ilmu pengetahuan dan hal spiritual di dunia ini untuk menciptakan senjata yang dia inginkan.


Dan sekarang kepalanya menjadi pusing dan agak berat. Membuatnya tampak lemas dan kuyu. Tetapi matanya bersinar dengan semangat karena akhirnya desain senjata yang canggih dan kuat telah tercetak indah dan rapi di atas kertas.

__ADS_1


Dia bahkan terkikik dengan bahagia yang mungkin akan membuat orang-orang merasa gemas saat melihat tindakannya. “Halo, senjata masa depan. Selamat bergabung di zaman feodal.”


“Nah, sekarang hanya tinggal mencari bahan yang bagus untuk melahirkanmu kembali ke dunia ini.” Dia tersenyum sangat puas dengan pidatonya sendiri. Terkadang, seorang Zhu Liana juga memiliki sifat narsistiknya sendiri.


Tanpa sadar Liana menguap, dia melihat langit akhir musim gugur yang bertabur bintang dari balik jendela yang terbuka. Hari-hari sudah semakin dingin, malamnya pun angin bertiup membekukan tubuh. Beruntung bagi para pembudidaya yang konstitusi tubuhnya sudah berbeda dari manusia biasa, tapi bagi para rakyat jelata yang masih fana, bediri di luar rumah yang berangin sangat tidak tertahankan.


Menuju jendela, Liana segera menutupnya untuk menghindari angin meniup kertas-kertas yang masih berserakan di atas meja. Ruangan menjadi lebih hangat dan membuatnya semakin ngantuk. Sudah akhir jam Hai*, dan waktunya untuk tidur. Sudah beberapa hari ini Liana tidak tidur di malam hari, dan sekarang dia benar-benar lelah, setelah membereskan pekerjaannya, dia segera menuju tenpat tidur, dan saat kepalanya baru menyentuh bantal, dia langsung terlelap.


^^^^^^Note: Jam Hai/Haishi \= Sekitar 21:00-23:00.


Liana awalnya memang tertidur lelap, tapi di tengah malam dia memiliki mimpi, mimpi yang sangat aneh dan terasa begitu nyata.


Dalam mimpinya, dia melihats eorang wanita dengan penampilan yang begitu kotor dan menyedihkan, terkurung dalam sebuah sel penjara bawah tanah. Tangan, kaki dan lehernya terikat oleh rantai, pakaiannya begitu kusam dan penuh debu. Wanita itu memiliki rambut panjang, hitam dan sedikit kehijauan, menunduk dengan kepala tergantung sehingga Liana tidak dapat melihat wajahnya.


Hanya saja, hatinya berdenyut begitu sakit melihat pemandangan itu, dia ingin meraih dan membebaskan wanita yang terkekang dalam rantai, tapi dia seolah tahu ini mimpi, dia tidak dapat menyentuh wanita itu, dan wanita itu juga tidak dapat melihat dirinya yang membuat Liana merasa semakin tertekan dan cemas.


Lalu Liana mendengar suara berderit dari pintu besi sel penjara, meperlihatkan sosok yang kabur. Liana hanya dapat melihat bentuk tubuh sosok itu yang ia yakini sebagai seorang laki-laki dan matanya yang gelap dipenuhi dengan kekejaman dan haus darah, membuat Liana terpaku dan merinding.


~o0o~


Liana terbangun dari mimpi dengan keringat dingin di tubuhnya. Napasnya berhembus keras dan terburu-buru, hampir terputus-putus karena tekanan rasa takut.


Yah, dia tidak merasa begitu takut dalam hidupnya selain dari saat berpisah dengan Wei Xiening dan saat dirinya mengetahui Ru’an meninggal di medan perang. Bahkan saat kematiannya, tidak sedikit pun ada rasa takut dalam dirinya.


Tapi saat mengingat mata tajam dalam mimpinya, Liana merasa dipenuhi oleh rasa teror yang mengerikan, seolah ada yang ingin melahapnya hidup-hidup.


Setelah menenangkan diri, Liana baru mengetahui jika hari sudah terang. Dia buru-buru bangun daritempat tidurnya untuk membersihkan diri dan bersiap pergi ke kelas.


~o0o~

__ADS_1


Penulis ingin meengatakan sesuatu: 


Huuuum! Pasti dah pada nebak siapa yang dilihat Liana dalam mimpinya.


__ADS_2