90 DAYS

90 DAYS
HAMPIR KECELAKAAN


__ADS_3

Sehari telah pun berlalu dengan begitu cepatnya. Ini adalah detik-detik menegangkan di mana seorang gadis muda itu telah mengenakan gaun pengantin putih yang panjang bahkan wajahnya sangat berbeda dengan dirinya yang biasanya.


   Mereka membuat Yumita begitu tampil sangat berbeda namun tampak saat ini dia begitu cantik dan sedikit terlihat dewasa.


      Satu sisi pula saat ini Tio dan keluarganya juga sedang bersiap-siap menuju lokasi Dimana mereka nanti menikah. Setelan jas Tio itu juga membuat Tio lebih tampan dan lebih rapi lagi walau jantungnya berdebar dan dia sulit untuk menerima pernikahan ini namun hari ini mau tidak mau dia harus pergi juga.


    Sebelum hari ini terjadi malam itu Tio telah menghubungi Yumita Tio juga menanyakan persetujuan Yumita agar mereka setelah menikah ini langsung pindah ke bandara Kota Surabayaurabaya.


    Yumita dengan mudah menyetujui hal itu Karena dia pikir Tio adalah  kepala keluarga itulah mengapa apa yang dikatakan oleh suaminya tersebut nanti maka itu yang harus diikuti Yumita dia tidak ingin menjadi istri pembantah dan istri yang durhaka terhadap suami.


    Soraya pula juga bersiap-siap begitu juga dengan Derry dan Tuan Doris Mereka pun telah siap tepat pada pukul 7.30 ini Soraya mencoba mengecek ke kamar Yumita saat ini di sana mekap Yumita sudah hampir selesai dengan begitu mereka bisa membawa Yumita ke tempat tujuan.


    "Wah, cantik sekali kamu Yumi!" ucap kakaknya.


    YUMITA  hanya bisa tersenyum lebar pasalnya riasan di kepalanya sedikit berat dia pun tidak bisa menjawab banyak apa yang diucapkan kakaknya itu. Soraya terlihat begitu kagum dengan mengucap Yumita yang memang tampak pangling tersebut.


    Setelah time cover itu mengatakan mereka telah selesai dengan cepat biasanya dibawa turun dan masuk ke dalam mobil mewah keluarga Imran tersebut.


    Satu sisi juga Tio dan keluarganya sudah setengah perjalanan menuju tempat itu pengantin pria harus lebih awal sampai dibandingkan pengantin wanita, dan saat ini juga tiba-tiba ada yang melintas dihadapan mobil pengantin yang dinaiki Tio tersebut.


   Mobil itu sempat goyah sopir yang membawanya sempat kalangkabut dan tak tentu arah Ibu Tio dan ayahnya begitu panik namun Tio tetap mencoba menenangkan mereka berdua sepeda motor yang melintas tersebut tampaknya dia melakukan kesalahan Karena melawan arah.


     Setelah mobil itu bisa dikendalikan lagi mereka merasa lega dan ibu Tio mengatakan kepada sang supir tersebut agar lebih berhati-hati dan tidak menambahkan kelajuan.

__ADS_1


   Akhirnya sepuluh menit berlalu keadaan yang memakan jantung berdebar tersebut Akhirnya telah pun sirna Mereka pun tersenyum lebar ketika telah sampai di gedung pernikahan anak mereka tersebut.


   Semalam Memang ibu Tio bersama Soraya sempat melihat dekorasi ini namun hari ini dekorasi pernikahan Tio dan Herlina tersebut telah lah begitu sempurna dari sebelumnya warna keemasan di sana terlihat begitu mewah tidak salah mereka memilih wedding organizer kepercayaan keluarga Imbran tersebut.


    Ibu Tio membetulkan jas Tio kembali dan dasinya saat ini ketampanan Tio bertambah tamu-tamu undangan juga sudah berdatangan di sana termasuk para staf yang ada di kantor Derry.


   Satu sisi lagi acara ini akan dimulai pada pukul  10.00 tepat. Tsania dan Rendra tidak ingin terlambat juga pagi ini juga mereka telah bersiap-siap Bahkan mereka juga dari Subuh sudah bangun untuk sarapan bersama setelah melakukan salat subuh berdua.


   Tsania juga begitu cantik dia memakai gaun berwarna biru dongker dan rapi juga memakai jas yang Senada dengan apa yang dipakai istrinya tersebut riasan rambutnya juga dibuat seperti ombak berliku dengan poni yang tampak begitu sosialita.


    Sedangkan Derry dan Soraya saat ini keluarga mereka memakai pakaian yang sama warnanya Iya itu biru muda. Kedua adik lelakinya juga sama dengan mereka warnanya mereka semua pun telah berangkat juga dan sudah berada di tengah perjalanan.


    Jika tadi Tio mendapatkan kendala di perjalanan tampaknya kali ini mobil yang dikendarai Yumita berjalan dengan begitu lancarnya di sana penuh kehangatan Soraya terus saja memegangi tangan adiknya tersebut.


    Sedangkan Derry saat ini dia yang telah memberikan an-nissa and yang ada di Kota Surabayaurabaya dan aset-aset itu dianggap hadiah oleh Tio itulah mengapa Tio mengatakan kepada Derry dan Soraya agar mereka tidak berlebihan untuk memberikan hadiah lagi kepada pernikahan mereka.


    Hampir 45 menit berlalu akhirnya mobil pengantin wanita setelah sampai juga di parkiran gedung tersebut. Begitu orang tua Tio mendengar Bahwa keluarga pengantin wanita telah sampai diapun dengan cepat menyambut Yumita karena dia tidak sabar ingin mendapatkan menantu seperti Yumita tersebut.


   Satu sisi lagi Tsania juga menyuruh Rendra mengemudi lebih cepat lagi agar mereka lebih awal sampai dan Tsania ingin melihat dengan cepat Siapa calon yang telah dipilih oleh Tio tersebut.


    Begitu Yumita telah masuk ke dalam gedung tersebut semua mata tertuju kepadanya Tio yang dari tadi menunduk akhirnya mengangkat kepalanya sejenak Dia sedikit Terpukau dengan wajah Yumita yang tidak kalah jauh cantiknya dengan Soraya.


   Namun memandang Yumita hanya sebentar setelah itu itu dia melihat kearah Soraya yang tersenyum begitu hangat bahkan hatinya mengatakan Soraya tidak ada tandingannya oleh siapapun.

__ADS_1


   Karena hatinya mengatakan seperti itu diapun tidak ingin membuat Derry mencurigai pandangan yaitu akhirnya dia menundukkan kepalanya kembali dan membiarkan dirinya duduk di sebelahnya.


   Dia juga tidak ingin melakukan seperti itu namun hatinya terus saja mengarahkan matanya untuk melihat Soraya dan membandingkan Soraya dengan dirinya Dia sangat sulit mengendalikan hatinya tersebut akhirnya dia pun pasrah dan menundukkan pandangan.


    "Calon mempelai, apa kalian sudah siap?" tanya pak penghulu.


    Suara pak penghulu tersebut mengejutkan Tio saat ini bahkan detik-detik ini sebentar lagi akan terjadi jantungnya berdetak begitu sangat kencang jika nanti ijab kabul telah berlangsung maka mereka tidak akan ada jarak lagi dan Tio tidak akan bisa menghindari Yumita pikiran Tio semakin kacau ketika waktu telah semakin dekat.


   Tio dan Yumita menjawab dengan lemah, sedangkan satu sisi Raffi dan istrinya setelah berada di parkiran depan gedung Tsaania dengan cepat merapikan sedikit rambutnya dan mereka berdua keluar dari mobil itu melangkah cepat masuk ke dalam karena melihat semua tamu undangan dan calon mempelai pengantin juga telah sampai di tempat.


      "Saudara Tio, apakah anda siap?" tanya penghulu itu lagi.


   "Siap!" jawabnya.


   "Saudari Yumita Binti Rohman, apakah anda siap?" tanya penghulu itu tersebut.


  "Siap!" jawabnya lebih tegas dari Tio.


   Begitu penghulu tersebut mengucapkan nama Yumita dengan kuatnya dan saat itu juga Sania dan Rendra telah masuk di dalam gedung tersebut dan mengambil tempat mereka.


     Soraya yang berada di samping calon mempelai wanita tersebut melihat kedatangan Rendra dan istrinya itu dia Melambaikan tangan dan tersenyum namun di dalam hati Tsania saat ini ini dia bertanya besar siapa Yumita itu?


   Bahkan Tsania tidak pernah mendengar nama wanita-wanita yang dekat dengan Tio yang bernama Yumita tersebut dalam hatinya begitu penasaran dan ingin mencari tahu siapa Wanita Yang telah dinikahi oleh Tio sang Pujaan hatinya itu.

__ADS_1


   Tsania dan Rendra tidak bisa melihat begitu jelas wajah pengantin wanita kanan tanpa pengantin wanita itu selalu menundukkan kepalanya namun Sania mencoba bersabar setelah pernikahan ini berakhir pasti mereka mendapatkan sesi foto dan bisa melihat wajah pengantin wanita itu.


__ADS_2