90 DAYS

90 DAYS
YUMITA MAU MEMBATALKAN PERNIKAHAN


__ADS_3

Setelah makan malam itu berakhir dan Derry sudah mengetahui bahwasannya Tio saat ini ini memiliki sebuah apartemen di kawasan Red Village.


         Derry pun berpamitan kepada mereka berdua dengan cepat dapat membuka GPS dari ponselnya tersebut menuju kawasan red Village yang ada di bagian utara Kota Jakarta.


         Dari rumah Rendra tersebut akhirnya dapat sampai dalam waktu kurang lebih 1 jam perjalanan. Namun dia tidak  tahu dimana letak apartment Tio berada sekarang ini.


      Mencoba bertanya kepada penjaga pos, biasanya setiap nama pemilik apartemen di kawasan itu akan ada daftarnya disana. Derry mulai membuka suaranya, Soraya pula masih mendengarkan suaminya tersebut.


    Entah sudah berapa Jam panggilan itu berlangsung saat ini, tampaknya Derry tidak mengakhiri panggilannya itu cuma jadi hal itu mengurangi rasa khawatir dari istrinya tersebut.


     Satu sisi lagi miYumi yang tampak bersalah dengan Tio itu dia sedang memikirkan mengenai hal pernikahannya dengan Tio tersebut. Dia tidak ingin membuat Tio susah namun satu sisi dia mencintai seorang Tio itulah yang membuatnya susah untuk melepaskan kesempatan ini.


    Tapi karena hilangnya Tio saat ini membuat dirinya merasa bersalah karena memaksakan kehendaknya sendiri untuk menikah dengan Tio tersebut, dia pun berpikir terus-terusan Ingin rasanya dia ingin membatalkan pernikahannya tersebut Namun satu sisi hatinya nya menentang hal tersebut.


     Hati Yumita terus berkata bahwasanya Ini adalah sebuah kesempatan emas dan hati itu juga berkata lambat laun akan ada cinta di antara mereka.


    Karena rasa khawatirnya dan pikiran serta hatinya yang tidak sinkron itu kemudian dia menuju kamar Soraya dia ingin bertanya mengenai kabar Tio saat ini apakah sudah ditemukan atau belum.


     Dan telah Dia menuju ambang pintu Soraya tersebut Dia mengetuk pintu itu dengan cepat, Soraya saat ini sedang mendengarkan kan suaminya tersebut bertanya kepada sekuriti di kawasan apartemen Tio tersebut. 


     Mendengar ketukan pintu itu Soraya pun langsung bangkit dari ranjangnya dan menuju ambang pintu kamarnya tersebut dengan cepat dia membuka pintu itu.


     "Yumita, ayo masuk," ucap Soraya.


    Dengan cepat Yumita masuk kedalam dan pintu itu kembali tertutup wajahnya diperhatikan benar-benar oleh kakaknya tersebut tampak wajah bingung dan takut di sana.


    "Ada apa? Apa yang membuatmu khawatir begini?" tanya Soraya kepada Yumita.


    "Kak, apakah bang Derry sudah mendapatkan kabarnya?" tanya Yumita dengan wajah yang sendu.

__ADS_1


    "Ini bang Derry ingin menemuinya, kamu tenang saja jangan khawatir, bang Derry pasti bisa berbicara dengannya," jelas Soraya sambil memeluk adiknya itu. 


   Yumita hanya mengangguk lemah saat ini dia ingin sekali mengutarakan apa yang dipikirkannya sekarang rasanya dia benar-benar ingin membatalkan pernikahan itu agar Tio bahagia nantinya.


    "Kak, apa aku batalin saja pernikahan ini?" tanya Yumita.


   Pertanyaan serta ucapannya Yumi tersebut membuat jantung Soraya berdetak kencang dia tak menyangka adiknya bisa mengatakan hal seperti itu padahal hari pernikahan itu sudah sebentar lagi jika dibatalkan pasti orang tua Tio akan kecewa.


      "Tidak Na, kamu jangan mengatakan hal itu, ingat kamu sudah mengambil keputusan, jadi jangan pernah mengatakan hal itu," ucap Soraya.


   Satu sisi lagi Derry yang sudah berhasil mendapatkan nomor apartemen Tio tersebut berada di lantai tujuh itu dia pun langsung dengan cepat naik Jeep untuk menuju apartemen Tio tersebut.


     Satu sisi lagi orang tua Tio yang sangat mengkhawatirkan anaknya itu dan berulang kali menghubungi ponsel Tio namun sama sekali tidak bisa terhubung karena Tio mematikan ponselnya ia ingin menyendiri saat ini.


    Rasa khawatir Ibu Tio itu akhirnya dia kembali memutuskan untuk menghubungi Soraya namun ponsel Soraya terdengar jawaban operator tersebut sedang sibuk. Karena saat ini Soraya sedang melakukan panggilan dengan suaminya tersebut.


   Wajah mama Tio tersebut cukup kecewa namun suaminya itu langsung menyarankan untuk menghubungi Yumita saat ini, Yumita saat ini meninggalkan ponselnya di kamar berulang kali Mama Ibu Tio tersebut melakukan panggilan namun tidak ada jawaban sama sekali.


    "Sudah, kamu tenang saja. Kata orang jika hari pernikahan sudah dekat, perasaan seperti ini pasti ada," jelas kakaknya itu.


  Yumita hanya bisa mengangguk saat ini dia pun membalas pelukan kakaknya tersebut dengan erat. Tidak ada lagi selain kakaknya yang bisa dimintai pendapat dan nasehat karena kedua orang tua mereka telah pun meninggal dunia.


      Satu sisi lagi Derry sudah berada tepat di depan pintu apartemen Tio tersebut dia pun mulai memencet bel di sana. Berulangkali beli itu dipencet nya Tio yang saat ini sedang berada di balkon kamarnya tersebut menatap Bintang yang mendengar suara bel itu itu dia pun terkejut Siapa yang datang di sana dia berpikir pihak keamanan apartemen yang mencari dirinya.


    Tio tidak berpikir sama sekali Kalau yang memencet beli itu adalah Derry karena memang tidak ada yang tahu mengenai Apartemen ini.


     Setelah Pintu itu terbuka betapa terkejutnya Tio saat ini melihat sepupunya telah berdiri di ambang pintu apartemen miliknya tersebut. Dia pun menatap bingung kepada Derry yang mengetahui bahwa dia memiliki apartemen di kawasan ini.


   "Tio, kau baik-baik saja kan?" tanya Derry langsung.

__ADS_1


   "Derry, masuklah kedalam," ucap Tio dengan lemah.


    Derry pun mengikuti ajakan Tio tersebut dengan cepat dia masuk ke dalam apartemen Itu tampak memang dalamnya yang begitu mewah nuansanya juga begitu tenang mungkin saja saat ini Tio dengan Dilema dan ingin mencari ketenangan di sini pikirkan Derry.


   Soraya yang sedari tadi masih memakai handsfree di telinganya dia sudah mendengar suaminya tersebut telah berbicara kepada Tio saat ini dia pun berbisik kepada Yumita Bahwasanya abang iparnya itu telah menemukan calon suami adiknya tersebut.


   


     "Benarkah kak?" tanya Yumita dengan mata yang berbinar.


   Soraya mengangguk dengan cepat dan tersenyum hangat kepada dirinya dia pun memberikan sebelah kabel handsfree itu ke telinga Yumita agar adiknya tersebut mendengarkan percakapan Derry dengan Tio itu.


    "Derry, kau tahu darimana aku disini?" tanya Tio kepada Derry.


    "Aku tahu dari Rendra, kau kenapa Bin, ayo ceritalah kepadaku," ucap Derry saat ini.


    Tio mengeluarkan dua buah minuman kaleng dingin yang ada di kulkasnya tersebut dan mengeluarkan beberapa snack sambil mereka berbincang saat ini.


    "Tio, aku sudah kenyang, ayo jawablah apa yang kutanyakan kepadamu sekarang, kenapa kau tampak menghindari pertanyaanku terus menerus?" tanya Derry kembali.


    Derry, kau tahu..


  Baru saja Soraya dan Yumi ingin mendengarkan penjelasan dari Tio tersebut Namun ponsel Soraya saat ini ini mati dengan tiba-tiba tampaknya baterai ponsel itu itu sudah lowbat karena memang panggilan tersebut sudah berlangsung sejak tadi sore dan Soraya tidak mengecek panggilan dan baterai ponselnya itu.


   "Kak kenapa mati?" tanya Yumita mencoba menekan ponsel itu.


   "Yah, habis baterainya dek," ucap Soraya sedikit kecewa.


   Yumita akan kembali membuat wajahmu dunia tersebut wajah itu membuat Soraya merasa bersalah Karena tampaknya Yumita ingin benar-benar mendengarkan penjelasan dari Tio itu dan penjelasan tersebut bisa membuat dirinya mengambil keputusan dengan cepat sehingga tidak ada ada yang merasa tidak bahagia nantinya tiket Yumita saat ini.

__ADS_1


  *****


__ADS_2