![[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana](https://asset.asean.biz.id/-reinkarnasi--sayap-takdir--zhu-liana.webp)
Liana terdiam memandang seekor hewan aneh dengan bulu putih di depannya. Ya, aneh menurut Liana.
Sejak keluar dari Dimensi Sayap Kembar beberapa waktu lalu, Shiro mengambil wujud kecilnya untuk mengikuti Liana. Dia terlihat seperti anakan kuda yang terlahir prematur menurut Liana, karena ukurannya hanya sebesar kucing dewasa. Bisa dibilang saat ini Shiro malah seperti kuda mini yang menggemaskan.
Liana bahkan tak berkedip melihatnya. Dia terlihat sangat ingin memegang makhluk putih dengan bulu yang terlihat begitu lembut tapi dia masih menahannya.
"Tuan?" panggil Shiro dengan suara maskulinnya. Nadanya bahkan terdengar heran karena Liana terus memperhatikannya dengan mata berbinar.
Hal itu membuat keinginan Liana untuk memegangnya goyah begitu saja. Dia bahkan tadi sempat membayangkan suara manis anak kecil dari sana, tapi ... ya sudahlah.
Ah, perlu diketahui. Meski dirinya adalah seorang Jenderal yang ditakuti dengan segala ketegasannya, tapi Liana juga memiliki sebuah rahasia. Yap! Dia menyukai hal-hal yang menggemaskan. Lagipula dia masih tetaplah seorang perempuan, bukan? Sifat-sifat dan kodratnya sebagai perempuan tentu saja tak bisa menghilang begitu saja meski dirinya terkenal ganas di medan perang yang bahkan melebihi keganasan para Prajurit laki-laki.
Liana menghela napasnya kecewa. "Baiklah, ayo keluar! Mereka pasti sudah menunggu." Dia meraih tubuh kecil Shiro dan membawanya di gendongannya.
Saat dia merasakan bulu putih itu bersentuhan dengan kulitnya, itu tak bisa tidak membuatnya senang. "Sangat lembut," gumamnya dengan rona merah diwajah. Dia menyukai sensasi itu hingga membuat senyumannya seketika mengembang. Sepertinya Liana memang menyukai bulu lembut Shiro.
Liana membuka pintu ruangan yang dibuat di dekat kamarnya oleh ayahnya dulu untuk berkultivasi. Sebenarnya biasa bagi para kultivator bangsawan untuk membuat ruangan khusus seperti itu sedari mereka mulai pelatihan. Ruangan itu biasanya disebut sebagai Jingshi yang berarti Kamar Sepi.
Ya biasanya memang berguna untuk berkultivasi bagi kultivator dan belajar bagi para Sarjana.
Liana terkejut saat melihat tiga orang telah menyambutnya dengan senyuman yang mengembang manis dan hangat di depan pintu. Dia juga balas tersenyum pada ketiganya yang tak lain adalah sang Ayah-Zhu Moran, kakaknya-Wan Feng, dan Ling.
"Selamat datang, Li'er!"
"Haha adikku, selamat datang!"
"Nona Muda ...."
Ketiganya benar-benar menyambut kedatangan Liana dengan suka cita membuat hati Liana menghangat. Yah, kehangatan seperti ini sangat jarang dia rasakan. Dia benar-benar bersyukur karena bisa sampai di dunia ini. Dia sangat berterimakasih pada Ibunya, Wei Xiening. Berterimakasih pada keberadaan yang selama ini tidak pernah dia yakini, namun sekarang dia percaya bahwa keberadaan itu ada, Takdir. Dia benar-benar bersyukur.
__ADS_1
"Ya, aku kembali," ucapnya dengan senyuman yang mengembang dan terlihat begitu bahagia.
~o0o~
"Li'er, kau makanlah yang banyak, Nak. Berkultivasi begitu lama pasti membuatmu lapar, bukan? Ini makanlah ...."
"Ya, Li'er ... lihatlah badanmu sekarang begitu kurus."
Liana tidak tahu apakah dia harus tertawa atau menangis menyaksikan kehebohan dua laki-laki berbeda umur yang menyandang sebagai ayah dan kakaknya itu.
Lihatlah sekarang! Mangkuk kecil di depannya telah penuh dengan tumpukkan nasi juga lauk-pauk yang Liana tidak tahu apakah dia bisa menghabiskan semuanya.
Hu um, saat ini Liana, Zhu Moran dan Wan Feng tengah makan bersama di sebuah gazebo tempat tinggal Liana yang dikelilingi kolam teratai dengan ikan-ikan cantik sebagai penghuninya.
"Ayah, Kakak. Sudah cukup, ini terlalu banyak," keluhnya saat sang Ayah terus menambahkan makanan pada mangkuknya, begitu pula dengan Wan Feng yang tidak mau kalah memberikan kasih sayang pada sang adik.
"Tidak, Li'er. Kau harus makan lebih banyak agar tubuhmu berisi. Karena kau telah kembali menjadi kultivator, asupan yang dibutuhkan oleh tubuhmu akan meningkat lebih banyak beberapa kali. Ini masih belum cukup." Zhu Moran menerangkan pada putri kecilnya itu.
Begitu pula dengan Wan Feng yang terus memperlihatkan senyumnya yang cerah saat dia terus mengoceh pada Liana bagaimana seharusnya dia berlatih fan memperkuat diri.
Suasana dalam ruangan itu begitu hangat dengan diisi oleh canda gurau dan gelak tawa keluarga itu.
Mereka bahkan mengabaikan beberapa penghuni Manor yang saat ini tengah mengalami mendung dalam hati mereka.
"Ah, ya. Ayah akan memberitahu kalian bahwa dua hari dari sekarang adalah hari Perburuan Musim Semi yang selalu di adakan setiap tahun oleh Kekaisaran. Pagi tadi telah di umumkan dalam rapat oleh Yang Mulia Kaisar. Semua bangsawan dan juga muda-mudi dari berbagai klan juga murid-murid sekte maupun akademi yang ada di Kekaisaran Naga akan berpartisipasi. Acara tahun ini akan menjadi yang terbesar dari tahun-tahun sebelumnya. Jadi Ayah hanya ingin kalian untuk berhati-hati nanti."
Setelah menjelaskan mengenai hal tersebut, ekspresi Zhu Moran terlihat begitu gelisah. Dia sebenarnya agak ragu mengenai hal ini, firasatnya sebagai seorang ayah merasa akan terjadi sesuatu pada anak-anaknya nanti.
Liana dan Wan Feng terdiam menunggu kelanjutan kalimat yang akan disampaikan sang Ayah.
__ADS_1
Sambil sesekali mengunyah roti kering dan menyesap teh di cangkir kecil. Mereka berdua melakukannya berbarengan dan begitu kompak dengan raut wajah serius disana.
Tapi Liana sesekali memberikan roti kering pada Shiro yang kini meringkuk di pangkuannya dengan wujud kuda mini. Sedari tadi dia memang sudah disana terdiam patuh pada majikan yang sedang berusaha memanja dirinya meskipun rasa kurang nyaman itu ada, tapi dia tidak mungkin melawan Tuannya, bukan? Atau hukuman kontrak menantinya.
Sebagai makhluk Mitologi yang agung, dia merasa agak dilecehkan dengan perlakuan Liana. Apalagi dia seorang laki-laki dewasa sebagai wujud aslinya. Meringkuk dipangkuan seorang gadis membuatnya merasa sangat canggung dan aneh. Tapi lagi-lagi tapi .... dia hanya bisa menangis dalam hati tanpa mengeluarkan banyak ekspresi.
"Perburuan Musim Semi?" Liana mengulang kalimat itu dengan nada bertanya.
Dia tidak pernah mengikuti acara itu karena memang selama ini orang-orang mengetahui Nona Muda Ke-dua Zhu itu memiliki penyakit parah yang tak mungkin ikut dengan acara-acara seperti itu karena selalu mengurung diri dalam kediamannya. Lagipula dia telah lama dikenal sebagai sampah, jadi wajar saja dia tidak mengetahui tentang acara Perburuan Musim Semi. Dalam ingatan separuh jiwanya pun tidak ada yang membahas tentang hal itu. Dia hanya samar-samar mengetahui kegiatan ini pada ingatan masa kecilnya. Itupun dia memang belum boleh berpartisipasi karena ketentuan batas umur. Jadi secara kasar, dia memang tidak mengetahui apapun tentang Perburuan Musim Semi.
Wan Feng menepuk pundak Liana mengerti ketidaktahuan adiknya itu. Dia kemudian menjelaskan apa itu Perburuan Musim Semi.
Perburuan Musim Semi adalah kegiatan tahunan Kekaisaran Naga sebagai bentuk syukur kepada Langit karena telah dilimpahkan kesuburan, kehidupan, dan kesejahteraan pada Kekaisaran. Acara ini telah diadakan secara turun-temurun sejak Leluhur pertama menjadi seorang Kaisar.
Dalam acara tersebut, para muda-mudi dari berbagai kalangan yang sudah disebutkan Zhu Moran tadi akan berlomba-lomba mencari binatang ajaib baik itu binatang iblis maupun hewan roh untuk menjadi buruan mereka.
Ada sistem perolehan poin juga yang nanti menentukan siapa yang menjadi pemenang. Penjumlahan poin di hitung seberapa banyak seberapa kuat binatang ajaib yang ditangkap.
Partisipan bisa menangkap buruannya baik dalam keadaan hidup maupun yang telah mati.
"Dan terakhir, pemenangnya akan mendapatkan hadiah langsung dari Paman Kaisar," terang Wan Feng mengakhiri penjelasannya.
Liana mengangguk mengerti mendengar penjelasan Wan Feng yang sangat rinci.
Zhu Moran menghela napas melihat kedua buah hatinya dari mendiang istri tercintanya itu.
"Tapi tahun ini acara Perburuan Musim Semi agak sedikit berbeda. Yang Mulia Kaisar berniat untuk mengundang Kekaisaran lain untuk ikut berpartisipasi di dalamnya. Meski Kekaisaran kita tidak memiliki musuh secara terang-terangan dan hubungan antara Kekaisaran lain juga tidak buruk. Tapi siapa yang tahu akan selalu ada orang yang memiliki niat jahat."
~o0o~
__ADS_1
Untuk Chapter ini .... Ya udah lah, no komen... tapi kalian yang mesti komen yap! KRITSAR selalu diterima....
See U next Update... Ehehe...