90 DAYS

90 DAYS
NASI GORENG DERRY


__ADS_3

Setelah banyak masalah yang mereka lewati, bahkan saat ini Soraya yang sedang mengandung anak Derry itu kali ini tampak dia memunculkan seperti ibu hamil kebanyakan dia sedang mengalami fase mengidam.


Malam pun telah berlalu kok ma subuh ini ini entah mengapa Soraya membangunkan Derry yang tampak begitu lelap masih tertidur, Soraya menginginkan Derry memasak untuknya pagi ini.


"Sayang, bangun sayang! Aku lapar."


Dia berulang kali menggoncang tubuh


suaminya itu, sang suami pun yang selalu siap siaga walau dalam keadaan apapun saat ini perlahan membuka matanya.


"Hmmm, kenapa sayangku?" tanya Derry dengan mata yang masih tampak menyipit.


"Sayang aku lapar dan aku pengen makan nasi goreng buatan kamu!" ucapnya.


"Apa apa? Nasi goreng? Kan ada Bibi sayang aku masih mengantuk!"


"Tapi ini untuk anak kita anak kita mau buat nasi goreng buatan kamu!" ucapnya.


"Ha, aduh anak Papa masih pagi kayak gini udah mau nasi goreng aja, ya udah deh demi kamu dan anakku Aku rela masak nasi goreng pagi-pagi begini!"


Derry yang tidak pernah ke dapur itu akhirnya dia menginjakkan dapur pagi ini, Soraya terkekeh melihat wajah Derry yang masih mengantuk itu dan dia dengan cepat turun dari ranjang untuk mencuci mukanya.


"Sayang masak nasi gorengnya yang pedas ya, Dan aku mau ada toping toping keju nya gitu!"


"Aduh Sayang kenapa aneh-aneh gitu sih nasi gorengnya, ya udah deh jangan cemberut kayak gitu aku bakalan buatin apapun yang kamu mau!"


Pasangan suami istri itu tampak dalam fase bucin, kalau anak sekarang bilang adalah budak cinta padahal sebelumnya pasangan ini ini melakukan pernikahan yang banyak konflik yaitu pernikahan yang didasarkan oleh perjanjian diatas nota dan mereka hanya melakukan kawin kontrak saja namun siapa sangka Tuhan menakdirkan mereka untuk memperpanjang jodoh ini hingga mereka mendapatkan kan seorang keturunan.


ketika Derry mulai turun ke dapur dan Soraya membuntutinya dari belakang, saat ini Derry mulai memakai celemek di badannya tampak tubuh kekar itu yang seolah seperti chef handal saja di dapur.


"Sayang lihat tu papa kamu saat ini dia menjadi chef handal, Mama yakin nasi goreng buatan papa kamu pasti enak!" ucap Soraya sambil mengelus perutnya yang hari semakin hari semakin membuncit itu.


Derry mulai meracik racik irisan bawang dan saat ini dia yang tampak lihai itu telah memasukkan bahan bahan utama pembuatan nasi goreng wangi bumbu masakan tersebut tercium hingga sampai kamar Tuan Frans.

__ADS_1


Tuan Frans yang pagi ini tanpa ingin menyegarkan tubuhnya dan kegiatannya sehari-hari hanyalah berkeliling kompleks dia jogging untuk kesehatan dirinya sendiri, turun dari anak tangga itu melihat kearah dapur dan dia tertawa melihat Derry memakai celemek tersebut.


"Dalam rangka apa nih ada chef baru di rumah kita, chef-nya ganteng lagi!"


"Papa, jangan ngeledek Derry seperti itu dong Derry seperti ini karena menantu kesayangan Papa tuh minta dibikinin nasi goreng kayaknya Soraya udah mulai ngidam aneh-aneh deh Pa!"


"Ya Bagus dong kalo Soraya ngidam, berarti kandungannya itu dalam keadaan baik dan fase mengidam itu adalah fase yang normal bagi ibu hamil, Mama kamu juga dulu waktu mengandung kan kamu dia sering ngidam yang aneh-aneh."


"Memangnya ngidam teraneh Mama itu apaan sih pah?" tanya Soraya saat ini kepada Tuan Frans.


"Ada ngidam teraneh Mama yang tidak pernah Papa lupakan itu adalah, Mama ngidam martabak pakai kuah rujak, haaaha!" entah mengapa Tuhan Frans mengingat itu dia menjadi tertawa dan tiba-tiba air matanya menetes saat ini.


"Ya ampun Mama ada-ada aja ngidamnya itu udah zona aneh memang."


Soraya saat ini belum melihat ayah mertuanya itu menitiskan air mata, dia langsung menghindari pandangan kontak mata dengan menantunya itu agar momen bahagia pagi ini tidak terganggu.


"Ya sudah kalian lanjutkan aja mesra-mesraan nya Papa mau jogging dulu, Derry kalau Soraya masih butuhin kamu, kamu sebaiknya jangan pergi ke kantor dulu dan kamu harus menjaga istrimu baik-baik apapun keinginannya harus kamu penuhi, di kantor biarkan asisten kamu yang ngerjain semuanya."


"Oke siap!"


Melihat sang suami berpeluh Soraya pun mendekati Derry dan saat ini dia membersihkan keringat dari dahi Derry itu pasangan itu semakin hari semakin mesra saja walaupun masalah yang datang di rumah tangga mereka setiap harinya selalu ada.


Hari ini adalah hari pertama adik-adiknya itu juga berangkat ke sekolah, hari Senin yang cukup membahagiakan bagi mereka karena telah lama berhenti sekolah.


semenjak kedua orangtua mereka meninggal dan konflik rumah tangga kakak mereka yang tak kunjung usai akhirnya adik-adik Soraya itu hari ini lah mereka bisa kembali ke sekolah.


Nurdin dan Nadim tampak begitu semangat mereka bahkan sudah selesai memakai pakaian seragam sekolah, Soraya yang sedari tadi asik di dapur dengan Derry dan saat ini dia sedang menikmati aroma nasi goreng yang dibuat oleh suaminya itu seketika dia meloncat terkejut karena lupa membangunkan adik-adiknya.


"Sayang, hari ini Nadim dan Nurdin Masuk sekolah pertama mereka sudah mandi atau belum ya atau mereka belum bangun?"


Baru saja Soraya mengatakan hal demikian kedua adik lelakinya itu sudah menuruni anak tangga dengan begitu ceria mereka ingin segera berangkat ke sekolah.


"Nurdin, Nadim! Wah kalian sudah siap-siap mau berangkat ke sekolah? Kalian sarapan dulu baru berangkat ke sekolah ya nanti Bang Derrya yang ngantar kalian ke sekolah," ucap Soraya.

__ADS_1


"Iya kak, kami berdua sudah sejak dari tadi berpakaian Karena setelah salat subuh kami tidak sabar untuk berangkat ke sekolah, lagipula kami kan sudah besar-besar dan kami sudah bisa bangun sendiri dan berpakaian sendiri kami tidak ingin merepotkan kakak dan abang."


"Iya, tapi tetap saja kalian harus sarapan dulu baru berangkat sekolah dan kakak nggak mengizinkan kalian berangkat naik angkutan umum, lagipula kalian belum hafal jalannya semua disini sebaiknya Bang Derry yang antarkan kalian!"


"Iya itu benar, kalian harus sarapan pagi dulu dan nanti setelah sarapan Abang akan mengantar kalian ke sekolah."


"Iya kak, Iya Bang terima kasih banyak ya."


"Ya sudah kalian duduk di meja makan dulu, Bang Derry masak nasi goreng ada banyak ini kalian harus mencicipi nasi goreng Bang Derry juga ya," ucapnya.


"Wah ternyata Bang Derry juga jago masak, selain jago berbisnis Bang Derry jago masak kak Soraya beruntung dapatin Abang!"


"Haha, justru karena kakak kalian ini abang jadi bisa masak, dan Abang lah yang beruntung dapatin kak Soraya kalian ini!"


Dipuji seperti itu Soraya mengembangkan senyumnya begitu lebar saat ini dia pun membantu suaminya itu, membawa nasi goreng ke meja makan yang tak jauh dari dapur tersebut.


"Nasi goreng ala chef Derry sudah siap!"


"Ayo semua dicoba, dan kalian harus komen gimana rasa nasi goreng Bang Derry!"


Nurdin dan Nadim mulai menyukat nasi goreng itu, mereka tampak begitu senang pagi ini melihat rumah tangga kakaknya dan keharmonisan rumah tangga kakak mereka itu membuat mereka semakin nyaman tinggal dirumah ini.


Karena nasi goreng itu adalah nasi goreng yang diinginkan Soraya pagi ini Soraya melahapnya dengan suapan pertama tampak matanya terpejam memakan nasi goreng itu.


"Hmmm, rasanya memang benar-benar mantap!"


"Nurdin nadhim apa yang kalian rasakan?"


"Iya benar nasi goreng ini sangat lezat Bang Derry sepertinya abang juga bisa membuka cabang restoran karena resep nasi goreng ini memang sesuai selera kami!" ucap Nadim yang seperti iklan saja.


"Hahaha, kamu ini ya Nadim bisa-bisanya memuji Bang Derry seperti itu!"


"Enggak Bang tapi beneran nasi goreng ini benar-benar enak,"

__ADS_1


"Oke berarti kali ini nasi goreng buatan ku semakin berhasil!"


***


__ADS_2