90 DAYS

90 DAYS
TIO KABUR


__ADS_3

Setelah Soraya mendapat kabar dari Ibu Tio tersebut bahwasannya  saat ini ini kedua nomor ponsel Tio dan Yumita tidak dapat dihubungi dan ibu Tio yang panik tersebut telah memberitahukan kepada sapi K dan dengan cepat Soraya menuju kamarnya Yumita sekarang.


Beberapa kali pintu diketuk tidak ada sahutan Soraya terus saja mengetuk pintu itu ketukan yang cukup keras hingga akhirnya Yumita terkejut dari tidurnya yang begitu pulas.


Dengan wajah yang masih terlihat ngantuk Erina terpaksa bangun dari ranjang nya itu kemudian dia berjalan perlahan menuju ambang pintu untuk membuka pintu tersebut.


Cekrek...


Terdengar suara pintu terbuka saat ini mata Yumita yang masih belum terbuka lebar itu dia hanya tersenyum tipis melihat Soraya berdiri di hadapannya.


"Yumita, sejak kapan kamu pulang?" tanya Soraya yang terlihat heran.


"Sudah dari tadi kak, lihat saja ini udah jam berapa," ucap Yumita tersenyum.


"Yaampun, berarti kakak yang ketiduran tadi," ucapnya.


"Ayo kak masuk," ucap Yumita kembali.


Soraya pun menuruti ajakan adiknya tersebut mereka berdua masuk ke dalam kamar Yumita, karena dia tahu ibu Tio sangat panik di atas tempat tidur Yumita tersebut pun Soraya langsung menghubungi Ibu Tio tersebut.


"Kakak kenapa terlihat panik?" tanya Yumita yang saat ini mencoba menahan kantuknya yang masih menyeran itu.


" Tadi Ibunya Tio menghubungi kakak, katanya ponsel kamu dan Tio tidak aktif, itulah mengapa Ibu Tio sangat mengkhawatirkan kalian karena kan pernikahan kalian sudah begitu dekat," jelas Soraya kepada adiknya itu.


"Yaampun Kak, ponselku tadi aku ofkan, dan aku charger, yaudah kakak hubungi ibu deh kak," ucap Yumita kembali.


"Iya ini juga lagi KK hubungi," ucap Soraya.


Karena memang Ibu Tio tersebut menunggu kabar dari Soraya panggilan Soraya yang baru saja masuk di ponselnya itu langsung dia jawab dengan cepat.


"Assalamualaikum Fika, bagaimana?" tanya ibu yang tampak begitu khawatir.


" Waalaikumsalam Bu, Jangan khawatir Yumita sudah berada dirumah sejak dari tadi di Fika aja Yang ternyata tidurnya kelamaan," jelas Soraya saat ini.

__ADS_1


" Alhamdulillah kalau Yumita sudah di rumah. Tapi Tio Bahkan dia tidak pulang ke rumah," ucap ibunya itu lagi.


" Sebentar aku tanyakan dulu kepada Yumita Apakah dia tahu Tio di mana saat ini," ucap Soraya.


"Iya tolong tanyakan Yumita ya Fika," ucap ibunya Tio.


Yumita yang tampak mendengarkan percakapan kakaknya dan ibu Tio tersebut saat ini ini tapi kau pun memberikan pertanyaan kepada dirinya.


"Na, kamu tahu Tio kemana setelah mengantar kamu kesini?" tanya Soraya saat ini.


Mendengar pertanyaan itu jantungnya Rina menjadi berdebar dan takut, mereka sudah pulang dari tadi Mengapa Tio tidak sampai juga di rumah Apakah Tio yang meninggalkan dirinya atau Tio yang kabur?


Melihat wajah pucat adiknya tersebut Soraya merasa Aneh dia pun mengejutkan Yumita dari lamunannya saat ini, tapi kan mencoba bertanya kembali dimana Tio berada Na?


"Kak, Ina gak tahu bang Tio kemana, setelah mengantar Ina pulang Bang Tio juga pulang gitu aja, tampa bicara apapun," jelasnya.


Setelah mendengar jawaban dari Rina tersebut dengan cepat Soraya memberitahukan kepada Ibu Tio tersebut bahwasanya Yumita juga tidak tahu Tio pergi ke mana.


Karena memang saat mengantarkan dirinya pulang Mereka juga tidak mengatakan apapun Yumita bahkan tidak mengucapkan terima kasih kepada Tio karena telah mengantarkannya.


Setelah mendengar jawaban dari Soraya tersebut Ibu masih sedikit mengkhawatirkan Tio dan panggilan itu pun telah berakhir saat ini, namun dihati Soraya sekarang masih penuh dengan tanda tanya dengan perubahan ekspresi wajah Yumita tersebut tampaknya adik perempuannya itu masih menyimpan sebuah rahasia.


"Na, apakah ada sesuatu yang kamu sembunyiin dari kakak?" tanya Soraya kepada Yumita.


Ekspresi Nurina begitu berubah ketika Soraya terus melayangkan pertanyaan tersebut kepada dirinya, dia tak menyangka kakaknya itu memiliki insting yang begitu kuat, Namun karena dia sudah berjanji kepada Tio untuk tidak mengatakan apapun kepada Soraya ataupun mengadu hal apapun makanya Yumita sebisa mungkin mencari alasan untuk tidak mengatakan hal itu kepada Soraya.


"Tidak ada kak, Yumita memang tidak tahu juga Bang Tio pergi kemana, apa mungkin Bang Tio kekantor?" tanya Yumita balik seolah dia ingin mengalihkan topik pembicaraan.


"Kekantor..mungkin saja," ucap Soraya saat ini.


Mendengar ucapannya Rina itu Soraya pun dengan cepat menghubungi suaminya tersebut karena memang Derry saat ini sedang di kantor, mereka masih menyangkal Tio berada di kantor pada Tio saat ini ini telah diberi cuti oleh Derry.


Panggilan itupun cepat terhubung karena istrinya yang menghubunginya Derry langsung mengangkat panggilan tersebut dia tidak ingin Soraya menunggu.

__ADS_1


"Assalamualaikum sayang," ucap Derry dengan nada lembut.


"Waalaikumsalam, sayang Apa disana ada Tio?" tanya Soraya langsung kepada suaminya itu.


"Tio? Tidak ada. Bukankah Tio saat ini aku liburkan untuk beberapa hari, Tio kan pagi tadi pergi sama Yumita yank," ucap Derry kembali.


Kalau dulu saat Soraya menyebut nama Tio Derry sangat mudah cemburu namun dia menyimpan cemburunya tersebut, namun sekarang beda ceritanya Derry tidak ada rasa cemburu lagi dengan Tio karena Derry mengetahui Tio ingin menikahi Yumita saat ini.


"Iya tadi pagi memang dia pergi dengan Yumita, tap mereka sudah kembali, namun ibu Veli bikang, Tio tidak ada dirumahnya yank," jelas Soraya lagi.


" Apa apa Tante Veli udah menghubungi nomor Tio?" tanya Derry saat ini.


"Udah Sayang tante Felly sangat khawatir saat ini," ucap Soraya lagi.


"Mmm baiklah masalah Tio akan aku cari nanti, kalian tenang saja, jangan khawatir ya sayang, jaga anak kita baik-baik," ucapnya dan panggilan itu berakhir dengan sun yang romantis dari Derry.


Tapi hanya bisa tersenyum dan menggeleng kepala saat ini, Derry terlihat begitu bahagia dan Derry yang berubah total itu menjadi seorang yang penuh Kharisma dan dia tampak sudah layak menjadi seorang ayah.


Untuk sebuah jenis kelamin bayinya tersebut mereka berdua tidak pernah memperdebatkan apapun apapun yang diberikan tuhan kepada mereka, mereka berdua akan selalu mensyukuri pemberian Tuhan tersebut.


"Gimana kak?" tanya Yumita saat ini.


" Sudah jangan khawatir Bang Derry akan mengurus dan mencari Tio," ucap Soraya.


Yumita hanya bisa tersenyum tipis, setelah Soraya rasa masalah ini bisa diselesaikan kan oleh suaminya tersebut dia pun Kembali keluar dari kamar adiknya itu.


Ketika Kembali menuju kamarnya saat ini, Dia menyuruh Yumita melanjutkan tidur siangnya tersebut agar Yumita lebih banyak istirahat karena Yumita ini akan menghadapi pernikahannya sebentar lagi.


Yumita hanya lemah dia pun mencoba merebahkan kepalanya lagi di atas bantal tersebut Namun matanya sulit untuk tertutup kembali karena saat ini dia memikirkan mengenai Tio yang entah pergi kemana sekarang.


Dia mengingat kembali ketika Tio menyarankan dirinya untuk kabur saja, Namun karena tidak ada jawaban apakah mungkin Tio yang kabur darinya dan tidak ingin menikah dengan dirinya tersebut.


Rasa takut dan cemas bercampur lihatin Yumita saat ini, dia pun berdoa dalam hatinya agar Tio selalu dalam lindungan Tuhan dan mereka bisa bersatu walaupun tanpa cinta.

__ADS_1


****


__ADS_2