90 DAYS

90 DAYS
KESAL


__ADS_3

Malam itu mereka habiskan dengan bercengkrama di ruangan televisi tersebut. DERRY maupun SORAYA  kembali sedikit terlelap pukul lima pagi. 


      Hari ini, mereka akan segera berangkat kerja ke kantor. Keduanya tampak sibuk untuk segera berangkat, karena keduanya memang memiliki kesibukan masing-masing walau mereka sama kantornya.


        "Raya, ayo mandi bersamaku saja," ucap Derry  pagi itu.


      "Derry, cepat lah kau pergi mandi sendiri dulu, jika denganmu ini akan lebih lama!!" ucap Soraya.


    "Tidak, tidak!!" pagi ini aku tidak meminta apapun," teriak Derry  dari balik kamar mandi.


    Soraya  yang mendengar ucapan Derry  tersebut pun langsung mempercayai ucapan itu. Padahal Soraya  sudah tahu, Derry  selalu ingin bermain dengannya.


        "Ayo cepat," ucap Derry.


    Derry  tertawa kecil, tampak gembira hatinya melihat seorang Soraya  ikut mandi bersama dirinya lagi pagi ini. Mereka sudah halal, jadi tidak ada satupun yang bisa berkata ini adalah dosa.


        "Aku sabuni yang ini ya," pinta Derry.


        "Katamu tadi tidak ingin apa-apa!!" bentak Soraya.


        "Iya, aku hanya ingin membantumu Raya!!" ucap Derry  balik.


       "Hmm yasudah," tambah soraya  membiarkan Derry  menyabuni bagian itu.


        Rasa geli yang cukup kuat, buih sabun dari tangan suaminya itu membuat semakin licin dan Derry  tersenyum bahkan terkekeh kecil.


        "Derry!! cepatlah!!" bentak Soraya.


         "Iya nyonya!!" ucap Derry  kembali.


         "Aku mandi sendiri saja kalau begitu, hari ini aku ada meeting Derry," pujuk soraya.


       "Dengan siapa??" tanya Derry  bingung.


       "Dengan tuan Rendra  dan papamu juga," ucap Soraya.


     "Rendra?? kenapa aku tidak diajak??' tanya Derry  bingung.

__ADS_1


    "Mana kutahu, kau kan tiga hari lalu tidak masuk kantor, maklum orang itu begitu sibuk!!" ucap Soraya.


      Ketika mengatakan hal seperti itu, butiran air mata SORAYA  ingin jatuh ke bawah. Siapa yang tidak cemburu, suaminya bersama wanita lain sampai tiga hari lamanya.


     Meskipun pernikahan itu tidak mengharuskan Soraya  untuk cemburu, namun perasaan tidak bisa dielakkan lagi. Soraya  mengambil handuknya dengan cepat, dia pun lebih awal keluar dari kamar mandi tersebut.


         Derry  masih terdiam dengan sindiran soraya  tersebut. Seolah ada aku yang menusuk hatinya dari ucapan istrinya itu. Namun, Derry  tidak pernah ingin berkata maaf kepada SORAYA.


      Derry  yang egois, pemarah bahkan memiliki sifat keras kepala tinggi itu, tidak mungkin mengucap maaf hanya untuk seorang Soraya  yang dinikahinya di atas nota tersebut.


        Tiga hari lalu Derry  memang tidak masuk ke kantor. Mana ada yang bisa melarang Derry, perusahaan itu milik ayahnya sendiri, bahkan Derry  seorang ceo di perusahaan itu.


     Apalagi mengenai Fanni , sudah tentu orang tua Derry  yang menyuruh Derry  libur masuk ke kantor. Fanny  sangat dikenali oleh orang tua Derry , bahkan pernikahan mereka juga sudah dipersiapkan sejak lama.


      Hanya Fanni  saja yang selalu mengundur tidak ingin menikah dengan cepat, padahal jika ikutkan umur, mereka sudah sangat pantas menikah.


         Soraya  mulai berpakaian rapi untuk segera berangkat ke kantor. Seperti biasanya, mereka berangkat dengan mobil masing-masing. Mobil Soraya  yang berwarna hijau toska tersebut adalah pemberian dari Derry Sanjaya.


         Kini, Soraya  membiarkan Derry  memakai dasinya sendiri. Biasanya jika Derry  berangkat kerja dari apartemen SORAYA, maka selalunya soraya  yang memakaikan semua perlengkapan Derry  tersebut.


       Itu adalah kewajiban istri untuk melayani sang suami, namun apa daya dirinya. Jika dia terus berhadapan dan memperlakukan Derry  seperti itu, mungkin saja meeting pagi ini tidak akan terlaksana.


     Hanya Tuhan yang tahu segalanya, termasuk lah hati Soraya  saat ini. Hati yang tidak ingin dilepaskan namun perjanjian yang menyekat di antara keduanya.


       "Kenapa Raya tidak memakaikan dasiku??" tanya Derry  dalam hatinya.


       "Ah..brengsek!!" ucal Derry  marah sendiri.


       "Pasti SORAYA  ada lelaki lain," umpat Derry  lagi menuduh SORAYA .


       Derry  seolah tidak sadar dengan perbuatannya sendiri, dia pagi ini begitu marah kepada SORAYA  karena meninggalkan dirinya sendiri di apartemen tersebut.


      Derry  tidak terima dengan perbuatan soraya  itu, biasanya soraya  selalu memakaikan perlengkapan Derry  jika dia ingin pergi kerja dari apartemen tersebut.


        Derry  yang mencintai dua wanita itu tidak sadar ada soraya  di hatinya. Dia selalu menafikan perasaannya terhadap seorang Soraya .


      Dia selalu ingin di cap pria setia, namun kelakuannya sudah melenceng dari itu semua. Derry  awalnya menikah hanya untuk pelampiasan amarah terhadap Fanni , namun untuk menggantikan Fanni  di hatinya tidak pernah terbesit.

__ADS_1


      Lalu mengapa dia marah kepada SORAYA??"


    Jika soraya  pun sudah memiliki lelaki lain nantinya, itu tidak akan masalah bagi Derry. Derry  sendiri juga sudah memiliki seorang Fanni. Fanni pun tampak mencintai seorang Derry .


      Apa sudah ada cinta di antara mereka??


    Mungkin saja ada cinta di antara dua hati yang masih tidak ingin menggalinya tersebut. Soraya  sudah menyadari perasaannya sendiri. Sedangkan Derry  masih egois dan tinggi hati untuk menerima kenyataan itu.


        Soraya  sudah pun di tengah perjalanan, dia mengendarai mobilnya dengan sedikit terisak. Jika ingin memberontak dia ingin Derry  selalu di sampingnya.


       Derry  pula sudah keluar dari apartemen setengah jam lalu setelah soraya  meninggalkannya sendiri di sana. Derry  dengan wajah memerah memaki soraya  terus menerus sambil menyetir mobilnya.


       "Lihat saja nanti!!" ucap Derry  teriak dalam mobilnya.


    Hampir empat puluh lima menit perjalanan dari apartemen SORAYA  ke perusahaan milik Derry  tersebut, akhirnya soraya  sampai tepat waktu.


       Jam masih menunjukkan pukul tujuh lima belas menit. Dia tidak terlambat, bahkan Soraya  masih sempat untuk sarapan dengan santai.


      Pukul delapan nanti meeting akan dilaksanakannya. Semua file sudah dia kumpulkan. Tuan Rendra  adalah salah satu seorang investor yang sahamnya mencapai 40 persen di perusahaan ayah Derry  tersebut.


      Dan 60 persen saham itu di pegang oleh keluarga Derry. Soraya  seorang yang bekerja sebagai staf keuangan dan Derry  sudah menambah pekerjaannya menjadi kepala bagian pemasaran tanah mereka tersebut, kini bertambah beban soraya  lagi.


       Sebelum jam delapan, dia sudah berada di ruangannya sendiri, dia hanya memesan kopi kepada office girl yang bekerja di sana. Sikap ramah Soraya  selalu di sukai pekerja bawahan di sana.


       Kesukaan Soraya  memang meminum kopi hitam dengan sedikit gula, dengan begitu Soraya  tetap bisa menjaga tubuhnya agar tidak terlalu obesitas.


      Wanita berkulit putih bersih ini, selalu menyimpan beberapa keping roti di lemari kecil dalam ruangannya tersebut. Sambil membereskan berkasnya tersebut dia pun mulai sarapan dengan kopi dan dua keping roti.


       Baru ingin melahap rotinya, Soraya  dikejutkan dengan sosok tubuh kekar yang menatapnya tajam dan sambil melipat kedua tangannya tersebut.


         Kira-kira siapa ya??


      *****


  


        

__ADS_1


__ADS_2