[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana

[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana
133-Gerbang Kelahiran


__ADS_3

#


Di dalam lautan kesadaran, setelah Liana menerobos ke ranah Pelatihan Roh Dewa, semuanya kembali tenang seperti pertama kali dia datang. Bintik-bintik cahaya berwarna-warni juga berhenti mengalir ke pohon. Semuanya menjadi sepi.


Hanya, yang menjadi perbedaan adalah pulau menjadi semakin tinggi karena air yang adalah energi spiritual surut.


Sebaliknya, pohon transparan yang adalah Dantian Sunyi menjadi lebih besar, yang semula berdiameter sepuluh meter dan setinggi seratus meter menjadi sebesar Istana Kekaisaran Naga dan tingginya, Liana hanya mengira-ngira itu sejauh sepuluh kilometer dari permukaan pulau. Akar-akar pohon juga mencuat dari tanah. Ukurannya meningkat seribu kali lipatnya.


Liana perlahan melepaskan tangannya dari kulit pohon. Cahaya putih keperakan segera menyembur keluar dari tubuh pohon. Dan jika luar, bagian dantian Liana beredip dengan cahaya putih selama beberapa menit kemudian padam. Dan dia masih berada dalam kondisi kultivasi.


Cahaya yang terlalu terang membuatnya buta untuk sementara waktu. Liana yang tak dapat melihat apapun masih dengan tenang menutup matanya, menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Terlalu fokus pada kultivasi, Liana telah terisolasi dengan dunia luar, dia juga tidak dapat menyadari berlalunya waktu. Tak ada konsep waktu di dalam lautan kesadaran. Dia hanya akan mengetahuinya ketika dia selesai berlatih. Aturan Dao selalu misterius itu.


Sebelum dapat membuka matanya, Liana dapat mendengar suara-suara samar di sekelilingnya.


Angin berdesir, suara seranggga, tetesan embun, raungan binatang, kepakan sayap burung suara langkah kaki kuda, suara retakan benda yang tidak diketahui, suara tersengal-sengal hingga suara tangisan bayi.


Ah, tangisan bayi?


Segala jenis suara itu bercampur membuat keributan di telinga.


Liana dengan sekejab membuka matanya. Obsidian itu sangat gelap hampir dapat menelan jiwa seseorang. Suara menghilang digantikan pandangannya menjadi lebih jelas.


Apa yang dilihatnya saat ini adalah rimbunan pohon menjulang tinggi. Kadang-kadang cabang dan daunnya bergoyang lembut tertiup angin membawa rasa kesejukan dan damai.


Liana masih belum mengerti apa yang terjadi, hanya yang dia tahu sekarang adalah dirinya tidak lagi berada di dalam lautan kesadaran tetapi dia masih dalam kondisi berkultivasi.

__ADS_1


Yang tidak berbeda adalah dia masih dalam bentuk roh. Nah, tubuhnya masih berada di dalam ruang dimensi dengan Wei Wuxian yang terus mengawasinya.


Kemudian dia tiba-tiba mengingat perkataan Wei Wuxian padanya di hari-hari dia belajar di akademi. Oh, Xian gegenya memang seorang guru di akademi Yilongfei.


Baik apa yang dia katakan waktu itu? Ini tentang tingkatan kultivasi.


Liana ingat, ketika seseorang telah maju ke ranah Fondasi alam, mereka dapat hidup hingga dua ratus tahun. Dan jika mencapai ranah Pelatihan Roh, sudah dapat hidup tiga hingga lima ratus tahun. Lalu jika dapat maju ke ranah Pembukaan Gerbang, mereka sudah dapat dikatakan sebagai Immortal sejati yang dapat memiliki rentang usia hingga seribu tahun.


Pembukaan Gerbang, seperti namanya, seseorang harus dapat membuka Gerbang setiap alam jika mereka ingin maju ke Ranah Reinkarnasi dan naik dunia yang lebih tinggi.


Setiap Gerbang yang terbuka tentunya akan menambah seribu tahun umur kultivator. Dan Gerbang-gerbang itu adalah Gerbang Kelahiran, Gerbang Kehidupan, Gerbang Kesengsaraan(Bencana), Gerbang Kedamaian dan Gerbang Kematian.


Mereka yang hendak membuka Gerbang terlebih dahulu akan mendapat ujian. Ujian ini bukan untuk menyucikan fisik dan jiwa kultivator seperti mendapat sambaran petir atau pembakaran api. Ini adalah ujian tentang pengetahuan mereka tentang setiap Alam Gerbang (yaitu, kelahiran, kehidupan, bencana, kedamaian, dan kematian). Namun lebih beresiko dari bencana kilat dan api.


Pembukaan Gerbang mengharuskan seseorang memiliki kondisi mental yang sangat stabil, sama sekali tidak mengizinkan gangguan sedikit pun. Satu kali seseorang gagal memahami lima Gebang batin mereka, maka yang didapat setelahnya adalah kerusakan mental yang mengakibatkan mereka menjadi gila dan juga bisa menghasilkan Iblis Batin.


Dan sementara mengesampingkan hal itu, Liana sekarang sedikit memahami situasi yang terjadi padanya saat ini. Ujian pembukaan gerbang.


Karena tiba-tiba saja kesadarannya yang masih menjelajah di antara rimbunan pohon-pohon besar tersedot oleh sesuatu yang kuat, yang tak bisa dilawannya. Sekali lagi pemandangan Liana menjadi gelap sementara dan kemudian mulai jernih lagi.


Namun dia sudah berada di tempat berbeda.


~o0o~


Sementara di dunia luar, anggota klan Yunan telah dengan berkala mengunjungi ruang dimensi untuk menemui Wei Wuxian dan Liana, melihat bagaimana kondisi mereka.

__ADS_1


Dan sekarang adalah giliran Zeith dan Tufa selaku kepala klan dan sesepuh peramal yang datang. Dan sudah satu tahun lebih sejak pertama kali keduanya bertemu Liana di Ibu Kota Kekaisaran Naga. Saat itu mereka masih dapat merasakan tingkan kultivasi Liana berada di awal Penempaan Qi, namun sekarang …


Keduanya melihat gadis itu lagi dan menjadi sangat terkejut.


“Bukankah dia terlalu cepat?” Zeith berseru dengan heran. “Apa bakat ini?”


Baru satu tahun setelah gadis itu mulai berkultivasi di dunia ini, dia sudah akan menjalani ujian Pembukaan Gerbang.


“Leluhur itu tentunya dicintai oleh Surga.” Tufa yang berdiri di sampingnya membalas dengan nada wajar. Meski sedikit terkejut barusan, dia lebih cepat tenang dari pada Zeith. Seolah apa yang dilihatnya memang sudah di harapkan.


Seperti yang diketahui, bakat dari para anggota klan Yunan memang sangat tinggi, masing-masing dari anggota klan memang rata-rata sudah berada di ranah Pembukaan Gerbang atau setara dengan itu (karena ada dari klan Yunan yang bukan kultivator alias mereka adalah Penyihir dari Benua Barat atau Pendekar Benua Tengah), dengan kurang dari umur seratus tahun dalam Reinkarnasi ini.


Wei Wuxian mendengar obrolan keduanya. Matanya yang gelap memiliki pandangan yang semakin dalam. “Surga?” Dia bergumam dengan hanya dirinya yang mendengar. “Bahkan surga mungkin tak dapat mengimbangi bakatnya.” Ucapan misterius itu, dia berbalik lagi memandang Liana, tatapannya menjadi lembut seketika tanpa dia sadari.


Untuk yang bertanya, mengapa Wei Wuxian tak pernah beranjak dari tempatnya selama Liana berkultivasi?


Oh, dia sebenarnya tidak menganggur sama sekali, dia adalah yang membantu Liana membuat Array dari luar yang untuk menjaga Liana dan mencegah kebocoran aura setelah gadis itu menerobos berkali-kali. Yang tidak akan membuat kultivasi gadis itu terganggu juga orang-orang di sekitarnya.


Karena meski tidak mengalami bencana petir dan api, aura kultivator yang bocor saat menerobos juga sama berbahayanya. Jika salah sedikit, maka akan mendatangkan serangan balik juga dapat menyakiti orang lain yang berada di dekatnya dengan kultivasi yang lebih rendah.


Aura yang bocor itu dapat melukai Hati Dao, dan jika Hati Dao telah terluka, maka lebih mudah di serang oleh Iblis Batin. Jadi seperti kata pepatah, tidak ada yang gratis di dunia ini.


Apa yang di dapat tentu ada pembayarannya sendiri. Semakin besar manfaatnya semakin besar yang harus dibayarkan. Apalagi untuk manusia yang menginginkan keabadian.


Dan begitu pula, semakin seseorang memiliki keistimewaan, semakin besar pula tanggung jawab yang mereka tanggung setelahnya.

__ADS_1


Sekali lagi, tidak pernah ada yang namanya makan gratis.


~o0o~


__ADS_2