90 DAYS

90 DAYS
DERRY KESAL


__ADS_3

Hari minggu yang cerah, keberangkatan Soraya  dan Tio  dijadwalkan pukul 11.00, dan mereka akan sampai di kota Surabaya pukul 12.30. Perjalanan dari bandara Jakarta ke kota Surabaya memakan waktu penerbangan satu jam setengah.


      Malam itu sebelum keberangkatan Soraya, Derry  sempat tidur di apartemennya. Derry  sudah memujuk Soraya  untuk tidak berangkat ke kota Surabaya tersebut. 


    Namun, ini adalah perintah papanya Derry, tidak mungkin Soraya  membantahnya, sedangkan dia hanya lah staf yang dibayar gaji oleh perusahaan tersebut.


     Malam itu juga berulang kali, Soraya dan Derry  beradu argumen tentang kepergian Soraya  hari ini. Namun, Soraya  mencoba memberi Derry  tantangan yang berat untuk Derry  lakukan. 


    Cerita semalam... 


       "Raya, aku tidak setuju kau pergi besok!!" ucap Derry. 


       "Ini perintah bos besar," ucap Soraya. 


      "Aku tetap tidak setuju!! aku ini suamimu," protes Derry. 


      "Oh baik, kalau kau memang tidak setuju, aku pergi besok ke kota Surabaya."


     "Apa kau berani mengatakan aku istrimu di depan papamu??"


   "Kau katakan saja sendiri dengan papamu, apa kau berani??" ucap Soraya  geram malam itu. 


      Soraya  malam itu sedang berkemas pakaian yang harus di bawanya hari ini. Bahkan Derry  yang disuruh untuk mengantarkan sampai bandara saja tidak mau, karena rasa egoisnya yang begitu tinggi. 


      Hari minggu itu juga Derry  pulang ke rumahnya sendiri. Dia seolah tidak ingin mencium jejak atau bau Soraya di apartemen tersebut. Soraya  pun pergi ke bandara dengan menaiki taksi online.


        Dia wanita mandiri yang kuat dan terbiasa sendiri. Bahkan, Tio yang ingin menjemputnya untuk pergi bersama saja ditolaknya, karena dia tahu itu bisa menimbulkan kemarahan Derry  yang belum tercium alasan pastinya itu. 


           Derry Sanjaya, dia tampak kesal sampai di rumah nya pagi itu. Sampai di rumah pula dia bertemu dengan wanita yang selama ini di tunggunya, siapa lagi kalau bukan Fanni. Tapi anehnya wajah Derry berubah semakin kusut saat Fanni  mulai mendekat ke arahnya kali ini. 


       "Sayang... kamu dari mana aja semalam??" tanya Fanni sambil memeluk Derry. 


       Fanni  memang terlalu manja kepada Derry, bahkan tidak kenal tempat lagi Fanni langsung memeluk Derry. Padahal ikatan mereka hanya sebatas kekasih belum menikah seperti yang Derry  lakukan dengan Soraya. 


      Derry  tampak malas untuk melayan semua pertanyaan dari Fanni  tersebut. Padahal wanita ini sudah membuatnya menikah dengan Soraya. Ya! pernikahan ini karena Fanni, namun ini kesalahan Derry  yang tidak bisa menahan amarah. 


      "Derry.. kenapa diam?? ada masalah kah??" tanya Fanni lagi. 


      "FANNI, aku begitu lelah. Izinkan aku beristirahat sejenak!" ucap Derry. 

__ADS_1


       "Kenapa kau berubah?? apa ada masalah??" tanya Fanni lagi. 


     "Tidak, aku hanya lelah," ucap Derry  melepaskan pelukan Fanni tersebut. 


      Derry  pun berjalan menaiki anak tangga, dia tampak ingin menuju kamarnya. Derry  yang berubah itu membuat Fanni  merasa tidak dihargai lagi. 


      Apa Derry  masih menyimpan dendam?? 


       Apa Derry  masih marah kepadaku?? 


     Tanya besar berada di kepala Fanni  saat ini, sikap Derry  memang begitu berubah total, mereka kenal bukan sebentar. Bahkan enam tahun di Timur tengah pun mereka hangat dan mesra, jika disuruh untuk memanjat menara Piramid yang tinggi pun mungkin Derry  akan sanggup. 


       Kali ini tampak perubahan yang begitu ditunjukkan Derry  tersebut kepada sang kekasih.  Mama Derry  tampak membawakan segelas jus segar untuk calon menantunya tersebut. 


      Fanni  sudah begitu akrab dengan Mama Derry  tersebut. Tidak ada lagi bagi mereka merasa canggung, karena Fanni  memang berteman akrab dengan Derry  dari kecil. 


      Orang tua mereka juga saling mengenal satu sama lain, bahkan Derry  yang begitu akrab juga dengan orang tua Fanni  tersebut. 


     Kali ini, Derry  yang sudah masuk ke kamarnya tersebut, bukan melihat bayangan Fanni, atau dia menyesal telah melepaskan pelukan Fanni barusan, Derry malah teringat sosok Soraya. 


        Sedang apa dia sekarang?? 


      Padahal Derry  sendiri yang memiliki egois tinggi untuk tidak mengantar istrinya tersebut bahkan hanya sampai bandara sekalipun itu. 


     Kali ini, tampak sayu mata Derry, teringat kembali apa yang dikatakan SORAYA  semalam. Soraya benar-benar menantangnya untuk hal tersebut. Dia tidak mungkin mengecewakan kedua keluarga yang sudah menyatu, pikir Derry. 


    Namun, tidak dipungkiri juga. Derry  juga tidak bisa memisahkan dirinya dan SORAYA  yang sudah saling menyatu juga. Bahkan di sudut hati yang dalam saat ini, nama Fanni  sudah tidak terlukis lagi di sana. 


    Hanya ada Soraya  dan terus saja wajah itu yang muncul. Geram, marah bahkan rindu sudah terlihat dari sorot mata yang memandang kosong ke arah plafon kamar berwarna hitam putih itu. 


     Derry  yang benar-benar memiliki selera jantan yang tinggi, membuat pesonanya lebih menjadi maskulin dan misterius. Derry tampak kesal dengan perasaan rindu yang tak terluahkan ini. 


     Mengingat tentang Soraya, aset berharganya pun ikut tegak berdiri. Bahkan kesal itu semakin bertambah, karena tidak bisa di belai oleh jemari Soraya  seperti biasanya. 


      Apa ini cinta? 


     Atau ini hanya nafsu?? 


    Tanya dan tanya yang besar di benar Derry  saat ini. Rasa bingung dan juga cemas akan hari yang sebentar lagi datang kepada dirinya. 

__ADS_1


      Sanggupkah aku melepasnya?? 


   Tidak! aku tidak sanggup!! ucap hati kecil yang berbicara.


     Sedang di bawah fanni  tampak berada di pelukan mama Derry. Dia mengadu hal yang tidak-tidak kepada mama Derry  tersebut. Dia mengadukan dari mulai sikap Derry  yang cuek, bahkan ketika berbicara tentang pernikahan pun wajah Derry  tidak ada antusias sedikit pun, tidak seperti dahulu. 


     "Sabar sayang, mungkin saja Derry  memang terlalu lelah, dan dia sudah menjadi pria yang lebih bertanggung jawab sekarang," ucap Nyonya Maulisa. 


    "Ma.. apa aku tidak secantik dulu??" tanya Fanni pula. 


   "Kamu tetap cantik, bahkan lebih cantik dari yang dulu," ucap mama Derry  meyakinkan Fanni. 


   Fanni  yang begitu manja kepada mama Derry  tersebut, membuat Derry  yang melihat adegan itu menjadi tambah serba salah. 


   Di kamarnya, bahkan bayangan Soraya terus muncul, rasa sakit kepalanya semakin bertambah jika mengingat seorang Soraya. 


   Tampaknya Soraya  benar-benar memiliki sihir yang kuat, hingga sampai di kamarnya pun bayangan Soraya  terus menghantui Derry. 


      Derry  yang berada di anak tangga menuju bawah itu, segera menghampiri Mamanya yang tengah memeluk Fanni  dengan penuh kehangatan tersebut. 


       "Derry.." panggil mamanya. 


       "Iya Ma.." ucap Derry lemah. 


     "Sini duduk nak!!" perintah Mamanya. 


    Derry  pun yang merasa gelisah segera duduk di sebelah kanan mamanya, dan Fanni  yang manja itu duduk dengan masih mendekap Mama Derry tersebut, semakin ada Derry  semakin tangis kelebayan itu terluahkan. 


     "Dia sudah berubah Ma!!" ucap Fanni  menunjuk Derry. 


   "Fanny!!" ucap Derry.


    Derry  tampak menahan kekesalannya, hampir saja suara itu mengeras. Tiba-tiba satu sosok lagi menghampiri ke arah mereka. 


    Siapa dia?? 


Jika kalian suka tolong bantu saya vote dan revew di kolom komentar ya teman-teman. Terima kasih salam hangat dari Thor.


*****

__ADS_1


__ADS_2