[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana

[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana
118-Pesta Perjamuan Tahun Baru III


__ADS_3

Acara malam itu yang dalam rangka menyambut datangnya Tahun Baru di seluruh Tiga Benua semakin intens bersama dengan semakin larutnya malam.


Liana dan Lanhua mencapai aula tempat pesta utama diadakan beberapa saat lalu, ketika mereka masih asik berbincang satu sama lain tentang bagaimana keberadaan para monster yang mulai bermunculan di Ibu Kota.


Liana juga mengetahui dari Lanhua jika para pasukan dari Istana juga mengerahkan banyak upaya untuk memburu para monster-monster yang masih bersembunyi di antara masyarakat.


Di dalam aula sudah ramai orang berdatangan dari seluruh penjuru Tiga Benua. Ah, tidak, tidak. Apa yang diharapkannya tadi adalah ruang aula pesta besar kini sudah menjadi dunia kecil yang mirip dengan Dimensi Sayap Kembar miliknya.


Sampai Liana yang memiliki ketenangan yang kuat nampak sedikit tercengang dengan pemandangan yang berbeda.


Melihat ekspresi terkejut langka dari Liana, Lanhua entah mengapa merasa sedikit bangga, lagi pula tempat ini adalah milik istana yang dirinya ketahui.


“Ah, iya Liana. Kau belum tahu, bukan? Tempat ini adalah dimensi kecil. Artefak langka yang menjadi salah satu harta paling berharga milik kekaisaran Naga kita. Ayah Kaisar pernah berkara jika artefak ini ditemukan oleh Kaisar Naga pertama di suatu tempat misterius dan dijadikan harta nasional saat berdirinya Kekaisaran.”


Liana hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Lanhua. Meski pun dia sempat terkejut, itu tadi hanya sesaat sebelum dia kembali pada dirinya yang tenang seperti biasa. Lagi pula, dia memang punya satu pada dirinya, dan itu jauh lebih luas dari dunia kecil ini.


Tapi yang membuat Liana takjub adalah Paman Kaisar-nya menjadikan dunia kecil ini sebagai tempat pesta.


Melihat gunung-gunung di kejauhan dengan langit malam berbintang di atas sana yang Liana ketahui mungkin itu adalah buatan tetapi memang menyesuaikan waktu dengan dunia luar, dia menghela napas agak panjang, menghirup esensi langit dan bumi yang murni, pikirannya menjadi lebih jernih dan dia menjadi agak tenang dan santai. Memang sangat nyaman jika berada di tempat dengan energi Qi yang murni.


“Apakah dunia kecil ini selalu dijadikan tempat pesta semacam ini?” tanya Liana pada akhirnya.


“Um, yah, kau tahu? Hanya untuk perayaan besar seperti perayaan Tahun baru yang diadakan setiap lima tahun sekali jika kita menjadi tuan rumah acara. Sebenarnya bukan hanya Kekaisaran Naga kita saja yang memiliki dunia kecil seperti ini, kekaisaran besar Tiga Benua juga memiliki hal semacam. Tetapi hanya Kekaisaran kita yang memiliki bentuk artefak nyata. Yang lain mungkin hanya membuatnya dengan energi spiritual atau sihir ilusi dari Benua Barat untuk membuat ruang yang besar, dan itu tidak permanen.”


Yah, Liana baru mengetahui hal seperti ini. Tidak seperti Lanhua yang memang seorang Puteri, dia memiliki informasi Negara yang tidak dapat diketahui orang awam.


Tapi melihat lagi, banyak orang yang berdatangan juga kan kagum seperti Liana melihat tempat pesta yang begitu, eng, bisa dibilang megah.


Lagipula memang kekaisaran Naga adalah salah satu Negara yang menjadi penopang keseimbangan kekuatan Tiga Benua. Jika Negara kuat seperti ini tidak memiliki kekayaan yang memadai, maka sudah lama merosot dan hancur. Heh, kekayaan juga merupakan kekuatan, bukan?

__ADS_1


Tetapi saat itu, Liana dan Lanhua belum sampai bagian yang lebih dalam dari tempat pesta. Dia sekali lagi dibuat terkesima dengan keberadaan ras lain selain manusia yang berkumpul bersama, berbincang tanpa menghiraukan perbedaan.


Memang, saat perburuan musim semi banyak juga orang asing datang ke Kekaisaran Naga dan ikut berpartisipasi. Tetapi tidak ada ras berbeda selain manusia yang ikut berkunjung ke Tiga Benua.


Sekarang Liana dapat melihat ras humanoid lain selain manusia yang sering diceritakan oleh buku-buku yang sering dibacanya saat berada di akademi Yilongfei.


Saat pertama kali membaca buku tentang ras lain, Liana agak tidak terlalu antusias karena keberadaan mereka sangat jarang ditemui. Dia memang mempercayai adanya ras selain manusia, akan tetapi dikatakan jika ras-ras lain itu jarang mengungkapkan diri mereka pada manusia dan terus tinggal di wilayah mereka sendiri yang terpisah dengan Tiga Benua.


Tetapi sekarang, dia melihat banyak dari mereka semua. Ada Elves yang berkerabat dengan ras Peri, pernah juga disebutkan oleh saudaranya—Lianhu, saat melihat panah yang dia buat melawan Monster Nyonya Tua Xie waktu lalu, dia memang meniru senjata Ras Elves saat itu.


Seperti yang ada dalam buku, rata-rata Elves memang memiliki paras rupawan, berambut pirang atau hijau muda, dengan telinga yang agak panjang dan runcing. Orang memang secara alami sangat tertarik dengan keindahan, jadi banyak yang mengelilingi kelompok Elves itu. Oh ya, dikatakan dalam buku jika ras Elves sangat pandai dalam memanah dan merawat tumbuhan. Juga, mereka adalah vegetarian.


Liana melihat para Elves hanya memilih buah dan sayur di meja prasmanan.


Lalu matanya beralih pada para Dwarf. Penampilan para Dwarf memang kurang menarik. Tetapi mereka sangat pandai membuat senjata spiritual dan senjata sihir lainnya, maka dari itu banyak juga orang yang mengelilingi kelompok mereka, dengan maksud untuk menjalin hubungan yang baik.


Liana juga melihat beberapa manusia tetapi memiliki beberapa bagian anggota tubuh mereka seperti hewan, mereka memiliki telinga berbulu di atas kepala dan ekor. Humanoid ini dikenal sebagai Beastman (Beast-Human), mereka adalah ras setengah manusia setengah hewan.


Meski begitu, mereka berbeda dari para Magic Beast. Para Beastman sudah berbentuk setengah manusia setengah hewan sejak mereka dilahirkan. Berbeda dengan para Magic Beast terutama Demonic Beast yang berawal hanya dari hewan biasa, dan hanya akan mendapat kebijksanaan ketika mereka sudah mencapai tingkat kultivasi tertentu.


Penampilan para Beastman adalah yang paling menarik di antara semua ras, bahkan untuk Liana sendiri, dia sangat terpesona oleh mereka.


Oh tidak! Dia memang paling suka dengan makhluk berbulu dan imut. Para Beastman adalah godaan yang sangat besar untuk ketenangannya.


Dia hampir akan maju meraih telinga dan ekor mereka jika saja dia tidak mengingat bahwa perilaku seperti itu adalah tindakan yang sangat tidak sopan bagi para Beastman.


Liana masih melongo di tempat dan ditinggalkan oleh Lanhua beberapa langkah sampah ada makhluk kecil yang terbang ke arahnya.


Awalnya Liana mengira itu adalah serangga dan hampir menepuknya jika saja tidak mendengar teriakan nyaring seperti bunyi lonceng yang menginterupsinya.

__ADS_1


“Hei manusia bodoh! Apa kau ingin membunuhku?!” Suara nyaring itu berdengung menarik Liana kembali ke dunia nyata.


Beberapa orang mulai mengalihkan pandangan ke arahnya membuat Liana berkedip sekali lagi untuk mengamati makhluk apa yang hampir ditepuknya.


“Ah!” Liana kaget dengan manusia kerdil bersayap yang berputar-putar di depannya hingga mengeluarkan serbuk cahaya itu. Dan dia tahu jika mereka adalah Ras Peri.


“Permohonan maaf.” Dia berkata dengan kerendahan hati karena tahu memang dialah yang salah kali ini.


Ugh! Mengapa dia menjadi begitu bodoh? Mungkin karena stress yang berlebihan akhir-akhir ini, dan dia menjadi banyak melamun.


Ras Peri itu juga pemaaf, tidak mempermasalahkan Liana lebih jauh. “Yah, ku pikir kalian manusia adalah makhluk yang sombong, tidak tahu jika masih ada yang bersikap rendah hati?” Makhluk kerdil bersayap itu bergumam terlepas dari dirinya sendiri, tetapi Liana masih dapat mendengar gumamannya, hanya dia tidak membalas dan menyangkal. Dan suasana di sekitar mereka berubah canggung. Orang-orang sudah mengalihkan pandangan dari mereka dan kembali sibuk dengan urusan masing-masing.


“Hei, siapa namamu?”


Liana menatap heran pada Peri kecil itu. Dilihatnya jika mereka memang memiliki ciri yang mirip dengan Elves, oh ya, ras mereka masih berkerabat dekat. Hanya yang membedakannya adalah ukuran keduanya dan Ras Peri memiliki empat sayap di punggung layaknya sayap capung yang berkilauan. Itu terlihat cantik di bawah cahaya lampu pesta.


Liana linglung sesaat tetapi masih menjawab pertanyaan Peri kecil itu, “Zhu Liana.” Dia melipat tangannya di atas perut dan menekuk sedikit kakinya, yah, perkenalan yang anggun.


Peri kecil itu mengangguk. “Namaku adalah Dryden Luxie, aku dipanggil Lux. Kau harus mengingat namaku. Oh ya, aku adalah Pangeran ras Peri di lembah Olymp, kau juga harus mengingat itu. Baiklah, sampai jumpa!”


“….”


Liana tidak mampu berkata-kata sampai melihat bahwa peri kecil yang baru saja menyapanya dengan informal itu menghilang di antara kerumunan orang.


Apa itu tadi?


Mengapa dia merasa seperti sedang dibodohi oleh seorang anak kecil?


~o0o~

__ADS_1


__ADS_2