![[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana](https://asset.asean.biz.id/-reinkarnasi--sayap-takdir--zhu-liana.webp)
Liana terdiam beberapa lama sebelum akhirnya berdiri. Akan tetapi dirinya tersentak kaget saat merasakan ada orang lain di dekatnya.
Liana menoleh ke samping dan mendapati seorang yang tidak tahu laki-laki atau perempuan karena penampilannya yang feminim dan maskulin secara bersamaan.
Orang itu ... err, serba putih. Mulai dari ujung kepala hingga kaki. Hanya saja bibirnya yang merah dan matanya berkilau seperti malam berbintang yang menjadi warna lain. Ah tentu saja kulitnya yang memang tidak sepenuhnya berwarna putih.
"Siapa?" tanya Liana setelah menenangkan dirinya dari rasa kaget.
Orang serba putih itu membungkuk memberi hormat pada Liana sebelum memperkenalkan dirinya sebagai ... Pegasus. Dan dia juga menjelaskan bahwa Liana kini adalah majikannya karena telah terjalin sebuah kontrak hidup dan mati di antara mereka.
"Kau Pegasus?" tanya Liana lagi karena tak percaya jika kuda putih bersayap yang ditungganginya beberapa waktu lalu kini telah berubah wujud menjadi sosok manusia, dan dia adalah seorang laki-laki terdengar dari suaranya yang berat dan dalam bernada datar tanpa emosi sedikit pun.
Pegasus mengangguk mengiyakan.
"Kau bisa berubah menjadi manusia?" tanya Liana sekali lagi yang lagi-lagi juga dibalas anggukkan.
Dia lalu melihat sekeliling, memang sang kuda putih bersayap itu sudah tidak ada lagi disana. Sekarang hanya dirinya dan orang serba putih yang mengaku sebagai Pegasus. Liana memperhatikannya sebentar kemudian mengangguk setuju. Memang ada kemiripan, yah, keduanya benar-benar serba putih.
Liana tidak lagi mempertanyakan perubahan Pegasus karena menurutnya juga tidak perlu dia bertanya lagi. Sebab yang dia ketahui bahwa beberapa makhluk suci, binatang roh maupun binatang iblis juga bisa merubah bentuk mereka sesuka hati jika sudah mencapai tingkat kekuatan tertentu. Misalnya Naga yang merupakan sub-ras binatang ilahi yang sangat langka dan sangat kuat tentunya. Dan juga, kini dia telah terbiasa dengan hal-hal aneh di dunia ini.
Apalagi makhluk mitologi seperti Pegasus yang memang terlahir dari hal tak biasa, lebih tepatnya dia lahir dari darah Ratu Medusa. Sejak lahir sudah memiliki kekuatan luar biasa. Emn, itu yang Liana baca dalam buku.
"Namamu?" Kini Liana bertanya pada pokok lain.
Pegasus terdiam beberapa saat sebelum menjawab, "Tidak memiliki nama. Tuan, anda bisa memberi nama pada Pegasus." Dia berkata dengan semangat, bertolak belakang dengan ekspresinya yang datar. Liana bahkan sampai menatap aneh padanya.
Meski pun dirinya juga sering menampakkan raut wajah seperti itu, tapi dia masih punya ekspresi lain. Tidak seperti orang serba putih itu, bahkan dia nampak seperti Robot jika gerakannya tak sealami manusia. Tapi dia tidak mempermasalahkannya lebih jauh, dia mulai memiikirkan nama yang cocok untuk sang Pegasus.
__ADS_1
“Nama untukmu ya? Aku tidak pernah memberikan nama pada seseorang, tapi akan aku usahakan. Jangan kecewa jika nama yang kuberikan nanti tidak sesuai keinginanmu.”
"Sebuah kehormatan," balas Pegasus singkat.
Liana tak menjawab, dia memutar otaknya mencari nama-nama yang terdengar bagus. Dia kembali menoleh pada laki-laki serba putih itu. Sebenarnya cukup enak dipandang. Dia tampan untuk ukuran laki-laki. Tinggi dan em ... yah, kulit wajahnya terlihat halus, rambut putihnya berkilau di bawah sinar matahari, sedikit tertiup angin dengan efek melankolis. Pemandangan yang menyenangkan untuk dilihat.
Liana bukanlah seorang pengagum ketampanan. Tapi dia hanya mengangguk melihat penampakan Pegasus yang cukup baik di mata. Kharisma yang dikeluarkan makhluk serba putih itu cukup mendominasi. Sangat layak sebagai Pemimpin sejenisnya. Yah, lagipula Liana juga sangat menyukai warna putih. Memiliki rekan seperti Pegasus tidaklah buruk, bukan?
“Bagaimana kalau namamu adalah Shiro. Shiro berarti putih,” ucap Liana memandang Pegasus.
“Shiro ..." ulang Pegasus menggumamkan nama yang diberikan sang majikan kepadanya.
Yah, sejak Liana menapaki tempat ini, dia telah menjadi majikan sang Pegasus. Lagipula mereka telah terjalin dalam kontrak ketika Liana pertama kali meneteskan darah pada Linotin lalu kembali diperkuat lagi dengan tetesan darah pada kotak kayu peninggalan ibunya yang langsung terhubung pada Liontin pasangan itu. Dan Liana juga mengerti itu.
"Shiro, menerimanya. Terimakasih, Tuan,” ucap Shiro tulus seraya membungkuk hormat.
"Sebuah dimensi ruang yang terdapat di dalam Liontin," jawab Shiro.
Dia kemudian menjelaskan setelah melihat kebingungan di wajah Liana.
Dimensi Sayap Kembar merupakan dimensi ruang yang berada di dalam Liontin Perak berbentuk sayap yang dikenakan oleh Liana.
Terdiri dari tiga lapisan ruang ilahi dengan kelebihan yang berbeda-beda. Lapisan pertama dimana tempat mereka saat ini memiliki kelebihan dapat menciptakan apapun yang diinginkan dengan bayaran Qi pengguna tentunya. Berupa hamparan rumput hijau yang luas dan pegunungan bersalju serta gunung api yang terus aktif mengeluarkan laharnya. Masih bisa di kembangkan dengan bakat dan imajinasi pengguna.
Lapisan kedua dan ketiga tidak di ketahui bagaimana bentuk aslinya karena kedua lapisan itu akan tercipta apabila sang pengguna dapat menyelesaikan lapisan pertama. Dan bentuknya juga tergantung keinginan pengguna, karena itulah tak ada yang tahu bagaimana bentuknya yang sebenarnya.
Esensi Qi di dalam dimensi ini sangatlah tebal, mungkin sepuluh kali lipat dari pada di dunia luar. Dan waktu di dimensi ini juga sepuluh kali lebih cepat dari dunia luar, satu hari di dunia nyata sama halnya dengan sepuluh hari di dalam dimensi.
__ADS_1
“Jadi, Tuan. Anda bisa dengan leluasa untuk berkultivasi di sini tanpa terhalang waktu.”
“Sangat efisien. Lalu, bagaimana caraku keluar masuk ke tempat ini?”
“Tuan hanya perlu menggunakan energi mental dalam pikiran untuk beralih tempat ke dunia luar atau ke tempat ini. Karena tempat ini juga seperti bagian dari tubuh Tuan.”
“Mn, cukup sederhana.” Liana mengangguk paham. "Lalu, sekarang apa yang harus ku lakukan disini?"
"Anda bisa berlatih bela diri maupun berkultivasi." Shiro memberi saran.
"Aku tak memiliki manual, dan juga semua meridian dalam tubuhku tertutup oleh racun. Dantian milikku juga ikut tersegel."
Setelah mendapatkan kembali ingatan semasa kecilnya dan ingatan dari separuh jiwanya, Liana sudah merasa tidak asing lagi dengan dunia tempatnya berada. Karena disinilah dia terlahir. Hal-hal aneh dan ajaib sudah tidak lagi mengejutkan maupun mengusiknya. Dia telah benar-benar menjadi penghuni dunia ini.
"Anda bisa tenang, Tuan. Shiro dapat membuka segel dan menghilangkan racun. Untuk manual, bukankah anda memiliki beberapa di kotak sebagai warisan?"
Liana tersentak karena Shiro mengetahuinya. Tapi memikirkan mereka telah terikat kontrak, itu menjadi biasa lagi. Jadi keterkejutannya hanya sebentar saja.
"Cukup baik, aku akan mengikuti saranmu." Liana mengangguk setuju.
Dengan begitu pelatihan menjadi kuat akan segera dimulai.
~o0o~
Visual-nya ngikut belakangan yak...!
KRITSAR lah wahai Pembaca... 😅 tapi nggak maksa aku mah...
__ADS_1
see U.. bye-bye🤗