![[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana](https://asset.asean.biz.id/-reinkarnasi--sayap-takdir--zhu-liana.webp)
Kelas sudah ramai saat Liana datang, yah ramai dengan bangku yang masih saja kosong banyak. Aih, Liana hampir saja lupa jika hari ini adalah kelas guru Lin yang eksentrik tiada bandingannya. Jika saja tidak diingatkan dengan jumlah murid yang tidak sampai satu lusin, dia mungkin akan benar-benar melupakan kelas hari ini.
“Ugh! Lelah sekali,” keluh Liana saat sudah sampai di tempat duduknya yang biasa. Mungkin karena semalam dia begadang mengerjakan desain senjata atau karena terlalu tertekan dengan mimpi buruknya atau bisa jadi keduanya, Liana benar-benar tidak terlihat baik saat ini.
Teman sekelas yang melihatnya menyapa Liana, “Kau tidak apa-apa?”
Liana mengibaskan tangannya pada teman sekelas itu. “Um, tidak apa-apa.”
Dia menjadi semakin akrab dengan teman sekelas yang sering mengikuti kelas alkimia guru Lin. Mungkin karena kebanyakan murid yang mengikuti kelas itu masing-masing memiliki ambisi dan pandangan yang sama, jadinya mereka memang mudah akrab.
Seperti biasa, guru adalah orang terakhir yang memasuki kelas.
Tapi hari ini ada beberapa perbedaan yang membuat murid-murid dalam kelas tersebut tercengan saat guru Lin datang.
Penampilannya masih kuyu dan mengantuk seperti biasa, tongkat masih ada di tangannya saat dia berjalan perlahan dan gontai ke meja miliknya di depan sana.
Hanya saja sekarang ada beberapa tambahan pemandangan yang tidak biasa bagi pra murid. Di belakang guru Lian, ada sebuah tungku kecil dan tumpukan buku yang melayang karena energi unsur yang mengendalikannya. Baik, bukan itu intinya, yang membuat murid tercengang adalah guru Lin benar-benar membawa buku dan tungku penyulingan.
Apa artinya itu, semua orang tahu. Guru Lin benar-benar akan mengajar mereka hari ini? benarkah begitu? Banya murid yang senang tapi juga mereka merasa aneh.
Setelah sekian lama belajar sendiri dan berdiskusi dengan sesama, guru Lian akhirnya memutuskan untuk mengajar mereka alkimia. Rasanya ada banyak yang berbeda, tapi tetap saja ini adalah hal yang baik jadi murid-murid itu tentu saja merasa senang.
Bagi penduduk tiga benua, kultivasi adalah hal yang paling utama. Dan jika memiliki lebih banyak keterampilan lain, itu semacam gula di atas kue, tentunya hal yang manis dan sangat baik.
Tidak banyak kultivator benua timur yang benar-benar tahu tentang alkimia atau pembuatan pil, itu sebenarnya baik memiliki pil disamping kultivasi mereka.
Dalam pertarungan, banyak kesempatan untuk terluka, tapi tidak cukup cepat waktu untuk mengobatinya, jika ada pil itu pasti akan sangat bagus untuk beberapa penyembuhan dari cedera.
Sebenarnya ada juga pil-pil dan eliksir langka yang mempercepat peningkatan kultivasi para pembudidaya. Menjadi rebutan banyak orang.
Di dunia yang mengandalkan kekuatan ini, hal-hal yang mempercepat budidaya kultivasi adalah pai yang jatuh dari langit.
Siapa yang tidak ingin menjadi kuat?
Liana, meskipun sudah diberitahu oleh Wei Wuxian tentang guru Lin, dia juga masih tetap terkejut dan merasa aneh saat guru ini ingin mengajar begitu cepat.
Perkiraannya, dia—guru Lin—akan mengajar setidaknya sampai satu bulan lagi melihat tingkat kemalasan orang itu. Ah, mungkin Liana memang kurang memiliki pptimisme tentang guru Lin karena temperamennya.
Tapi sebagai murid yang hendak diajari, dia tetap menghormati guru Lin yang memilih segera mengajari mereka. Itu hal yang baik untuk bertambahnya ilmu.
__ADS_1
Guru Lin di depan sudah duduk dengan tangan bertmpu di mejanya, memandang segelintir muridnya yang masih bertahan di kelas miliknya, dan dia tiba-tiba tersenyum sinis penuh sarkasme entah pada siapa. Tapi murid-murid itu tidak ada yang berani bersuara sampai guru Lin sendiri mulai berbicara.
“Apa yang sudah kalian pelajari selama ini?” tanya Guru Lin.
Seorang murid yang berani mengangkat tangannya. “Shifu, kami sedang berdiskusi tentang segel tangan yang sesuai dengan minat dan bakat setiap ahli kimia.”
“Oh?” Guru Lin nampak tertarik dengan apa yang dikatakan oleh murid itu. “Siapa namamu?”
“Murid ini bernama Yan Tianrui dari kota Anzhou di bagian utara.” Dia sebenarnya anak yang tadinya menyapa Liana.
Liana sedikit tahu tentang asal muasal teman sekelasnya, sebenarnya tahun ini banyak dari anak-anak muda itu diterima di Yilongfei dari jalur prestasi, mungkin memang haya beberapa yang benar-benar berdarah bangsawan seperti Liana yang berada dalam kelas elit.
Semulanya dia memang dijauhi oleh murid lainnya yang menganggap para bangsawan seperti Liana hanya mengandalkan koneksi dari keluarga mereka. Tapi setelah lama bertukar pandangan tentang pembelajaran di kelas, orang-orang itu mulai mengakuinya dan bersikap lebih baik dan akrap dengannya.
Yan Tian Rui adalah salah satu dari murid yang masuk dengan jalur prestasi, orang tuanya sebenarnya hanyalah pejabat Yamen* kecil biasa di kota asalnya, baru-baru ini mendapat promosi dan naik jabatan.
^^^^^^Note: Yamen\=Hakim Daerah
^^^^^^
Yan Tian Rui memiliki ambisi yang besar untuk menjadi master alkimia, dan datanglah kesempatan itu untuknya saat orang-orang Yilongfei beberapa bulan lalu datang ke kotanya untuk mencari bakat dan melakukan tes, dan dia lulus sebagai peringkat pertama dengan bakat yang tinggi, dia mendapat undangan ke kelas elit dan mendapat rekomendasi guru. Heh, sunggug beruntung.
Yan Tian Rui dengan semangat langsung menunjuk ke arah Liana. “Bukan, Shifu. Kami telah mencobanya atas saran dari Nona Muda Zhu!”
Liana tersentak saat namanya tiba-tiba disebut oleh Yan Tian Rui. Awalnya dia ingin mempertahankan image low profile miliknya, tapi dia tidak menyangka jika Yan Tian Rui adalah orang yang begitu lugas dan jujur, dia orang yang bermulut bocor.
Liana hanya mengemukakan sedikit pendapatnya, tapi orang ini benar-benar tidak tahu cara memanfaatkan ketenaran yang Liana sediakan untuknya. Nampaknya, dia dunia ini masih ada orang-orang yang memiliki pikiran sederhana.
Guru Lin kini berbalik memandang Liana dengan tatapan rumit. Dia sudah bertemu gadis ini sebelumnya di luar Yilongfei dan merasa jika dia memiliki aura yang tidak biasa. Jadi, dia sengaja mengirim hantu anak laki-laki—Chao—lagi untuk mencari tahu tentang gadis itu.
Namun sampai saat ini, dia kehilangan koneksi dengan Chao dan tidak tahu apa yang terjadi, pasti ada hubungannya dengan Liana. Syukurnya jiwa dari hantu anak laki-laki tidak lenyap, hanya berpindah tempat ke daerah misterius dan rahasia sehingga dia tidak bisa menghubunginya.
Mengesampingkan pikirannya yang berkelana, Guru Lin masih bertanya pada Liana. “Oh, Zhu Liana. Bagaimana menurutmu tentang itu?”
Liana meluruskan punggungnya bersiap untuk berdiri. Karena namanya sudah dipanggil, dia tentu tidak dapat mengundurkan diri dari tanggung jawab.
Liana menarik napasnya dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan, bersiap untuk pidato yang panjang.
“Shifu, sebelumnya dapat mengoreksi saya jika saya memiliki pendapat yang salah.” Wajahnya tenang tanpa fluktuasi, tanpa ada sedikit pun kegugupan yang terlihat.
__ADS_1
Guru Lin mengangguk, “Silahkan.”
Liana berkedip sebentar kemudian mulai menjelaskan uraian menurut pengetahuannya sendiri dan dari beberapa pembelajaran dan pengalaman yang pernah ia lalui.
“Manusia memiliki hal yang disebut Genetika. Yang menentukan bagaimana wujud perkembangan mereka nanti ketika mereka lahir. Adalah susunan genetik suatu organisme yang bersifat turun-temurun. Ah, sederhananya, itu adalah pengaruh dari faktor keturunan. Anak-anak sering kali tentunya akan memiliki wajah yang mirip dengan orang tuanya.”
Menurut Liana, genetika itu juga dapat mempengaruhi bakat seseorang. Karena konstitusi tubuh awal manusia yang berbeda-beda. Betapa pun mereka berkultivasi hingga mengubah dan mempengaruhi konstitusi tersebut, tetap saja tidak akan pernah berbeda jauh dari wujud awalnya. Dan karena konstitusi tubuh yang berbeda inilah, beberapa hal dapat mempengaruhi para pembudidaya saat mereka berkultivasi, mengonsumsi pil, dan lain-lain.
Ada banyak jenis segel tangan di dunia ini, dan ada beberapa juga yang memiliki efek berbeda-beda pada seseorang, ada yang tidak dapat digunakan oleh yang satu tapi baik digunakan oleh yang lain.
“Jadi, layaknya manual kultivasi, segel tangan juga akan berpengaruh pada setiap pembudidaya yang mempelajari alkimia. Kami telah melakukan percobaan tentang itu, dan hasilnya menjadi lebih baik. Menurut saya, bukan hanya alkimia, tapi mungkin keterampilan lain yang membutuhkan segel tangan akan berpengaruh sama.”
Orang-orang di dalam kelas itu tercengang saat mendengar penjelasan Liana.
Liana mengerti beberapa hal, pengetahuan medis di tiga benua dan dunia modern sebenarnya tidak jauh berbedak. Jadi penjelasannya agak mudah diterima.
Sampai suara tepuk tangan terdengar dengan campuran tawa dari guru Lin membangunkan para murid. “Luar biasa! Itu sangat bagus.”
Setelah itu, yang lain juga ikut bertepuk tangan atas penjelasan Liana.
Kali ini giliran Liana yang tercengang. Dia tidak menyangka guru Lin akan memuji pendapatnya.
Memang benar, gagasan yang ia kemukakan tidak pernah ada sebelumnya di tiga benua. Orang-orang akan selalu memperlajari berbagai segel tangan yang ingin mereka pelajari tanpa menghiraukan apakah itu cocok untuk mereka, atau apakah itu dapat mempengaruhi hasil akhir dari pembuatan pil, senjata, kerajinan dan sebagainya yang merekan buat.
Tidak ada yang berfikir seperti itu sebelumnya, dan apa yang Liana jelaskan adalah hal yang baru. Dan bisanya, sesuatu yang berbeda dan baru sering kali tidak mudah diterima oleh kebanyakan orang.
Dan Guru Lin baru saja memujinya tanpa kata-kata lain? Bukankah biasanya seorang guru akan memiliki gengsi besar pada muridnya sendiri? Liana tadinya sudah siap menerima kritik yang tegas. Tapi dia tidak menyangka pendapatnya disetujui langsung begitu saja.
Tapi entah mengapa Liana merasa lega, guru Lin sepertinya memang seorang guru yang luar biasa seperti yang dikatakan Wei Wuxian.
Dia nampaknya juga suka belajar hal yang baru, dan sebenarnya apa yang dikatakan Liana memang masuk akal dan logis menurutnya.
Dia bukan orang yang pelit memuji muridnya yang berprestasi, itulah salah satu alasan mengapa dia juga mendapat predikat sebagai guru eksentrik.
“Yah, mulai hari ini, kita dapat belajar menggunakan gagasan itu, bagaiamana menurutmu, Liana?”
Ah, guru eksentrik itu sudah memanggil nama depannya dengan cara yang alami.
~o0o~
__ADS_1