[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana

[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana
88-Beri Aku ....


__ADS_3

Hari semakin malam, tapi dua pasangan muda itu masih berkeliaran di tengah kota, tepatnya mereka kini berada di pinggir sebuah danau buatan, tempat pusat dari Festival Lentera Musim Gugur diadakan.


Yah, sesuai tradisi, biasanya pasangan yang sudah bertukar lentera akan mengapungkan lentera mereka di atas danau.


Pemandangan dari bulan yang terpantul di tengah danau menjadi sedikit penerang dari tempat itu. Sangat cantik.


Orang-orang sudah semakin ramai berdatangan. Mereka masing-masing sudah membawa satu lentera di tangan. Liana dan Wuxian juga tak ketinggalan, mereka masing-masing memiliki Lentera berbentuk teratai sebesar telapak tangan dengan lilin kecil di tengahnya tempat untuk menyalakan api. Meskipun Liana pikir semua kegiatan seperti ini hanyalah omong kosong, tapi dia tetap mengikutinya atas desakan Wei Wuxian. Dia bahkan bertanya-tanya, yang gadis di sini dirinya atau sang Pangeran? Dia lebih antusias dari Liana sendiri.


“Lalu sekarang apa? Haruskan aku menyalakannya?” tanya Liana pada pemuda disebelahnya itu.


Wuxian meliriknya sebentar. “Tunggu Lentera pertama dilepaskan lebih dulu.”


Liana mengerutkan bibirnya, kegiatan seperti ini sangat merepotkan. Tapi sebenarnya dia juga bersenang-senang, jadi yah ... sudahlah, ikuti saja prosedurnya. Namun dia tetap bertanya lagi, “Mengapa bukan kita yang menjadi pertama?”


Wuxian hendak menjawab, tapi saat itu seseorang sudah berseru lebih dulu melihat Lentera pertama yang sudah mengapung. “Nah, sekarang kita bisa melepaskannya juga,” ucapnya.


Mereka berdua segera menyalakan api lentera dan bersamaan pula melepasnya ke air, mendorongnya menjauh ke tengah danau. Orang-orang di sekeliling mereka juga melakukan hal yang sama.


Melihat lentera-lentera itu berkelip-kelip di tengah danau yang gelap seolah menampilkan ilusi seperti bintang-bintang di langit malam, ditambah dengan bayangan bulan yang terpantul, membuat Liana terpana. Itu ... “Sangat cantik,” ucapnya, tanpa sadar dia juga tersenyum dengan begitu tulus.


Wuxian tentu tidak melewatkan senyum itu. Hatinya ikut menghangat saat jantungnya juga berpacu lebih cepat saat itu. Dia berguman, “Um, sangat cantik.” Dalam hatinya dia bertekad untuk terus membuat gadis itu tersenyum seperti saat ini.


~o0o~


Saat mereka kembali, waktu makan malam sudah lewat. Saat itulah, Tuan Kota menyambut mereka dengan terburu-buru juga sepertinya dia telah mengalami kepanikan. “Yang Mulia?” Dia memanggil dengan seruan gelisah. “Syukurlah, syukurlah, Anda akhirnya kembali. Apa hamba perlu menyiapkan makanan untuk Anda berdua?” tanyanya.


Tuan Kota itu sudah tahu, selain Pengeran Ke-tiga, tiga gadis yang bersamanya adalah putri dari Perdana Menteri. Dan satu yang bersamanya saat ini adalah tunangannya sendiri. Jadi dia juga bersikap hormat pada Liana.


“Tidak perlu, kami sudah makan di acara Festival. Hanya perlu untuk beristirahat sekarang.” Wuxian menjawab dengan sederhana.


Tuan Kota itu mengangguk paham. Dia terus memandang dua anak muda di depannya ini bergantian dengan diam-diam mengerti, yah lagi pula mereka adalah pasangan, masih begitu muda, tentu saja wajar untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama.


Liana dan Wuxian tentu melihat pandangan Tuan Kota. Liana hanya diam, tapi Wuxian segera melangkah maju di antara mereka untuk mengahalangi Tuan Kota dari memandang kekasihnya, ya kekasihnya. Bukan begitu?


Memandang Tuan Kota dengan tatapan dingin, suaranya juga berubah dingin melipat gandakan penurunan suhu malam itu. “Apa lagi yang kau butuhkan, Tuan ... Kota?”

__ADS_1


Tuan Kota yang mendapat intimidasi segera tersadar. Dia melirik gugup pada Wei Wuxian. Dia sebenarnya juga mendengar jika pangeran di depannya ini dikatakan sebagai orang yang bodoh. Tapi saat berinteraksi pertama kali dengan Wei Wuxian, dia segera membantah rumor tak berdasar itu. Apanya yang bodoh, jelas-jelas dia adalah tiran nyata.


“T-tidak, tidak ada. Silahkan Yang Mulia dan Nona Muda untuk beristirahat. Hamba ... hamba akan pergi sekarang. Ya-ya.” Dia benar-benar gugup. Segera setelah itu dia meninggalkan Wuxian dan Liana, berdua di depan halaman yang disediakan untuk mereka.


Melihat kepergian Tuan Kota dengan ekspresi yang takut-takut, Liana menggeleng, kemudian menghela napasnya. Segera dia memutuskan untuk masuk ke tempat istirahat yang di sediakan untuk mereka.


Tapi belum saja dirinya mengambil langkah pertama. Sebuah tangan segera mencengkram lengannya sedikit kuat.


Liana berbalik melihat Wuxian memandang dirinya dengan tatapan dalam juga senyum kecil yang tersungging di bibirnya.


Liana berkedip saat alisnya mengkerut tidak mengerti. “Kau membutuhkan sesuatu, Ge?” tanyanya.


Saat itulah senyum di bibir Wuxian perlahan berubah menjadi dengusan samar, dia terlihat kesal. Apa lagi sekarang? Apa ucapannya baru saja menyinggung pemuda ini? tapi Liana merasa dia tidak mengatakan sesuatu yang salah.


“Apa Li’er melupakan janjinya?”


Liana sekali lagi dibuat bingung. Oh ayolah janji apa? Dan jika ada, kenapa di tidak ingat? Apakah dia sudah hidup begitu nyaman hingga membuatnya berubah pikun? Ingatannya sangat bagus, oke?


“Ja— ” Baru saat dirinya ingin bertanya kembali, sebuah memori singkat memasuki kepalanya. “Ah!” Dia tanpa sadar berseru dan entah kenapa sudah merasa sedikit bersalah sekarang. Aih, dia ingin sekali mengutuk otaknya yang kadang-kadang berjalan lambat.


Ingatan Liana memang kuat, tapi dia juga mudah melupakan hal-hal kecil yang dia anggap itu tidak terlalu penting. Dia terbiasa hanya mengingat misi. Yah, salahkan kehidupan masa lalunya yang monoton tanpa sedikit pun warna manis yang malah membentuk kepribadiannya menjadi gadis introvert dan kaku, hampir mati rasa dalam memahami emosi.


“Anu, Ge. Aku minta maaf. Lalu ... apa yang kau inginkan dariku?” Dengan penuh rasa bersalah dia bertanya.


Wuxian masih diam, tapi cengkramannya pada tangan Liana menguat seiring dengan perkataan gadis itu. Boleh saja wajahnya masih tidak menunjukkan ekspresi apa pun saat ini, tapi dalam hati dia sudah tertawa dengan girang, penuh kemenangan.


Rencana seperti ini bisa dibilang sukses, Bukan? Tidak sia-sia dia meminjam buku panduan dari Chen untuk menarik perhatian gadis itu, meski pun awalnya dia juga meragukan isi buku yang tampak tidak senonoh. Tapi perlahan dia merasakan perbedaan dari cara Liana memandang dirinya.


Awalnya itu hanya terlihat seperti Liana memandangnya sebagai saudara yang polos dan lucu. Tapi sekarang, dia sudah dapat melihat gadis kaku itu terkadang memerah karena godaannya, dan dia menjadi lebih sering menunjukkan emosi padanya. Ini perkembangan yang baik.


“G-gege?” Pemikiran Wuxian tiba-tiba terputus karena panggilan Liana. Saat dia tersadar, yang menyambutnya saat ini adalah wajah panas gadis itu dengan alisnya yang mengerut karena merasa tak nyaman akan suatu hal. Dan Wuxian tahu hal apa itu. Dia mengangkat sudut bibirnya sedikit.


Wajahnya medekat dan semakin mendekat ke arah Liana. “Beri aku ciuman selamat malam.” Dia kemudian berbisik di telinga gadis itu, mengembuskan napas hangat yang membuat sekujur tubuh Liana seolah tersengat listrik, membuatnya menegang.


Dan sekarang pikiran Liana berubah kosong. Saat ini dia hanya ingin bertanya, Siapa aku? Dimana aku? Apa yang aku lakukan?

__ADS_1


Wuxian terkekeh melihat ekpresi aneh Liana yang menurutnya benar-benar lucu. Dia tidak bisa untuk tidak berpikir bahwa menggoda gadis ini sangatlah menyenangkan.


“Baiklah, aku bercanda.” Dia menepuk kepala Liana untuk menyadarkannya, merasakan sesasi lembut dan halus dari rambutnya, Wuxian merasa nyaman. Dia kemudian menggosokkan tangannya pada tempat dimana dia menaruhnya, membuat rambut Liana menjadi berantakkan dan mendapati tatapan tajam dari gadis itu dengan rona wajahnya yang masih memerah. Ah, menggemaskan.


Liana tidak berbicara karena masih merasa kesal. Pemuda ini ... dia mempermainkannya lagi. Sudah berapa kali Liana terjebak? Tch! Dia frustasi sekarang.


Mengabaikan pikiran frustasi Liana, Wuxian berkata, “Mn, bagaimana jika Li’er mentraktirku makan siang untuk besok?”


Liana berusaha melupakan kekesalannya melihat senyum lembut Wuxian. Dia dengan ringan mengangguk, lagi pula dia memang berjanji. Dan yah, untung saja permintaan awal yang hanya bercanda itu tidak benar-benar menjadi permintaan Wuxian, kalau ya, Liana tidak tahu harus melakukan apa?


Menurutnya agak memalukan untuk melakukan hal-hal seperti itu. Baik, salahkan saja pemikirannya yang masih polos meskipun dia telah menjalani dua kehidupan selama lebih dari dua dekade yang juga dalam dua dunia, ah tidak, sepertinya tiga kehidupan, ya, tiga.


Lelucon dan godaan itu berakhir untuk malam ini, dengan saksi bulan yang bercahaya terang di langit.


Keduanya hanya memilih untuk kembali beristirahat di tempat yang telah disiapkan untuk masing-masing mereka. Tidak menyadari jika sosok di kegelapan sudah menyaksikan interaksi manis keduanya dari awal.


Sebenarnya mereka sadar, tapi Liana dan Wuxian mengabaikan orang yang menguping dengan tidak sopan itu karena tidak merasakan niat jahat dari pihak lain, mereka juga tahu jika orang itu telah mengikuti keduanya dari festival berlangsung sampai kini, tapi mereka masih waspada dan biarkan esok hari untuk waktu mencari tahu.


Dan sosok itu menggerutu setelah kepergian Liana dan Wuxian. “Woah, ada apa dengan jenis makanan anjing di seluruh dunia? Benar-benar membuat iri.”


~o0o~


~*Teater Kecil


[Sebab Menghilangnya Kepolosan Xian Gege] Part 2


Xian Gege, membuka halaman buku dengan wajah merah: “Berikan ciuman selamat malam dan selamat pagi. Para gadis adalah pemalu, mereka menyukai pria yang berinisiatif.”


Xian Gege, setelah praktik: “Ah~ wajah Li’er menjadi merah, dia terlihat lucu.”


Li’er yang lucu: “….”


Chen sebagai dalang: “Bagus, Yang Mulia mendapat peningkatan! Oh, tapi ada apa dengan makanan anjing ini?”


PS: Aku sering membaca novel terjemahan China. Dan sering menemukan kalimat, “Memakan makanan anjing” atau “Memberi makan oleh makanan anjing” pokoknya yang sejenis itu lah. itu artinya bagi kamu para jomblo yang lihat pasangan lagi uwu-uwu-an (Bertindak mersa), yah padahal kamunya jomblo. Pokoknya tertohok menjadi jomblo >~<. Ah ya, itu bahasa gaul di internet, katanya.

__ADS_1


~o0o~



__ADS_2