[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana

[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana
73-Membongkar Peti dan Mengeluarkan Bangkai


__ADS_3

Hari berubah malam. Zhu Moran yang antusias mengadakan perjamuan keluarga untuk merayakan kesembuhan putrinya untuk ... yang kedua kali, mungkin. Tapi kali ini memang lebih sederhana dari sebelumnya.


Hah, sebenarnya apa yang telah Liana lakukan. Dia entah kenapa kerap kali terbaring di tempat tidur, koma. Mungkin pria paruh baya itu mengeluh. Dia harus menjaga putrinya dengan lebih baik lagi setelah ini.


Sebenarnya dia tak tahu saja. Liana, sebelum jiwanya kembali dan menyatu, berapa kali dia menjadi sakit-sakitan? Berapa kali dia hampir mati? Dan berapa kali telah menjadi lumpuh? Dia tak tahu itu.


Dan sekarang setelah dirinya kembali, gadis itu masih menjadi sasaran rencana jahat orang-orang di sekitar ayahnya. Lalu Zhu Moran adalah orang yang kekurangan informasi tentang itu. Jika dia tahu, mungkin sudah menjadi frustasi dari awal.


Tapi saat ini, jauh dalam ekspresi antusiasnya, dia telah menandai beberapa orang. Yah, dia tak akan menjadi seorang Perdana Menteri jika begitu bodoh dalam menangani intrik dalam rumahnya sendiri.


Zhu Moran juga adalah orang yang waspada dan penuh pikir. Dia bahkan telah lama mencurigai orang. Namun belum ada bukti untuk menyeretnya keluar.


Dan Liana sendiri tahu jika Ayahnya itu bukanlah orang yang mudah. Maka dari itulah dia diam saja. Liana bertindak dari awal, tapi keputusan akhir dia serahkan pada Zhu Moran. Mereka tak pernah membicarakan hal ini, tapi diam-diam telah menyepakati sesuatu. Mungkin itu yang di sebut sebagai ikatan batin antara Ayah dan Anak.


Perjamuan keluarga itu hanya di hadiri oleh anggota keluarga saja dengan tambahan Wei Wuxian yang kini duduk bersebelahan, satu meja dengan Liana. Telaten memberi gadis itu dimsum dengan sumpit ke dalam piringnya seperti pasangan muda harmonis lainnya.


Menumbuhkan kecemburuan pada beberapa pasang mata yang melajang.


"Ekhem!" Suara dalam nan maskulin milik seorang pemuda yang tak lain adalah Zhu Wan Feng, dia memecahkan kaca keheningan dalam aula ruang makan.


Seluruh perhatian kemudian teralih padanya. Namun Wan Feng sama sekali tak menjadi gugup. Dia hanya segera mengalihkan pandangannya pada Wuxian sebelum beralih kembali pada sang Ayah yang duduk di tempat pertama.


Zhu Moran mengerti arti tatapan itu. Jadi dia hanya segera mengembangkan senyum saat tangannya mulai meletakkan sumpit kembali.


"Li'er?" panggilnya dan Liana langsung menoleh, tentu saja.


"Iya, Ayah. Kau ingin mengatakan sesuatu?" tanyanya sopan.


Zhu Moran mengangguk. "Kau sudah menjadi tunangan Yang Mulia Pangeran Ke-tiga dalam beberapa tahun. Dan sekarang umurmu sudah lima belas tahun, dua tahun lagi adalah waktu yang cocok untuk kalian menikah. Yang Mulia Kaisar telah mengirimi Ayah surat untuk mengundangmu sebagai murid kelas bangsawan tinggi di Akademi Kekaisaran."


Liana berkedip sebentar. Sebelum memandang senyum Wuxian yang tak pernah lepas saat memandanginya. Aah, mereka sebenarnya pasangan yang benar-benar intim. Entah kenapa Liana tiba-tiba mengingat adegan ... akh! Tolong lupakan. Itu hanyalah meminjami kekuatan spiritual. Yah, itu tidak berarti mereka benar-benar ber-cium-an, bukan begitu?

__ADS_1


Liana menggelengkan kepalanya ringan dan alami. Kembali ke dunia nyata, dia terfokus pada apa yang Zhu Moran sampaikan barusan.


Berbicara tentang Akademi Kekaisaran. Tempat itu seperti sekolah para bangsawan atau setidaknya berstandar orang-orang kaya di Kekaisaran Naga. Mempelajari tentang empat seni untuk perempuan dan enam seni untuk laki-laki. Juga beberapa tambahan Pelajaran Strategi, Perang, Senjata yang tak lupa pula dengan Kultivasi tentunya.


Yang seringnya menghasilkan bakat-bakat gemilang yang menjadi fondasi Kekaisaran di masa depan.


Tempat belajar impian para pemuda di seluruh wilayah Kekasaran Naga. Sebenarnya beberapa anggota Kekaisaran lain yang terkemuka juga belajar di sana.


Akademi itu bernama Yìlóngfēi 翼 龙飞. Secara harfiah, mereka berarti Sayap ( 翼 ) Naga ( 龙 ) Terbang ( 飞 ). Seperti namanya yang mewakili keagungan yang mengandung sedikit kesombongan dari Kekaisaran Naga, namun akademi ini memang layak diberi nama seperti itu.


Naga dalam kepercayaan masyarakat Benua Timur memang tidak memiliki sayap, namun mereka dapat terbang. Hanya saja Sayap ini mengartikan kekuatan, kebebasan dan kekuasaan sang Naga yang dapat terbang dan menjadi penguasa langit dan daratan.


Para lulusan dari akademi semuanya adalah orang-orang berbakat di setiap bidang seluruh negeri. Entah itu politik, militer, dan sastra, mereka semua menjadi orang-orang penting bagi Kekaisaran dan lumayan berpangkat.


Itulah mengapa Akademi Yìlóngfēi benar-benar populer dan memiliki reputasi yang baik. Dan itu juga yang membuat Kekaisaran Naga menduduki posisi kedua dalam kekuatan dan kekuasaan di Benua Timur, hanya setelah Kekaisaran langit.


Liana kembali mengamati sekitar sebelum berhenti kembali pada wajah Ayahnya. Dia mengangguk kemudian menjawab dengan tenang. "Itu tak masalah, aku akan ikut. Lagipula aku tak bisa mempermalukan Ayah dan Xian gege."


Entah ada yang sadar atau tidak, suasana di dalam ruangan itu menjadi sedikit tegang.


"Ah ya, satu lagi, Li'er. Aku telah menemukan apa yang berada di mangkuk sup kacang yang kau makan kemarin lusa."


Semua orang serentak mengehentikan kegiatan makan mereka saat mendengar perkataan Wan Feng. Waktu yang tidaj tepat.


Wajah Wen Canran sudah memucat, sedangkan Yuan Feihua, tangannya terkepal di bawah meja, meremas gaunnya. Akan tetapi wajahnya masih menunjukkan ketenangan.


Yah, dua pelaku memang sudah Liana ketahui dari awal. Inilah yang ia sebut sebagai "Membongkar peti dan mengeluarkan bangkai." Dia ingin mengungkapkan kejahatan mereka sekaligus setelah mengumpulkannya.


Bermain dengan pion orang lain, Liana ingin mengetahui siapa orang berkuasa dibalik rencana kedua wanita itu. Dan sebenarnya apa tujuan mereka dari awal? Mereka pernah menjalankan skema untuk membunuh Wei Xiening, atau ... mereka sengaja membuatnya menghilang. Tapi lebih dari itu, Liana masih dapat melihat keserakahan di mata mereka.


"Wen Canran, Yuan Feihua. Kedua wanita ini tidak layak diberi ampunan. Terlepas apakah mereka hanyalah orang suruhan, tapi mereka melakuka tugas keji itu dengan senang hati." Liana membatin. "Benarkah? Apa yang kau temukan, kakak?" tanyanya.

__ADS_1


Sebenarnya dia bukan orang yang suka berakting, hanya saja perlu untuk mengikuti gaya permainan musuh untuk menemukan kelemahannya dan kemudian mengalahkan mereka dengan itu. Keluar dari garis sesekali tak masalah, bukan?


Wan Feng sedikit menarik bibirnya. Rencana mereka memang seperti ini. Mencari bukti dengan diam-diam dan membukanya di waktu yang tepat.


Lalu Zhu Moran, mata pria paruh baya itu sedikit menyipit melihat putra-putrinya yang sepertinya telah bersekongkol untuk melakukan sesuatu. Baik, mari lihat sampai mana kemampuan mereka. Jadi dia diam saja saat mengangkat cangkir berisi anggur di atas mejanya, namun tidak meminumnya. Meski pun dia mempercayai kedua anaknya itu, dia masih tetap khawatir.


Tapi setelah itu dia melirik satu tamu yang lain, Wei Wuxian masih di tempat. Sepertinya kurang baik untuk mendengarkan permasalahan keluarga mereka.


Wuxian merasakan pandangan seseorang mengarah padanya. Dia lalu balik menatap Zhu Moran, tersenyum seolah mengerti apa yang ada dipikiran Zhu Moran dan berkata, "Paman, Li'er adalah Permaisuriku di masa depan. Keselamatannya juga merupakan tanggung jawabku. Biarkan aku mendengarkan. Lagipula, kejahatan seperti menaruh racun di makanan bangsawan, apalagi itu masih orang dari keluarga Kekaisaran adalah pelanggaran yang berat. Istana juga harus mengetahui siapa dalangnya. Mereka yang melakukan itu akan dihukum seringannya adalah penggalan." Setelah mengatakan hal itu, kebijakan dan kemuliaan Wei Wuxian nampak berlipat ganda yang bahkan membuat Liana berkedip beberapa kali dan menatap kosong padanya.


Ah, begitu tenang mengatakan hal-hal kejam. Bukan hanya Liana, tapi semua orang baru tahu jika sang Pangeran yang dirumorkan sebagai idiot tak berguna ini memiliki sisi yang mengerikan juga.


Sejenak, bulu kuduk beberapa orang meremang. Bahkan para gadis-gadis--saudari tiri Liana--Zhu Weiling dan Zhu Yuxia sedari tadi tak banyak bicara.


Lupakan soal saudara lelakinya yang lain, Zhu Lianhu dan Zhu Wuxia, mereka tak ada di rumah dan masih pergi belajar di akademi. Meski pun keduanya hanyalah anak selir, tapi mereka adalah laki-laki. Yah, kesenjangan gender memang masih begitu kuat di masa ini.


Tapi kemudian, Liana diam-diam mengulum senyumnya dalam hati. Memiliki seseorang yang lebih berkuasa di sisinya juga tidaklah buruk. Setidaknya sebagai tambahan kartu truf di tangannya dan menjadi lebih kuat. Dia menghargai itu.


Pandangan kembali beralih pada Wan Feng yang kini tengah bersiap melaporkan hasil penyelidikan. Sebenarnya perjamuan itu sudah berakhir beberapa waktu lalu, jadi ini adalah waktu yang cukup tepat untuk mengungkapkan hal-hal terkait dengan kasus yang terjadi.


Segera dua orang berpakaian pengawal masuk ke dalam ruangan membawa sesuatu yang terbungkus di tangan.


Lalu di belakang mereka terdapat seorang Tabib muda yang juga berjalan lebih tenang. Dia tak lain adalah Tabib Han, tabib yang tempo hari membantu Zhu Moran untuk memeriksa keadaan Liana.


Dia sebenarnya mengajukan diri untuk bersaksi. Sebab hari itu juga pernah bertemu dengan Wan Feng dan menceritakan hal seperti yabg ia ceritakan pada Zhu Moran. Itulah mengapa kecurigaan pemuda itu pada selir ayahnya menjadi sebuah keyakinan jika mereka adalah pelaku yang menyakiti adiknya.


Wan Feng berdiri menghampiri kedua pengawal yang berada di tengah-tengah aula ruang makan itu. Kemudian membuka penutup kain dari salah satu benda yang mereka bawa.


Itu adalah beberapa kotak berisi herbal yang kemarin Wen Canran berikan pada Liana. Sebenarnya tidak jadi dikembalikan Ling namun malah tersangkut di tangan Wan Feng.


"Tabib Han, bisakah kau menjelaskan apa ini?" tanya Wan Feng dengan nadanya yang begitu datar, lalu tenang dan tenang.

__ADS_1


~o0o~


Efek sering baca novel terjemahan.... hehe, mungkin ada beberapa kalimat yg terdengar aneh.


__ADS_2