![[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana](https://asset.asean.biz.id/-reinkarnasi--sayap-takdir--zhu-liana.webp)
Setelah berbicara dengan ayahnya, Liana memilih untuk kembali ke halamannya sendiri. Merenung, dan beberapa saat kemudian, Ling mendatanginya dengan informasi di tangan.
Liana memandang Ling sekejab sebelum akhirnya dia mulai bertanya, “Apa yang kau dapatkan?”
Ling sendiri dengan patuh menjawab, dia mulai menceritakan hasil introgasi Yuan Feihua pada Liana tanpa meninggalkan satu kata pun.
Setelah mendengar semuanya, ekspresi Liana berubah-ubah, dia terus mengerutkan kening sepanjang ucapan Ling.
“Apa kau sudah menyuruh orang untuk menangkap wanita itu?” tanyanya pada akhirnya.
Ling mengangguk. “Saya sudah memberitahu Tuan Muda Pertama perihal ini.”
“Wanita yang dibawa oleh Yuan Feihua, dia mencurigakan. Terlepas dari apakah dia bersekutu atau tidak dengan Wen Canran dan Yuan Feihua, tapi wanita pelayan itu memang memiliki motif untuk mengacaukan Zhujia*.” Liana berspekulasi.
^^^Tambahan Jia di depan Zhu mengacu pada nama sebuah keluarga. Zhujia berarti keluarga Zhu.^^^
Yuan Feihua berkata jika dia menemukan wanita yang menjadi pelayannya itu, An Rong dalam perjalanannya menuju kuil. Dia benar-benar tidak tahu dari mana asal wanita yang terlihat menyedihkan tanpa cahaya kehidupan di matanya itu.
Dia juga tidak tahu mengapa wanita itu malah membunuh Wen Canran di penjara.
Sampai sana, dengan segala ancaman dan siksaan yang diberikan oleh Ling atas perintah Liana, Yuan Feihua akhirnya mengaku jika dirinya juga berskongkol untuk meracuni keturunan sah Zhujia. Bahkan mengaku jika ada orang dari istana kekaisaran yang mendukung mereka di belakang.
“Menurutmu siapa yang memiliki rencana untuk menyingkirkan putra dan putri Di* dalam kediaman Perdana Menteri?”
^^^Putra-putri Di\=Keturunan Sah.^^^
Mendapat pertanyaan dari Liana, Ling juga ikut merenung. “Pasti seseorang yang tidak puas dengan keberadaan Perdana Menteri.” Dia kemudian menebak.
Liana malah tersenyum miring mendengar jawaban dari Ling. Dia tahu jika gadis dewasa yang menjadi pelayannya ini juga memiliki intuisi yang cukup tajam, sebab itulah Liana menyukai dirinya, tapi untuk kali ini Liana membalas, “Setengah salah setengah benar.”
__ADS_1
Ling mengangkat alisnya sebelah. Tapi segera dia menampilkan senyuman langkanya yang hanya dapat dilihat oleh Liana. “Saya tidak dapat dibandingkan dengan kecerdasan Nona. Mohon cerahkan yang kecil ini.”
Liana terkekeh tapi tanpa sedikit pun senyum di matanya. Tapi dia masih menjawab, “Tepatnya ketidakpuasan itu ditujukan pada ibuku.”
Mata Ling membelalak, dia terjekejut. “Bagaimana itu mungkin? Bukankah orang-orang mengetahui jika nyonya telah tiada sebelas tahun lalu? Keberadaan yang mana membuat orang itu tidak puas?”
“Ling, orang tahu jika ibuku tiada, dan orang juga tahu aku dan kakak adalah anak yang dilahirkan olehnya. Bibit unggul yang masih hidup sampai sekarang. Tidakkah kau mendengar gosip orang-orang tentang diriku? ... di masa lalu orang-orang terus memanggilku sebagai limbah dari kediaman Perdana Menteri. Mengolok-olok diriku sebagai yang tidak berguna dan gadis bodoh yang bisu. Itu benar, tapi mereka tidak sepenuhnya tahu tentang bagaiamana diriku. Aku tidak sepenuhnya tidak berguna, bukankah kau tahu itu Ling?”
Dan juga, Liana jarang terlihat dimata publik, bukan jarang, tapi sepertinya dia tidak pernah menunjukkan batang hidungnya semenjak usia empat tahun. Orang-orang mengira Liana menjadi jelek karena ikut terbakar dalam insiden itu. Sebab itulah dia tidak lagi berani menunjukan diri.
Tapi sebenarnya bukan itu masalahnya, secuil jiwanya yang tertinggal di dunia ini sebelum di bawa pergi ke dunia modern terlalu lemah, baik secara fisik maupun mental. Sebab jiwa itu hanya dibuat sementara oleh ibunya, jadi tidaklah dia menjadi sempurna. Tanpa keberadaan jiwa asli Liana, jiwa itu memang benar-benar terlalu lemah, sehingga tidak dapat berbicara.
Dan rumor akhirnya beredar sempurna karena itu. Dari mana informasi seperti itu berasa jika bukan dari sumber kejadian?
Benar, Wen Canran dan anteknya tentu saja akan dengan senang hati untuk menjadi juru bicara mengenai hal ini. Menghancurkan reputasi gadis kecil yang semulanya dianggap sebagai bakat langka di Benua Timur, dia mendapat hasil yang paling baik karena itu, juga tentunya orang di belakang layar yang menjadi pendukungnya.
Bukan hanya kepada Liana, tapi juga Wan Feng. Kakaknya itu juga kerap kali menjadi sasaran pembunuhan ketika masih muda. Sebab itulah dia memilih masuk ke militer, bukan hanya sebagai perlindungan diri, tapi juga untuk menjadi kuat dan melindungi sang adik yang sudah tidak mendapatkan kasih sayang seorang ibu.
Nah, jika memang orang di balik layar itu hanya mengincar posisi dan keberadaan Zhu Moran, maka mungkin seisi Manor tidak akan tenang. Sejak dulu kediaman Perdana Menteri selalu dicap sebagai tempat yang harmonis dan tenang, yah … orang-orang yang mengatakannya. Banyak bakat terlahir dari sana, meski pun tidak seberbakat putra dan putri Di. Tapi, Zhu Lianhu, Zhu Weiling, Zhu Wuxia dan Zhu Yuxia masih dianggap sebagai muda-mudi yang berbakat, baik dalam dunia kultivator mau pun seni dan lainnya.
Weiling misalnya, dia pandai dalam alat musik, nyanian dan tarian. Yuxia, dia berbakat dalam seni bela diri, yah sesuai karakternya yang agresif dan berapi-api. Lalu Lianhu? Dia mahir dalam politik, orang-orang mengira dia mungkin mampu menggantikan posisi Zhu Moran nanti karena Wan Feng sepertinya tidak berminat untuk menjadi Menteri. Terakhir adalah Yuxia yang pandai dalam seni sastra.
Bisa dibilang jika semua keturunan perdana Menteri adalah anak-anak yang terlahir dari telur emas, membuat orang menjadi iri pada sang Perdana Menteri.
“Tapi sekarang namaku sudah tidak tertulis di belakang kata ‘tak berguna’ tapi gadis berjubah putih yang pemberani.” Saat mengatakan kalimat narsis seperti itu, Liana tidak bisa untuk tidak merasa lucu dalam hati. Tapi benar, orang-orang di ibu kota memang memanggilnya dengan sebutan itu. Bahkan Liana sendiri merasa malu mendengarnya.
Tapi Ling tidak berpikir demikian, dia benar-benar merenungi apa yang baru saja Liana jelaskan padanya.
Yah, ada banyak orang yang dulu bersangkutan dengan Wei Xiening, karena sebagai seorang wanita, dia dapat menjabat sebagai jenderal agung yang memegang kendali atas seratus ribu tentara Kekaisaran Naga. Perlu diingat, zaman dimana sekarang Liana berada, posisi wanita masih dianggap jauh lebih rendah dari pria di mata publik. Mendapat posisi sentinggi itu sebagai Junzhu kesayangan Kaisar terdahulu, tentunya menimbulkan rasa iri bagi sebagian orang.
__ADS_1
Juga, Wei Xiening sangat dihormati oleh Kaisar saat ini—Wei Wangji. Bahkan pernah ada rumor jika mereka memiliki hubungan kasih sayang yang dalam.
Lalu siapa orang istana yang begitu memiliki sifat iri dan permusuhan yang dalam terhadap Wei Xiening. Dan orang itu juga harus memiliki kekuasaan yang cukup tinggi untuk dapat menerobos dan memasukkan skema ke dalam kediaman Perdana Menteri yang ketat?
Ling masih memutar otaknya memikirkan siapa yang memiliki singgungan yang cukup kuat di masa lalu dengan Wei Xiening. Dan tiba-tiba matanya membelalak, dia menatap kagum pada Liana. “Nona, maksudmu ...?”
Liana mengangguk, bibirnya naik tapi matanya memancarkan aura dingin dari kegelapan malam yang dalam. “Permaisuri. Orang yang memiliki permusuhan kuat dengan ibuku dan memiliki posisi yang tinggi dalam istana tak lain adalah Permaisuri—Nian Yangchi.
Nian Yangchi adalah putri Jenderal Nian yang arogan dan terkadang semena-mena pada rakyat Kekaisaran Naga, sering mengambil pajak perang berlebih pada rakyat perbatasan, dan kadang menyuruh prajurit di bawah pimpinannya menculik wanita muda untuk menjadi pemuas nafsu. Tapi karena prestasinya di medan perang dan konstribusinya yang besar pada negara, Kaisar tidak memiliki cukup bukti dan alasan untuk berurusan dengannya.
Jenderal Nian ini selama hidupnya semalu menjungjung tinggi tingkat kesetaraan antar pria dan wanita. Dia memandang wanita lebih rendah dari pria, wanita hanya sebagai pelengkap bagi pria, hanya memiliki tugas untuk menurut dan memuaskan pria. Begitulah slogan yang ia percaya. Sampai dimana kehadiran Wei Xiening menampar dirinya secara tidak langsung mengahancurkan semboyan arogannya tentang wanita di bawah pria.
Bahkan prestasi Wei Xiening melebihi dirinya.
Sebagai putrinya, Nian Yangchi tentunya tak jauh berbeda dengan sifat sang Ayah. Bedanya dia adalah seorang wanita, tapi demi menyenangkan ayahnya, Nian Yangchi rela memupuk kebencian pada Wei Xiening.
Sering kali membuat masalah pada Wei Xiening. Dan saat mendengar kabar jika Wei Xiening mendapat kasih sayang besar dari suaminya—Wei Wangji (ah dulu dia masih menjadi selir Wei Wangji yang masih menajdi putra mahkota) rasa iri, dengki dan permusuhan itu semakin kuat. Bahkan setelah Wei Xiening menikah dengan Zhu Moran dan melahirkan anak-anak yang berbakat. Dia tak bisa lagi menampung kebenciannya.
Dan akhrinya seperti yang diketahui, kebakaran, racun dan kematian seorang Wei Xiening.
Dua gadis di dalam ruangan sama-sama terdiam dengan pikiran yang sama. Hanya saja Liana menyadari beberapa hal terasa aneh, khususnya pelayan wanita yang dibawa Yuan Feihua. Dia jelas tidak berada dalam fraski permaisuri, Wen Canran atau Yuan Feihua.
Tapi Liana juga samar-samar sadar jika target wanita misterius itu ... sepertinya hanyalah dirinya. Sampai sini, hati Liana merasa dingin. Sepertinya ada seseorang yang menyadari dirinya sebagai darah Yunan, atau mungkin sadar jika dia adalah Pemilik Sayap Takdir yang terlahir dari rahim wanita suci atau merekan mencari keberadaan Reinkarnasi Bai Lan Jin.
Ini seperti orang itu ada di balik monster-monster yang muncul dan kejadian aneh yang akhir-akhir ini melibatan mereka. Dan jika tebakan Liana yang satu ini benar, maka kemunculan Monster di Bukit Awan dan berubahnya Belut Naga menjadi Monster level tinggi adalah mungkin saja untuk menguji keberadaannya, dan merekan menemukan dirinya. Mau bagamana pun, Bai Lan Jin di masa lalu pernah menendang para Monster itu dengan cukup parah, hingga merekan bahkan tak menujukkan diri selama ratusan tahun.
Jika benar begitu ... ibunya ... semoga saja, semoga dia baik-baik saja. Liana berharap dalam hati.
~o0o~
__ADS_1
Lambat laun, satu persatu misteri akan terpecahkan. So, tetep ikutin perjalanan Liana.