![[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana](https://asset.asean.biz.id/-reinkarnasi--sayap-takdir--zhu-liana.webp)
Berbicara mengenai tingkatan Kultivasi, sebenarnya itu di bagi menjadi enam tahap berbeda tergantung seberapa kemajuan seseorang meningkatkannya.
Yang pertama di sebut sebagai Penempaan Qi. Ini adalah tahap awal dimana seseorang memulai kultivasinya.
Pada tahap Penempaan Qi, seseorang barulah membentuk Dantiannya kemudian mengisinya dengan energi spiritual alam yang di sebut sebagai Qi yang diserap dari alam ke dalam tubuh kemudian dialirkan melalui saluran Meridian hingga berakhir terkumpul di dalam Dantian menjadi kolam Spiritual Qi.
Dibagi menjadi sembilan tingkatan sesuai dengan seberapa jumlah lingkaran kolam Qi atau berapa kali seseorang menerobos tingkatan itu sendiri. Sebenarnya pada tahapan ini, tingkatannya memang tak terbatas, hanya saja tingkat sembilan lah minimal seseorang bisa menerobos ke tahap selanjutnya.
Lalu yang kedua adalah Fondasi Alam. Tahap ini dibagi lagi menjadi lima tingkatan, yaitu tahap Fana, Bumi, Langit, Surgawi, Hampa.
Tahap ini disebut sebagai Fondasi Alam karena jika seorang kultivator ingin menerobos ke tahap ini harus lebih dulu mengalami kesengsaraan Langit dengan disambar Petir Kesengsaraan minimal sebanyak tiga kali. Tujuannya adalah untuk memperkuat dan memperkokoh Fondasi seorang Kultivator.
Tingkatan pada tahap Fondasi Alam juga ditentukan seberapa banyak tingkatan yang diperoleh kultivator saat masih berada di tahap Penempaan Qi.
Maksudnya, jika seorang Penempaan Qi tingkat sembilan, maka dia bisa menerobos ke tahap Fondasi Alam Fana. Jika berada di tingkat dua belas, maka terobosan bisa langsung ke Fondasi Alam Bumi. Tingkat lima belas menjadi Fondasi Alam Langit. Tingkat delapan belas ke tahap Fondasi Alam Surgawi. Dan terakhir tingkat dua puluh lima dn seterusnya bisa langsung menerobos ke tahapan Hampa.
Juga, kesengsaraan Langit pada tingkatan yang lebih tinggi akan semakin tinggi pula.
Oleh karena itu, sangat jarang seorang Kultivator menerobos lebih dari tingkatan Bumi. Jika pun ada, maka orang itu akan disebut sebagai jenius kultivasi. Karena resiko seseorang saat menghadapi kesengsaraan adalah rasa sakit yang mampu merenggut nyawa. Tapi demikian pula, jika dapat melewatinya, maka akan sangat bagus, dan kekuatan seseorang akan beberapa kali lebih kuat dari sebelumnya.
Tingkatan seseorang pada tahap yang sama sangat berpengaruh pada kekuatan mereka sendiri. Seorang di tingkatan Fana jika bertarung dengan seorang di tingkat Bumi, maka kecil kemungkinan dia bisa menang. Begitu pula seterusnya.
Nah, yang ke tiga disebut sebagai Pembentukan Inti. Dibagi menjadi tingkat Putih, Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Ungu, Perak, Emas, Hitam. Dari yang paling lemah yaitu Putih dan yang paling kuat adalah Hitam.
Kultivator yang hendak menerobos tidak lagi mengalami Kesengsaraan Langit, akan tetapi sesuatu yang disebut sebagai Kesengsaraan Alam. Yang mana tubuh kultivator itu akan di bakar oleh Api dari Inti Alam yang paling dalam dan tentunya sangatlah panas.
Disinilah penentuan dsri sebutan jenius yang sebenarnya. Karena seseorang bisa langsung menembus tingkatan lain jika mampu menahan Api Kesengsaraan yang lebih kuat.
Yap! Api kesengsaraan akan dibagi menjadi sepuluh tingkatan warna pada Tahap Pembentukan Inti.
Jika berhasil menahan Putih, maka seseorang dikatakan sebagai Kultivator tahap Pembentukan Inti Putih. Begitu pula seterusnya.
Sebenarnya di tahapan ini seseorang dapat menerobos tingkat secara bertahap. Mulai dari Putih hingga yang terakhir Hitam. Hanya saja jika mampu menahan Api Kesengsaraan pada satu waktu juga merupakan hal yang luar biasa.
Yang ke empat ialah Pelatihan Roh. Dengan tingkatan yang terbagi menjadi Roh Prajurit, Roh Jendral, Roh Raja, Roh Kaisar, dan terakhir Roh Dewa. Setiap tingkatan akan dibagi lagi menjadi tingkat awal, menengah, dan akhir.
Tahap ini tak ada lagi yang namanya Kesengsaraan.
Jika seseorang mulai menerobos, maka dari sanalah mereka akan melatih jiwa mereka dan memperkuatnya sebagaimana tingkatan pada tahap Pelatihan Roh. Yang artinya jiwa mereka dapat berevolusi menjadi lebih kuat.
__ADS_1
Semakin kuat jiwa seseorang, maka semakin baiklah mereka untuk menghadapi tahap selanjutnya. Karena jika tidak, kematian lah yang menjemput dan jiwa mereka akan hancur kemudian tidak dapat bereinkarnasi kembali.
Sebab segala sesuatu tidaklah didapat dengan percuma tanpa resiko yang ada. Menjadi kuat tidaklah gratis, akan tetapi ada bayaran yang harus ditanggung.
Tahap ke lima, yaitu Pembukaan Gerbang. Tahap ini lebih unik lagi, sebab seseorang akan membuka gerbang batin mereka yang disebut sebagai Gerbang Kelahiran, Gerbang Kehidupan, Gerbang Kesengsaraan, Gerbang Kedamaian, dan Gerbang Kematian.
Orang-orang menyebut tahap ini sebagai puncak kultivasi karena sangat jarang jika seseorang dapat membuka semua gerbang batinnya dan menerobos tahap Reinkarnasi. Lagi-lagi karena resiko yang mempertaruhkan jiwa.
Seseorang yang hendak membuka gerbang mesti harus memahami setiap gerbang yang dibuka. Artinya mereka harus mengenal baik apa itu Kelahiran, Kehidupan, Kesengsaraan, Kedamaian, dan Kematian.
Jika belum benar-benar memahami maksud dari lima kata tersebut. Maka jangan berharap jika gerbang batin terbuka. Karena jika memaksa, seseorang akan mendapat kutukan yang berupa musnahnya jiwa.
Nah, tahap terakir adalah Reinkarnasi. Tak ada tingkatannya. Jika seorang Pembukaan Gerbang yang telah mampu membuka gerbang batin hingga Gerbang Kematian. Maka bisa langsung menerobos ke tahap Reinkarnasi.
Tahapan terakhir yang ada di siklus Kultivasi. Seseorang pada tahap Reinkarnasi ini bisa di sebut Abadi dengan syarat tidak ada yang membunuhnya. Tapi siapa yang mampu membunuh seorang yang telah dicantumkan sebagai makhluk abadi. Kekuatan yan dimiliki pastilah tidak terkira. Mereka adalah manusia setengah dewa.
Ah ya, kasus Liana bebeda. Dia tidak memiliki tingkatan sampai dirinya menerobos ke Pembukaan Gerbang.
Itu karena Dantian Sunyi miliknya juga dengan dukungan manual yang cocok untuk kondisinya itu.
Sebenarnya manual yang ditinggalkan Wei Xiening padanya lebih dari satu. Dan kebetulan salah satunya ialah Manual yang memang sangat cocok dengan Dantiannya, yaitu Tujuh Lapisan Langit.
Dewa Kultivasi sendiri merupakan orang yang pertama kali mencetus pelatihan pengembunan energi spiritual alam. Yang kini berkembang dan disebutlah sebagai Kultivasi dan orang yang melakukannya disebut Kultivator.
Lalu kembali pada Dantian Sunyi milik Liana. Dantiannya tidaklah berwarna emas atau biru muda sebagaimana kultivatir lain. Tapi itu bening sebening kristal.
Dan alasan mengapa tahapan yang dilalui berbeda, karena sejak pertama kali menginjak pelatihan kultivasi, pemilik Dantian Sunyi sudah mampu mengendalikan seluruh elemen yang mana jika itu kultivator biasa, mereka dapat melakukannya ketika berada di tahapan Fondasi Alam atau jika mereka telah berada di tahap sembilan Penempaan Qi.
Sebenarnya tingkatan yang Liana miliki akan terus berada pada Pemenempaan Qi hingga dirinya langsung menerobos ke Pembukaan Gerbang. Yah, itu artinya sama saja tidak memiliki tingkatan jika dia belum menerobos hingga Tahap kelima itu.
Yang artinya dia tidak akan mengalami yang namanya Kesengsaraan Langit maupun Kesengsaraan Alam. Jiwanya juga akan terus memperkuat diri sesuai dengan waktu yang berjalan.
Karena itulah, dia sendiri juga tidak tahu berada pada tahapan mana dia.
Hanya saja Liana menghitung secara kasar sebanyak dia menerobos. Mungkin sudah tiga puluh kali, yang artinya dia telah berada pada Penempaan Qi tingkat tiga puluh.
~o0o~
Yak! Beralih pada kegiatan Liana dan Wan Feng saat ini.
__ADS_1
Mereka sampai di pasar ketika waktu telah menjelang sore. Pasar pada waktu ini bukannya sepi malah semakin ramai orang-orang berlalu lalang. Dan juga semakin berisik pada pedagang meneriakkan dagangannya.
Hal itu agak membuat Liana tak nyaman karena ke-introvert-an-nya. Dia hanya terus berpegang pada jubah Wan Feng sejak mereka turun dari kereta kuda.
Di belakang keduanya selalu setia Ling dan Hai Xia sebagai penjaga pada majikan yang patuh. Mereka hanya diam mengamati sekitar yang sekiranya ada bahaya yang akan datang mereka bisa segera bertindak melindungi tuan mereka.
Wan Feng merasakan tarikan pada jubahnya membalik tubuhnya menghadap Liana.
"Ada apa?" Dia bertanya dengan sangat lembut.
Liana dengan wajah tenang dan datarnya mendongak melihat wajah Wan Feng yang memang berada lebih tinggi dari kepalanya. Ah, dia merasa sangat pendek di hadapan sosok jakung Wan Feng.
"Sangat ramai," cicitnya yang malah membuat Wan Feng terkekeh geli melihat adiknya yang berwajah datar tapi sebenarnya begitu gugup.
"Tentu saja ramai, Li'er. Ini adalah pasar," ucapnya mencoba untuk menggoda sang adik.
Liana malah manautkan dua sisi alisnya hingga di tengah-tengah sana berkerut. Dia tahu ini pasar yang memang di mana-mana selalu ramai. Tidak perlu dijelaskan lagi.
Ah, bahkan hanya ucapan seperti itu membuatnya kehabisan kata-kata. Dia bermaksud jika di tempat ini sangatlah berisik dan membuatnya tak nyaman sebagai orang yang menyukai ketenangan. Liana benar-benar tak terbiasa.
Tapi tiba-tiba Wan Feng meraih tangannya dan menggenggam begitu erat membuatnya tersentak.
"Hangat," pikir Liana saat tangan besar Wan Feng berhasil meraup seluruh tangannya. "Inikah rasanya memiliki seorang kakak?" Liana tidak pernah merasa senyaman ini bersama seseorang. Jadi secara alami hatinya menghangat. Memilki keluarga itu sangat lah baik.
Wan Feng mengangkat tangan mereka yang bergandengan dengan jari yang saling bertautan. Dia bermaksud untuk memperlihatkannya kepada Liana dan mengungkapkan kata yang tak tersirat bahwa ada dia bersamanya, jadi tak perlu gugup.
Liana tersenyum, dia mengangguk mengerti.
"Ayo, kita akan berburu harta karun disini," ungkap Wan Feng semangat menarik Liana untuk mengikuti dirinya.
Dia terus membawa sang Adik ke berbagai toko dan kedai. Hanya untuk sekedar melihat-lihat atau beberapa mereka beli sebagai kesenangan.
Liana juga tidak lagi secanggung pertama kali. Dia juga menikmati perburuan harta karun yang dibilang Wan Feng. Hingga sesekali juga tertawa melihat kekonyolan kakaknya itu saat mencoba jepit rambut atau tusuk rambut yang dia beli di sebuah kedai aksesoris.
Di belakang mereka, Hai Xia dan Ling hanya bisa terus tersenyum melihat kedekatan kedua kakak beradik tersebut. Sudah lama mereka tidak melihat sang Tuan sebahagia ini. Dan sebenarnya hal itu juga membuat mereka ikut bahagia.
Benar kata orang, kebahagiaan itu cepat menular. Mungkin begitu pikir keduanya.
~o0o~
__ADS_1