[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana

[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana
18-Dantian Sunyi


__ADS_3

Mohon Maaf Jika Narasinya Lebih Banyak!


*****


Liana tak membantah perkataan sang Ayah karena itu memanglah kebenaran. Tidak ada yang tahu bagaimana hati orang lain bekerja.


Dia juga mengerti bagaimana kekhawatiran Zhu Moran. Ayahnya itu adalah pejabat tinggi di istana. Meski terbilang sebagai berkat tapi juga lebih banyak mengandung bahaya. Apalagi dia adalah tangan kanan Kaisar itu sendiri dan posisinya juga hampir menyamai sang Kaisar Naga dalam pemerintahan.


Banyak orang yang berlomba-lomba untuk menyingkirkannya. Apalagi setelah putranya, Wan Feng unjuk diri di Kemiliteran. Membuat orang semakin gencar untuk menjatuhkannya bersama keluarganya. Karena kedudukannya semakin membahayakan bagi mereka-mereka yang memiliki keserakahan.


Dan yah, mengenai Perburuan Musim Semi, ajang ini bisa jadi menjadi kesempatan bagi orang-orang itu untuk menurunkan eksistensi maupun menjatuhkannya lewat anak-anaknya nanti. Atau bisa dikatakan sebagai sarana untuk melemahkan fondasi Kekaisaran jika itu dilakukan oleh Kekaisaran lain.


Jadi wajar saja jika Zhu Moran sangat mengkhawatirkan mereka. Bahaya di rumah saja mampu menghilangkan nyawa, apalagi du luar rumah.


Kekuatan dan kekuasaan adalah dua hal yang paling diinginkan semua orang. Tapi kedua hal itu pula yang paling mudah membunuh orang.


"Ayah terlalu gelisah. Tenanglah, aku yang akan menjaga Li'er nanti disana. Aku juga bisa membawa beberapa pengawal terlatih bersamaku. Ayah, tak perlu terlalu khawatir." Wan Feng berusaha menenangkan Ayahnya.


Dia mengerti perasaan Zhu Moran. Dia juga bekerja di Istana sama seperti Ayahnya. Dan sudah sering sekali melihat intrik kotor orang-orang di dalamnya. Juga sangat sering pergi ke medan perang, bagaimana mungkin dia tidak tahu mengenai bahaya itu nanti.


Dia kemudian melirik Liana yang masih terlihat begitu tenang menyuapi hewan aneh di pangkuannya dengan camilan seolah tidak mendengarkan apa yang baru saja mereka perbincangkan, itu membuat Wan Feng mengerutkan keningnya. Adiknya itu sepertinya tidak terlalu perduli.


Tapi Wan Feng tidak tahu jika saat ini Liana sedang berpikir keras dalam benaknya.


Harta, tahta, dia tak membenci kedua kata itu. Hanya saja Liana selalu menyayangkan orang-orang yang memilikinya, dan orang-orang itu juga termasuk dirinya. Dia pernah memiliki kekuasaan, dia juga memiliki kekayaan. Tapi dia malah berakhir dengan menyedihkan.

__ADS_1


Seandainya bisa memilih, dia ingin sekali terlahir sebagai orang biasa. Hidup di rumah sederhana bersama keluarganya, berkebun dan bertani, juga berbincang-bincang dengan bahagia setiap hari. Keinginannya begitu sederhana namun itu sulit diwujudkan.


Dunia ini keras, keras bagi orang-orang lemah yang tidak mau berusaha. Tak ada yang namanya keadilan jika keadilan itu tidak diciptakan sendiri.


Dan dunia seperti ini adalah tempat orang-orang bersiasat, tempat orang-orang beradu dengan kecerdasan juga kekuatan. Tempat orang-orang untuk saling menjatuhkan dan saling memusnahkan, sangat mengerikan. Haih!


"Ayah, aku akan menjaga diri dengan baik. Lagipula ada kakak bersamaku dan juga sekarang aku sudah berlatih kembali. Simpan kekhawatiran Ayah." Liana juga meyakinkan sang Ayah.


Liana itu kuat, bahkan dia juga tidak tahu sekarang dia telah berada ditingkatkan mana karena metode kultivasinya yang agak berbeda dengan orang lain. Dalam manual yang ditinggalkan sang Ibunda, tidak dijelaskan mengenai hal itu. Meskipun sebenarnya Liana tahu tingkat kultivasi di dunia ini, tapi tingkatannya benar-benar tak terbaca. Aneh!


Tapi Shiro pernah memberitahunya bahwa Manual yang dia gunakan juga istimewa, sama seperti Liontin Perak yang ia miliki, segala sesuatu yang ditinggalkan Wei Xiening adalah benda-benda yang sangat berharga dan langka. Manual itu bernama Tujuh Lapisan Langit. Memungkinkan penggunanya menggapai Langit jika mengeluarkan seluruh potensi pada diri Pengguna. Yang artinya teknik kultivasi yang Liana gunakan bukan lagi teknik kultivasi biasa yang sering digunakan kultivator pada umumnya, tekniknya telah menjadi Teknik Kultivasi Dewa.


Hanya saja Liana tidak mengetahui itu karena Shiro memang tidak menjelaskan padanya. Dan juga Liana tidak begitu perduli, asalkan dia bisa menjadi kuat dan dapat melindungi orang-orang terdekatnya, tidak masalah dengan teknik apapun yang dia gunakan.


Liana juga mengetahui bahwa sesuatu dalam tubuhnya berbeda dari yang lain. Dantiannya!


Liana kembali mengingat saat pertama kali dia membentuk kembali Dantiannya di ruang Dimensi Sayap Kembar setelah Shiro membuka Segel Takdir yang mengekangnya.


Sayangnya ada kecacatan lada Dantian Liana hingga membuatnya harus kembali membentuk Inti Langit tubuhnya itu.


Rasa sakit saat mengukir sedikit demi sedikit Dantiannya benar-benar tak terkatakan. Liana merasa seolah-olah seluruh tubuhnya diremukkan, dan jiwanya dikikis perlahan-lahan.


Berkali-kali dia mengerang, berteriak keras karena tidak dapat menahan sakitnya yang semakin menjadi seiring dengan terbentuknya Dantian.


Bahkan dia tidak perduli dengan darah yang keluar dari tujuh lubang kepalanya. Dia hanya terus berkonsentrasi pada rasa sakit dikala dia juga harus fokus membentuk Dantian barunya.

__ADS_1


Dan proses itu cukup memakan waktu. Satu hari satu malam berlalu sampai Dantian Liana terbentuk sempurna.


Saat dia mengetahui jenis Dantiannya saat itu, dia benar-benar terkejut. Apalagi Shiro, itu mungkin pertama kalinya dia menampilkan sedikit reaksi meskipun hanya mengangkat alisnya kurang dari satu detik lamanya.


"Dantian Sunyi!"


Saat Shiro menyebutkan nama Dantian yang dimilikinya, otak Liana secara refleks mencari data dalam ingatannya.


Wei Xiening selaku ibunya pernah memberitahunya tentang jenis-jenis Dantian langka. Salah satunya yang terlangka adalah Dantian Sunyi. Hanya terbentuk dalam puluhan ribu tahun sekali.


Selain langka, Dantian Sunyi juga sangat aneh. Pemilik dari Dantian Sunyi tidak akan memiliki Akar Roh barang setengah pun, tapi mereka bisa mengendalikan semua elemen yang ada.


Dan lagi-lagi aneh, elemen yang mereka kendalikan tidak akan memiliki rupa alias transparan. Tapi akan berefek sama sebagaimana halnya elemen yang digunakan untuk menyerang atau sebagainya. Itu adalah salah satu kelebihan Dantian Sunyi dalam pertempuran. Musuh tidak akan mengetahui jika pemilik telah menyerang.


Yah, itu hanya salah satunya. Belum lagi kelebihan lain yang belum Liana ketahui. Dan saat itu entah kenapa dia merasa takut pada dirinya sendiri.


"Li'er!"


Liana membuyarkan lamunannya saat namanya dipanggil Zhu Moran. Dia membalik pandangannya dan menoleh ke arah pria paruh baya itu. Dan setelah itu Liana menghela napasnya.


"Ayah, aku ingin keluar untuk mencari perlengkapan berburu untuk dua hari mendatang. Biarkan Kakak bersamaku. Ayah mengizinkan diriku?"


Dua laki-laki berbeda umur itu tersentak mendengar permintaan Liana yang tiba-tiba. Tidak biasanya dia berinisiatif sendiri untuk keluar dari kediaman. Tetapi Zhu Moran tetap mengizinkan Liana karena putrinya itu akan ditemani putra pertamanya. Hatinya cukup lega.


Dan Wan Feng juga mengiyakan saja, dia dengan senang menggandeng tangan Liana pergi meninggalkan sang Ayah di tempat itu untuk menyuruh Liana segera bersiap. Mereka akan pergi ke pasar, tempat dimana seluruh barang yang mereka inginkan ada.

__ADS_1


Maka jadilah pasangan kakak beradik itu pergi.


~o0o~


__ADS_2