![[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana](https://asset.asean.biz.id/-reinkarnasi--sayap-takdir--zhu-liana.webp)
Langit sangat gelap, tetapi seluruh kota terang benderang karena kemeriahan tahun baru. Banyak lampion dan lentera dipasang di depan rumah warga juga di sepanjang jalan-jalan besar ibu kota.
Liana telah keluar dari kediamannya dengan ditemani Ling yang sebagai pelayan utamanya untuk dibawa ikut masuk ke dalam istana nantinya.
“Astaga, Li’er. Kau kah itu?” Dia sudah mencapai tempat berkumpulnya keluarga menunggu semua orang tiba juga kereta kuda yang akan membawa mereka menuju istana, saat itulah Wan Feng menyapanya dengan kaget membuat semua orang juga ikut mengalihkan pandangan kepadanya.
Dia membuka mulut ingin mengatakan sesuatu pada semuanya, tapi lebih dulu di sela oleh saudara-saudarinya yang lain.
“Yah, aku tahu jika kakak kedua memang cantik saat dirinya berhias, tetapi melihat sendiri rasanya memang berbeda dari pada memikirkannya.” Weiling memegang dagunya menilai penampilan Liana. Dia adalah yang paling mengerti tentang riasan di antara anak-anak Zhu.
Liana, “….” Jadi jika dia tidak menghias diri, dia tidak cantik?
“Hm, hm, kak Liana memang terlihat agak berbeda sekarang.” Yuxia juga mengangguk dengan pendapatnya.
Liana, “…?” Hei, bagian mana dari dirinya yang berbeda?
“Kakak kedua, gunakan saja riasan itu setiap hari, maka akan banyak pemuda yang datang mengetuk pintu manor kita membawa lamaran. Lalu setelah itu, kita dapat memilih mereka dalam sebuah pertandingan, yang menang menjadi milikmu. Ha ha ha!” Dan ini adalah suara bodoh Wuxia. Pikirannya serari dengan para pelayan yang mendandani Liana.
Baru saja dia selesai mengucapkan kalimat itu, semua orang di sana segera diserang hawa dingin yang tidak diketahui dari mana asalnya. Sebenarnya, mereka semua tahu dari mana asal hawa dingin itu.
Dan sementara Wan Feng dan Lianhu telah menembakkan tatapan tajam pada bocah berlidah lunak yang menjadi adik laki-laki mereka.
Sedangkan Weiling dan Yuxia memandang Wuxia seperti dia adalah orang yang telah mati.
“Bodoh,” Yuxia mencibir saudara kembarnya.
Liana, dia hanya melihat semua orang dengan kedutan di bibirnya. Sepertinya mereka telah melupakan insiden di siang hari. Apakah semua saudara-saudarinya ini memiliki ingatan ikan? Mereka bahkan nampak lebih ceria dari biasanya.
Dan ….
“Siapa yang akan mengantri di Manor Zhu untuk memberi lamaran?” Suara yang akrab terdengar dari arah gerbang utama Manor.
Liana, “Xian gege?”
Saudra-saudari Zhu dan Ling juga pelayan yang ada di sana langsung menyapa Wei Wuxia dengan salam. Hanya Liana yang memanggil dengan cara biasa karena telah memiliki hak istimewa tentunya.
“Yang Mulia !!”
Baru saat itulah Wuxia menyadari apa yang telah dia katakana sebagai lelucon. Sial! Mengapa sang Pangeran harus datang di saat mulut angsanya beroperasi?
“Hum, mengapa tidak ada yang menjawab pertanyaan saya?” Wei Wuxian mengabaikan salam semua orang.
“Matilah aku,” gumam Wuxia dengan suara mencicit. Keringat dingin mulai merembes di pelipis dan punggungnya.
__ADS_1
Saudara-saudarinya sendiri telah mengalihkan pandangan darinya, hendak memutuskan tali persaudaraan di antara mereka.
“Kalian penghianat!” batinnya berteriak.
“Y- Yang Mulia, s- saya, aku … it—” Dia sudah tergagap sampai Liana segera memotongnya.
“Xian gege, mengapa kau datang kemari? Kami sebenarnya akan segera berangkat.”
Wei Wuxian, tentu saja tidak akan dapat mengabaikan Li’er-nya, dia mengalihkan pandangannya dari Wuxia dan berjalan mendekati Liana yang terlihat begitu cantik dengan riasannya.
“Untuk menjemputmu,” jawabnya dengan suara dan tatapan lembut.
“Oh?!” Liana memiringkan kepalanya yang membuatnya terlihat, err yah … mengapa dia terlihat menggemaskan saat membuat ekspresi seperti itu?
Membuat seseorang ingin mengurungnya dalam pelukan erat dan tidak memperbolehkannya keluar.
Wei Wuxian merasa tenggorokannya menjadi kering. Dia ingin segera membawa gadis itu untuk dinikahinya. Yah, tapi dia harus menunggu tahun depan berakhir terlebih dahulu. Ah ini sangat menyiksa.
“Ayo pergi!” dia membawa tangan gadis itu dalam genggamannya, bersiap untuk menariknya ke dalam kereta yang telah disiapkannya, tetapi Liana bergeming di tempat tidak bergerak mengikuti arahannya.
“Ada apa Li’er?” Dia sepenuhnya mengabaikan keberadaan orang lain, hanya terpaku pada Liana.
“Kau sebaiknya kembali, Ge. Aku mengikuti rombongan dengan Ayah dan saudaraku.” Liana memandangnya dengan tatapan sungguh-sungguh.
Liana tercekat, dia tidak berharap jika Wei Wuxian sebenarnya menganggap dirinya diusir, dan olehnya? “Tidak, Ge. Bukan itu, aku tidak mengusir dirimu.”
“Baik, kalau begitu aku saja yang mengikutimu.” Dia baru saja memutuskan dengan tidak tahu malu.
Membuat orang disekelilingnya terkejut karena tingkah laku sang Pangeran ke-tiga yang terkenal menjadi semakin sulit ditebak.
Wan Feng ingin memberitahunya jika dia adalah keturunan keluarga Kekaisaran yang agaknya tidak pantas untuk menurunkan kastanya hanya untuk mengikuti rombongan mereka. Dia juga tidak bisa membuat Liana mengikutinya karena dia masih Nona Muda dari Zhu-jia, sebab nanti mendapat kritik dari masyarakat sebagai gadis yang sombong dan mengabaikan keluarganya sendiri, meski pun dia masih memiliki darah kekaisaran dalam dirinya, tetapi nama belakangnya adalah Zhu, bukan Wei.
Dan Liana juga memahami hal itu, karenanya dia menolak undangan Wei Wuxian, untuk naik kereta miliknya bersamanya.
“Yang Mulia—”
Tetapi belum sempat dirinya menyuarakan pikiran tersebut, Wei Wuxian sudah terlebih dahulu menginterupsinya. “Apa? Ah-Feng, kau juga akan mengusirku?”
Dan semua orang langsung tidak dapat berkata-kata. sekarang bagaimana mereka akan membalasnya?
Wan Feng memandang semua saudara-saudarinya dengan kode dimatanya untuk meminta bantuan, tetapi mereka semua mengalihkan wajah seolah tidak mengerti apa yang dia maksud.
Akhirnya Liana hanya bisa mengehela napas lelah, kepalanya segera berdenyut sakit. “Apa kau benar-benar akan mengikuti kami?” Liana bertanya padanya.
__ADS_1
Wei Wuxian mengangguk cepat, “Tentu, anggap saja sebagai orang yang menyambut keluarga Perdana Menteri ke Istana.”
Ah! Saran ini sepertinya juga agak masuk akal. Tidak perlu membingungkan diri dengan tentang bagaimana sang Pangeran yang menurunkan kastanya atau dengan Liana yang meninggikan dirinya. Mengapa mereka sama sekali tidak dapat memikirkannya barusan? Apa otak mereka semua dimakan monster?
Tidak, tidak. Otak semua orang tidak dimakan Monster. Itu terjadi karena mereka masih kelelahan dengan kejadian di siang hari. Benar, pasti bergitu?
Segera semua saudara-sauarai Zhu menganggukkan kepala dengan sepaham lalu memandang Wei Wuxian dengan tatapan yang seolah berkata, “Anda adalah Jenius sejati.” Dengan wajah bodoh masing-masing.
Membuatnya terbatuk dengan canggung sekaligus bingung.
“Ah! ya, klau begitu, kita tunggu Ayah terlebih dahulu.” Liana akhirnya memecah suasana awkward itu dengan ucapannya.
Tak lama, orang terakhir yang ditunggu, Zhu Moran pun telah datang. Maka tanpa banyak berbasa-basi, mereka berangkat bersama.
Liana dan gadis-gadis lainnya berada dalam satu kereta, kemudian semua saudara laki-laki mereka dalam kereta lain. Sedangkan untuk Wei Wuxian, naik di keretanya sendiri dan berjalan paling depan. Di belakangnya adalah kereta sang Perdana Menteri.
Terakhir adalah kereta para pelayan pendamping dari para Nona Muda Zhu. Diikuti dengan beberapa pengawal yang mengawal kereta untuk mencegah bahaya datang.
Kereta-kereta itu dengan kecepatan normal melaju di jalan-jalan besar ibu kota menuju Istana.
~o0o~
Di istana, itu sudah ramai oleh banyaknya para tamu yang berdatangan, taman istana dan aula pesta sudah hampir penuh oleh mereka. Tamu yang hadir kali ini adalah banyak dari para pejabat dan bangsawan kelas dua ke atas, tidak hanya dari kekaisaran Naga, tapi dari Negara-negara lain di tiga benua juga berdatangan. Bagaimana pun, tahun ini adalah bagian Negara mereka yang menjadi tuan rumah.
Liana dan lainnya sudah turun dari kereta, hendak menuju ke tempat dimana pesta berada. Rombongan mereka mengikuti Pangeran ke-tiga—Wei Wuxian dari belakang.
Di gerbang, ada dua pengawal yang akan mengumumkan nama-nama tamu yang datang. Yah, salah satu dari bentuk mencegah penyusup memasuki kawasan istana. Bagaimana pun, dimana ada keramaian, disitu banyak terjadi kejahatan.
“Yang Mulia Pangeran ke-tiga, Wei Wuxian telah datang!”
“Yang Mulia Perdana Menteri, Zhu Moran telah datang!”
“Yang Mulia Puteri Wei, Nona Muda Pertama, Zhu Liana telah datang!”
“Tuan Muda Pertama Zhu-jia, Zhu Wan Feng telah datang!”
“ Tuan Muda dan Nona Muda Zhu-Jia mengikuti!”
Pengumuman dan teriakkan keras itu mengalihkan perhatian semua orang yang ada di taman tempat pesta di adakan. Segera banyak tatapan mengarah pada rombongan itu. Mereka menyambut kedatangan sang Pangeran ke- tiga dan Tuan Perdana Menteri.
Yang lainnya, pergi bergaul dengan orang-orang yang dikenali. Liana sendiri telah diseret oleh sang Puteri ke-enam, Wei Lanhua ke tempat prasmanan. Dan dia pasrah dibawa-bawa.
~o0o~
__ADS_1