
Tio pula sedang asyik mengopi dengan Omnya tersebut. Tio sedikit demi sedikit mencari celah agar dia bisa mencari tahu keberadaan Soraya saat ini.
"Om, Nurdin dan Nadim kemana??" tanya Tio pula membuka suaranya.
"Mungkin mereka berada di kamarnya," ucap Tuan Frans .
Tampaknya pertanyaan itu masih belum bisa memancing keberadaan Soraya saat ini, pikir Tio kembali.
"Tante kemana om??" tanya Tio lagi.
"Tantemu di rumah sakit menemani Derry," ucap Tuan Frans tampak wajahnya berubah kesal.
"Dengan Soraya juga??" tanya Tio lagi, dan dia mulai sedikit sungkan jika membahas tentang Soraya yang sudah menjadi menantu di rumah ini.
"Tidak, Soraya dari pagi sudah pulang dari rumah sakit," jelas Tuan Frans kepada Tio.
"Ha.. tidak ada?? oh iya om, siang tadi Soraya sempat menjemput Yumita, Tio pikir mereka kesini," ucapnya.
"Oh...Soraya menjemput Yumita siapa??" tanya Tuan Frans sedikit bingung, karena memang dia tidak pernah mengenal sosok Yumita.
Sejak malam itu ketika mereka diundang dinner, Yumita memang tidak dibawa ke rumah ini. Karena kondisinya yang terbilang tidak cukup baik itu, Yumita pun masih di rawat di rumah Tio tersebut.
"Yumiya itu adik perempuan Soraya om," ucap Tio kembali.
"Bukankah adik Soraya hanya dua?? Nurdin dan Nadim kan??" tanya Tuan Frans tampak bingung.
"Tidak om, ada tiga. Yumita kemarin kurang sehat, itu lah mengapa dia tinggal di rumah sementara, dan siang tadi Soraya menjemputnya.
"Kalau begitu, sebentar biar Om suruh bibi melihat ke kamar Soraya dulu," ucap Tuan Frans kembali.
Hanya dibalas anggukan saja oleh Tio. Akhirnya Tio berhasil meluahkan rasa penasarannya tentang keberadaan Soraya dan adik beradiknya tersebut.
Pembantu rumah yang sering dipanggil dengan sebutan bibi itu pun langsung menuju kamar atas, dan mencoba mengetuk pintu kamar Soraya tersebut.
Tidak dikunci, dan bibi itu mencoba masuk memang tidak ada siapa-siapa disana. Bahkan menuju kamar Nurdin dan Nadim juga tidak ada seorangpun disana.
Bibi itu mulai turun ke bawah, melaporkan apa yang dia lihat saat ini. Kemudian dengan nafas yang masih sedikit turun naik tersebut dia atur langkah dengan baik-baik.
__ADS_1
"Bi, bagaimana??" tanya Tuan Frans dengan cepat.
"Tuan, non Soraya dan adik-adiknya tidak ada di kamar," ucap Bibi itu.
"Apa! tidak di kamar?? kemana Soraya??" tanya Tuan Frans sedikit panik sekarang.
"Tidak tahu saya tuan, pagi tadi terakhir saya melihat non Soraya memasak makanan untuk dibawa ke rumah sakit," ucap bibi.
"Setelah itu, apa Soraya ada kembali ke rumah ini??" tanya Tuan Frans lagi.
"Ada, tapi hanya sebentar lalu non Soraya keluar dengan kedua adiknya tersebut," ucap pembantu itu.
"Dan setelah itu saya tidak melihatnya lagi tuan," ucap pembantu itu.
"Kau bilang siang Soraya kerumah Tio?? apa itu memang benar??" tanya Tuan Frans kembali kepada Tio.
"Iya benar Om, mereka datang ke rumah menjemput adik perempuan Soraya tersebut, Tio pokir mereka akan balik kesini," jelas Tio kembali.
"Tidak ada Tio, mereka tidak ke rumah sakit dan Om juga berpikir mereka di rumah saja," jelas kembali Tuan Frans.
"Ssbentar, Om akan hubungi nomor ponsel Soraya," ucap Tuan Frans pula.
Panggilan itu tidak masuk sama sekali, operator tersebut mengatakan nomor yang anda putar salah! apa Soraya bertukar nomor?? apa kartunya dia patahkan??" tanya besar di antara keduanya.
Tio juga panik, jika ini sudah terjadi dengan tiba-tiba. Padahal dia pikir Soraya yang dicintainya itu sudah mendapatkan kebahagiaanya.
"Om, apa Tante gak bisa dihubungi sekarang?? mana tahu Soraya disana!!" ucap Tio kembali seolah berharap Soraya berada di rumah sakit.
Tio dan keluarganya masih belum mengetahui Soraya diperlakukan kasar oleh Mama Derry tersebut. Namun tampak bingung kali ini Tuan Frans ingin bercerita namun yang dia ceritakan adalah istrinya sendiri dan itu Tante Tio pula, pikir Tuan Frans.
"Om, apa ada masalah??" tanya Tio sambil memegang bahu Tuan Frans.
"Tio, memang ada masalah saat ini, namun Om tidak tahu pasti, Soraya tidak ada sekarang apa penyebabnya," ucap Tuan Frans.
Mereka berdua saat ini sedang berdiri dengan keadaan bingung dan menegangkan. Pembantu tersebut sudah pun beralih ke dapur saat ini.
"Om, duduklah dulu, kita bicarakan masalah ini dengan tenang."
__ADS_1
Tuan Frans pun mengikuti saran Tio tersebut. Tio yang selalu bisa membuat suasana hatinya tentram, karena Tio walau sama umurnya dengan Derry namun dia lebih dewasa dan mengerti.
"Ceritakan kepada Tio Om, sebenarnya apa yang terjadi??" tanya Tio dengan perlahannya.
"Tio, sebenarnya tadi pagi Soraya sempat diusir pulang dari rumah sakit oleh Tantemu," jelasnya masih lemah dan perlahan.
"Apa! Tante mengusir Soraya?? bukannya dia menyukai Soraya Om??" tanya Tio tampak begitu terkejutnya sekarang.
"Tidak Tio, semenjak Derry kecelakaan tersebut kebencian itu semakin bertambah kepada Soraya, Om juga kasihan kepada Soraya, bahkan Om pulang ke rumah saat ini karena Om sangat malas bertengkar di depan Derry yang terbaring koma sekarang," jelas Tuan Frans dengan seribu kegusaran di hatinya saat ini.
"Kenapa Tante bisa tiba-tiba berubah begitu Om??" tanya Tio lagi dan tampak masih tidak percaya.
"Entahlah Tio, semenjak Fanni mengungkap kebenaran pernikahan Derry dan Soraya yang diatas perjanjian 90 hari tersebut, Tantemu seolah tidak mempercayai cinta yang tulus yang telah diberikan Soraya kepada Derry tersebut," jelasnya lagi.
"Ternyata Fanni berhasil menghasut Tante! sial!! kenapa Fanni selicik itu!!" umpat Tio kesal.
"Kau tahu Tio, setelah kejadian itu Fanni melakukan percobaan bunuh diri," ucapnya.
"Bunuh diri?? apa dia benar-benar tidak waras!!" umpat Tio kesal.
"Sekarang pula Tante mu menyuruh Fanni berada satu ruangan dengan Derry, dan itu lah yang membuat Om malas disana," jelas Tuan Frans lagi.
"Ini tidak benar Om! Derry sudah ada Soraya, Tante tidak harus seperti itu," jelas Tio pula tampak kesal dengan sikap tantenya yang baru saja di ceritakan oleh Om nya tersebut.
"Itulah sekarang Om bilang Tantemu yang lemah lembut telah berubah menjadi pemarah," jelas Tuan Frans.
"Om, kita harus membantu Soraya untuk bertahan dengan Derry, mereka saling mencintai!!" tegas Tio mengatakan hal tersebut.
"Benar Tio, Om juga setuju! Entah mengapa Om merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan Fanni saat ini, Kalau Om setuju saja Derry dengan Soraya," jelasnya.
"Tio akan mencari Soraya dan adik-adiknya Om, kita harus membantu mereka. Karena Fanni kedua orang tua mereka meninggal bersama di hari yang sama!!" jelas Tio geram mengingat perbuatan Fanni tersebut.
"Kenapa Fanni sekejam itu ya," ucap Tuan Frans lagi.
"Itu lah Om, Tio sekarang memang tidak menyukai Fanni lagi, dia wanita yang licik, ia mungkin saja telah memaksa Derry kemarin, dan Derry tertuduh menjadi pembunuh," jelas Tio lagi.
"Tio, hanya kamu yang Om harapkan lagi untuk perusahaan kita dan kamu lah yang bisa membantu Derry untuk bahagia Tio, Om beruntung memiliki keponakan sepertimu!!" sambil memeluk Tio dengan hangatnya.
__ADS_1
Tio pun membalas pelukan hangat itu, dan mereka berdua sudah membuat misi untuk pencarian Soraya saat ini. Tio juga sudah menceritakan rencananya agar Soraya dan keluarganya aman.
****