[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana

[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana
130-Berkumpul


__ADS_3

Langkah Liana melambat saat dia hanya beberapa meter dari tempat Wei Wuxian berdiri. Perasaan masam dan nostalgia langsung menghantamnya, melihat kerumunan orang yang ternyata juga sudah menunggunya di belakang Wei Wuxian.


Meski penampilan orang-orang itu kini agak sedikit berbeda dari yang Liana ingat, bahkan ada dari mereka yang sudah tidak lagi hidup sebagai manusia, melainkan makluk humanoid lainnya seperti elves, beastman, peri, bahkan juga spirit dan demonic beast. Tetapi tentu saja itu tak mempengaruhi Liana untuk mengenali mereka.


Aura di sekililing orang-orang itu sudah sangat familiar.


“Kalian semua?” Liana tidak tahu harus berkata apa.


“Selamat datang kembali, Yang Mulia!” Serentak puluhan anggota klan Yunan memberi hormat kepada Liana yang baru saja tiba. Benar, mereka adalah anggota klan Yunan yang telah menghilang dari Tiga Benua ratusan tahun lalu. Yang akhirnya berkumpul kembali karena berita tentang keberadaan Leluhur klan yang sudah beberapa lama sekali tak terlihat.


Meski masih bingung, Liana tidak mengungkapkannya di permukaan. Masih berwajah tenang, suaranya menjadi bermartabat. “Bangun!” Seolah dia telah terbiasa dengan tindakan bawah sadarnya pada orang-orang ini, membuat Liana menjadi ragu.


Ada banyak hal yang belum dia ketahui. Termasuk sejarah keberadaan klan Yunan itu sendiri dan hubungan dengan dirinya. Liana tahu itu, dalam ingatannya, hanya sebagaian kecil yang ia ketahui. Namun Liana bahkan tidak pernah memikirkan bahwa identitasnya juga tidak sesederhana yang ia yakini selama ini.


Hanya Wei Wuxian yang mengetahui segala tentang dirinya. Tentang mengapa dia turun ke Tiga Benua, dunia kecil dengan peringkat alam semesta yang rendah semata-mata hanya untuk melindungi pertumbuhan Liana.


Yah, suatu saat nanti, ketika dirinya mendapatkan kekuatannya sebelumnya, dia akan mengingat segalanya tentang dirinya dan tentang mereka.


Wei Wuxian yang berdiri di samping Liana terdiam memikirkan hal-hal.


“Kepala klan berkata benar. Leluhur itu memang datang, dia telah kembali.”


“Ya, kepala klan tidak pernah membohongi kita.”


“ Tidakkah kamu melihat? Zanzhu Ren Zuxian juga bersama leluhur klan.”


“Benar, mereka terlihat sangat baik.”


Sementara itu, kelompok klan itu sudah berdiskusi di antara mereka sendiri. Bahkan tidak menyembunyikan diri dari objek diskusi sehingga Liana dan Wei Wuxian yang tepat berada di depan mereka mendnegar semuanya dengan jelas.

__ADS_1


“Akhem!” Wei Wuxian terbatuk menghentikan diskusi sejenak, lalu mengalihkan pandangannya pada kepala klan yang kini masih dengan identitas seorang Pangeran dari Benua Barat, pangeran Zeith dari Negara Virth.


Zeith tentu langsung memahaminya, mengatur semua orang untuk tertib di depan keduanya. “Saudraraku semuanya, kedua Yang Mulia baru dari perjalanan dan diharapkan untuk beristirahat terlebih dahulu.”


Meski kultivator jarang membutuhkan istirahat, tetapi untuk etiket dan sopan santun, semua anggota klan yang berkumpul segera memisahkan diri untuk memberi jalan.


Liana yang masih bingung tentu tidak menolak ajakan untuk bersitirahat. Dia masih harus mencerna situasi karena plot yang terlalu cepat menurutnya.


Meski pun dia adalah orang yang memberi perintah pada Zeith untuk mengumpulkan semua anggota klan Yunan yang tersebar, itu masih tak terduga.


Liana mengira jika akan butuh bertahun-tahun untuk menghubungi semua orang karena ada beberapa dari mereka yang tidak berada di Tiga Benua dan masih berkeliaran di alam semesta lain. Dia tidak pernah berpikir Zeith akan melakukan perkerjaan seefisien itu. Mungkin hanya beberapa bulan setelah dia memberi perintah.


Yang Liana tidak ketahui adalah Zeith sudah lebih dahulu mencari anggota klan lain, sudah bertahun-tahun lamanya. Dan sebagai kepala klan, dia memiliki keistimewaan untuk dapat menghubungi semua anggota klan di manapun mereka berada.


Yah, Liana belum tahu karena masih banyak ingatannya yang tersembunyi tentang anggota klan Yunan. Dan bahkan pertama kali dia tidak tahu identitasnya dalam klan sebenarnya adalah leluhur pendiri klan, dan masih ada identitas lain yang lebih tinggi dari itu. Balik lagi, hanya Wei Wuxian yang tahu sebenarnya dan Liana tidak pernah berpikir jika bahkan asal usulnya adalah sesuatu yang luar biasa.


~o0o~


“Ini pasti di kerjakan oleh Ahli ruang. Siapa pun yang membuat ini pasti memiliki selera desai yang cukup tinggi. Ini bagus.” Liana bergumam karena kebiasaan penilaian. Cukup yakin dia memang agak kritis.


Ada juga perabotan-perabotan yang ada di dalamnya, Liana yakini sebagai barang-barang langka yang sangat jarang terlihat di Tiga Benua atau bahkan ada beberapa yang sudah menjadi legenda. Oh jangan lupakan bahwa pada setiap benda yang ada di sana memiliki kegunaan spiritualnya sendiri. Istimewa dan tentunya akan menjadi perebutan bagi setiap pembudidaya.


“Kemarilah, ada suatu tempat yang ingin ku tunjukkan padamu.”


Di saat Liana sedang asyik melihat-lihat, Wei Wuxian yang sedari tadi mengikutinya dengan senyum dimata melihat kejenakaannya. Pria itu meraih tangannya, hendak membawanya ke suatu tempat.


Liana biasanya tidak memiliki penolakan terhadapnya, dia pun tidak enggan dengan prilaku Wei Wuxian yang tiba-tiba menariknya. “Kemana kita?” Hanya bertanya dengan heran.


“Hm, tak jauh, kau akan tahu nanti.” Saat dia mengatakan itu, ada kelembutan yang meluap di matanya yang bahkan dia sendiri tidak menyadarinya.

__ADS_1


Liana terpana dengan jawabannya selama dua detik sebelum akhirnya juga ikut bermain. “Ho, sangat misterius.” Dia yang biasanya tanpa ekspresi di depan orang lain akan selalu menampakkan banyak emosi di depan pria itu.


Wei Wuxian terkekeh mendengar nada bercandanya. Tangan yang bertaut semakin dipegang erat. Mereka hanya berjalan berdampingan dengan mesra, penuh dengan suasana harmonis yang tak bisa lagi dimasuki oleh orang lain.


Liana memperhatikan, tangan pria itu besar dan terasa hangat dengan sedikit kapalan dari seseorang yang sudah lama memegang pedang. Jari-jarinya ramping dengan setiap ruas adil. Wei Wuxian memiliki kulit yang putih namun tidak pucat yang tidak seperti kebanyakan pria tetapi juga tidak seperti kulit wanita. Hanya cukup terlihat bagus padanya.


Bahkan Liana juga dapat melihat pembuluh darah hijau dan ungu di punggung tangan pria itu. Yang dapat menggenggam seluruh tangannya yang lebih kecil dengan sangat nyaman.


Hati Liana juga menghangat. Alangkah baiknya memiliki kehidupan yang damai seperti ini sepanjang waktu. Tetapi itu tidak mungkin. Masih ada tugas yang menunggunya. Kerabatnya masih menunggunya di rumah dan mereka semua masih berada dalam bahaya, hari yang damai hanya singkat.


Selagi itu, dia bisa menikmati momen santai seperti ini.


Sebenarnya mereka benar-benar tidak berjalan jauh. Padahal masih berada di dalam rumah jerami itu, hanya membuka ruangan lain yang dari ruangan yang dimasuki Liana baru saja. Sedikit lebih dalam.


Langkah Liana berhenti mengikuti Wei Wuxian di depan sebuah lukisan tinta bergambar bambu yang nampak cantik dan antik.


Liana diam-diam mengamati lukisan itu yang seperti hidup, daun bambu dalam lukisan seolah bergerak tertiup angin. Itu menjadi lebih misterius dan penuh aura yang mungkin karena tingginya yang hampir sama dengan manusia dan itu memang cukup besar.


Wei Wuxian tiba-tiba menekan bagian batu di bawah pohon bambu yang tampak lebih menonjol dari lukisan.


Lalu kemudian ada suara berderak. Lukisan itu naik perlahan memperlihatkan sebuah pintu di baliknya.


“Aah, ini ruangan rahasia, ada mekanisme di lukisan.” Liana memberi pernyataan. Dia baru saja merasa terkejut.


“Benar, ada sesuatu di dalamnya, yang berguna untukmu.” Wei Wuxian membalas.


Masih memegang tangan Liana, pria itu membawa gadis berpakaian putih itu masih ke dalam ruangan rahasia.


Setelah keduanya masuk, pintu kembali tertutup dan lukisan itu juga turun perlahan, seperti sedia kala, seolah belum pernah ada yang menyentuhnya.

__ADS_1


~o0o~


__ADS_2