![[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana](https://asset.asean.biz.id/-reinkarnasi--sayap-takdir--zhu-liana.webp)
Ada banyak Naga dan Harimau tersembunyi yang bernaung di dalam Sekte. Dan dalam kehidupan ini, dia juga pernah mengunjungi Sekte Menara Langit satu kali beberapa bulan lalu setelah insiden tentang kemunculan para Monster di Bukit Awan.
Dan jika dia menebak-nebak, kekuatan Sekte yang sekarang tidak berbeda jauh dari yang di masa lalu atau mungkin malah jauh lebih berkembang.
Dan meski sekarang Patriark Sekte bukanlah orang tua dari masa lalu, tetapi Liana masih mengenal lelaki Tua—Lao Huzi yang bersikap agak takut-takut pada sang Zanzhu Ren Zuxian. Dia (Lao Huzi) adalah murid langsung sang Patriark, sama seperti Bai Lan Jin saat itu, yang dulunya juga ikut bertarung melawan serbuan monster ratusan tahun lalu.
Dan yah, bisa dibilang jika Lao Huzi adalah adik seperguruan Bai Lan Jin yang artinya dia adalah *Shidi Liana sendiri. Memikirkan jika dirinya memiliki adik seperguruan yang lebih tua darinya dan juga adalah seorang patriark dari Sekte terkuat, membuat Liana merasa pusing. Beruntung sepertinya Lao Huzi itu tidak mengenali dirinya sama sekali saat pertemuan pertama mereka.
Note: Shidi adalah Adik (laki-laki) Seperguruan
Dan sebenarnya Liana juga saat itu sama sekali tidak mengenalinya jika bukan Wei Wuxian sendiri yang memberitahunya setelah itu.
Ngomong-ngomong, sang Kaisar adalah murid Lao Huzi. Jika diketahui Liana adalah saudari seperguruan dengan Lao Huzi, bukankah sang kaisar akan memanggilnya sebagai *Shishu?
Note: Shishu adalah Paman atau Bibi (kalau nggak salah) Seperguruan
Astaga, mengapa dia memikirkan hal ini? Membuat dirinya sendiri merinding.
Bersyukurlah jika dia tidak lagi memiliki identitas sebagai Bai Lan Jin dan hanya menjadi seorang Zhu Liana, putri Di dari kediaman Perdana Menteri.
Ngomong-ngomong lagi, sepertinya Sekte Menara Langit hanya membawa beberapa orang sebagai perwakilan Sekte mereka, dan keberadaan orang-orang itu pun tidak semencolok kedatangan murid inti dari sekte tersembunyi—Sekte Taiyang Yu. Yang jika dipikirkan ini merupakan sikap dan perlakuan yang sangat kontras.
Jika Liana sendiri berpikir seperti itu tentang sekte tersembunyi, maka sang Kaisar sendiri memberikan sikap yang lebih acuh tak acuh sebagai Murid langsung Patriark Sekte Menara Langit. Dia juga memandang rendah hal yang dikatakan sebagai perkumpulan misterius itu.
Dia ingat apa yang pernah diceritakan oleh gurunya—Lao Huzi, dulu ketika masa kekacauan yang ditimbulkan oleh para Monster terjadi. Guru Agung (Patriark terdahulu, guru Bai Lan Jin dan Lao Huzi) dan yang lainnya, setiap hari akan berkeliling ke gerbang-gerbang setiap sekte, akademi dan juga perkumpulan perguruan lainnya untuk meminta bantuan atau pun memberi undangan pembentukan aliansi.
Guru Agung juga pernah datang ke tiga sekte tersembunyi, mengundang mereka untuk membentuk aliansi bersama melawan para monster yang merajalela.
Sayangnya tanggapan orang-orang itu sangatlah sombong. Mereka mengusir Guru Agung dengan halus dengan mengatakan jika mereka adalah pilar Tiga Benua dan tidak bisa disibukkan dengan masalah kecil seperti itu.
Apa yang mereka katakana membuat Guru Agung merasakan kekecewaan yang mendalam. Tiga Benua hampir diratakan dan diduduki oleh para Monster, teta[I orang-orang itu malah dengan kejamnya berpangku tangan. Mereka bertindak seakan-akan mereka adalah dewa yang menyaksikan kehidupan manusia yang sulit di atas dunia.
Sayangnya karma sebenarnya tetap berlaku. Karena mereka bersikap seperti penonton yang menonton pertunjukkan menarik. Hanya saja, bencana tidak mengenal yang namanya pamain dan penonton. Para Monster semakin merajalela setiap harinya. Dan orang-orang dari sekte tersembunyi juga sangat cepat berada dalam kekacauan.
__ADS_1
Tapi siapa yang tahu sebenarnya orang-orang itu adalah pengecut sejati. Entah apa yang sebenarnya terjadi saat itu, tetapi mereka benar-benar malah pergi mencari perlindungan pada Sekte Menara Langit setelah menghadapi ‘masalah kecil’ seperti itu.
Mengingat apa yang diceritakan oleh gurunya, membuat Kaisar Naga tidak begitu senang melihat ada anggota dari Sekte Taiyang Yu. Sikap orang-orang ini kembali menjadi sombong setelah ratusan tahun berlalu. Memang benar jika gurun tidak akan pernah bisa menjadi padang rumput hanya setelah satu hari hujan.
Setelah sekian lama terdiam, sang Kaisar akhirnya berbicara dengan nada tegas dan bermartabat, yang menunjukkan status mulianya. “Putra Mahkota, silahkan tunjukkan tempat duduk tamu yang kau bawa.”
Sikap sang Kaisar tentunya terlihat oleh semua orang. Sebenarnya hanya sedikit yang tahu jika Kaisar Wei Wangji adalah murid dari Sekte Menara Langit.
Dua murid inti dari Sekte Taiyang Yu mengernyitkan alisnya, sepertinya tidak senang dengan sikap acuh sang Kaisar. Mereka yang berasal dari Sekte Taiyang Yu adalah orang-orang yang memiliki harga diri yang tinggi dan dipenuhi kesombongan juga rasa bangga karena menjadi Murid dari salah satu Pilar Tiga Benua.
Sikap sang Kaisar tentunya membuat mereka tersinggung. Bahkan Pangeran Mahkota juga heran dengan itu.
Maksudnya hari ini membawa ‘tamu terhormat’ ini adalah untuk menunjukkan dirinya pada sang Kaisar—Ayahandanya, jika dia juga bisa menjadi lebih baik dari putra kesayangannya itu, Pangeran ke-tiga. Dia ingin menunjukkan kekuatan yang mendukungnya nanti saat sudah resmi duduk di atas tahta.
Lihatlah para tamu begitu menyanjung dalam tatapan mereka melihatnya dapat memiliki koneksi dengan perkumpulan misterius Sekte tersembunyi.
Meski tidak senang dengan tindakan acuh sang Kaisar, Pangeran Mahkota tetap menurut para intrusksi. Dia menyuruh pelayan untuk menyiapkan kursi yang lebih khusus dari tamu lain untuk menyenangkan murid inti sekte Taiyang Yu.
Dia sama sekali tidak memperhitungkan tindakannya yang membuat tamu-tamu lain menjadi tidak puas. Tapi orang-orang itu tidak dapat mengungkapkan ketidakpuasannya. Menurutmu, apa itu sekte tersembunyi? Orang-orang yang ada di dalamnya tidak dapat diremehkan. Ada yang mengatakan jika secara acak melempar tongkat pada murid luar sekte, mereka akan mendapati jika murid itu sudah berada di tingkat Pembentukan Inti.
Suara alat musik yang ditabuh, dipetik dan ditiup mengalun mengiringi kegembiraan pesta pelepasan tahun.
Hingga tiba saatnya waktu pergantian tahun, puncak acara ditengah malam. Semua orang berdiri sambil bersulang.
Menyaksikan semarak suara ledakan kembang api di langit yang kebetulan cerah dengan bintang-bintang indah yang berkelap-kelip. Besok pagi adalah tahun yang baru, menyambut harapan semua orang menjadi tahun yang lebih baik dari tahun sebelumnya.
Hanya … disaat para penduduk Tiga Benua merayakan tahun baru yang gembira. Di tempat lain juga aka nada perayaan. Tetapi dengan maksud yang berbeda
--Di Pulau Terbuang
Seorang pria yang berdiri di depan singgasana tulang-belulang tengah mengangkat gelas anggur sambil berteriak memberi pidato proklamasi peperangan.
Dia tak lain adalah Ye Qiunan—Raja para Monster di Benteng Neraka.
__ADS_1
“Ini adalah awal dari era kekuasaan kami. Kita akan merayakannya dengan darah dari penduduk Tiga Benua. Rekan-rekan seperjuangan Raja, kami akan menjadi penguasa Tiga Benua. Lalu setelah itu, kami akan merobek orang-orang yang sombong dari Daratan Tujuh Bintang. Membalas dendam kami dengan jiwa mereka !!!!”
“Ya!! Kita semua akan menampar orang-orang soombong itu.”
“Hidup Raja!!!”
“Hidup raja!!!”
Sementara itu, di dalam penjara yang dingin dan gelap, yang hanya diterangi cahaya bulan dari sela-sela jendela kecil. Seorang wanita menatap kosong ke luar jendela kecil itu. Menghiraukan keramaian yang ia dengan sampai ke dalam selnya.
Dia menyendiri, namun jika dilihat sekilas, di kedalaman matanya, ada tekap yang tersembunyi.
Wanita itu adalah Wei Xiening, yang menunggu lebih dari satu decade tanpa keputus asaan.
Dalam lamuannya dia terus bergumam, menyembut nama seseorang.
“Li’er, ibu masih bertahan hidup sampai sekarang.”
Setelahnya, mata itu kembali menyiratkan kesepian.
~o0o~
Note: Buat yang lupa tingkatan-tingkatan kultivasi; 1-] Penempaan Qi (Jumlah Lingkaran Qi tak terbatas hingga seseorang ingin menerobos)
2-] Fondasi Alam (Fana(Penempaan Qi ke-9), Bumi(Penempaan Qi ke-12), Langit (Penempaan Qi ke-15), Surgawi(Penempaan Qi ke-18), Hampa(Penempaan Qi ke-25 dst))
3-] Pembentukan Inti (Putih, Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Ungu, Perak, Emas, Hitam)
4-] Pelatihan Roh (Prajurit, Jenderal, Raja, Kaisar, Dewa)
5-] Pembukaan Gerbang (Kelahiran, Kehidupan, Kesengsaraan, Kedamaian, Kematian)
6-] Reinkarnasi
__ADS_1
~o0o~