![[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana](https://asset.asean.biz.id/-reinkarnasi--sayap-takdir--zhu-liana.webp)
Hari berlalu dengan cepat, dan waktnya mereka untuk meninggalkan kota Nanzhi hari ini.
Setelah pembicaraan mereka dengan Luo Xing kemarin, Liana juga tahu jika pemuda yang baru mereka temui itu juga merupakan murid elit dari akademi Yilongfei yang direkomendasikan langsung oleh guru karena bakatnya.
Jadi mereka memutuskan untuk membawa serta Luo Xing bersama rombongan mereka atas dasar kenyamanan.
Sejak mengkonfirmasi jika Luo Xing adalah salah satu dari seratus anggota klan Yunan, Liana juga mengetahui banyak hal tentang bagaiamana sistem reinkarnasi klan ini berjalan.
Bisa di katakan, fenomena ini seperti menentang surga. Mereka tidak akan melupakan ingatan kehidupan di masa lalu dalam reinkarnasi berikutnya. Dan waktu reinkarnasi mereka akan lebih singkat dari pada orang lain pada umumnya.
Tapi sepertinya kasus Luo Xing adalah sesuatu yang agak khusus. Pemuda itu hanya dapat mengingat kehidupan masa lalunya saat dia baru mulai berkultivasi. Tidak seperti yang Liana tahu dari Virth—pangeran dari Benua Barat dan Tufa—pengawal pribadinya, mereka bahkan sudah mengingat hal-hal itu ketika mereka baru membuka mata dan melihat dunia, sejak lahir.
Tidak tahu apakah kelebihan klan yang satu ini bisa dianggap sebagai berkah atau kutukan nyata bagi setiap anggota klan. Tapi memang beberapa ada untung dan ruginya.
Hanya saja, jika memilih, Liana tidak akan mau mengingat kehidupan masa lalu dan mengetahui bagaimana dia mati. Oh baik, berkah seperti ini lebih condong seperti hukuman. Sebab, klan Yunan memang sebuah klan yang memiliki terlalu banyak kelebihan. Mereka semua berbeda dari orang-orang biasa, bahkan orang paling biasa dalam klan mungkin akan menjadi satu jenius dalam seratus tahun di antara orang-orang.
Yah, dunia itu adil. Seseorang yang sangat dicintai dao surga tentunya akan memiliki kehidupan yang lebih sulit dari pada orang biasa. Contohnya ya seperti Liana, dia mengemban tugas yang begitu berat di tangannya, dan dia juga di berkati dengan kejeniusan untuk mengimbngi tugas itu, tentunya.
Kekuatan mengimbangi tanggung jawab. Seperti itulah adanya.
Kembali pada saat ini. Setelah berpamitan sebntar dengan orang-orang di kediaman Tuan Kota. Rombongan Liana dan Wuxian tidak memilih untuk tinggal lebih lama.
Hari masih pagi saat mereka mulai berangkat dengan derek besar dan lainnya, sekali lagi mengarungi langit dan melihat beberapa pemandangan menakjubkan di bawah sana. Pohon-pohon di pegunungan dan bukit-bukit kecil yang daunnya sudah banyak berwarna merah. Sangat cantik, itu adalah lautan musim gugur.
Laina tidak bosan melihat itu. dia bahkan berpikir, kelak jika dia sudah sampai pada Kultivasi yang lebih tinggi, dia memutuskan untuk menjadi burung saja, um, maksudnya dia akan terbang saat bepergian. Sebenarnya bisa saja menggunakan pedang terbang yang lebih praktis meski kultivasinya masih dasar, tapi tetap saja, perasaan terbang sendiri dengan terbang menggunakan alat akan sangat berbeda.
Saat dia memikirkan hal ini, dia tanpa sadar terkekeh lucu.
Wuxian juga mengerutkan bibirnya, bertanya, “Apa yang membuatmu tertawa?”
Liana segera terentak malu karena tanpa sadar sudah mengekspresikan pikirannya. “Kau tahu apa yang ku pikirkan. Mengapa masih bertanya? Menggodaku?”
Dua pasangan itu masih berbagi derek yang sama dan memilih untuk terbang dengan jarak sedikit jauh dari yang lainnya. Pasangan tidak ingin diganggu saat mereka ingin melakukan hal-hal manis. -__-
Wuxian hanya tersenyum tidak menjawab tapi dia malah melingkarkan tangannya di pinggang Liana, dan meletakkan dagunya di bahu Liana. Dia sangat lengket, membuat gadis itu menegang, kaku.
“Apa ... apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!” Dia antara berbisik dan ingin berteriak.
“Mm, tidak mau.” Wuxian menggeleng hingga hidungnya menggesek sampai leher Liana. Rasa geli membuat tubuh gadis itu semakin tegang. Wuxian ingin tertawa melihat reaksi Liana.
“Ge- gege. Cepat lepaskan aku, banyak orang yang melihat kita.”
“Tidak, ini sangat nyaman. Jika mereka ingin melihat biarkan mereka melihat. Lagipula Li’er adalah istriku.” Wuxian masih tidak mau melepaskan Liana, lebih jauh, dia bahkan menggigit leher gadis itu.
__ADS_1
Liana sangat terkejut atas tindakan tidak sopan dan sembrono dari Wuxian. Dia yang tidak pernah memiliki banyak kontak dengan orang lain tidak tahu harus bebuat apa atas keintiman Wuxian.
Liana bisa saja menyingkirkan Wuxian sekarang, tapi entah kenapa dia tidak bisa melakukan itu. Awalnya dia berpikir akan merasa jijik atau risih atas tindakan intim orang lain, hanya saja lagi, entah kenapa dia tidak merasa seperti itu, melainkan perasaan tidak berdaya dan juga sedikit perasaan hangat serta nyaman.
Mungkin, jika itu orang lain, dia pasti sudah membanting mereka dan menendangnya jatuh dari derek.
Tapi karena ini Wuxian, Liana dengan tidak berdaya sekali lagi meminta pemuda itu melepaskan dirinya dengan wajah yang sudah memanas.
“Khem!” saat itulah tiba-tiba terdengar sebuah suara dari dekat mereka.
Menoleh ke kanan, sebuah derek yang di naiki tiga orang, satu pemuda dan dua gadis yang tersipu memandang ke arah Liana dan Wuxian.
Karena kedatangan Luo Xing dan dua saudari Zhu, Liana akhirnya terbebas dari kurungan lengan Wuxian. Dia bernapas lega dalam hati.
Tapi tentunya tidak dengan Wuxian, wajah sang pangeran menjadi gelap saat matanya menyipit memandang Luo Xing.
Atmosfer tiba-tiba berubah menjadi dingin.
“A- anu, itu, maaf mengganggu. Hanya ingin menanyakan pendapat kalian berdua, apakah kita bisa beristirahat sebentar? hari ... hari sudah siang sekarang dan sangat terik.” Luo Xing berkata dengan gagap saat menerima pandangan intimidasi dari Wuxian.
Liana menjawab, “Baiklah.”
Dan di saat bersamaan, Wuxian juga menjawab, “Tidak.” Dengan tegas.
Belum lagi, tunggangan terbang mereka pasti akan kelelahan.
Masih baik derek yang digunakan Liana dan Wuxian juga dua saudarinya karena hewan buas ini memiliki level yang cukup tinggi untuk terbang selama tiga hari penuh tanpa istirahat, hanya saja, tunggangan dari para pengawal, pelayan dan lainnya tidak sebagus itu.
Akan tetapi sekarang Liana mendengar penolakan Wuxian untuk beristirahat, apa yang pemuda ini pikirkan sekarang?
“Ge, mataharinya benar-benar terik. Kita bisa beristirahat sebentar dan melanjutkan perjalanan setelah itu, baik?” Liana tidak tahu apa yang dia pikirkan, tapi dia masih membujuk.
Wuxian juga mengalah, dia tidak bisa menjadi egois hanya karena masih merasa cemburu yang sebenarnya tidak beralasan sama sekali. Melihat para penjaga dan pelayan yang kelelahan mengendalikan tunggangan terbang mereka, dan di bawah bujukan Liana yang lembut, dia mengalah.
Akhirnya mereka beristirahat di hutan musim gugur, memilih tanah yang sedikit lapang dengan sungai di dekatnya, mendirikan tempat peristirahatan sementara di sana dan memilih untuk makan siang dengan damai.
Liana dan Wuxian memilih untuk pergi berburu untuk makan siang mereka. Hanyanberuntung saja jika hutan yang mereka singgahi saat ini tidak memiliki hewan buas lebih dari tingkat tiga. Yah, ada beberapa desa kecil di sekitarnya, itu cukup wajah. Mereka bertemu beberapa warga desa yang juga tengah berburu sambil mencari sedikit herbal, mengobrol sebagai pendatang baru.
Warga desa itu sangat ramah. Liana dan Wuxian memilih untuk berburu bersama dengan mereka yang membuat tangkapan kali ini sangat bagus.
Namun saat mereka berbincang-bincang lagi dan menjadi dekat. Warga desa itu juga memberitahu keduanya beberapa kejadian aneh yang terjadi di tahun-tahun ini.
Dikatakan bahwa ada makhluk aneh, bau dan menyeramkan yang terlihat di hutan beberpa kali bulan lalu, membuat warga desa kerap kehilangan ternak setiap malam.
__ADS_1
Yang anehnya, mereka akan menemukan ternak itu keesokan harinya di dalam hutan dengan keadaan tak bernyawa, kehabisan darah.
“Benar Daxia*, saat kami menemukan mereka, itu kering, darah mereka tersedot habis. Lalu akan ada beberapa orang melihat penampakan makhluk anek itu.” Seorang warga desa yang menjadi pemburu menjelaskan.
Note: Daxia, panggilan hormat untuk seorang ahli seni bela diri/kultivator. Sama seperti Daozhang.
Liana mengernyit dengan curiga. “Tuan, bisakah kau menjelaskan bagaimana ciri-ciri makhluk itu?”
“Ah itu ....” Pemburu yang di tanyai Liana ragu-ragu juga terlihat sedikit ketakutan.
“Biarkan aku yang menjelaskan. Aku juga pernah melihat makhluk itu.” Pemburu lain menyela melihat temannya ragu berbicara.
Liana mengangguk sopan, mempersilahkan, “Tolong, Tuan.”
“Itu terlihat seperti manusia. Hanya saja lebih tinggi, tangan dan kakinya juga lebih panjang. Aku tidak begitu jelas melihat seperti apa rupanya. Tapi itu benar-benar bau, seperti bangkai. Makhluk itu juga berjalan lambat, tapi saat aku mengejar dan ingin mendekatinya, makhluk itu tiba-tiba menghilang ke dalam tanah. Ini sudah terjadi sebulan yang lalu, dan aku tidak melihat makhluk itu bereliaran lagi dan setelah itu, tidak ada warga desa yang kehilangan ternak mereka. Menurutku makhluk itu benar-benar aneh.”
Liana terdiam, kemudian dia dan Wuxian saling memandang. Membagikan beberapa pemahaman. Jelas makluk yang diceritakan oleh pemburu ini adalah monster yang sama seperti yang ada di bukit awan, masih berada di level rendah sepertinya karena mereka hanya baru dapat mengonsumsi darah hewan.
Liana bertanya lagi, “Apakah hanya satu?”
Pemburu itu menggeleng, “Aku tidak pernah melihat yang lain, tapi aku meragukan jika itu hanya satu. Sebab banyak ternak yang hilang dalam satu malam. Itu membuat warga desa kami takut.”
“Lalu apakah kalian pernah melaporkan ini pada pemerintah setempat?” Kali ini Wuxian ikut andil dalam bertanya.
“Sudah, tapi tidak membuahkan hasil.”
Semua orang yang ada di sana diam-diam menghela napas dalam hati.
Lalu Liana dan Wuxian berpisah dengan mereka setelah mengobrol lebih lama. Kembali ke tempat peristirahatan untuk makan siang bersama.
Setelah itu rombongan mereka kembali melanjutkan perjalanan.
Setelah tujuh hari, melewati berbagai kota dan desa, mereka akhirnya tiba di pemberhentian terakhir. Pulau mengapung, tempat dimana akademi Yilongfei didirikan.
~o0o~
Arc 1 Reinkarnasi, selesai.
Akan berlanjut ke Arc 2 Misi Setelah Reinkarnasi.
Announcement!
Hiatus hingga bulan Ramadhan untuk mempersiapkan Arc 2.
__ADS_1
~o0o~