[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana

[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana
114-Pergerakan di Balik Layar


__ADS_3

Ingatan masa lalu itu terlintas semua di benak Ye Qiunan saat dia berjalan menuju kursi singgasana sambil menggandeng tangan Wei Xiening yang tidak jelas apakah dia adalah tahanan atau apa. Yang pasti, dia mengklaim wanita itu sebagai miliknya.


Maka semua orang di ruangan itu hanya memandang dengan diam, sedikit kecemburuan dan kekejaman yang melintas di mata mereka semua adalah hal yang biasa dilihat oleh Wei Xiening. Oleh karena itu, segala tekanan yang diarahkan padanya hanya diabaikan olehnya. Lagi pula, meskipun seluruh kultivasinya telah disegel, kekuatan mentalnya masih ada dan mungkin itu lebih dari mereka semua.


Itulah yang membuat Ye Qiunan puas, wanita yang dia pilih, tidak akan menjadi biasa-biasa saja. Dia juga menyadari pandangan orang-orang yang menjadi bawahannya itu. Mereka semua adalah para pemimpin suku yang telah dirinya kalahkan dan telah bersumpah setia pada dirinya.


Mungkin sebagian dari mereka semua adalah orang-orang fanatik yang mengidolakan Ye Qiunan karena dia adalah yang terkuat di antara semuanya.


Sebab itulah, selama beratus-ratus tahun lamanya, tidak ada yang pernah menentang otoritasnya di benua Terbuang atau sekarang dia menamainya sebagai, Benteng Neraka! Nama yang sangat sombong tapi itu benar-benar sesuai dengan bagaiamana keadaan tempat itu yang layaknya seperti neraka tempat dimana jiwa-jiwa mati berkeliaran dengan bebas, tempat segala jenis monster mengerikan terlahir, tempat para hantu dan iblis yang melarikan diri dan bersembunyi.


Saat itulah dia sampai dan duduk langsung di kursi singgasana yang terbuat dari tulang-belulang entah dari hewan apa.


Wei Xiening duduk di kursi di samping singgasananya dengan diam karena masih dalam kendali pria itu. Hanya tatapannya yang kosong tanpa jiwa tapi pikirannya masih jelas. Sepertinya hanya ada kebencian di dalam matanya, untuk pria di sampingnya.


Ye Qiunan mengapaikan perasaan pahit di hatinya, lagi pula dia adalah orang yang kejam. Tidaklah cocok untuk dirinya menjadi sentimental dengan menunjukkan emosinya, apalagi untuk para bawahannya. Biarkan wanita itu membencinya, asalkan dia terus berada di sampingnya.


“Raja!!” Para bawahan yang berbaris samping kiri kanan singgasana berseru dengan hormat sambil membungkuk pada Ye Qiunan, terlihat jika mereka sangat patuh padanya.


Ye Qiunan bersenandung pelan sebagai jawaban, aura kemalasan meliputinya saat dirinya duduk sambil menyangga wajahnya dengan satu tangan. Berkuasa selama ratusan tahun, aura pemimpin yang sombong mengakar dala dirinya.


Meski begitu, tidak ada dari orang-orang itu yang berani meremehkan dirinya.


“Bicaralah!” nadanya memerintah.


Lalu seseorang segera melangkah ke tengah barisan. Itu adalah seorang pria dengan kulit yang sangat pucat, pakaiannya serba putih seperti hantu, ugh! Bisa dikatakan jika dia memang adalah hantu, tepatnya setan.


Sedikit terlihat dari balik jubah putihnya dalah perban yang memilit tangan dan kaki serta lehernya. Rambut panjang hitam tergerai dengan kusut, menutupi sedikit bagian wajahnya yang pucat.


“Rajaku, saya Gui De membawa laporan dari Benua Timur.” Seperti namanya, dia benar-benar dari ras hantu. Melihat jika dia sudah memiliki wujud nyata, kultivasinya pasti sudah tinggi. Atau bisa jadi dia mengambil tubuh orang lain sebagai wadahnya. Apapun itu, dia pasti tidaklah lemah.

__ADS_1


Setelah diberi persetujuan oleh Ye Qiunan kembali, Gui De segera mulai membuka laporan yang ia katakan. “Xie Tua telah meninggal.” Semua yang ada di sana menarik napas dingin mendengar laporan Gui De, kecuali Ye Qiunan yang masih tanpa ekspresi dan Wei Xiening yang tentunya akan bersuka cita jika salah satu dari sekutunya disingkirkan.


Note: Untuk yang nggak ingat Xie Tua yang di maksud disini ialah Monster yang menyamar menjadi Ny. Tua Xie yang dilawan Liana bersama saudara-saudarinya. Yah, panggil aja Xie Tua, (Nggak mau repot mikirin nama lain :v.)


Tidak menunggu orang lain tenang, Gui De melanjutkan. Mereka semua tahu jika sang Raja mengutus Xie Tua untuk mengawasi kediaman sang Perdana Menteri Kekaisaran Naga tempat Wei Xiening pernah tinggal dan tempat orang yang dicari Raja itu berada.


Tapi siapa yang sangka, “Darah Murni itulah yang berhasil membunuhnya,” kata Gu De yang lagi-lagi membuat bawahan Ye Qiunan terkesiap.


Tapi kali ini Wei Xiening juga menunjukkan ekspresi terkejut, orang-orang ini menyebut putrinya, putrinya Liana. “Li’er.” Dia sepertinya tumbuh menjadi kuat.


Tentunya Ye Qiunan memperhatikan reaksi Wei Qiening dari sudut matanya yang tertarik menunjukkan senyuman yang menarik.


Dia berkata, “Oh, sepertinya dia tidak pernah mengendur setelah yang terakhir kali. Haruskah Raja ini mengunjunginya secara langsung lain kali.” Bagaiamana pun, Ye Qiunan memang sangat kuat karena dia mampu menerobos segel penghalang dari Benua Terbuang.


Wei Xiening segera memelototinya dengan marah setelah mendengar ucapan pria itu. Dia mengincar putrinya demi kesenangan diri sendiri sekarang, dia tentu tidak akan membiarkannya dengan mudah seperti yang terakhir kali.


Wei Xiening sangat bersemangat hingga membuat rantai yang membelenggunya bergemincing dengan suara bergema ribut di aula yang sepi.


Sangat tak tahu malu! Wei Xiening mengutuk pria ini dalam hatinya jutaan kali. “Sampai waktunya tiba nanti, kau akan berakhir olehnya. Dia akan datang membalas dendam untukku.”


Sampai saat itu, satu per satu dari bawahan Ye Qiunan melaporkan hal-hal yang mereka dapat masing-masng tentang situasi tiga benua. Yang juga di dengar oleh Wei Xiening dengan setengah linglung dan setengah ngeri.


Seperti tebakan Liana, ternyata mereka semua telah menguasai Tiga Benua, mengepungnya dari berbagai arah dan menyusup bercampur dengan rakyat biasa sejak lama.


Apalagi sekarang segel yang mengekang Benua terbuang telah melemah sampai beberapa kondisi, tidak dapat menampung semua makhluk jahat ini lebih lama.


Dalam waktu dekat, mungkin aka nada perang besar yang lebih mengerikan dari ratusan tahun lalu. Semua orang di Tiga Benua akan berada dalam bahaya. Lalu bagaimana dengan keluarganya? Liana? Wan Weng? Dan … Zhu Moran. Semoga mereka akan baik-baik saja.


Sekali lagi Wei Xiening menatap kekosongan yang ada di depannya, tidak lagi memperhatikan apa yang diucapkan para bawahan Ye Qiunan. Sampai, tubuhnya tiba-tiba bergerak sendiri, berdiri lalu berjalan mengikuti sosok laki-laki tegap di depannya. Melihat dari aura pria itu, dia tahu akan ada hukuman lain yang menantinya.

__ADS_1


Bagaimana pun, setelah bertahun-tahun terkurung di tempat ini, Wei Xiening telah mati rasa dengan segala siksaan yang didapatnya.


Bersyukur jika Ye Qiunan tidak kehilangan hati nuraninya, pria itu tidak pernah berlaku kurang ajar padanya. Paling dia hanya disiksa fisik atau tidak di beri makan selama berhari-hari. Dia tidak pernah melewati batasnya.


Mungkin itulah yang membuat Wei Xiening sedikit berhati lembut dan lebih menurut padanya. Hanya, meski begitu dia masih tetap membenci Ye Qiunan jauh dari dalam lubuk hatinya.


Saat keduanya pergi, mereka tidak mendengar diskusi dari para bawahan Ye Qiunan yang masih tinggal di dalam aula singgasana.


“Apa yang dipikirikan Raja? Mengapa dia masih menyimpan wanita itu disisinya? Ini sudah sebelas tahun.” Satu Humanoid dengan bulu diseluruh tubuhnya, dia mirip dengan gorila, wajahnya menunjukkan ekspresi ketidak puasan saat dirinya berbicara.


Yang lain segera menyetujui, “Manusia itu sangat lemah, mengapa Raja kita selalu melindunginya? Jika hanya untuk besenang-senang, itu tidak apa-apa. Tapi Raja bahkan tidak pernah sekali pun menyentuhnya.”


“Hei, tidakkah kau dengan apa yang diucapkan Raja? Wanita itu sebenarnya telah memiliki seorang putri.”


“Bukan hanya itu, tapi ku dengar di juga memiliki suami saat Raja kita membawanya.”


Semakin mereka berbicara, semakin tidak senang mereka terhadap Wei Xiening, sampai satu orang menginterupsi. “Ck, mengapa kalian semua begitu kurang kerjaan? Apa sekarang para kepala suku ingin pindah profesi menjadi tukang gosip? Ku bilang, apa pun yang dilakukan sang Raja, kalian tidak berhak untuk menanyakan tindakannya, apa kalian semua mengerti? Jika sang Raja mendengar apa yang kalian ucapkan barusan, aku tidak dapat menjamin apakan kalian dapat mati dengan mudah.”


Para Humanoid menyeramkan itu serentak terdiam dengan ucapan seorang wanita berambut panjang dengan satu tanduk hitam di kepalanya. Mereka bergetar mendengar hukuman yang akan datang jika apa yang mereka ucapkan terdengar oleh Raja mereka.


Buru-buru semua mengangguk kepala layaknya seekor ayam yang sedang mematuk tanah. “Kami mengerti, Penasihat kanan.”


Yah, wanita dengan satu tanduk itu adalah seorang kepercayaan Ye Qiunan, Penasihat kanan yang bernama, Rong Yi, dia adalah Iblis yang kabur dari Neraka dan di selamatkan oleh Ye Qiunan sendiri. Memiliki saudara kembar bernama Rong Er, yang pernah tinggal sebentar sebagai tangan kanan Yuan Feihua.


Rong Er saat itu ikut andil dalam meracuni makanan Liana dan Wan Feng. Ingat kejadian Racun Kalajengkin Merah dalam Sup kacang? Dia menyamar sebagai pelayan bernama An Rong dan berhasil melarikan diri saat dua selir Perdana Menteri menerima hukuman mati.


Rong Er adalah penasihat kiri Ye Qiunan, posisinya sama dengan sang kakak.


Setelah mengatakan hal itu, kerumunan segera membubarkan diri meninggakan aula singgasana yang luas dan sunyi dengan aura mengerikan tersisa.

__ADS_1


~o0o~



__ADS_2