90 DAYS

90 DAYS
TIO KEMBALI


__ADS_3

Akhirnya Tuan Frans  memutuskan untuk pergi ke perusahaannya pagi itu. Ponsel Soraya  sudah pun gagal dia hubungi kembali, setelah dia mendengar suara jeritan Soraya  tersebut dan panggilan itu sudah berakhir.


Tuan Frans  meminta tolong kepada ayah Tio untuk ikut bersamanya saat ini. Sedangkan ibu Tio sudah pun berada di samping mama Derry  tersebut, yaitu kakak iparnya sendiri.


Ibu Tio bernama Vellia Desita, dia lembut dan ramah, bahkan dia juga menyayangi Derry  sebagai keponakannya tersebut. Derry dan Tio adalah saudara namun mereka juga bersahabat dari kecil, bermain bersama, itu lah mengapa Nyonya Vellia juga menyayangi Derry.


Namun, sudah dua hari ini Tio tidak ada kabar sedikitpun. Rasa khawatir mereka juga ada, namun mereka mengingat tiga hari Tio di tugaskan di kota Surabaya, dan itu membuat kekhawatiran mereka hilang terhadap Tio.


Namun hari ini, Tuan Frans  pula meminta suaminya yaitu Tuan Rifat Ono yaitu adik dari mama Derry  tersebut, kembali bergabung di perusahaan itu.


Mereka berdua segera memerintahkan staf penting yang ada di perusahaan pusat tersebut. Tuan Rifat sempat bertanya keberadaan Tio, namun Tuan Frans  pun tidak mengetahui kehadiran Tio saat ini.


Terpaksa Tuan Frans dan Tuan Rifat menyiapkan segala berkas untuk mereka berangkat ke kota Surabaya  hari ini juga untuk menemui Tuan Al sebagai penyewa terbesar di kota Surabaya tersebut.


Keadaan ini bukan hanya sekali ini terjadi, di zaman Tuan Sanjaya  juga pernah terjadi pengakuan lahan oleh orang asing bahkan pihak investor bodong.


Karena kekuatan surat kuasa dan surat waris yang dimiliki Tuan Sanjaya  membuatnya menang di pengadilan, namun kali ini surat menyurat itu berada di tangan Tio, sedang Tio saat ini masih dalam fase penyembuhan hatinya yang galau.


Mereka tidak perlu membeli tiket, hari ini Tuan Frans  memerintahkan pilot pribadinya untuk membawa mereka terbang dengan segera ke kota Surabaya.


Tuan Frans  tidak ingin hak kuasa tanah tersebut diambil alih oleh investor asing yang mengakui kepemilikan itu tersebut. Satu jam penerbangan dari kota Jakarta  ke kota Surabaya, akhirnya mereka sampai dengan selamat.


Tidak harus menelpon siapapun, supir pribadi Tuan Frans sudah pun menunggu di depan airport untuk membawa Tuan Frans  dan Tuan Rifat menemui Tuan Al, yang saat ini sedang diancam oleh pihak asing, karena berani mendirikan pabrik di atas tanah mereka.


Tuan Al yang baru saja meminta pelebaran lahan pabriknya tersebut, tiba-tiba tersandung masalah tidak mengenakkan, dia dituduh mengambil sebagian lahan milik investor asing, yang lahan itu baru saja ditimbun oleh suruhan Tio dan Soraya  dua hari lalu.


Kini Tuan Frans  pun sudah sampai di lahan tersebut, dia langsung menjabat tangan Tuan Al, dan mereka saling merangkul.


"Kemana Tio??" tanya Tuan Al kepada Tuan Frans.


"Itu lah saya tidak tahu, Tio menghilang. Bahkan ayahnya sendiri juga tidak tahu," ucap Tuan Frans  memperkenalkan Tuan Rifat kepada Tuan Al.


"Ini ayah Tio?? kenalkan saya Al."


"Iya saya ayah Tio, kenalkan saya Rifat adik ipar dari bang frans," ucap Ayah Tio ramah.


"Saya sendiri juga mengira Tio berada di kota Surabaya, karena beberapa hari lalu dia mengatakan ditugaskan ke kota Surabaya," ucap kembali ayah Tio menjelaskan.

__ADS_1


"Iya benar, dua hari lalu kami meeting berempat," sahut Tuan Al membenarkan ucapan ayah Tio tersebut.


"Berempat? saya hanya menugaskan Robin dan Soraya  saja kesini!!" jelas Tuan Frans pula.


Terlihat raut wajah Tuan Frans  bingung dan terkejut, pasalnya dia memang hanya menugaskan Soraya  dan Tio untuk menemui Tuan Al.


"Derry  juga ikut bersama mereka, dan kami meeting berempat saat ini. Derry mengatakan dia ditugaskan oleh Tuan Frans  juga," jelas Tuan Al kepada mereka berdua.


"Derry  kesini juga?? kenapa dia tidak memberitahuku?? tanya besar di dalam hati Tuan Frans  saat ini.


"Bang! kenapa diam?? apa abang menyuruh Derry  kesini juga??" tanya ayah Tio saat ini.


"Tidak Fat! Derry  dua hari lalu aku suruh menyiapkan pernikahannya," jelas Tuan Frans.


Karena memang Derry  diberi cuti panjang untuk mengurus pernikahan dengan Fanni. Fanni yang merengek memujuk Tuan Doris agar Derry  diperintahkan untuk meluangkan waktunya untuk Fanni.


Kini Tuan Frans dan Rifat bingung bahkan mencurigai ada hal yang terjadi di antara Tio dan Derry. Mereka berdua tidak pernah terlibat dalam persaingan apapun, pikir Tuan Frans dan ayah Rifat.


"Ya Sudah, nanti kita pikirkan hal mereka, sekarang kita coba untuk mengurus hal ini dulu," ucap Tuan Frans  dengan tegas.


Tuan Al membawa mereka berdua ke cafe dimana mereka dua hari lalu meeting bersama. Karena hari sudah hampir siang, akhirnya Tuan Al mengajak mereka untuk makan siang terlebih dahulu.


Dan mereka akan segera melaporkan ke polisi mengenai lahan mereka yang diberi garis line tersebut, seolah tidak boleh dibangun apapun.


Mobil mereka sudah pun terparkir di restoran tersebut. Kini Tuan Al mempersilahkan kedua duduk dan makanan mereka sudah pun sampai, tidak perlu menunggu lama, restoran ini pemiliknya adalah tuan Al, dia sudah memesan makanan lewat managernya.


Mereka pun langsung menikmati hidangan santap siang itu. Memang perut terasa lapar karena belum ada melahap apapun, sedang asik mengunyah lalapan dan sambal khas dari kota Surabaya  ini, tiba-tiba ada seorang yang menghampiri mereka dengan senyuman melebar.


"Tio!!" berbinar mata Tuan Frans  melihat Tio datang di hadapan mereka bertiga.


"Nak! kemana saja kau??" tanya ayahnya juga ikut senang.


"Ponselku rusak Yah, dan ini baru aku perbaiki," ucap Tio masih berbohong.


"Benarkah?? duduk sini!!" perintah Tuan Al.


Tuan Al memang sangat menyukai Tio, Bahkan Tuan Aladin lebih mengenal dekat Tio dibandingkan dengan Derry, itu lah mengapa Tio sangat dikenali oleh investor lainnya, dia yang sudah lama bekerja di perusahaan itu dibanding Derry.

__ADS_1


Kini Tio bergabung bersama mereka, Soraya  tidak tampak di mata Robin. Bahkan Tio tidak menyangka Tuan Frans  datang membawa ayahnya.


Dimana Derry??" tanya Tio dalam hatinya.


Ingin meluahkan pertanyaan itu, namun rasanya ada gejolak amarah yang tertanam jika mengingat nama tersebut di hati Tio.


"Ah sudah lah, lupakan!!" bentaknya dalam hati.


"Robin! jangan termenung, ayo makan!!" perintah Tuan Al.


"Iya Tuan Al, terima kasih."


"Oh iya, dalam rangka apa nih Om Frans kesini bawa Ayah pula??" tanya Tio.


"Ada masalah yang datang, dan kalian berdua tiba-tiba hilang!!" keluh Tuan Frans  kepada Tio.


"Berdua?? siapa lagi yang hilang??" tanya besar di kepala Tio  saat ini, karena menurutnya hanya dia yang pergi meninggalkan Soraya dan Derry untuk memulihkan amarahnya.


"Kenapa diam lagi??" tanya Ayahnya kembali.


"Maaf Om, maksud Om siapa saja yang menghilang??" tanya Tio penasaran.


"Soraya dan dirimu!!" jawab Tuan Frans.


"Soraya hilang?? hilag kemana??" suara itu tertukar jelas nada khawatir disana.


"Tio kenapa kau panik??" tanya Ayahnya.


"Fat, anakmu mencintai Soraya," ucap Tuan Frans  begitu santainya dan tersenyum.


"Benarkah?? kenalkan kepada Ayah dong Bin!!" sahut ayahnya tersebut.


"Plish Om, Yah! jangan bercanda!! Soraya  hilang kemana Om??" tanya nya lagi.


"Tenang saja Tio, dia gak hilang tapi dia sedang cuti balik kampung. Namun, anehnya tadi pagi Om telpon Soraya suaranya terdengar tidak baik-baik saja, dan panggilan itu tiba-tiba terputus," jelas Tuan Frans.


****

__ADS_1


__ADS_2