90 DAYS

90 DAYS
AKU MASIH SUAMIMU!


__ADS_3

Tuan Rendra  menjadi investor di sini untuk pembuatan jalan tanah mereka yang akan di sewakan oleh pihak-pihak penyewa dari luar negri. 


       Empat puluh persen saham yang dimiliki tuan Rendra, bisa meraup keuntungan ganda jika harga sewa tanah mereka naik dan peminatnya bertambah. 


      Soraya  wanita yang cerdas dengan wajah yang cantik. Tuan Rendra bukan hanya sekali bertemu dengan Soraya ini, sudah cukup sering ketika mereka meeting bersama saja. 


      Tuan Rendra,  tampak tersenyum hangat kepada Soraya, namun Soraya  mengartikannya sebagai senyum ramah dari seorang tuan Rendra. 


        "Tuan Frans, apa saya bisa mengajak Soraya  dinner malam ini?? ya! anggap saja ini sebagai keberhasilan," ucap tuan Rendra  tiba-tiba. 


       "Oh, kalau itu tanyakan langsung saja kepada Soraya," ucap tuan Frans  tertawa kecil. 


      "Aku takut dia menolakku om," ucap Rendra  membuang keformalan mereka. 


    "Rendra, om pergi dulu. Semoga dia tidak menolakkmu," ucap frans segera beranjak. 


      Soraya  yang setelah selesai persentase berpamitan untuk ke toilet sebentar,  tiba-tiba kembali ke meja di mana mereka sempat meeting tadi, hanya melihat tuan Rendra di sana. 


     Dimana tuan Frans??" tanya Soraya  dalam benaknya. 


     Soraya  pun menghampiri meja tersebut, di atas meja itu masih berserak map dan laptopnya yang belum tersusun rapi. Rendra tersenyum hangat ketika melihat Soraya  sudah sampai di meja itu kembali. 


       "Soraya, duduk lah dulu," ucap Rendra. 


       "Terima kasih tuan Rendra. Tapi dimana tuan Frans??" tanya Soraya  sambil melihat arah keliling. 


     "Oh, tuan Frans ada urusan lain. Katanya dia ingin menjenguk Derry di ruangannya," ucap Rendra. 


    "Oh.. begitu," ucap Soraya. 


    "Soraya, ada sesuatu yang ingin kutanyakan," ucap Rendra  mencoba membuka mulutnya. 


   "Iya tuan Rendra , silahkan," ucap Soraya  sigap. 


   "Apa malam ini kita bisa dinner?" tanya Rendra  kembali. 


    Wajah bingung dan heran Soraya  saat ini begitu terlihat, tidak mungkin saja Soraya  menerima tawaran dinner dari tuan Rendra  yaitu yang diketahui juga Rendra adalah teman dari suaminya tersebut.


      Rendra Utomo, adalah anak semata wayang dari keturunan keluarga Utomo yang kaya raya juga. Ayah Rendra  dulunya bersahabat baik dengan ayah Derry. 

__ADS_1


    Rendra  juga mengenal Derry  saat mereka di sekolah SMA yang sama. Begitu juga dengan Tio, mereka saling mengenal satu sama lain saat ini. 


      Sedangkan Soraya, hanya lah wanita perantau yang mencoba mencari keberuntungannya di bandar kota Jakarta ini. Soraya  juga tidak menyangka Rendra  tiba-tiba mengajaknya untuk dinner malam ini. 


      Mengingat sikap suaminya yang berubah aneh dan posesif, Soraya tidak berani untuk menerima tawaran dinner dari siapapun, ucap bahkan dari Tio yang sangat di cemburui oleh Derry. 


      Dibilang cemburu tampak tidak, namun dibilang tidak itu tampak cemburu. Derry  sangat sudah untuk mengekspresikan apa yang ada dalam perasaannya saat ini. 


      Soraya  masih diam membisu, ingin di tolak takut tuan Rendra kecewa, ingin di terima dia juga sudah bersuami, bahkan segala ijin haruslah dari suaminya yaitu Derry. 


     Seorang istri yang baik adalah seorang yang selalu meminta izin kepada suami terlebih dahulu. Jika sudah begitu, maka allah akan meridhoi apapun yang akan dikerjakan oleh seorang istri. 


      Namun disayangkan juga, Derry  bukanlah suami yang baik kepada istrinya. Derry  selalu membentak, memaksa bahkan tambah satu lagi sekarang, dia menjadi mengekang dan posesif pula. 


       "Soraya, apa kau mahu??" tanya kembali Rendra. 


      "Maaf tuan Rendra, saya sudah ada janji dengan teman kuliah saya dahulu," ucap Soraya  berbohong. 


    "Oh.. begitu, maaf saya lancang mengatakan ini," ucap tuan Rendra  dengan sopannya. 


   "Tidak mengapa tuan Rendra, saya yang harus minta maaf, karena saya menolak ajakan anda," ucap Soraya. 


      Dari kejauhan ada sepasang bola mata menyorot dengan tajamnya. Siapa lagi jika bukan seorang Derry Sanjaya. Ternyata dia yang menunggu Soraya  kembali ke dalam ruangannya tidak sabaran saat itu. 


      Derry  mencari sosok Soraya  di mana pun, hingga kini dia sudah menemukannya sedang berduaan dengan temannya sendiri yaitu Rendra utomo, investor dari perusahaannya tersebut juga. 


      "Sial!!" ucap Derry . 


      Derry  seperti cacing kepanasan, dia tanpa rasa ragu menghampiri Soraya  dan rendra  yang berada di ruangan outdoor tersebut. Di cafe yang tidak jauh dari kantornya berada itu. 


      Derry  dengan kaki jenjangnya berjalan menghampiri mereka. Tatapannya tidak sedikitpun berpaling ke wajah istrinya tersebut itu. 


      "Hei Rendra!!" ucap Derry  mengejutkan keduanya. 


     Suara menuju Rendra, namun mata tetap tertuju kepada istrinya. Derry  membuat wajah yang menunjukkan kemarahan lagi kepada Soraya  saat ini juga. Derry  juga tidak menyapa Soraya  yang berada di sebelahnya itu. 


       "Derry!!" ucap Rendra  terkejut. 


     "Iya, kau apa kabar??" tanya Derry  sengaja. 

__ADS_1


     "Aku baik, bukannya tadi om frans ke ruanganmu??" tanya Rendra.


      Tuan Frans  memang menuju ke ruangan Derry, namun Derry  tampak tidak ada di ruangannya. Mungkin saja Derry  sudah berkeliling mencari keberadaan istrinya tersebut. 


    Derry  yang terkejut bahwa papanya sedang menuju ke ruangannya itu, namun jika berada dengan Soraya  dia harus menyelesaikan ini dulu. Dia tidak ingin SORAYA  di goda oleh pria manapun, walau rendra  sekalipun itu. 


     "Oh, mungkin tidak jadi," ucap Derry  singkat. 


    "Apa meeting ini sudah selesai??" tanya Derry  kepada Rendra. 


   "Sudah Derry, memangnya ada apa??" tanya Rendra. 


   "Kalau begitu, aku dan stafku ini akan segera bertemu klaen yang lain."


  "Rendra, aku undur diri dulu," ucap Derry  dinging. 


  "Tuan Rendra, saya pamit dulu," ucap Soraya. 


     Ya! Soraya  memang hanya seorang staf di perusahaan itu. Namun, tidak kah begitu kejam seorang suami menjelaskan siapa istrinya di depan orang lain. 


     Soraya  yang mendengar ucapan Derry  tersebut sedikit terasa hati dengan ucapan itu. Pasalnya Derry  begitu kejam menyebut dan memerintahkan dirinya sesuka hati. 


     Rendra  yang tidak bisa berkata banyak, ucap hanya tersenyum pasrah ketika Soraya  berlalu bersama Derry tersebut. Tidak ada hak Rendra untuk seorang ceo membawa pekerjanya. 


     Kali ini, Soraya  dibawa menuju ke parkiran mobil Derry  terparkir di sana. Dan kali ini Derry  menyuruh Soraya  masuk ke dalam mobilnya itu. 


       Derry  membukakan pintu untuk Soraya, ucap lalu Soraya  diperintahkan untuk masuk dengan kasarnya. Soraya  hanya menurut saja apa yang dikatakan pak ceo kepadanya tersebut, di sana tidak terlihat sikap ramah sama sekali. 


      Jika di bilang tertekan, Soraya sangat tertekan saat ini menjadi seorang istri Derry Sanjaya. Soraya  hanya menunggu waktu itu akan berakhir saja, pikirnya. 


        "Raya!!  aku tidak ingin melihat kau berduaan dengan lelaki manapun!!" ucap Derry  sambil menyetir mobilnya. 


        "Aku hanya meeting," jawab Soraya. 


        "Aku tahu, tapi meeting tadi sudah berakhir!!" bentak DERRY  kuat di dalam mobil tersebut. 


    "Aku masih suamimu!!" ucap DERRY  menegaskan. 


****

__ADS_1


   


__ADS_2