
Dua hari telah pun berlalu saat ini ini tanah yang sempat diambil oleh mantan istri Tuan Osman tersebut kini sudah jatuh kembali ke tangan Derry Sanjaya.
Sidang yang dua hari lalu tersebut memutuskan Tuan Osman dan Fanni mendapat hukuman kurang lebih 30 tahun penjara.
Derry dan yang lainnya merasa cukup lega rasanya sangat setimpal dengan apa yang mereka perbuat saat ini, Derry juga telah memberitahukan kepada Fanni kalau Papanya tersebut telah meninggal dunia ketika dia pertama kali ditangkap oleh polisi.
Satu sisi lagi Fanni yang tampak stres dia selalu mengancam dan melontarkan kata-kata kasar di balik jeruji besi itu. Kehidupan dua hari berlalu ini membuat keluarga Sanjaya cukup tenang tanpa ada gangguan
Sedangkan mantan istri dari Tuan Osman tersebut dia pun telah menyerahkan pabrik itu kepada Derry juga, ada sedikit pembayaran yang dilakukan Derry kepada mereka untuk membayar bangunan pabrik tersebut karena yang dimiliki Derry hanyalah tanahnya saja.
Dua hari ini membuat mereka merasa lega dan bahagia serta kesehatan Tuan Frans terlihat lebih pulih dari sebelumnya. Empat hari lagi adalah pernikahan Tio dan Yumita, Soraya dan ibu Tio tersebut membuat persiapan dimulai dari hari ini.
Karena menurut mereka masalah sudah begitu selesai dan tidak ada kesibukan yang lainnya itulah mengapa Soraya membantu persiapan pernikahan adiknya.
Rencananya hari ini siapa Soraya dan ibu Tio ingin menemui pihak wedding organizer, dan untuk hari ini juga mereka berangkat setelah selesai sarapan pagi.
Sedangkan Tio dan Derry bekerja di kantor, Tio tampak tidak fokus karena pernikahannya sebentar lagi akan dilangsungkan.
Perjalanan ke tempat wedding organizer tersebut memakan waktu kurang lebih 45 menit. Saat ini supir yang mengantarkan ke dua wanita yang berbeda usia itu untuk mengurus pernikahan anaknya.
Setelah sampai disana mereka disambut dengan begitu hangat karena pihak wedding organizer itu mengenal cukup baik ibu Tio yang berasal dari keluarga Sanjaya tersebut.
"Nyonya Veli, senang bertemu dengan anda," ucap pemilik wedding organizer itu.
"Senang juga bertemu dengan anda Nyonya Feng," jawabnya sambil berpelukan.
"Ayo masuk," ucap owners wedding organizer itu dengan ramahnya.
"Nyonya Veli, siapa yang ingin menikah?" tanya Pemilik wedding organizer itu.
"Siapa lagi kalau bukan Tio," jawab ibu Tio itu dengan penuh keceriaan.
__ADS_1
"Wah, akhirnya si jagoan itu menikah juga, kapan Nyonya?" tanyanya kembali.
"Empat hari lagi Nyonya Feng, itulah mengapa kami sepagi ini datang kesini untuk mengurus segala persiapan pernikahan ini," jelasnya.
"Wah, waktu yang singkat! Apa ini calon Tio?" Sambil tersenyum dan sambil melirik ke arah Soraya saat ini.
"Bukan Nyonya Feng, ini adalah kakak dari calon Tio," jelas Nyonya Veli saat ini.
"Oh..saya pikir wanita ini yang menjadi calon Tio, wajahnya sangat manis," ucapnya.
"Iya ini kakaknya, adiknya juga tak kalah manis dan cantik," ucap Nyonya Veli lagi dan mereka tertawa bersama.
Soraya memang belum banyak dikenal sama semua orang bahwasannya dia adalah istri dari Derry Sanjaya. Pasalnya Derry memang belum membuat buku pernikahan mereka sah dimata negara, rencananya lagi setelah pernikahan Tio dan Yumita berlangsung nanti mereka juga akan mengadakan pesta pernikahan yang cukup meriah agar Soraya dikenali oleh semua orang termasuk relasi-relasi dari keluarga Sanjaya tersebut.
Ketika kematian Mama Derry waktu itu hanya sebagian orang saja yang tahu bahwa Soraya itu adalah istri dari Derry seseorang yang lainnya lagi masih banyak yang belum mengetahui hal itu karena memang media sama sekali tidak diberitahukan tentang hal itu saat ini.
Dua hari berlalu juga membuat hubungan antara Tsania dan Rendra menjadi lebih hangat dan mesra. Ketika dua hari yang lalu Rendra menemukan Tsania tidur di ruang televisi dan mengangkatnya ke tempat tidur terjadilah sebuah adegan panas yang mereka lewati saat siang hari.
Kalau dulu ada penyesalan diantara keduanya namun dua hari lalu terlihat saling senyum dan malu-malu bahkan keduanya menjadi canggung ketika berhadapan mata dengan mata.
Benar kata orang cinta itu akan datang sendirinya jika kita melupakan kebencian dan akan muncullah sebuah cinta yang tiba-tiba membuat kita tidak sadarkan diri dan kita sudah masuk perangkap cinta tersebut.
Setelah Soraya dan ibu Tio berbincang dengan pihak wedding organizer tersebut dan mereka sudah memutuskan bagaimana konsep pernikahan itu dan juga fitting baju pengantin untuk Tio dan Yumita.
Besok akan diadakan fitting baju untuk kedua calon pengantin tersebut. setelah mereka berdua selesai mereka pun langsung pulang ke rumah namun kerumah Derry tersebut, dan Nyonya Veli bersama Soraya ingin mengatakan hal ini dengan Yumita.
Setelah mereka sampai di rumah itu Soraya pun langsung memanggil Yumita untuk turun ke bawah dan mereka akan membicarakan hal serius ini dengan Yumita tersebut.
Tok..tok!
Pintu diketuk cukup kuat beberapa kali, Yumita yang pagi ini tampak membereskan kamarnya itu, mendengar ketukan pintu dia langsung membukanya.
__ADS_1
"Kakak, sudah pulang?" tanya Yumita dengan wajah cerah.
"Yumita, ayo turun dulu, kita bicara di bawah saja, ibu Tio juga ada dibawah," ucap Soraya tersebut.
Yumita mengangguk dengan cepat dan dia sedikit membereskan rambutnya tersebut mereka berdua segera turun ke ruangan tamu untuk menemui Nyonya Vely tersebut.
Begitu bertemu dengan Nyonya Veli,Yumita dengan sikap sopan yaitu langsung memberi salam dan menyapa juga membalas pelukan kepada calon menantunya itu dia memang sangat menyayangi Yumita itulah mengapa lebih baik Tio menikahi Yumita daripada Tio mendapatkan wanita lain yang nantinya tidak sesuai dengan keinginannya.
"Apa kabar kamu sayang?" tanya Nyonya Veli kepada Yumita.
"Baik Bu, ibu bagaimana?" tanya Yumita penuh kehangatan.
"Seperti yang kamu lihat, ibu sangat sehat dan sangat bahagia sekali, ibu tidak sabar melihat kamu memakai gaun pengantin yang tadi sudah kami lihat oleh kakakmu," jelas Nyonya Veli kepada Yumita.
"Oh, kakak tadi perginya bersama ibu juga?" tanya Yumita yang tidak tahu mengenai hal ini.
"Iya benar Yumita, kakak tadi pergi dengan Nyonya Veli, besok kamu dan Tio harus fitting baju dulu, karena kan pernikahan kalian sudah sangat dekat harinya," jawab Soraya.
"Iya, besok pagi kamu harus siap-siap ya Nak, ibu akan suruh Tio juga pergi bersamamu," ucapnya.
"Iya, nanti kakak akan bilang sama Bang Derry, Tio dikasih cuti panjang dulu," ucap Soraya lagi.
Yumita hanya bisa mengangguk sana saat ini. wajah wanita muda itu terlihat memerah dan tampak senyumannya mengembang yang terlihat begitu bahagia karena pria yang diinginkannya selama ini sebentar lagi akan menjadi miliknya.
Dan ketika wanita itu terlihat begitu senang jantung Yumita begitu berdebar mengingat hari H akan sebentar lagi, beberapa hari ini sangat sulit dia untuk tidur karena memikirkan bagaimana nanti jika dia benar-benar satu ranjang dengan Tio.
Apa yang akan terjadi di pernikahan mereka selanjutnya?
Apa bisa Yumita mengurus Tio sambil kuliah?
****
__ADS_1