[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana

[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana
125-Kota Pelabuhan di Perbatasan


__ADS_3

Sepertinya sudah satu bulan sejak Liana meninggalkan ibu kota untuk pejalanannya menuju Benua Tengah.


Dia memang belum meninggalkan Benua Timur, tetapi saat ini dia dan Wei Wuxian duduk di kuda


yang sama menikmati pemandangan dari lautan yang terbentang di pinggir pelabuhan.


Mereka sudah mencapai kota perbatasan. Hanya menyebrangi lautan dengan kapal, keduanya akan sampai di benua tengah paling lama tiga bulan.


Di kota perbatasan memang tidak memiliki akses dengan gerbang transportasi. Karena kora perbatasan ini adalah kota pelabuhan dengan jalur perdangan antar Benua yang berdagang di atas laut.


Memang unik dan menarik.


Liana dan Wei Wuxian baru sampai di kota pelabuhan ini, sudah siang hari dan cuaca menjadi lebih hangat di musim dingin dan menjadi lebih hangat di perbatasan dari pada di ibu kota yang tertutup salju.


Karena berbatasan langsung dengan Benua Tengah yang merupakan Benua Tropis, di kota pelabuhan, selain suhu yang sedikit lebih dingin, salju tidak terlihat sama sekali, hanya banyak genangan air yang menetes dari daun dan rumput. Menandakan bahwa salju telah turun tetapi langsung meleleh setelah menyentuh tanah.


Udaranya begitu sejuk dan nyaman sehingga Liana yang berada dalam pelukan Wei Wuxian di atas kuda tanpa sadar tertidur begitu mereka melangkah di pinggiran pantai.


Wei Wuxian yang menyadari Liana yang terlah lelap pun terkekeh kecil, takut membangunkan gadis itu. Tetapi dia semakin mengeratkan pelukannya, menjaga agar Liana semakin hangat.


Liana yang berada di alam bawah sadarnya hanya bisa meringkuk lebih dalam pada kehangatan tubuh Wei Wuxian.


Banyak warga yang memperhatikan momen manis itu dengan tatapan geli dan penuh arti pada keduanya.


Sangat jelas jika orang-orang di kota pelabuhan di perbatasan ini memang lebih lugas dalam hal hubungan pria dan wanita seperti dalam informasi yang Wei Wuxian dapatkan.


Yah, tidak apa, itu bagus. Dia bisa terus memanjakan Li’ernya tanpa sembunyi-sembunyi lagi.


“Tempat yang bagus untuk ditinggali.” Dia bergumam dengan senyuman.


Mungkin karena orang-orang yang memang ramah atau sesuatu yang lain, sebenarnya jika diperhatikan, tidak ada dari para penduduk yang memiliki penampilan buruk. Semua orang sangat menarik dan tampan dengan siatuasi dan cara mereka sendiri.

__ADS_1


Jadi penampilan Wei Wuxian dan Liana yang seperti bangsawan tinggi tidak terlalu mencolok di antara kerumunan. Ditambah dengan mereka berdandan seperti warga biasa. Selain dari aura mereka yang membuat orang mengira keduanya adalah seorang bangsawan, tidak aka nada yang dapat menebak jika yang satu adalah Putra sang Kaisar sementara yang lain menjadi Putri Tertua Perdana Menteri Negara.


~o0o~


Lalu pada sore hari, lelah dengan berjalan-jalan di sekitar kota. Liana dan Wuxian pergi mencari sebuah penginapan untuk singgah selama satu malam karena besok mereka harus berangkat menuju Benua Tengah dengan kapal berjadawal khusus.


Tentu saja saat itu Liana sudah terbangun ari tidurnya. Dan sekali lagi melihat dengan antusias pada sekeliling kota, meski pun tidak nampak dari ekspresi wajahnya yang tenang, matanya yang memiliki binar berkilau seperti bintang tak dapat menghianati kekagumannya pada kota yang ramai. Dan itu ditangkap melalui pandangan Wei Wuxian.


Mungkin karena Liana terlalau lama terjebak di Ibu Kota atau hal lainnya. Tetapi kota Pelabuhan di Perbatasan itu memang pemandangan yang unik untuk dilihat bahkan di Zaman Modern sekali pun, Liana yakin kota ini cocok untuk pariwisata.


“Apa kau menyukai tempat ini?” tanya Wei Wuxian yang berjalan di sampingnya sambil menuntun kuda ke tempat peristirahatan kuda di samping penginapan. Mereka berdua sudah lama turun dari tunggangan.


Penginapan yang keduanya pilih sebenarnya tidak jauh dari laut. Itu benar-benar di pinggir pantai sehingga para tamu akan langsung disambut deru ombak dan angin laut yang asin saat mereka terbangun di pagi hari.


“Hum, ini tempat yang bagus untuk ditinggali.”


Wei Wuxian tersenyum mendengar jawaban Liana. Percaya atau tidak, keduanya benar-benar terhubung dengan pikiran dan hati yang sama.


 Liana berhenti di jalurnya menyaksikan pria itu menyerahkan tali kekang pada pengurus kuda di penginapan seraya mengintruksikannya bagaiamana merawat kuda tersebut dan terakhir dengan memberi bonus tip berupa perak pada si pengurus. Pengurus kuda itu nampak gembira menerimanya.


Wei Wuxian kembali menghampiri Liana. Saat itulah Liana berkata, “Kita dapat membicarakan hal ini lagi setelah kembali dari Benua Tengah.” Dia menggelengkan kepalanya dengan pelan. “Kita tidak mungkin menunda waktu lebih lama lagi.” sengaja atau tidak, Liana benar-benar menghela napas di akhir kata.


Keantusiasan awal menjadi agak meredup sekarang.


Wei Wuxian juga berhenti berbicara. Ekspresinya masih sama, yang berbeda hanyalah senyumannya menjadi lebih kecil dan ada kilatan aneh yang tersembunyi dari kedalaman matanya.


Dia mengangkat tangannya mengusap sebelah pipi Liana yang sedikit dingin karena terlalu lama tertiup angin.


Merasakan kelembutan yang menyentuh telapak tangannya, Wei Wuxian akhirnya membuka mulut.“Ayo pergi!”


 Lalu dia meraih tangan Liana yang lebih kecil dari tangannya, menggenggamnya dan menarik gadis itu masuk ke dalam penginapan.

__ADS_1


~o0o~


“Maaf  Tamu yang terhormat, penginapan kami hanya memiliki satu kamar yang tersisa.” Resepsionis wanita di dekat pintu berkata dengan penuh permohonan maaf yang tulus melihat kedua pasangan muda di depannya yang tak lain adalah Liana dan Wei Wuxian.


Akankah langit ingin membuat drama romantis atau apa. Tetapi baru saja tiba-tiba langit menajdi mendung dan langsung menjadi hujan yang cukup deras, beruntungnya keduanya sudah memasuki penginapan.


Akan tetapi mendapati berita hanya satu kamar yang tertinggal. Alam mungkin sangat ingin menyatukan keduanya?


Percayalah itu benar-benar lelucon.


Keduanya dapat melihat jika resepsionis wanita yang terlihat masih seperti berumur tiga puluh tahunan itu akan selalu curi-curi pandang pada mereka dengan wajah malu-malu. Apa artinya itu?


Liana dan Wei Wuxian mengerti akhirnya saat mereka melihat sekeliling sekali lagi. Semua tamu yang masuk semuanya berpasangan.


Apakah berarti mereka tanpa sengaja memasuki tempat yang salah? Tetapi penginapan ini nampak normal dari luar. Eh, jika dipikir-pikir lagi, kebanyakan warga di kota pelabuhan ini memang sering berpasangan. Jarang ada yang berjalan sendiri. bahkan untuk penjaga kuda, dia bekerja dengan istrinya. Dan resepsionis di depan mereka ini mungkin juga.


Belum terputus pikiran Liana. Dia sudah mendengar suara seorang pria dari arah pintu masuk penginapan.


 “Sayang, beri aku air hangat! Haa, hujan menjadi sangat lebat dan sangat berbahaya untuk pergi ke laut, pak tua yang keras kepala itu entah apakah sudah kembali atau tidak? Dia selalu membuat khawatir orang-orang di rumah.” Keluhannya terdengar sangat jelas saat pria itu mulai melepas sepatu dan mantel kulitnya yang basah.


“Aku sudah merebus air untukmu, itu berada di dapur belakang, kau dapat langsung menggunakannya.” Resepsionis itu menjawab tetapi tidakmenghampiri pria itu yang sepertinya benar adalah pasangannya.


Baru pada saat itulah pria yang merupakan pasangan resepsionis wanita mengangkat kepalanya dan melihat sesuatu dengan benar.Mendapati dua pasangan muda bersama dengan istrinya.


“Oh, ada tamu!” Pria itu ramah. “Mengapa kau masih membiarkan tamu kita berdiri di sini, akan semakin dingin jika lebih lama lagi.” Dan disini Liana mengerti, keduanya, resepsionis dan pria itu adalah pasangan pemilik penginapan.


Saat itulah Liana juga melihat resepsionis wanita berjalan ke arah si pria dan membisikan sesuatu padanya. Dan dia tiba-tiba memerah dengan kaku. Tanpa menyadari jika tangan yang masih menggenggam tanganya juga mengerat.


Baik dia maupun Wei Wuxian adalah seorang kultivator. Indra mereka lebih tajam dari manusia biasa. Suara-suara yang sangat kecil bermil-mil jauhnya pun dapat mereka dengar, apalagi bisikan resepsionis yang hanya berjarak tiga meter dari mereka.


~o0o~

__ADS_1


__ADS_2