![[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana](https://asset.asean.biz.id/-reinkarnasi--sayap-takdir--zhu-liana.webp)
Entah sudah berapa lama, Liana masih berada dalam kondisi kultivasi. Kesadarannya mulai melayang di kehampaan, lalu berangsur-angsur beralih ke tempat lain.
Kemudian saat dia membuka matanya kembali, dia sudah berada lautan kesadarannya. Dimana itu adalah sebuah samudra luas tanpa ujung dengan hanya sebuah pulau seluas seratus mil yang menopang satu pohon besar tranparan di tengah-tengahnya.
Di atas samudra, bintik-bintik cahaya berwarna-warni tersebar, melayang banyak ke seluruh lautan kesadaran Liana. Bintik-bintik cahaya terangkat dari lautan dan berbondong-bondong menuju pohon besar seolah memiliki akal sendiri, lalu tenggelam ke dalam pohon satu per satu dan menjadi nutrisi untuk pohon.
Liana mengetahui bahwa pohon besar adalah manifestasi dari Dantian Sunyi yang dimilikinya. Kemudian samudra adalah energi spiritual yang sudah terakumulasi dari kultivasinya, yang kemudian dinetralkan kembali menjadi bintik cahaya berwarna-warni yang mengisi pertumbuhan dantiannya.
Melihat hal ajaib dan tidak biasa di depannya, Liana memiliki reaksi biasa. Dia sudah mengalami hal ini berkali-kali ketika dirinya tengah berlatih. Menyaksikan pohon dantian menjadi semakin tumbuh besar seiring waktu tanpa tanda-tanda kemacetan.
Kesadaran Liana mulai bergerak. Kakinya melangkah di air yang tenang, menimbulkan riak kecil dan suara jernih ke seluruh tempat yang semula senyap.
Beberapa waktu dia sudah sampai di depan pohon besar. Tanpa terburu-buru, kesadaran Liana mengulurkan tangan menyentuh pohon yang sedikit bercahaya.
Saat keduanya bersentuhan, cahaya berwarna warni datang semakin deras hingga suara mendesing yang nyaring terdengar di seluruh lautan kesadarannya. Menimbulkan angin yang bertiup kencang dan mulai membuat lautan bergelombang secara bertahap menjadi ombak besar melingkar dari pulau kecil dan meluas ke seluruh tempat.
Kesadaran Liana masih tenang saat rambut dan pakaiannya beterbangan tak terkendali namun seluruh orang masih berdiri kokoh di tempatnya.
Hanya tubuhnya yang berasa di luar sudah berkeringat deras. Wajah Liana memucat karena terlalu berkonsentrasi.
Karena dia akan menerobos ke alam yang lebih tinggi, ini adalah pertama kalinya dia menyentuh pohon dantian untuk membimbing energi spiritual berputar mengisi dantiannya, memurnikanya untuk membuatnya menjadi energi yang membantunya menerobos alam.
Dan karena ini adalah pengalaman pertama, itu menjadi jauh lebih sulit. Liana tidak tahu berapa lama proses ini dilakukan. Dia hanya dapat terus berkonsentrasi membimbing sebanyak-banyaknya energi untuk bergabung dengan pohon.
Namun Wei Wuxian yang terus mengawasi tubuhnya sepanjang waktu juga dengan jelas melihat perubahan pada Liana. Aura di sekitarnya terus melonjak dari Penempaan Qi hingga mulai samar-samar melangkah ke ranah Fondasi Alam. Dia akan segera menerobos.
Matanya berkedip dengan sedikit kekhawatiran. Sudah satu bulan berlalu di dalam ruang yang berarti baru kurang dua hari di dunia luar. Dengan peningkatan ruang dimensi, waktu juga dalam ruang juga mengalami peningkatan sua kali dari sebelumnya. Sehingga nyaman untuk berkultivasi di dalamnya.
Wei Wuxian masih memperhatikan setiap perubahan pada tubuh Liana sampai detail-detail kecilnya. Sampai dia juga melihat tubuh Liana bergetar dengan keringat semakin banyak dan wajahnya semakin memucat hampir tanpa darah.
Tetapi dia tidak pernah membantu sekali pun. Karena kultivasi adalah untuk diri sendiri, tidak bisa ada unsur luar yang boleh masuk. Karena jika ya, itu akan mempengaruhi perkembangan kultivasi Liana di masa depan atau juga bisa membuat dirinya berada dalam bahaya hingga mengancam nyawa.
__ADS_1
Seandainya tidak ada alasan semacam ini yang menghalangi. Wei Wuxian berharap dia dapat menyingkirkan setiap halangan dan bencana di depan Liana. Tetapi jika dirinya melakukan itu, Liana tidak akan bisa tumbuh menjadi lebih kuat. Dan meskipun dia menyukai gadisnya terus berlindung di bawah naungannya. Tetapi pastinya Liana tidak menginginkan hal praktis dan memanjakan seperti itu.
Dia adalah gadis yang bertekad hampir keras kepala. Jadi bagi Liana, tidak mungkin dia akan bergantung sepenuhnya pada orang lain. Meski Wei Wuxian tertekan, tetapi juga karena sifat Liana yang inilah yang awalnya membuatnya jatuh cinta pada gadis itu. Dan semakin dia mengenal dirinya, dia sudah jatuh lebih dalam. Ah, sekarang dia telah menerima setiap yanga da pada diri Liana bahkan gadisnya menjadi gadis yang cengeng sekali pun, bahkan mulai sedikit berharap.
Tiba-tiba terdengar suara ledakan teredam terdengar dari dalam tubuh Liana. Auranya telah melonjak menjadi ranah Fondasi Alam. Dia berhasil menrobos tanpa bencana Api kesengsaraan seperti kultivator lain. Itu karena keitimewaan pemilik dantian sunyi dan metode kultivasi miliknya.
Wei Wuxian sedikit mengangkat bibirnya. Melihat alis Liana yang mengerut mulai melonggar, dan wajahnya yang puca perlahan diisi dengan darah kembali.
Namun gadis itu tetap memjamkan mata, terus melanjutkan kultivasinya.
Dia masih berada di ranah Fondasi Alam Fana. Namun auranya masih terus melonjak. Dia seperti spons, terus-menerus menyerap energi spiritual di sekitarnya tanpa ada tanda-tanda untuk berhenti.
Yah dia memang tak bisa berhenti di sana, sebagai pemilik dantian sunyi, energi spiritual yang terakumulasi di saat dia masih berada di ranah Penempaan Qi Saja sudah cukup untuk membuatnya menerobos hingga ranah Pembukaan Gerbang.
Energi itu tidak boleh berlama-lama, harus segera dimurnikan ketika dia berada di tingkat seratus Penempaan Qi. Jika tidak, tubuhnya akan meledak karena kelebihan muatan. Karena itulah, setelah Liana menerobos beberapa waktu lalu, dia jarang menggunakan energi spritual untuk bertarung dan menekan kultivasinya sedikit di tingkat sepuluh Penempaan Qi, dan bukan hanya semata-mata untuk penyembunyian.
Energi yang ditekan itu tetap mengembun di lautan kesadarannya.
Lalu energi spiritual yang terus menerus diserapnya adalah untuk melindungi tubuhnya yang tanpa kekebalan selama proses kultivasi yang lama. Atau sebut saja sebagai ganti nutrisi pengganti makanan. Sehingga ketika dia berkultivasi bahkan selama bertahun-tahun, dia tidak akan mati kelaparan.
Suara ledakan lain terdengar. Mengikutinya dengan beberapa ledakan lagi berturut-turut setiap satu bulan. Setiap terobosan menjadi terasa lebih mudah.
Dari Fondasi Alam Fana kemudian mulai naik.
Fondasi Alam Bumi.
Fondasi Alam Langit.
Fondasi Alam Surgawi.
Fondasi Alam Kehampaan.
__ADS_1
Dan segera akan menerobos ke ranah Pelatihan Roh.
Tertahan hingga satu tahun kemudian di dalam ruang dimensi dan lebih dari setengah bulan di dunia luar, Liana berhasil menerobos ke ranah Pelatihan Roh. Dan sekali lagi setiap satu tahun di dalam ruang dimensi dia akan terus menerobos. Naik terus dari Pelatihan Roh Prajurit.
Menjadi ranah Pelatihan Roh Jendral.
Pelatihan Roh Raja.
Pelatihan Roh Kaisar.
Dan kembali tertahan di Pelatihan Roh Dewa.
Liana tetap berkultivasi hingga seluruh energi spiritual yang terkumpul di lautan kesadarannya habis dimurnikan.
Selama wakt itu, Wei Wuxian terus menjaga Liana, mengamati situasinya. Jika ada yang berbahaya dia akan sigap membantunya dengan sedikit bimbingan. Biarkan Liana melewati bahaya dengan kekuatannya sendiri.
Lalu ada juga Shiro dan keluarga beruang yang akan mengunjunginya setiap beberapa waktu. Ada pula pengunjung dari klan Yunan yang akan menyampaikan informasi dari dunia luar kepada Wei Wuxian. Dan sudah beberapa bulan berlalu di dunia luar.
Anggota klan yang sudah berkumpul kembali bertugas untuk mengamati Tiga Benua dari ancaman berbahaya. Tentunya mereka juga telah memperhatikan pergerakan Ye Qiunan dengan pasukan monsternya.
Beberapa kali mereka akan membantu negara-negara di tiga benua dari serangan para monster.
Dan sejak itu, perang melawan monster telah terjadi di setiap benua meski hanya terjadi di negara-negara kecil. Dunia menjadi kacau di tengah kedamaian yang dangkal. Dan pasukan Ye Qiunan telah menguasai sebagian kecil dari Wilayah tiga benua.
Tiga Benua juga telah membentuk Aliansi yang kuat dengan dipimpin oleh tokoh-tokoh berpengaruh di seluruh dunia.
Namun saat ini, Liana tidak dapat diganggu oleh dunia luar, dia harus meningkatakan kekuatannya terlebih dahulu sebelum dia dapat membantu krisis dunia. Dan tugas lainnya tentu untuk menyelamatkan Ibunya, Wei Xiening.
Lalu sepuluh tahun sejak kultivasi Liana meningkat ke ranah Pelatihan Roh Dewa di dalam ruang dimensi, dia sudah mulai mendapat tanda-tanda terobosan lagi. Menuju Pembukaan Gerbang.
~o0o~
__ADS_1