
Kemunculan Giovano yang ada di toko tas tersebut membuat Soraya terkejut bahkan lebih terkejut lagi ketika Giovano mengeluarkan kartunya untuk membayar segala belanjaan Soraya itu.
Awalnya Soraya menolak dan dia tetap ingin mengganti apa yang telah dibayar oleh giovanno itu namun tampaknya lelaki tersebut ingin memikat hati Soraya dia mencoba mengeluarkan katak manisnya tersebut.
Semenjak acara pernikahan Tio waktu itu dia yang baru pertama kali melihat Soraya langsung Terpukau akan kecantikan istri dari Derry itu.
Dan saat ini pula dia yang waktu tadi berada di dalam mall menghadiri meeting terlihat Soraya dan saat itu juga dia mengikuti kemana Soraya berjalan dengan kedua orang adiknya tersebut dia ingin mengambil kesempatan itu menarik perhatian Soraya .
"Aku kan teman suami kamu dan bahkan kami bisa terbilang bersahabat baik Jadi wajar saja jika ada istri dari sahabatku sedang berbelanja dan aku melihatnya Tidak ada salahnya Bagiku Untuk membayarkan belanjaannya," jelasnya dengan santai.
"Yasudah terima kasih banyak," ucap Soraya tersenyum.
Mendengar penjelasan dari Soraya itu membuat Soraya merasa begitu lega tampaknya dia tidak wajar menaruh kecurigaan kepada Giovano saat ini pria itu seperti pria yang benar-benar tulus membantunya membayar belanjaan tersebut tanpa ada embel-embel apapun dibelakangnya.
Setelah mengatakan hal itu Soraya apapun ingin berpamitan dengan giovano yang tampak tersenyum lebar ke arah nya itu juga dengan cepat Soraya menyuruh adik adiknya itu beranjak karena hari sudah hampir siang.
"Tunggu," ucapnya menahan tangan Soraya .
Melihat tingkah Giovano yang tampak lancang memegang tangan kakaknya tersebut Nurdin mencoba melepaskan tangan itu dan dia masih berkata sopan dengan Giovanno saat ini.
"Maaf, anda dan kakak saya bukan muhrim jadi tolong jangan lancang untuk memegang tangan Kakak saya," ucap Nurdin dengan beraninya.
Sedangkan kedua Bodyguard itu yang baru saja sampai tepat tidak jauh dari toko tas tersebut melihat kejadian itu dengan jelas di mata mereka berdua adik Soraya yang yang bisa melindungi kakaknya tersebut cukup berani pikir mereka saat ini.
Mereka hanya menatap dari kejauhan dan melihat keadaan selanjutnya Bahkan mereka masih belum mengenai lelaki yang menahan tangan nyonya yang harus dijaga mereka itu dengan cepat mereka mengambil adegan tersebut.
"Maaf, Saya tidak termasuk untuk menahan kan kakakmu namun saya hanya ingin memberikan card kepunyaan saya ini kepada kakak Mu agar dia bisa menggunakan kartu ini untuk membelanjakan kalian," jelasnya.
__ADS_1
"Tidak, terima kasih. Abang ipar kami sudah melengkapi segala fasilitas dan biaya untuk kami jadi anda tidak perlu membelikan kartu Anda ini kepada kakak saya, Ambillah kartu Anda ini Terima kasih kami pergi dulu," ucap Nurdin.
Nurdin adalah lelaki dewasa yang sebentar lagi sudah menginjak kelas 3 sekolah menengah atas tersebut jadi dia Wajar saja sebagai seorang lelaki dia juga mengenali gerak-gerak lelaki lain yang tampak menyukai seorang wanita dimata Nurdin tampak pria yang membayari mereka perbelanjaan ini terlihat tertarik oleh kakaknya tersebut.
Namun Soraya yang selalu berpikir positif kepada siapapun bahkan kepada Giovano yang tampak menjelaskan dengan tulus bahwasanya dia adalah sahabat dari suaminya itu dia pun tidak berpikir demikian seperti yang Nurdin pikirkan.
Kedua Bodyguard itu menahan langkahnya untuk mengikuti Soraya dia tertarik dengan seorang pria yang menahan Soraya Tadi mereka ingin melihat gerak-gerik pria itu kembali tampak begitu mencurigakan.
Saat ini mereka berpakaian layaknya pria biasa saja berada di mall dan mencoba memilih beberapa tas yang ada di toko tas itu dan tepatnya Giovanno masih berdiri di sana.
Giovano mengeluarkan ponselnya Dian dengan cepat menghubungi seseorang yang ada di ponselnya itu tampaknya dia begitu geram dengan perlakuan Nurdin yang tampak mempermalukan dirinya di depan Soraya .
"Anak kecil yang tidak tahu diri lihat saja nanti kau akan kena batunya tingkah laku mu ini begitu sombong kau akan mendapatkan ganjaran nya!" umpatnya kesal.
Seolah tidak mendengarkan umpatan kesal dari Giovanno tersebut kedua orang Bodyguard yang telah ditugaskan untuk mengamati Soraya itu mendengar jelas apa yang dikatakan Giovanno itu tampaknya dia ingin melakukan sebuah kejahatan.
Nomor ponsel yang telah dihubungi oleh Giovano itu dengan cepat mengangkatnya tampaknya di sana dia sudah menghubungi beberapa Bodyguard yang berjaga di luar parkiran.
"Iya Tuan, mereka baru saja keluar, dan tampak menuju parkiran," ucapnya.
"Baik, ikuti mereka dan coba kalian jegat mereka ketika ditengah jalan, tapi ingat jangan sakiti wanita itu, kalau mau sakiti, sakiti pria muda yang lebih tinggi darinya," jelas Giovano.
"Baik Tuan," ucap mereka.
Giovano yang mengaku sahabat dari Derry a Sanjaya tersebut saat ini memang benar merencanakan sesuatu yang buruk untuk adik Soraya yang bernama Nuruddin itu dia sengaja membuat rencana menyuruh para bodyguard-nya menghentikan mobil yang dibawa oleh Soraya .
Saat ini kedua Bodyguard yang mendengar itu mereka saling berpandangan dan dengan cepat mereka juga keluar dari dalam toko tersebut melangkah begitu cepat menuju parkiran mereka harus lebih awal untuk melindungi istri dari Derry dan keluarga Derry a itu.
__ADS_1
Giovanni tidak merasa curiga sedikitpun bahwasanya ada seseorang yang mendengar ucapannya merencanakan kejahatan kepada orang lain dia hanya tersenyum puas dan memutarbalikkan ponselnya.
Dengan cepat dia juga keluar dari toko tas tersebut dia pun ingin menuju parkiran mobilnya saat ini dan dia telah merencanakan sesuatu agar bisa menjadi pahlawan untuk Soraya .
Dia yang seolah dipermalukan oleh Nurdin adik Soraya itu saat ini ingin membalaskan ketidakpuasan Nurdin kepada dirinya dialah yang akan menolong mereka pikir Giovanno saat ini Padahal dia tidak tahu bahwa Derry telah memerintahkan dua orang Bodyguard untuk melindungi keluarganya itu.
Bodyguard itu dengan cepat bahkan juga Mereka melihat gerak-gerik Giovanno yang Ingin menyusul para Bodyguard yang telah disuruh oleh dirinya itu tampaknya ini adalah permainan pria itu ucap salah seorang Bodyguard yang telah diutus oleh suami Soraya tersebut.
Satu sisi lagi Soraya yang telah keluar dari parkiran Mall itu dia yang tidak merasa apapun dan tidak adalah merasa kejanggalan apapun terjadi dengan biasa dia melajukan kendaraannya dan karena hari sudah mulai siang dia sedikit mengencangkan setirnya ingin kembali pulang dan makan siang bersama dengan ayah mertuanya tersebut.
Seperti yang direncanakan oleh Giovanno para Bodyguard yang telah di diberitahukan nya tersebut, kini telah melihat mobil Soraya sudah berada di pertengahan jalan yang lumayan sunyi mereka sengaja menghimpitkan mobil mereka begitu dekat dengan mobil Soraya .
"Kak, hati-hati," ucap Nadim.
Soraya hanya mengangguk dia berpikir orang yang berada dibelakangnya itu hanyalah mobil yang ingin menyalip mobilnya maka Soraya pun menurunkan kelajuannya saat ini dan membiarkan mobil itu berjalan lebih dulu di depannya.
Namun saat ini bukan Malah mobil itu menyelinap namun mereka malah berhenti tepat di depan mobil Soraya Soraya begitu terkejut hingga dia menginjak rem dengan dadakan.
Semuanya terkejut ketika mobil itu Menghadang mereka Soraya saat ini sedikit takut dan kedua orang berbadan besar turun dari mobil itu bahkan ditambah lagi dua orang yang turun Jumlahnya ada 4 orang yang tanpa sengaja ingin mendekati mobil Soraya saat ini.
"Cepat turun!" perintahnya.
Kaca mobil Soraya tersebut sengaja mereka gedor dengan kuat agar mereka semua turun dari mobil itu dengan perintah bosnya tersebut mereka harus mengajar adik lelaki Soraya yaitu Nurdin yang memang tidak diketahui hanya dia mengenali bentuk tubuhnya yang lebih tinggi dari Soraya dan Nadim tersebut.
Karena takut mereka bertiga pun turun saat ini, sedangkan kedua Bodyguard yang telah diutus Derry untuk melindungi istrinya tersebut telah pun berada di belakang mereka melajukan mobil itu dengan cepat.
Prak!
__ADS_1
Baru saja Soraya dan kedua adiknya Ingin turun mobil yang dikendarai oleh kedua Bodyguard itu sengaja menabrakkan salah seorang dari Bodyguard suruhan giovano tersebut kakinya begitu terasa sakit.
*****