90 DAYS

90 DAYS
PANIK


__ADS_3

Hari semakin larut saat ini, Derry yang sudah berjanji untuk mencari Robin tersebut Akhirnya dia memutuskan untuk tidak langsung pulang ke rumahnya setelah pukul 5 sore semua karyawan pun telah pulang saat ini.


Sedangkan Robin sekarang dia berada di apartemennya Bahkan dia masih pulas tertidur hingga sore hari, beberapa hari ini dia sulit untuk tidur malam karena pikirannya kacau dan hatinya juga kacau dipaksa menikah membuat Dia sedikit frustasi.


Daffa tidak sendirian mencari Robin Dia menyuruh orang-orang suruh hanya untuk menyebar dengan cepat agar Robin bisa ditemukan.


Derry ingat sesuatu hal akhir-akhir ini Robin tampak dekat dengan Rendra, itulah mengapa Derry mencoba menghubungi Rendra saat ini juga.


Sore hari ini pula praveen dan Sania sedang memasak berdua di dapur, Mereka mencoba memulai sebuah kehidupan baru dan memulai sebuah perasaan yang mereka bangun untuk mendapatkan sebuah cinta.


Rendra maupun Tsania sekarang mereka tidak memegang ponsel sama sekali karena mereka berdua asyik memasak di dapur dan saling bermesraan di dapur.


Derry tidak menyerah begitu saja dia mencoba menghubungi Rendra berulang kali tetap saja Rendra tidak akan menjawab ponsel itu karena memang ponsel nya jauh berada dari jangkauan Rendra saat ini.


Raflvin dan istrinya tersebut sedang memasak untuk menu makan malam karena mereka malam ini ingin dinner di rumah saja berdua, Sania sudah tampak bisa menerima Rendra dengan sedikit demi sedikit Mencoba membuka hatinya.


Rendra bukanlah pria yang buruk, pria ini ini bahkan tidak merokok sama sekali dia juga bukan seorang pemabuk, bahkan Rendrae juga bukanlah seorang pria yang suka bermain dengan wanita.


"Kemana Rendra!" Umpat Derry sedikit kesal.


Karena Rendra tidak menjawab panggilannya tersebut terpaksa Derry mencoba mendatangi rumah Rendra, Daffa yang sudah kenal lama dengan Raffi itu dia sangat tahu di mana letak rumah Rendra dengan terburu-buru dan dengan cepat dia menuju ke sana.


Karena hari semakin sore Soraya yang saat ini ini telah membersihkan tubuhnya tersebut, melihat jam dinding menunjukkan pukul setengah enam sore


sekarang ini.


Dia bertanya dalam hatinya dan dia merasa sedikit khawatir karena tidak biasanya suaminya tersebut pulang terlambat dari kantor.


Masih pukul 5.30 sore ini, Tuan Doris pula yang yang dari pukul 4.30 itu sudah berkeliling untuk berlari santai menyegarkan tubuhnya tersebut bahkan  saat ini karena lelah dia mulai kembali ke rumahnya.


Sedikit lama menunggu Daflva dan berharap Derry menghubunginya akhirnya Soraya memutuskan dia kembali untuk menghubungi suaminya tersebut karena hari semakin menunjukkan kegelapan.

__ADS_1


Satu sisi saat ini Derry yang terjebak macet tersebut karena mendengar ponselnya berdering Terlihat tapi kan di sana dia pun langsung menjawab panggilan dari istrinya itu dengan cepat dan dengan nada yang lembut.


"Assalamualaikum sayang," ucapnya


"Waalaikumsalam, sayang dimana? Kok masih belum sampai?" tanya Soraya saat ini.


"Kan sudah aku bilang sayang, aku mau cari Robin, kamu jangan khawatir ya, aku pulangnya sedikit terlambat," ucap Derry lagi.


Soraya baru ingat hal itu, dia pun bernafas lega saat mendengar suara suaminya tersebut begitu hangat dia rasa bawaan hamil seperti ini membuat dirinya selalu merasa khawatir kepada suaminya tersebut.


"Yasudah, hati-hati dijalan, jangan lupa hubungi aku terus," ucap Soraya yang tampak bersuara sangat manja itu.


Derry hanya tersenyum lebar saat ini mendengar suara istrinya yang begitu manja dari talian panggilan tersebut, dia pun memutuskan untuk tidak mengakhiri panggilan itu.


"Sayang, ponselnya jangan dimatikan, biarkan panggilannya terhubung terus, aku juga pakai hans free blootot," ucap Derry kepada Soraya saat ini.


Mendengar ucapan sang suami yang begitu lembut dan begitu perhatian itu bahkan ponselnya tidak ditutup sama sekali panggilan itu Soraya tersenyum terasa sangat menyentuh hatinya dia bahagia saat ini dapat penuh perhatian terhadap dirinya.


"Hei, kenapa diam? Hayoo ada yang senyum-senyum kayaknya," ucap Derry terkekeh.


"Yasudah, tapi jangan diakhiri panggilannya, biarkan kamu dan anak kita ikut kemanapun aku pergi," ucap Derry yang menjadi pria bucin sekarang.


"Haha, dengartuh baby, papa kamu bucin banget," ucap Soraya sambil mengelus perutnya yang masih rata itu.


Kehamilan anak pertama ini membuat mereka sangat bahagia walaupun perut sapi ka belum terlihat begitu jelas masih terlihat rata sekarang namun Derry tetap menyuruh Soraya untuk tidak melakukan hal berat apapun.


Soraya pun turun dari kamarnya Dia menuju halaman rumah untuk menghirup udara segar karena di halaman rumah besar itu terdapat pohon-pohon hijau dan bunga yang tampak indah untuk menyegarkan matanya.


Sesampainya di halaman rumah tersebut dia duduk di Pendopo kayu yang sengaja dibuat di halaman itu, Tuan Doris juga yang baru sampai dari lari sorenya tersebut menghampiri menantunya itu.


"Fika, kenapa kamu disini nak?" Sapa Tuan Doris kepada menantunya tersebut.

__ADS_1


"Iya Pa, Fika mau lihat-lihat bunga disini, sambil nunggu Derry pulang," jawabnya.


"Loh, Derry belum pulang, tumben dia lama," ucap Tuan Doris.


Karena panggilan itu masih terhubung Derrya pun bisa mendengar jelas perbincangan antara istrinya tersebut dengan papanya itu, dia sangat bahagia karena saat ini ini tapi kau benar-benar diperlakukan baik oleh keluarganya.


Setelah pernikahannya Rina nanti Daffa dan Soraya juga akan melangsungkan pernikahan resepsi pernikahan untuk mereka Derrya telah menyiapkan sebuah kejutan untuk Soraya tanpa diketahui oleh Tuan Doris dan yang lainnya.


Dia tahu selama Soraya menikah dengan dirinya Soraya selalu mengalami kesulitan bahkan mungkin ketika tidak pernah bahagia dan tersenyum seperti hari ini Soraya berhak mendapatkan kejutan istimewa dari suaminya tersebut.


"Iya Pa, Derry mencoba mencari Robin, makanya dia pulang agak telat hari ini," jelas Soraya kembali.


"Memangnya Robin kemana Fika?" tanya Tuan Doris tampak khawatir.


"Entahlah Pa, kata Nirina semenjak mereka pulang fitting baju tadi, Robin bahkan dia tidak mengatakan apa-apa," jelasnya.


"Oh..yasudah, mungkin Robin saat ini ingin sendiri, papa yakin, Derry pasti bisa menemukan dimana Robin sekarang, kamu masuk kedalam saja, ini sudah mau Maghrib, ibu hamil tidak boleh diluar kalau Maghrib," ucap papa mertuanya itu dengan penuh perhatian.


Soraya pun tersenyum lebar ketika mertuanya tersebut benar-benar memperhatikan dirinya dia pun mengangguk dan masuk ke dalam.


Pembantu di rumahnya itu menghampiri Soraya dan menawarkan makanan ataupun minuman saat ini.


Soraya menolaknya karena memang sebentar lagi masuk waktu maghrib Dia yang selama ini sudah berubah dan bertaubat dan tidak meninggalkan Tuhan tersebut begitu taat melaksanakan salat lima waktu apalagi dengan keadaan hamil begini dia sudah tidak ada cuti untuk melakukan ibadah itu.


Derry yang hampir sampai di rumah Rendra tersebut saat ini ini mobilnya sudah terparkir di halaman rumah mewah milik Rendra.


Rendra dan Tsania memutuskan untuk tidak mampu mempekerjakan pembantu karena mereka memang ingin membangun rumah tangga mereka yang tidak didasari oleh cinta itu, lagipula Rendra yang seorang investor tersebut dia tidak terlalu sibuk untuk terus-terusan pergi ke kantor seperti Derry dan Robin dia jika keluar hanya mengadakan Meeting itu pun tidak selalu.


Tok..tok!


Karena mereka telah selesai memasak dan saat ini mereka telah menghidangkan makanan itu di meja makan mereka berencana untuk mandi bersama saat ini Namun ketukan pintu itu itu menghentikan langkah mereka naik ke tangga.

__ADS_1


"Siapa yank?" tanya Rendra kepada Tsania.


****


__ADS_2