[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana

[REINKARNASI] Sayap Takdir: Zhu Liana
134-Apa Kelahiran Itu?


__ADS_3

Kali ini Liana berada di tempat seperti luar angkasa. Dengan seluruh hitam bertabur miliaran bintang dari dekat hingga kejauhan. Namun tak satu pun dari bintang-bintang itu yang pernah Liana lihat sebelumnya, bahkan tak ada Tata Surya yang familiar atau pun Galaksi Bima Sakti yang pernah menjadi tempat tinggal Bumi.


Liana kembali memikirkan arti tempat yang dilihatnya, seperti mewakili tiga pijakan. Pertama, Lautan di ruang dantiannya. Kemudian diikuti oleh hutan yang dilihatnya dengan banyaknya pepohonan, sepertinya mewakili Daratan. Lalu sekarang adalah ruang angkasa yang tentunya mewakili Langit.Ketiga unsur yang membentuk keberadaan dunia.


 Liana masih tidak tahu apa artinya semua tempat ini, tapi dia yakin, sejak dia pertama kali mulai berkultivasi dan bermaksud untuk menerobos, ujian sudah dimulai pada saat itu juga.


Semula ruang luar angkasa yang bertabur bintang masih damai dan tenang, tetapi kemudian tiba-tiba saja bintang bintang itu mulai bergerak mendekati yang lain. Hanya sesaat hingga tabrakan antar bintang terjadi. Liana mengerutkan kening.


Apa ini? Apa yang terjadi?


 Dia ingin membuka mulutnya untuk bertanya entah pada siapa. Akan tetapi dia kemudian ingat jika dirinya tak dapat mengeluarkan suara dengan tubuh spiritualnya.


Jadi dia tetap berdiam diri di tempatnya. Dan untungnya semua kekacauan yang terjadi di depannya sama sekali tidak berdampak padanya yang membuat Liana yakin bahwa keberadaannya di tempat ini hanya sebagai pengamat.


Dan sebagai pengamat, dia mulai menyaksikan pecahan bintang-bintang itu mulai terbentuk kembali menjadi bintang baru, menjadi sebuah planet dengan macam-macam keadaan. Siklus ini terus berulang sampai Liana tidak tahu sudah berapa kali itu terjadi.


Sementara itu Liana terus mencoba untuk memahami sesuatu.Namun dengan kekuatannya saat ini, dia hanya dapat samar-samar melihat beberapa hal kabur dari kehampaan.n Liana mencoba untuk melihat lebih jauh tetapi malah membuat pikirannya mengalami serangan balik. Jadi dia menyerah, mungkin bukan waktunya untuk mengetahui lebih jauh apa misteri dibalik kehampaan.


Jadi Liana kembali menutup matanya dan berkonsentrasi pada pencerahan yang dia dapat dari penglihatan-penglihatan dari pohon dantian sunyi dari laut kesadarannya. Liana kembali ke laut kesadarannya setelah beberapa


saat dan dia masih berdiri di depan pohon transparan yang tampaknya semakin terang.


Di saat bersamaan, dia juga merasakan kultivasinya telah dikonsolidasi ke tingkat Pelatihan Roh Puncak, hanya tinggal selangkah menuju terobosan alam yang lebih tinggi ke alam Pembukaan Gerbang.


Sebenarnya dia bisa saja langsung membuka gerbang saat ini, akan tetapi Liana tidak terburu-buru untuk langsung menerobos meskipun itu tidak akan menjadi masalah bagi Liana dengan bakatnya. Tetapi kultivasi adalah tentang


kesabaran. Terlalu cepat menerobos juga dapat mempengaruhi kondisi pikirannya, dan akan mudah mendapat iblis batin.


Dikatakan bahwa kultivasi melawan surga, dalam mencapai keabadian, seseorang harus membayar dengan nyawanya. Tapi karena Liana belum mengalami semua itu, dia juga belum menyadari makna kultivasi yang sebenarnya.


Dan setelah menyebrang ke dunia ini begitu lama, Liana sepertinya kurang memiliki ambisi menjadi yang terkuat seperti kebanyakan kultivator yang mengejar keabadian, hanya keinginan untuk bertemu Wei Xieninglah yang terus


membuatnya meningkatkan kultivasi.

__ADS_1


Mungkin karena dia terlindungi dengan baik oleh orang-orang yang sangat kuat disekitarnya sehingga dia belum pernah melihat kekejaman kultivator. Juga dia belum pernah mengalami bencana hidup dan mati setelah berkultivasi. Atau juga mungkin karena kultivasinya selama ini terlalu lancar, terlalu lancar sampai sepertinya dia hanya makan minum dan menerobos. Dia bahkan tidak tahu kalau kultivator lain bahkan tidak akan dapat meningkatkan satu ranah kecil selama bertahun-tahun semudah dirinya.


Oleh karena itu, bahkan saat menghadapi ujian Pembukaan Gerbang, dia tidak segera memahaminya, karena inilah dia juga belum bisa menerobos. Sebab, setiap gerbang yang dibuka memerlukan pemahaman tentang setiap pintu yang hendak dibuka, Seperti  Gerbang Kelahiran, hanya pertanyaan apa kelahiran itu? yang terlihat seperti pertanyaan sederhana, tetapi Liana belum dapat menjawabnya. Tapi bisa saja seseorang membuka gerbang terlebih dahulu sebelum memahami arti gerbang, tetapi itu tidak akan dianggap sebagai Pembuka Gerbang sejati, paling-paling hanya tingkat setengah langkah.


Liana yang memuiliki sedikit gangguan Obsesif Kompulsif memilih untuk tidak menyukai kata setengah. Karena itulah Liana memutuskan untuk keluar dari laut kesadarannya.


Di saat dia membuka matanya, yang pertama kali dilihanya adalah surai merah yang seperti sutra berkibar tertiup angin, menari dengan indah. Kemudian wajah tampan Wei Wuxian yang tanpa cacat muncul di depannya tersenyum hangat menyambutnya, berdiri di depannya.


Meskipun Liana jarang memperhatikan penampilan seseorang, dia memang masih tersentuh melihat wajah indah kekasihnya. Dia tak munafik, karena pada dasarnya manusia memang menyukai hal-hal indah. Ah, sungguh, kecantikan dapat mendatangkan niat baik.


“Selamat telah menerobos Li’er kecil.” Suara bahagia itu datang menyambutnya, membuat hati Liana menghangat. Wei Wuxian mengulurkan tangannya pada Liana yang di sambut oleh gadis itu, membawanya turun dari tempatnya


berkultivasi.


Liana melompat dari batu dengan bantuan Wei Wuxian. Setelah berdiri dengan mantap, dia memandang wajah pria di depannya seksama sebelum akhirnya bersuara. “Ya, aku kembali.” Liana balas tersenyum sebelum dia berkata lagi, “Ge, sudah berapa lama waktu di dunia luar?”


“Hanya, satu tahun,” kata Wei Wuxian sambil mengangkat jadi telunjuknya di depan Liana.


Liana mengangguk mendengarnya, terlihat segar tanpa ada tanda kelelahan setelah kultivasi yang panjang. “Apakah kita akan kembali?” Dia bermaksud mengatakan kembali ke Benua Timur.


“Mereka?” Liana bingung dengan siapa yang dimaksud Wei Wuxian. Pria itu hanya tersenyum tidak menjawab lebih lanjut, hanya membawa Liana keluar dari ruang dimensi.


Sampai di luar, Liana di sambut oleh puluhan orang-orang dari klan Yunan dengan antusias dan hangat.


“Kami melihat Yang Mulia!”


“Kami melihat Zanzhu Ren Zuxian!”


Hampir seratus orang berkata serempak membuat gelombang gema di tengah lembah.


Baiklah, sekarang Liana tahu siapa mereka yang dimaksud Wei Wuxian. Jadi, Liana juga menyapa balik mereka dengan sopan tapi akrab. Lalu mengobrol dengan beberap orang klan yang ia kenal. Dari mereka Liana tahu tentang keadaan Tiga Benua yang sudah mulai menghadapi invasi pasukan monster yang ternyata bukan hanya


menyerang Benua Timur saja.

__ADS_1


“Tiga Benua juga telah bersiap untuk perang besar-besaran melawan mereka,” kata pemimpin klan yang saat ini adalah Pangeran Negara Barat, Zeith yang dikenal Liana.  “Karena itulah, persediaan perang sedang dikumpulkan sebanyak-banyaknya. Bahkan seperempat dari wilayah Pegunungan Abadi terpaksa dibuka,” lanjutnya.


Liana agak terkejut mendengarnya. Pegunungan Abadi merupakan wilayah terlarang dari tiga benua beberapa ratus tahun yang lalu tepat setelah musnahnya Klan Yunan sebelum reinkarnasi. Lalu saat ini terbuka kembali meskipun hanya seperempat, tapi itu menunjukkan kepada dunia luar bahwa klan penjaga tiga benua telah kembali.


Liana penasaran dengan alasanya, dia bertanya pada Zeith, “Apakah tidak apa-apa jika keberadaan klan yang kembali diketahui oleh dunia luar?”


 Zeith dan anggota klan lainnya tersenyum mendengar pertanyaan Liana.


“Cepat atau lambat kita juga akan tetap berhubungan lagi dengan orang-orang. Apalagi perang besar tiga benua akan terjadi, sebagai penjaga tiga benua, akan tidak baik jika kami tidak berpartisipasi. Lagipula dengan keberadaan Yang Mulia dan Tuan Pelindung Suku, tak ada kekhawatiran ditipu lagi.” Kemudian dia tertawa keras menyembunyikan ingatan masalalu yang tak sengaja disebut.


“Ah?” Liana malah bingung dengan tindakan yang tidak elegan dari identitas seorang Pangeran Negara Barat juga sebagai Pemimpin Klan. Dia kemudian memandang setiap anggota klan menampilkan wajah datar seperti aku tidak mengenalnya, yang sepertinya sudah terbiasa dengan kelakuan pemimpin mereka.


“Baiklah?”Liana memasang wajah tanda tanya melihat Wei Wuxian di sebelahnya. Yang ditanggapi dengan senyuman seperti mengatakan, “Biarkan saja dia, nanti sadar sendiri.”


Sudut bibir Liana berkedut. Tetapi kemudian dia tak peduli lagi karena tiba-tiba seorang gadis kuncir kuda biru menariknya untuk berkumpul di antara anggota klan yang Liana ketahui namanya adalah Asyika, reikarnasi klan Yunan yang menjadi bangsawan Negara kecil di Benua Tengah.


“Yang Mulia, kami sebenarnya telah menyiapkan pesta penyambutan untukmu, akan tetapi belum sempat terlaksana. Jadi kami menyiapkan  pesta yang lebih besar untukmu sekarang, benarkan saudara-saudariku.”


“Baik!”


Karena itulah, Liana untuk pertama kalinya menghadiri pesta penyambutannya sendiri setelah seperempat abad ingatan hidupnya, dan pertama kalinya dia menikmati pesta sampai melupakan seseorang yang berdiri memandanginya dengan tatapan lembut di tempat yang sunyi dari pesta.


“Ku harap kau akan selalu bahagia seperti ini Li’er. Jangan masuk ke dalam kekejaman alam. Yah, ku harap.”


~o0o~


Oke, berapa bulan saya ngilang? setengah tahun lebih kah, ya?


i'm sorry. But, karena saya juga agak memiliki banyak sekali kesibukan waktu itu, jadi saya jarang menulis lagi.


dan sebenernya, selama itu juga saya nyari banyak referensi dari banyak novel lain yang saya baca untuk memperbaiki cerita ini.


dan kalau dilihat-lihat, masih ada beberapa plot yang menurut saya juga kurang masuk akal. Yah, saya akui bahwa saya memang masih pemula, so... karena itu juga saya tetap terus belajar dan memperbaiki tulisan saya lagi.

__ADS_1


sekali lagi deh, maaf ya. mungkin juga bakal slow update terus ke depannya. Then, saya juga nggak mau liat novel ini stuck sebelum ceritanya selesai.


so see you next time....


__ADS_2