90 DAYS

90 DAYS
RENCANA TIO


__ADS_3

Tio pula sedang asyik mengopi dengan Omnya tersebut. Tio sedikit demi sedikit mencari celah agar dia bisa mencari tahu keberadaan Soraya  saat ini.


"Om, Nurdin dan Nadim kemana??" tanya Tio  pula membuka suaranya.


"Mungkin mereka berada di kamarnya," ucap Tuan Frans .


Tampaknya pertanyaan itu masih belum bisa memancing keberadaan Soraya  saat ini, pikir Tio kembali.


"Tante kemana om??" tanya Tio lagi.


"Tantemu di rumah sakit menemani Derry," ucap Tuan Frans  tampak wajahnya berubah kesal.


"Dengan Soraya  juga??" tanya Tio lagi, dan dia mulai sedikit sungkan jika membahas tentang Soraya  yang sudah menjadi menantu di rumah ini.


"Tidak, Soraya  dari pagi sudah pulang dari rumah sakit," jelas Tuan Frans  kepada Tio.


"Ha.. tidak ada?? oh iya om, siang tadi Soraya  sempat menjemput Yumita, Tio pikir mereka kesini," ucapnya.


"Oh...Soraya menjemput Yumita siapa??" tanya Tuan Frans  sedikit bingung, karena memang dia tidak pernah mengenal sosok Yumita.


Sejak malam itu ketika mereka diundang dinner, Yumita  memang tidak dibawa ke rumah ini. Karena kondisinya yang terbilang tidak cukup baik itu, Yumita  pun masih di rawat di rumah Tio  tersebut.


"Yumiya itu adik perempuan Soraya  om," ucap Tio kembali.


"Bukankah adik Soraya  hanya dua?? Nurdin dan Nadim kan??" tanya Tuan Frans  tampak bingung.


"Tidak om, ada tiga. Yumita  kemarin kurang sehat, itu lah mengapa dia tinggal di rumah sementara, dan siang tadi Soraya  menjemputnya.


"Kalau begitu, sebentar biar Om suruh bibi melihat ke kamar Soraya  dulu," ucap Tuan Frans  kembali.


Hanya dibalas anggukan saja oleh Tio. Akhirnya Tio berhasil meluahkan rasa penasarannya tentang keberadaan Soraya  dan adik beradiknya tersebut.


Pembantu rumah yang  sering dipanggil dengan sebutan bibi itu pun langsung menuju kamar atas, dan mencoba mengetuk pintu kamar Soraya  tersebut.


Tidak dikunci, dan bibi itu mencoba masuk memang tidak ada siapa-siapa disana. Bahkan menuju kamar Nurdin dan Nadim juga tidak ada seorangpun disana.


Bibi itu mulai turun ke bawah, melaporkan apa yang dia lihat saat ini. Kemudian dengan nafas yang masih sedikit turun naik tersebut dia atur langkah dengan baik-baik.

__ADS_1


"Bi, bagaimana??" tanya Tuan Frans  dengan cepat.


"Tuan, non Soraya  dan adik-adiknya tidak ada di kamar," ucap Bibi itu.


"Apa! tidak di kamar?? kemana Soraya??" tanya Tuan Frans  sedikit panik sekarang.


"Tidak tahu saya tuan, pagi tadi terakhir saya melihat non Soraya  memasak makanan untuk dibawa ke rumah sakit," ucap bibi.


"Setelah itu, apa Soraya  ada kembali ke rumah ini??" tanya Tuan Frans  lagi.


"Ada, tapi hanya sebentar lalu non Soraya  keluar dengan kedua adiknya tersebut," ucap pembantu itu.


"Dan setelah itu saya tidak melihatnya lagi tuan," ucap pembantu itu.


"Kau bilang siang Soraya  kerumah Tio?? apa itu memang benar??" tanya Tuan Frans  kembali kepada Tio.


"Iya benar Om, mereka datang ke rumah menjemput adik perempuan Soraya  tersebut, Tio pokir mereka akan balik kesini," jelas Tio kembali.


"Tidak ada Tio, mereka tidak ke rumah sakit dan Om juga berpikir mereka di rumah saja," jelas kembali Tuan Frans.


"Ssbentar, Om akan hubungi nomor ponsel Soraya," ucap Tuan Frans  pula.


Panggilan itu tidak masuk sama sekali, operator tersebut mengatakan nomor yang anda putar salah! apa Soraya  bertukar nomor?? apa kartunya dia patahkan??" tanya besar di antara keduanya.


Tio juga panik, jika ini sudah terjadi dengan tiba-tiba. Padahal dia pikir Soraya  yang dicintainya itu sudah mendapatkan kebahagiaanya.


"Om, apa Tante gak bisa dihubungi sekarang?? mana tahu Soraya  disana!!" ucap Tio  kembali seolah berharap Soraya  berada di rumah sakit.


Tio dan keluarganya masih belum mengetahui Soraya  diperlakukan kasar oleh Mama Derry  tersebut. Namun tampak bingung kali ini Tuan Frans  ingin bercerita namun yang dia ceritakan adalah istrinya sendiri dan itu Tante Tio pula, pikir Tuan Frans.


"Om, apa ada masalah??" tanya Tio sambil memegang bahu Tuan Frans.


"Tio, memang ada masalah saat ini, namun Om tidak tahu pasti, Soraya  tidak ada sekarang apa penyebabnya," ucap Tuan Frans.


Mereka berdua saat ini sedang berdiri dengan keadaan bingung dan menegangkan. Pembantu tersebut sudah pun beralih ke dapur saat ini.


"Om, duduklah dulu, kita bicarakan masalah ini dengan tenang."

__ADS_1


Tuan Frans  pun mengikuti saran Tio tersebut. Tio yang selalu bisa membuat suasana hatinya tentram, karena Tio walau sama umurnya dengan Derry  namun dia lebih dewasa dan mengerti.


"Ceritakan kepada Tio  Om, sebenarnya apa yang terjadi??" tanya Tio dengan perlahannya.


"Tio, sebenarnya tadi pagi Soraya  sempat diusir pulang dari rumah sakit oleh Tantemu," jelasnya masih lemah dan perlahan.


"Apa! Tante mengusir Soraya?? bukannya dia menyukai Soraya Om??" tanya Tio tampak begitu terkejutnya sekarang.


"Tidak Tio, semenjak Derry  kecelakaan tersebut kebencian itu semakin bertambah kepada Soraya, Om juga kasihan kepada Soraya, bahkan Om pulang ke rumah saat ini karena Om sangat malas bertengkar di depan Derry  yang terbaring koma sekarang," jelas Tuan Frans  dengan seribu kegusaran di hatinya saat ini.


"Kenapa Tante bisa tiba-tiba berubah begitu Om??" tanya Tio lagi dan tampak masih tidak percaya.


"Entahlah Tio, semenjak Fanni  mengungkap kebenaran pernikahan Derry  dan Soraya  yang diatas perjanjian 90 hari tersebut, Tantemu seolah tidak mempercayai cinta yang tulus yang telah diberikan Soraya  kepada Derry  tersebut," jelasnya lagi.


"Ternyata Fanni  berhasil menghasut Tante! sial!! kenapa Fanni  selicik itu!!" umpat Tio kesal.


"Kau tahu Tio, setelah kejadian itu Fanni  melakukan percobaan bunuh diri," ucapnya.


"Bunuh diri?? apa dia benar-benar tidak waras!!" umpat Tio kesal.


"Sekarang pula Tante mu menyuruh Fanni  berada satu ruangan dengan Derry, dan itu lah yang membuat Om malas disana," jelas Tuan Frans  lagi.


"Ini tidak benar Om! Derry  sudah ada Soraya, Tante tidak harus seperti itu," jelas Tio pula tampak kesal dengan sikap tantenya yang baru saja di ceritakan oleh Om nya tersebut.


"Itulah sekarang Om bilang Tantemu yang lemah lembut telah berubah menjadi pemarah," jelas Tuan Frans.


"Om, kita harus membantu Soraya  untuk bertahan dengan Derry, mereka saling mencintai!!" tegas Tio mengatakan hal tersebut.


"Benar Tio, Om juga setuju! Entah mengapa Om merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan Fanni  saat ini, Kalau Om setuju saja Derry  dengan Soraya," jelasnya.


"Tio akan mencari Soraya  dan adik-adiknya  Om, kita harus membantu mereka. Karena Fanni  kedua orang tua mereka meninggal bersama di hari yang sama!!" jelas Tio geram mengingat perbuatan Fanni  tersebut.


"Kenapa Fanni  sekejam itu ya," ucap Tuan Frans  lagi.


"Itu lah Om, Tio sekarang memang tidak menyukai Fanni  lagi, dia wanita yang licik, ia mungkin saja telah memaksa Derry  kemarin, dan Derry  tertuduh menjadi pembunuh," jelas Tio lagi.


"Tio, hanya kamu yang Om harapkan lagi untuk perusahaan kita dan kamu lah yang bisa membantu Derry  untuk bahagia Tio, Om beruntung memiliki keponakan sepertimu!!" sambil memeluk Tio dengan hangatnya.

__ADS_1


Tio pun membalas pelukan hangat itu, dan mereka berdua sudah membuat misi untuk pencarian Soraya  saat ini. Tio juga sudah menceritakan rencananya agar Soraya  dan keluarganya aman.


****


__ADS_2