![[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana](https://asset.asean.biz.id/-reinkarnasi--sayap-takdir--zhu-liana.webp)
Waktu terus berlalu ....
Di dalam sebuah gua yang minim penerangan. Sepasang mata terbuka dengan tiba-tiba.
Sepasang mata itu tak lain adalah milik sang Zanzhu Ren Zuxian yang kini telah menyelesaikan pelatihannya.
Mata itu berkilat dengan cahaya tertentu saat menyadari sesuatu.
"Pohon yang terbakar, kayunya pasti mengering."
Pandangannya menjadi tajam saat mata itu menyusuri seluruh dinding gua yang telah berlumut termakan waktu.
"Zuihou De Houyi, bawa aku dengan kecepatan penuhmu. Dan setelah ini aku akan memutuskan bagaimana hukumanmu." Nada bicara sang Zanzhu Ren Zuxian berubah dingin, dirinya langsung berdiri dari posisi duduk bersilanya. Terkesan terburu-buru.
Cahaya putih samar-samar muncul dan berkumpul di dekatnya dan semakin terang hingga membuat gua yang awalanya gelap kini nampak seluruh isinya. Cahaya itu membentuk siluet kuda bersayap yang cantik.
Tanpa menunggu waktu lebih lama, Zanzhu Ren Zuxian segera menaiki kuda bersayap itu.
Melesat dengan kecepatan tinggi membelah angin tak membuat kegelisahannya berkurang. Malah semakin besar saja saat dirinya juga semakin dekat dengan tujuan, Pegunungan Abadi.
Dari udara, dia telah melihat asap hitam membumbung ke langit. Matanya semakin kentara menunjukkan kekhawatiran. Asap berasal dari desa Yunan. Tempat yang ia debut sebagai rumah.
Kuda putih bersayap itu juga merasakan kekhawatiran Tuan yang menjadi pengendaranya. Dengan batas kecepatan dia melesat membelah awan dan udara.
Saat kedua makhluk berbeda jenis itu menapaki tanah, yang mereka lihat hanyalah kehancuran. Mayat berserakan di berbagai sudut, rumah-rumah warga desa ambruk menyisakan puing-puing tak berguna, darah basah dan kering melapisi rumput dan tanah. Bau busuk segera tercium.
Namun bukan itu yang terpenting, sang Zanzhu Ren Zuxian telah melihat kegagalannya sendiri. Klan Yunan yang menjadi tanggungannya telah dihancurkan sedemikian rupa.
Tatapannya menjadi dingin menyadari hal itu. Dia telah melihat kenangan saat pertempuran terjadi. Itu adalah salah satu kemampuan seorang Zanzhu Ren Zuxian yang dapat melihat keadaan kelompok yang ia lindungi. Artinya seorang Zanzhu Ren Zuxian akan mengetahui segala kegiatan tanggungannya saat berhadapan dengan mereka. Dia dapat melihat masalalu Klan Yunan. Itu karena ikatan antara dirinya sebagai Pelindung Leluhur dengan orang-orang yang dilindunginya. Maka sebut saja sebagai ikatan takdir.
Penyerangan ini terjadi karena alasan keserakahan. Hal ini ... tak termaafkan!
Zanzhu Ren Zuxian kembali berjalan dengan langkah tegap di tengah-tengah mayat. Segala situasi memang tak mampu mengurangi aura kemuliaan darinya.
Sampai akhirnya dia melihat sesuatu yang membuat matanya berkilat dingin.
Di depan sana dia melihat seorang laki-laki dengan jubah hitam tengah menodongkan pedang pada pemimpin klan. Lalu di seberangnya lagi sosok gadis berambut hijau berteriak histeris dan memberontak dari antek-antek pria berjubah hitam itu.
"Seorang Kultivator aliran sesat," ucapnya dengan suara rendah. Namun semua orang yang ada di sana dapat mendengar perkataannya, terbukti saat mereka semua menoleh dengan serempak.
"Yang Mulia Zanzhu Ren Zuxian ..." lirih pemimpin klan dengan suaranya yang bergetar karena lemas. Ucapannya itu terdengar pula oleh Ye Qiunan.
"Yang Mulia, tolong selamatkan ayahku!" Sedangkan Yunan Shu'er semakin memberontak. Merasa cukup lega saat sang Pelindung datang tepat waktu.
__ADS_1
Tepat waktu? Benarkah?
Sang Zanzhu Ren Zuxian menatap langit bergemuruh dengan sendu. "Kegagalan pertama," ucapnya.
Kemudian pandangannya beralih kembali pada pria berjubah hitam dan antek-anteknya.
"Kalian benar-benar telah dibutakan oleh keserakahan!" Setiap langkahnya menekan Ye Qiunan dan pengikutnya.
Pria berjubah hitam itu mengumpat lagi-lagi. Alasan kenapa dia berani menyerang Klan Yunan karena ketidakberadaan sang Pelindung Leluhur itu. Itu pun dia ketahui dari Yunan Shu'er yang dengan polosnya membeberkan informasi padanya. Tapi sekarang ... keadaan sepertinya kembali terbalik.
Sebenarnya mereka dapat mengalahkan anggota klan juga lagi-lagi karena kelemahan yang diberitahukan Yunan Shu'er. Seperti kata gadis itu, dia benar-benar jatuh dalam genggaman erat Ye Qiunan. Sangat bodoh!
Dia mempercayai seorang pria yang dia sendiri hampir tidak mengetahui apa-apa tentang pria itu. Dia hanya berpikir jika Ye Qiunan adalah pria yang baik. Sungguh naif!
Dan alhasil, tempat tinggalnya diluluh lantahkan sampai seperti ini. Baru dia menyesal. Yah, penyesalan memang datang paling akhir.
Gadis itu, Yunan Shu'er kembali menumpahkan tangisnya lebih deras saat tatapan dingin sang Zanzhu Ren Zuxian terarah padanya. Ya, ini semua salahnya, karena kebodohannya.
Dia menunduk terdiam hingga merasakan pegangan pada tubuhnya mengendur dan akhirnya terlepas.
Suara dingin itu kembali terdengar di dekatnya. "Kau akan menerima hukuman yang berat. Tujuh reinkarnasimu akan memiliki kehidupan yang sulit, Yunan Shu'er."
Bagai petir yang menyambar di dekat telinga Yunan Shu'er saat mendengar perkataan sang Zanzhu Ren Zuxian. Itu kutukan? Bukan, itu adalah titah dari takdir untuk dirinya. Sang Zanzhu Ren Zuxian tak memiliki kehendak untuk memberi kutukan pada orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya.
Yunan Shu'er tak dapat melakukan apapun karena ini memang salahnya. Hukuman itu sepertinya masih kurang untuknya karena telah menyebabkan kehancuran dari keluarganya sendiri.
Dan kini para penyerang itu hanya tinggal beberapa dengan pemimpinnya yang masih berdiri mematung melihat betapa kuatnya seorang Zanzhu Ren Zuxian.
Ye Qiunan tak dapat bergerak sama sekali saat pria berambut merah menyala itu berjalan mendekati dirinya. Dia bahkan terlalu takut untuk memberi serangan.
"Jangan, jangan mendekat!" serunya saat sedikit pikirannya terkumpul untuk menggerakkan tubuhnya yang kaku karena tekanan dari pria bersurai merah.
Ketakutan terkumpul menjadi satu saat akhirnya dia nekat kembali menodongkan senjata pada pemimpin klan yang masih bersimpuh lemas di dekatnya karena kekuatannya telah dilumpuhkan oleh lawan.
"Ku bilang jangan mendekat! Atau aku akan membunuh pria tua ini!"
Langkah Zanzhu Ren Zuxian terhenti seketika saat dirinya masih berjarak beberapa meter dari pria itu.
Ye Qiunan tersenyum sinis saat mengira jika tindakannya telah tepat untuk mengancam pria itu.
Tapi itu hanya bertahan beberapa saat. Pedang yang ia gunakan untuk menyandera Yunan Tripa malah meleleh. Dia tersentak saat tangannya yang memegang pedang ikut terasa panas, terbakar.
"Akh!" teriaknya cukup pilu. Tapi apakah ada yang iba? Tentu saja tidak. Dia adalah penjahatnya disini, dan sekarang dia tengah menerima hukuman.
__ADS_1
"Hiduplah! Itu adalah hukuman untukmu," ucap sang Zanzhu Ren Zuxian saat dirinya kembali mengibaskan tangannya. Dia menghancurkan pelatihan Ye Qiunan dan yang lagi-lagi membuat pria itu berteriak kesakitan.
Zanzhu Ren Zuxian lalu membuat sebuah portal dan melemparkan Ye Qiunan ke dalamnya. Tempat yang menjadi tujuan pria berjubah hitam itu akan selalu menjadi neraka untuknya. Dan hidup benar-benar adalah hukuman untuk Ye Qiunan.
Kini napas yang tersisa di lembah pegunungan abadi, tepatnya di lokasi si desa Yunan hanya tersisa empat hembusan.
Langit pun semakin bergemuruh dengan kemarahan. Itu adalah penanda kegagalan sang Zanzhu Ren Zuxian dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung. Tanggungannya benar-benar dimusnahkan dalam satu hari saat dirinya tidak ada.
Cahaya matanya meredup melihat pasangan ayah dan anak di depannya itu.
"Aku akan membawa kalian semua memasuki alam reinkarnasi lebih awal tanpa kehilangan ingatan masa ini. Hiduplah terpisah dan sembunyikan identitas kalian sampai nanti saatnya Tunas Baru yang akan menyatukan kalian semua."
Dia merentangkan tangannya menghadap langit yang lagi-lagi memunculkan sebuah portal besar yang membelah gumpalan awan hingga membentuk lingkaran raksasa di atas sana.
Perlahan jiwa-jiwa dari para anggota klan Yunan yang berupa serpihan cahaya naik menuju portal. Termasuk dua orang yang masih hidup itu. Mereka semua pasrah saat jiwa mereka terangkat dari raga yang mengakibatkan rasa sakit luar biasa. Akan tetapi keputusan sang Zanzhu Ren Zuxian adalah hal mutlak bagi anggota klan.
Saat semua jiwa itu naik hingga akhirnya menghilang dalam pusaran portal. Portal itu kembali tertutup rapat menyisakan gumpalan awan yang semakin menebal dan hitam. Benang-benang petir pun terlihat berkilat di sana seolah tengah mengumumkan peperangan.
"Uhuk!" Sang Zanzhu Ren Zuxian terbatuk mengeluarkan darah karena memaksa untuk membuka portal alam reinkarnasi untuk menyelamatkan klan Yunan.
Sosok kuda bersayap di belakangnya menghampiri berusaha menopang pria bersurai merah itu dengan moncongnya.
"Aku akan memberikan hukuman padamu sekarang," ucapnya. Dia meraih kepala kuda bersayap dan meletakkan tangannya tepat di tengah-tengah dahi kuda itu.
Perlahan cahaya keluar dari tangannya merembes menyelimuti seluruh tubuh si kuda bersayap.
Kuda bersayap itu mengecil dari waktu ke waktu hingga cahaya meredup dan menghilang.
Dia kini telah berbentuk sepasang liontin sayap yang terbuat dari perak.
Sang Zanzhu Ren Zuxian berkata, "Tanggung jawabmu adalah menjaga tempat ini sampai pemilik aslinya datang menghampirimu.
Setelah dia mengatakan hal itu. Dia segera membentuk segel pada liontin membuat benda itu menghilang dari tangannya beralih ke tempat seharusnya dia berada.
Kini hanya tinggal sang Zanzhu Ren Zuxian seorang di tempat itu. Dipandangnya langit yang semakin gelap.
"Hukuman atau kutukan?" tanyanya misterius.
Dia memejamkan mata saat petir merah melesat ke arahnya dengan kecepatan luar biasa.
Tanpa menghindar, petir itu segera menghantam tubuhnya keras.
Itu adalah petir kutukan untuk seorang Zanzhu Ren Zuxian yang melanggar kewajibannya. Dia yang gagal akan mendapat kutukan reinkarnasi sampai tugas yang diembannya selesai. Dia akan mati dan hidup berkali-kali di tubuh yang berbeda sepanjang putaran waktu.
__ADS_1
~o0o~
Sesi cerita END! Ada pertanyaan? :v