90 DAYS

90 DAYS
KEHILANGAN


__ADS_3

Karena mendengar ketukan pintu tersebut Tsania dan Rendra memutuskan untuk menuju ambang pintu bersama saat ini.


     Kalau mereka belum ada cinta namun mereka memaksakan untuk terus pemeriksaan bahkan berjalan di ambang pintu saja genggaman tangan mereka berdua tidak pernah dilepas.


   Apakah bisa cinta dibangun dengan sebuah paksaan?


    Kadangkala kita memang harus melakukan hal terpaksa, agar menjadi hal yang biasa.


    Cekrek..


   Pintu terbuka lebar saat ini mereka berdua terkejut dengan kehadiran Derry disana Dan mereka penuh tanda tanya besar Mengapa Derry tampak begitu panik dan Derry datang ke rumah mereka dengan keadaan yang hampir Maghrib saat ini.


   "Derry," ucap Rendra yang tampak senang.


  "REN, maaf aku ganggu kalian berdua" ucap Derry tersenyum kepada keduanya.


 "Tidak apa-apa pak, mari masuk," ucap Tsania penuh keramahan.


  "Tsania, kamu jangan panggil saya Pak lagi, saya bukan bosmu lagi sekarang, panggil nama saja," ucap Derry dengan ramahnya juga.


  Baiklah Derry, ayo masuk," ucap Tio saat ini.


    Derry pun masuk ke dalam rumah itu tanpa aroma masakan yang masih menyengat di hidungnya, mereka berdua tadi ingin mandi bersama namun kehadiran Derry ini membuat Rendra 


 menemani Derry di ruang tamu dan Tsania beranjak menuju dapur untuk membuatkan minuman.


   "Jangan repot-repot Tsa," ucap Derry.


  "Tenang saja Derry, istriku itu sangat rajin di rumah," ucap Rendra saat ini.


     Dapat tersenyum bahagia melihat hubungan sekretarisnya itu bersama Rendra juga bahagia saat ini walaupun nikah mereka juga secara tiba-tiba dan tidak diketahui oleh Derrya Namun ternyata mereka memiliki rumah tangga yang harmonis, pikir Derry.


   "Derry, apa ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan?" Tanya Rendra saat ini.


  "REN, sebenarnya aku mau tanya tentang Tio," jawabnya.


 "Tio! Kenapa dia?" tanya Rendra sekarang.

__ADS_1


  Tsania yang baru saja selesai membuatkan Minuman itu dan dia ingin mengantarkannya ke ruangan tamu tersebut mendengar nama Tio disebut dengan begitu kuat oleh suaminya itu membuat Tsania penasaran Ada apa dengan Tio sekarang.


  Tsania melangkahkan kakinya dengan cepat dan menuju ruangan tamu itu serta dia langsung meletakkan minuman tersebut dan tidak sabar mendengar Apa tujuan dapat kesini dan mengapa membicarakan Tio saat ini.


     "Tio hilang entah kemana Vin," ucapnya.


  "Hilang? Kemana?" Serentak Tsania dan Rendra saat ini.


   Wajah Tsania sangat begitu terkejut bahkan terkejutnya RENDRA lebih terkejut lagi istrinya itu melihat Derry dan rapi memandangnya seperti itu dan ia pun mencoba menghilangkan ekspresi khawatirnya terhadap Tio tersebut.


   "Hilang kemana Der?" tanya Rendra saat ini.


  "Aku juga tidak tahu, itulah mengapa aku datang sekarang ini ingin bertanya, apakah kau tahu mengenai tempat tinggal Tio yang lainnya?" tanya Derry saat ini.


  "Tempat tinggal lainnya, hm..sebentar aku mengingatnya dulu," ucap Rendra saat ini.


   Ketika Rendra Mencoba mengingat tempat tinggal Tio adzan maghrib berkumandang saat ini Derry yang sudah berubah dia yang selalu taat mengerjakan lima waktu tersebut kini memutuskan untuk menumpang sebentar mengerjakan Ibadah sholat Maghrib tersebut di rumah Rendra.  


   "Ren, apa aku boleh numpang sholat dulu?" tanya Derry saat ini.


  "Iya boleh sekali pak, disana ruangan sholat nya," ucap Tsania menunjukkan mushola kecil dalam rumah itu.


  Dan ia hanya mengangguk dan dia mengarahkan Derry menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu setelah itu Sania pun kembali bersama Rendra saat ini.


    "Sayang, yasudah ayo kita segera mandi, dan nanti setelah sholat Derry bisa makan bersama kita juga," ucap Rendra saat ini.


  Dengan cepat juga mereka naik menuju kamarnya mereka saat ini mandi mandi berdua namun mereka tidak melakukan apapun, Rencana Rendra gagal untuk memulai lagi percintaan mereka di dalam kamar mandi.


   Hanya 10 menit mereka sudah selesai mandi dan mereka juga mengambil wudhu untuk melakukan shalat Maghrib di dalam kamar berdua dengan cepat 3 rakaat itu telah selesai saat ini.


   Derry pula yang lebih awal selesai karena memang Derry Sudah dari tadi shalat Maghrib dia pun Kembali menuju ruang tamu dan menunggu Rendra dan Tsania turun.


      Dengan cepat mereka berdua turun setelah selesai melakukan salat magrib menuju ruangan tamu bertemu dengan Derry kembali sedangkan Tsania menyiapkan piring satu lagi di meja makan dan dia sudah menata meja makan sejak tadi sore bersama suaminya tersebut.


     Satu sisi lagi Soraya yang sudah selesai salat juga dan panggilan mereka masih belum berakhir saat ini tapi kalau tidak mendengar apapun Hanya keheningan yang ada dari panggilan itu.


     "Maaf Derry, sudah membuatmu menunggu," ucap Rendra.

__ADS_1


   Derry pula kembali memasang handsfree bluetooth tersebut ketika Rendra sudah mulai bergabung lagi dengannya Soraya mendengar jelas Suara sapaan dari Rendra itu.


     "Tidak apa-apa, tidak lama kok," ucap Derry saat ini.


    Setelah selesai menata meja makan itu dan menambahkan piring yang disana Sania juga Mulai bergabung lagi dengan mereka dan Tsania dengan cepat mempersilahkan Derry dan suaminya tersebut untuk makan bersama saat ini.


     "Sayang makanan sudah selesai, ayo kita makan bersama-sama pak Derry," ucap Tsania saat ini.


   "Eh, jangan repot-repot begini, saya jadi tidak enak dengan kalian," ucap Derry saat ini.


   "Derry, kamu bukan selalu kesini, kami tadi sudah memasak bersama, kepiting asam manis, ayo kita makan, dan aku juga sudah mengingat mengenai tempat tinggal Tio saat ini," ucap Rendra tersenyum.


   "Benarkah, baiklah untuk itu aku akan makan bersama kalian, eh tapi tunggu dulu, aku harus melapor kepada Bos besarku dulu," ucap Derry membuat Soraya yang sedari tadi mendengarkan suara mereka tersebut tersenyum.


  "Siapa Derry bos besar di kantor?" tanya Rendra saat ini.


  "Siapa lagi kalau bukan istri tercinta," ucap Derry.


   Tsania dan raffi hanya terkekeh mendengar ucapan dampak tersebut mereka juga sangat terkejut ketika Derry mulai membuka suaranya dengan cepat bahkan dapat tidak ada memegang ponselnya namun dia langsung berkata minta izin kepada istrinya itu.


   "Sayang, apa aku boleh makan bersama Tsania dan Rendra?" Tanya Derry saat ini.


   "Iya sayang, kamu membuatku malu saja, jangan terlalu lebay, sudah akhiri saja panggilannya, aku juga mau makan bersama papa dan adik-adik," ucap Soraya saat ini.


  "Eit, tidak-tidak, kita makan bersama-sama," ucapnya.


   Ucapan Derry itu membuat Rendra dan istrinya tersebut juga terkekeh bahkan Soraya hanya berkeliling kepala saja Dia pun turun menuju meja makan yang saat ini Tuan Frans dan kedua Adik laki-lakinya itu telah berada di sana melihat Yumita tidak ada di sana pasti kamu mulai kembali dan memanggil Yumita lagi.  


    Yumita juga baru saja melaksanakan salat Maghrib dia pun ikut turun bersama sapi kan dengan langkah yang sedikit lemah tanpanya wanita-wanita itu memikirkan sesuatu saat ini.


   Sedangkan Derry, Rendra dan istrinya tersebut sudah pun berada di meja makan aroma kepiting asam manis itu mengunggah foto Derry yang juga lapar karena memang semenjak pulang dari kantor tersebut Derrya tidak ada masalah apapun kecuali minuman yang diberikan Tsania kepadanya.  


    Sambil makan mereka juga sambil berbincang dan tidak menunggu lama lagi Rendra memberitahukan kepada Derry tempat tinggal Tio yang lain.


    "Derry, setahuku Tio memiliki apartemen sendiri, apartemen itu ada di Kota Jakarta Juga, kawasan Blue village," jelasnya.


  "Ha, Tio memiliki apartemen disana, kau tahu darimana?" tanya Derry penasaran.

__ADS_1


****


__ADS_2