![[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana](https://asset.asean.biz.id/-reinkarnasi--sayap-takdir--zhu-liana.webp)
“YANG MULIA KAISAR NAGA TELAH TIBA!!!”
“YANG MULIA PERMAISURI TELAH TIBA!!!”
Ungkapan seorang Kasim bernaada nyaring menusuk telinga hingga mengaburkan suasana canggung diantara ketiganya.
Liana merasa lega, segera setelah itu semua orang menyambut sang Kaisar dengan salam masing-masing. Karena Liana mendapat hak istimewa sebagai seorang Junzhu, dia tidak perlu berlutut seperti pejabat biasa, dia setara dengan para Pangeran dan Puteri dalam istana. Hanya menunduk sedikit sambil mengucapkan salam seperti biasa.
Lalu dia hanya melihat ras-ras lain berdiri seperti biasa, aturannya tentu saja mereka hanya menghormati penguasa mereka sendiri meski pun sedang berada di daerah penduduk lain. Tetapi memang tidak ada yang menegur kelakuan ras-ras lain itu.
Dengan kedatangan sang Kaisar, menandakan jika perjamuan Tahun Baru sudah dimulai. Seperti biasa, sebagai penguasa tertinggi di negerinya sendiri, sang Kaisar duduk di tempat paling tinggi bersama sang Permaisuri di sebelahnya.
Lalu ada tempat untuk para tamu kehormatan dari Negara lain beserta para Pangeran dan Puteri yang diberikan kursi sejajar di bawah sang Penguasa.
Sehubungan dengan itu, para tamu lain yang mendapat undangan, hampir semuanya hadir. Dan juga, tempat duduk para tamu pria dan wanita tentunya dipisahkan menjadi dua sisi yang berlawanan.
Tetapi, sejak memasuki istana, Liana tidak lagi bertemu dengan Wei Wuxian yang menjemput rombongan keluarganya. Kemana pria itu pergi?
Sementara, Pangeran Mahkota juga tidak terlihat, tetapi Liana tidak memperhatikan itu karena dia memang tidak memperdulikan orang yang nampaknya selalu mengeluarkan aura jahat yang aneh.
Hanya saja, Lanhua lebih dulu mengeluarkan pemikirannya, “Liana, aku tidak melihat kakak pertama dan kakak ke-tiga, apa kau tahu dimana mereka? Untuk kakak ke-tiga, ini memang tidaklah aneh. Tapi kakak pertama adalah seorang Putra Mahkota, tidak biasanya dia telat seperti ini.”
Liana tidak menjawab, tetapi seorang gadis yang lebih muda dari keduanya mendengar ucapan Lanhua yang duduk di sampingnya. Dia terlihat masih berumur sebelas sampai dua belas tahun dengan masih terdapat lemak susu di pipinya yang kemerahan, bibir kecil dengan mata besar, intinya dia terlihat menggemaskan, bisa dipastikan jika dia telah dewasa nanti akan tumbuh menjadi gadis yang cantik.
Gadis muda itu tak lain adalah Wei Yi Rong, Puteri Bungsu dari sang Kaisar Naga.
Dia berkata dengan ekspresi polos, “Kakak ke-enam tidak tahu? Yi Rong barusan sempat mendengar dari seorang Gongong jika kakak pertama meminta izin kepada Ayah kekaisaran untuk menjemput tamunya yang datang dari tempat yang jauh. Kalau kakak ke-tiga—”
Belum sempat dia menyelesaikan ucapannya, ada pengumuman lain yang terdengar.
“Yang Mulia Pangeran Ke-tiga telah tiba!”
__ADS_1
“Ah! Itu dia, kakak ke-tiga!” Gadis muda Yi Rong berteriak, tetapi segera tersadar jika tingkahnya kurang sopan, dia buru-buru menutup mulutnya.
Liana yang sedari tadi memperhatikan sang Puteri ke-delapan yang manis itu segera memiliki pandangan yang geli karena tingkahnya.
Namun hanya sebentar sebelum dia kembali mengalihkan perhatiannya pada pria muda yang tahun ini akan segera berumur sembilan belas tahun itu.
Matanya menyipit saat melihat Wei Wuxian yang berjalan dengan gagah dan percaya diri di tengah-tengah para tamu yang hadir.
Dia memakai jubah barokat berwarna merah dengan sulaman sisik Naga Emas di bagian kerah juga bawah ujung jubahnya, yang akan terus ikut bergerak mengikuti langkahnya yang besar namun teratur. Berbeda dari pakaian yang biasa dia kenakan saat menjemput dirinya. Kali ini, itu menunjukkan bentuk tubuhnya yang tinggi dan ramping namun kokoh. Seperti pohon cemara yang berdiri menjulan di atas pegunungan.
Wajahnya yang tergolong tampan itu tidak menunjukkan adanya emosi lain, dia tanpa ekspresi, namun dengan begitu, seluruh orangnya memancarkan aura yang tidak biasa. Semacam keagungan yang jika seseorang melihatnya, itu tidak bisa berlama-lama sebelum mereka merasakan penindasan tak kasat mata.
Semua tamu yang mengetahui rumor tentang sang Pangeran ke-tiga yang dikabarkan sebelumnya adalah orang yang idiot menjadi tertegun tak percaya. Apakah dia benar-benar Wei Wuxian?
Sedangkan untuk yang tidak mengetahuinya tidak dapat menyembunyikan perasaan kagum saat melihatnya. Para pemuda berdarah panas menaruh hormat padanya, sedangkan untuk para gadis akan memerah melihatnya.
Sepertinya sang Pangeran Ke-tiga Wei Wuxian telah memutuskan untuk benar-benar membuka jati dirinya kepada dunia luar.
Saat itu, Wei Wuxian maju dengan langkah pasti nan anggun menuju hadapan sang Kaisar yang duduk di kursi naga yang telah disediakan. Membungkuk dengan salam tapi tidak mengucapkan sepatah kata pun sebelum menuju ke tempat duduknya dan mendapat sapaan dari saudara-saudara Pangerannya yang mungkin telah terbiasa.
Perilakunya ini tentu membuat semua orang tercengang kecuali Kaisar Wei Wangji yang hanya menunjukkan ekspresi tak berdaya seolah dia terbiasa dengan sikap acuh putranya yang satu ini.
Sepertinya rumor sang Kaisar yang sangat menyayangi anak ketiganya itu adalah kebenaran. Para pejabat lingkaran resmi diam-diam mencatat hal ini dalam hati mereka. Sedangkan untuk yang sudah memasuki faksi-faksi lain tentunya memiliki pemikiran yang rumit dalam diri mereka tentang rencana masa depan.
“Yang Mulia Putera Mahkota telah tiba!!”
Sekali lagi suara pengumuman mengejutkan suasana yang sebelumnya hening karena kedatangan seorang Wei Wuxian.
Kali ini itu terpecah lagi, dan suasana juga segera berubah menjadi lebih cerah.
Berbeda dengan Wei Wuxian yang memasang tampang tak tersentuh, Pangeran Mahkota, Wei Muzhi tersenyum dengan ramah. Membuatnya terlihat lebih halus dan lembut, yang tentunya menjadi idaman banyak gadis-gadis muda bangsawan.
__ADS_1
Sayangnya, dia sudah memiliki seorang Puteri Mahkota yang adalah putri seorang pejabat berperingkat tinggi. Hanya saja, dikabarkan jika Puteri Mahkota selalu sakit-sakitan dan jarang dapat turun dari tempat tidurnya. Jadi, para gadis-gadis itu masih memiliki harapan ketika sang Puteri Mahkota tidak dapat bertahan dengan kondisinya. Sungguh pemikiran yang kejam. Tetapi seperti itulah dunia dilingkaran politik dalam. Semua orang selalu ingin memanjat tangga kekuasaan yang lebih tinggi.
Beralih dari itu, akhirnya orang-orang mulai memperhatikan dua orang yang berjalan dibelakang sang Pangeran Mahkota. Wajah mereka tidaklah asing, seperti wajah-wajah penduduk Benua Timur. Keduanya adalah pria tampan dan wanita cantik.
Tetapi yang membuat semua orang memperhatikannya adalah seragam yang mereka gunakan. Itu nampak seperti sebuah seragam dari sebuah sekte, hanya saja belum pernah ada orang yang melihatnya.
Tentunya Liana juga memperhatikan, tetapi tatapannya malah lebih menajam pada dua orang yang dibawa sang Pangeran Mahkota. Mereka tampak … mencurigakan!
Sebelum semua orang tersadar dari perhatian mereka. Suara dalam namun halus dari Wei Muzhi sudah terdengar, “Semoga Ayah Kekaisaran dan Ibu Permaisuri diberi umur panjang hingga sepuluh ribu tahun! Pangeran ini ingin mengucapkan selamat akhir tahun.”
Sang Kaisar mengangguk secara bermartabat, itu tanggapan biasa.
Sang Permaisuri juga mengangguk dengan senyum anggun, namun matanya tidak menyembunyikan jejak kepuasan dan kebahagiaan saat melihat Putra yang dilahirkannya berdiri dengan bangga menyapa mereka.
“Pangeran Mahkota, siapa kedua tamu yang kau bawa.” Setelah itu, dia sudah bertanya dengan antusias.
Hal yang semakin tidak wajar bagi hati curiga Liana.
Wei Muzhi masih mempertahankan senyum ramah yang terlihat tulus itu. Dia menjawab pertanyaan sang Permaisuri dengan memperkenalkan kedua ‘tamunya’. “Dua tamu yang dibawa Pangeran ini adalah Murid Elit dari Sekte tersembunyi, sekte Taiyang Yu. Mereka bermaksud untuk datang merekrut bakat. Kebetulan Pangeran ini mengenal keduanya, dan sekarang adalah malam pergantian tahun adalah waktu yang cocok saat semua orang berkumpul dari seluruh Tiga Benua.”
Para tamu segera menghirup udara dingin, terkejut dan antusias mendengar perkataan sang Pangeran Mahkota. Pantas saja mereka tidak mengenali seragam kedua orang itu. Mereka adalah orang-orang dari sekte tersembunyi!!!
Perlu diketahui, tidak hanya sekte-sekte besar dan Akademi-akademi yang adalah sebagai kekuatan dari Tiga Benua yang kecil ini, melainkan ada beberapa sekte yang tersebar dan tersembunyi lain yang melindungi.
Seperti sekte Taiyang Yu ini, mereka adalah salah satu yang menjadi kekuatan tersembunyi Tiga Benua. Sekarang mereka melihatnya, tidak mengherankan jika menjadi antusias.
Tapi berbeda dengan Liana, setelah mendengar tentang nama sekte tersembunyi di sebut, dia mencibir dalam diam. Orang-orang yang berpura-pura misterius itu tidak lain adalah sekumpulan pengecut yang selalu suka bersembunyi di balik kegelapan.
Dan Liana tahu jika apa yang disebut sekte tersembunyi itu tidak lebih kuat dari Sekte Menara Langit yang menjadi penopang seluruh Tiga Benua. Lagi pula, di kehidupan pertama sebagai Bai Lan Jin, dia pernah menjadi murid di dalamnya dan tahu bagaimana kekuatan dari sekte Menara Langit.
~o0o~
__ADS_1