[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana

[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana
49-Lelang Rakyat


__ADS_3

"Ooh, itu sebabnya kenapa sekarang Xian gege lah yang menjadi sosok Zanzhu Ren Zuxian," gumam Liana sambil mengangguk-anggukan kepalanya mengerti. "Haah, pasti melelahkan jika terus hidup seperti itu." Dia menghela napasnya ikut lelah memikirkan takdir rumit pria bersurai merah itu.


Sedangkan Wuxian sendiri hanya tersenyum pahit mengingat kegagalannya di masa lalu. Saat itu dia memang masih lemah untuk ukuran seorang Leluhur Pelindung. Tapi gagal tetaplah gagal, tak ada yang dapat memungkirinya. Yang akhirnya kutukan reinkarnasi masih bersemayam bersama jiwanya.


Wuxian menyesap teh dari cangkir di depannya. Ssst! sebenarnya itu milik Liana. Tapi gadis itu sedari tadi hanya fokus mendengarkan cerita darinya. Jadi lah dia yang meminumnya sekarang.


"Ah, tunggu dulu! Berarti kau bukan manusia?" Mata Liana membulat saat dirinya baru menyadari itu di akhir cerita.


Wuxian mengangkat sebelah alisnya. "Maka anggap saja begitu," ujarnya santai tanpa memperdulikan wajah gadis itu yang seolah mengatakan, 'Jika bukan manusia, lalu kau ini apa?' Begitu lah kira-kira.


Wuxian menghela napasnya. "Aku terlahir karena sebuah takdir. Menurutmu aku ini apa, Nona Muda Zhu Liana?" Nada bicaranya terdengar sedih, terselip keluh keputusasaan.


Ah! Liana tersentak mendengar perkataan pria itu. Sepertinya dia menanyakan hal yang salah dan dia tidak tahu bagaimana cara menghibur seseorang.


"Kau adalah Xian gege." Akhirnya dia hanya mampu mengungkapkan isi pikirannya ... dengan wajah serius.


Pandangan pria bersurai merah itu semakin dalam saat senyum akhirnya terbit kembali di bibirnya. Karena dia ... hatinya merasa hangat.


Gadis itu benar. Bagaimana dia bisa melupakan ucapannya sendiri? "Aku adalah Xian dan Xian adalah aku. ...."


Dia adalah Wei Wuxian, Pangeran Ke-tiga Kekaisaran Naga serta tunangan gadis serba putih di depannya ini. Setidaknya untuk sekarang ini, itu lah dirinya terlepas apakah dia seorang Zanzhu Ren Zuxian atau bukan.


"Ah ya. Lalu, ini belum menjawab pertanyaan keduaku, mengapa kau selalu memanggil Shiro dengan sebutan Zuihou De Houyi? Dan apa yang dia perbuat sehingga sang Zanzhu Ren Zuxian menghukumnya? Ah mungkin lebih tepat dikatakan mengurungnya."


Mata Liana berpindah-pindah dari melihat Wuxian, Shiro hingga akhirnya berhenti pada Liontin kalung perak dengan bentuk sepasang sayap yang selalu bersemayam di lehernya. Dia memandangi benda itu dengan aneh. Benda kecil seukuran telapak bayi itu berisi Dimensi Sayap Lembar miliknya. Mungkin tepatnya adalah perwujudan Shiro sang Pegasus saat berada di masa hukuman.


Wuxian juga melirik ke arah Shiro. "Apa kau ingin mengatakan sesuatu?" tanyanya pada makhluk cantik berambut putih itu.


Melihat Shiro terdiam dalam keraguan, Wuxian kembali bersuara. "Katakanlah! Lagi pula itu adalah masalalu yang tak dapat kau ubah."


Shiro menyerah, dia menghembuskan napasnya perlahan sebelum akhirnya bercerita kepada Liana.


Dia menerawang kembali masa lalu yang pahit. Kasusnya sebenarnya hampir sama dengan Klan Yunan. Rasnya, Pegasus diburu dan dimusnahkan. Entah itu untuk diambil jantung, inti binatang, akar roh, atau pun dijinakkan untuk dijadikan hewan kontrak.


Sayangnya Ras Pegasus adalah ras Hewan Roh yang angkuh. Mereka merasa sangat hebat karena terlahir sebagai Binatang Mitologi, lebih baik mati dari pada menjadi budak manusia.


Begitulah akhirnya, sehebat apapun mereka ... manusia adalah makhluk yang lebih cerdas dan licik dari apa pun. Ras Pegasus perlahan menjadi langka hingga akhirnya punah karena terus diburu.


Dan itulah masalahnya, hanya Shiro yang tersisa ketika itu. Dia yang masih seumuran remaja untuk ukuran seekor hewan merasa dendam terhadap manusia.


Dia dengan gencar menyerang desa-desa manusia dan mengobrak-abriknya, mencoba untuk memusnahkan mereka seperti halnya mereka memburu Ras nya. Sayangnya jumlah manusia sangatlah banyak, selama bertahun-tahun terus melakukan hal itu dengan dendam yang semakin dalam hingga akhirnya bertemulah ia dengan sang Zanzhu Ren Zuxian.


Beberapa kata dari sang Pelindung Leluhur dan pelajaran keras membuatnya tersadar. Karena dendam yang ia emban sungguh percuma, Rasnya tak akan pernah kembali.


Dia akhirnya menerima takdir dan menjalani hukuman, terkurung dalam kesendirian sebagai penjaga Dimensi Sayap Kembar hingga sang pemilik muncul.

__ADS_1


Yah, gadis yang ia sebut sebagai Tuannya inilah yang telah membebaskannya dari belenggu kesepian yang hampir menyingkirkan emosi dan perasaannya.


Hukuman itu? Terkurung selama ribuan tahun dalam dimensi dengan kesendirian dan kesepian membuatnya lupa bagaimana caranya berekspresi. Itulah kemana seorang Shiro selalu menampakkan raut datarnya hampir di segala situasi.


Mungkin baru-baru ini dia dapat sedikit demi sedikit menampilkan hal yang telah dia lupakan sejak lama itu. Karena kehadiran Liana, karena gadis itu dirinya kembali merasa hidup. Karena Tuannya, karena majikannya. Itu saja membuatnya bersyukur dalam rasa hangat di hatinya yang selama ini tak pernah sekali pun dia rasakan.


Sang Pemilik Sayap Takdir adalah seorang yang dapat mengubah takdir orang-orang yang berada di dekatnya.




"Hoaam!" ... "Haaah, kanapa aku menjadi pemalas seperti ini?" gerutu Liana setelah dirinya menguap bosan.



Ini sudah tiga hari semenjak dirinya berkunjung ke Sekte Menara Langit dan bertemu dengan sosok Wuxian yang sebenarnya adalah reinkarnasi seorang Zanzhu Ren Zuxian.



Semua pertanyaan yang ingin ditanyakan telah ia tanyakan dan mendapat jawabannya. Meski ada beberapa hal yang masih belum ia mengerti, tapi kurang lebih dia telah memahami siapa dirinya. Jika nanti memang ada yang ingin dia tanyakan, maka dia akan mengahmpiri Wuxian untuk menanyakannya atau dia bisa bertanya juga pada Shiro yang setengah maha tahu itu.




Ingatnya itu adalah penebusan dari sikap lalainya terhadap Liana yang sampai membuat sang Nona Muda diculik dan terjatuh dalam keadaan koma.



Dia ingat jelas bagaimana pertama kali dirinya menemukan Liana dengan kondisi yang amat mengenaskan, sekarat dan hampir mati. Betapa bersalahnya ia saat itu. Jika saja waktu itu dia ada di dekat Liana bukan malah mengunjungi keluarganya yang ada di desa, mungkin sang Nona Muda tak akan berakhir kesakitan.



Tapi sisi baiknya, Liana malah sembuh dari kebisuan meski beberapa waktu lalu dia sempat kehilangan ingatannya. Tapi Ling bersyukur Nona\-nya selamat dan masih hidup dengan baik sampai saat ini.



"Ling, apa yang harus ku lakukan? Rasanya bosan sekali disini." Suara Liana membuyarkan lamunan Ling.



Dia masih dapat mendengarnya karena suara gadis serba putih itu memang sedikit keras.


__ADS_1


Ling maju dua langkah mendekati Liana. "Apa Nona ingin berjalan\-jalan? Ku dengar di pasar ada beberapa barang bagus, dan juga mungkin Nona akan tertarik dengan acara lelang rakyat hari ini."



"Lelang?" tanya Liana.



"Iya, setiap akhir musim semi, pasar ibu kota akan selalu mengadakan lelang murah selama satu pekan ke depan. Acara itu diperkenankan untuk para rakyat dengan kondisi finansial menengah dan bawah. Karena transaksi lelang hanya menggunakan barter, bukan dengan mata uang koin. Tapi para bangsawan juga boleh ikut dalam lelang. Hanya saja kebanyakan dari mereka memiliki gengsi tinggi untuk bergaul dengan rakyat biasa," jelas Ling panjang lebar membuka minat Liana. Tapi di kalimat terakhir nadanya memiliki sedikit ejekan.



Sepertinya Ling kurang suka terhadap para bangsawan. Tapi gadis pelayan berusia 25 tahun itu malah sangat loyal padanya. Aneh.



"Sepertinya menarik? Ling, ayo bersiap! Aku akan meminta izin pada Ayah lebih dulu."



Tak memikirkan hal\-hal lagi, Liana segera berdiri dari posisi malasnya. Gadis itu menepuk\-nepuk pakaiannya yang ditempeli debu. Segera setelah itu dia melenggang pergi diikuti Ling dibelakangnya yang terus mengekori bagai anak ayam yang mengikuti induknya.



Keduanya berjalan menuju kediaman Zhu Moran.



~o0o~



**Oke, sebenarnya untuk Shiro, aku awalnya berencana membuatnya sebagai seorang Tuan Muda bangsawan yang mendapat kutukan menjadi seekor kuda bersayap putih, Pegasus**.



**Hanya saja, aku kembali mikir lagi sama julukannya Zuihou De Houyi \(Keturunan Terakhir\). Jadi gitu deh, biar nyambung aja. Maka ku bikin dia memang jadi Pegasus terakhir yang masih hidup**.



So, maaf lagi karena kemarin nggak up! Alasannya ya, KUOTAKU ABIIIIIS 😭😭\(Ssst! sebenarnya kuota punya adek ku sih, aku cuma numpang Terathering... hihihi



Sudah ya, tunggu episode berikutnya sebagai penebusan... See U bye bye!

__ADS_1


__ADS_2