
"Ada apa ini?" tanya Soraya saat ini.
"Raya, ada sedikit kecurigaanku kepada Tio, dia mungkin menyimpan satu rahasia besar dari kita," jelas Derry yang tampak menggebu-gebu itu.
"Derr, tenanglah. Biarkan Tio menjelaskannya dulu," ucap Soraya lagi.
Tio berulang kali menatap Soraya dan Derry, mungkin ini lah waktunya dia akan mengatakan hal itu kepada Derry. Lagi pula apagunanya lagi untuk menyimpan ini, dia pun mulai membuka suaranya saat ini.
"Derr, sebenarnya sekarang ini Tuan.."
Terhenti disana ucapan Tio, ketika saat ini Rendra menghubunginya saat ini, Rendra mungkin ada sesuatu hal penting yang akan dia sampaikan.
"Tuan apa Tio?" tanya Derry penasaran saat ini.
Tio pun sekarang ini memberikan kode untuk Derry diam sejenak, dia mengangkat panggilan Rendra itu kepada Tio saat ini.
Dan kemudian betapa terkejutnya Tii mendengarkan kabar dari Rendra sekarang, dia pun membuat semua orang disana bingung dengan yang terjadi.
"Dia kabur? Bagaimana bisa wanita itu kabur?" tanya Tio dengan paniknya.
"Tio, orang suruhanku melakukan kesalahan, dia baru saja menghubungiku tadi, ternyata Fanni mendengarnya saat itu, dan sekarang dia lari dengan diam-diam. Tapi, kau tenanglah, dia mengejar Fanni sekarang."
"Baiklah, aku menunggu kabar darimu Rendra," ucap Tio saat ini.
Kemudian sekarang ini Tio pun telah menutup panggilan itu, dia pun terlihat gusar sekarang, bahkan saat ini juga dia akan segera memberitahukan hal ini kepada Derry.
"Ada apa Tio? tanya Derry saat ini lagi.
"Derr, kita bicara didalam saja, biarkan semuanya tahu," ucap Tio saat ini.
"Baiklah, ayo kedalam," Derry tampak setuju dan dia saat ini langsung mengikuti langkah Tio.
Para orangtua disana tampak begitu bingung saat ini. Mereka menatap Derry Tio dan Soraya dengan wajah penuh tanda tanya.
Sekarang juga mereka telah pun duduk bersama kembali dengan keluarga itu. Tio mulai tampak membuka mulutnya sekarang.
__ADS_1
"Derry, sebenarnya saat ini Tuan Osman sudah bersamaku, dia menjadi tawananku. Dan tadi yang menghubungiku adalah Rendra, saat ini dia mengabari Fanni yang sudah tertangkap mengetahui orang suruhan Rendra dia pun lari," jelas Tio panjang lebar.
"Fanni lari? Dimana dia sekarang?" tanya Tuan Frans yang merasa geram.
"Dia sedang berada di kota Surabaya Om, Rendra menyuruh orang untuk mengikutinya beberapa hari ini, bahkan Rendra juga memberikan segala perkembangan di pengadilan sekarang, mereka berdua bisa menjadi saksi kuat agar tanah itu kembali kepada kita," jelas Tio lagi.
"Tio, aku ada rencana sesuatu untuk menangkap Fanni lebih cepat!" ucap Derry dengan geramnya.
"Apa itu Derr? apa rencanamu bisa menangkap Fanni?" tanya Tio dengan penasarannya.
"Pertama, diakan masih memiliki Papanya, bagaimana kalau kita ancam dia menggunakan Papanya?" tanya meminta saran mereka.
"Apa itu tidak membahayakan? Apa papanya tidak bisa menuntut nanti?" tanya Tio lagi saat ini.
Sedangkan Soraya sekarang melihat ponselnya yang masuk notifikasi, ada pesan dari Tsania saat ini. Tsania yang baru saja mencoba merebahkan tubuhnya dikasur, dia bersantai sambil melihat sosial media, namun berita Viral mengenai Fanni baru ia temukan.
Berita Viral itu tertutupi oleh berita kematian dari Nyonya Besar juga. Soraya penasaran dengan apa yang dikirim Tsania kepadanya saat itu.
"Ha..ya Tuhan!" ucap Soraya tampak bergetar dan menutup mulutnya saat ini.
"Derr, lihatlah," ucap Soraya menunjukkan ponselnya.
Baru saja Tii fokus untuk nendengarkan rencana Derry saat itu, mereka dikejutkan kembali dengan berita Viral diri Fanni saat ini. Video mesumnya bersama Tuan Osman telah tersebar kemanapun, bahkan Fanni saat ini selalu memakai masker untuk menutupi wajahnya agar tidak dikenali siapapun.
"Ya Tuhan, Kenapa Fanni busa seperti ini?" tanya Nyonya Veli tak kalah terkejutnya.
"Sudah kuduga, mereka berdua pasti dulu bermain api dibelakangku, untungnya aku tidak memilih wanita bejat itu, takdir Tuhan memang indah, walau aku memulai pernikahan hanya dengan kontrak Istri 90 hari, namun aku akan mengubahnya sampai 90 abad," jelas Derry yang saat ini langsung menggenggam tangan istrinya.
"Derr, jadi bagaimana rencanamu tadi?" tanya Tio cepat mengalihkan itu.
Mendengar Derry memuji Soraya, dan keharmonisan itu terlihat jelas disana, ada sedikit goresan luka dihati Tii saat ini. Tidak mudah untuk melupakan sebuah cinta yang sudah tertanam dijiwa itu.
Saat ini Derry mulai kembali membuka suaranya mengenai rencana agar dia bisa memerangkap Fanni masuk dalam jeratnya.
"Jika cara pertama tadi penuh resiko, maka kita akan memakai cara kedua, aku akan berpura-pura menyukai Fanni lagi, dia bahkan akan aku coba melemah dihadapanku, dengan begitu dia mudah kutangkap," ucap Derry.
__ADS_1
"Yang kedua ini lebih bagus dari yang pertama, tapi apakah Soraya setuju?" tanya Tuan Frans kepada menantunya itu.
"Iya Pa, Raya setuju," ucapnya dengan cepat.
Walau hati ada ketakutan, dia takut Derry hilang dari dirinya, namun dia juga yakin bahwa Derry akan menjadi pria setia seperti yang diucapkannya barusan.
Saat ini juga, Derry mencari nomor ponsel Fanni, dia mengiriminya pesan. Entah Fanni ingin membukanya atau tidak, yang terpenting dia mencoba membuaf segala pancingan untuk memerangkap Fanni.
Isi pesan itu adalah, Fanni aku butuh teman cerita, pikiranku suntuk karena saat ini Soraya menjadi wanita egois saat dia hamil, hanya kau wanita yang selalu bisa mengeti diriku, kau kan teman masa kecilku, jadi aku tahu, hanya kau yang bisa menghilangkan rasa kegelisahan ini. Tulis Derry saat itu juga.
"Sudah?" tanya Tuan Frans yang terlihat tidak sabaran itu.
"Sudah Pa, tenanglah Derry yakin cara ini akan meluluhkan hati wanita itu, Derry yakin dia akan berpikir berulang kali untuk menolaknya," ucap Derry penuh keyakinan pada dirinya yang telah membuat rencana itu.
"Baiklah, kita tunggu saja respon wanita jlang itu!" umpat Tuan Derry penuh kemarahan.
Karena dirinyalah hubungan Derry dan Soraya hampir hancur, karena Fanni jugalah Nyonya Besar sampai meninggal dunia, dan karena dia juga Derry harus repot-repot untuk menyatakan hal ini kepada wanita yang tidak pernah disukainya itu.
Saat ini juga, Derry hanya penuh harap kalau Fanni bisa ditemukan dan ditangkap untuk dijadikan saksi, karena memang dokumen itu yang menyerahkannya adalah Fanni.
Sedangkan Fanni saat itu yang sudah lari kemana-mana itu, dia lari dari Vila tersebut. Dia mencoba mencari tempat teraman di kota Surabaya ini.
Bahkan saat ini, dia hanya menaiki taxi sampai taksi itu membawa Fanni kerumah sewa yang ada di kota Surabaya ini. Untuk pergi ke hotel rasanya sudah tidak mungkin lagi, itu lah mengapa kesempatan ini dia memanfaatkan dengan baik.
Fanni yang masih mematikan ponselnya itu, berencana menghubungi Tisaa saat ini. Karena memang kampung Tisaa berada di kota Surabaya, dia berharap Tisaa memberitahukannya tempat penginapan yang aman dan jauh dari keramaian modern.
Fanni tampank sudah mengubungkan panggilan tersebut. Namun Fanni juga sudah pun mencoba berulang kali, akhir nya panggilan itu terhubung juga.
"Hallo Tissa, Apa lo bisa bantu gue?" tanya Fanni dengan suara panik.
"Lo mau apa? Kalau mau minta tumpangan rumah gue gak bisa!" Nada tegas itu terdengar dari mulut Tissa begitu jelas saat ini.
"Tissa mengapa kau seperti itu? Aku bukan meminta tumpangam padamu, aku hanya ingin bertanya, apakah kau tahu tempat yang jauh dari keramain di kota Surabaya ini?" tanya Fanni saat ini.
****
__ADS_1