90 DAYS

90 DAYS
KAU KELUARLAH!


__ADS_3

Derry  yang tadinya tidak ingin melihat kemanapun, kini wajahnya mendongak ke atas. Matanya sayu dan sendu, menatap wajah dengan penuh air mata tersebut.


Soraya  menutup mulutnya sambil menganggukkan kepala, seolah mereka berdua berbicara lewat batin saja. Air mata Soraya  tidak terbendung lagi dia tumpah sejadi-jadinya, Derry  berdiri menghalus butiran yang jatuh di pipi itu.


"Jangan.. menangis, aku disini," ucapnya pelan dan menarik tubuh sang istri ke pelukannya.


"Derry!!" suara keras tiba-tiba datang dari balik pintu.


Semua yang masih terkejut dengan Derry  yang memeluk Soraya  tersebut kini lebih terkejut lagi dengan kehadiran teriakan kuat dari ambang pintu memanggil nama Derry.


Ya! Fanni  tiba-tiba muncul di hadapan mereka semua saat ini. Dia yang baru saja bertemu dengan Tuan Osman telah menyetujui perintah Tuan Osman tersebut agar mendesak Derry  untuk menikahinya.


Kedua orang tua Derry  masih belum mengerti dengan keadaan saat ini. Dia tertanya besar di kepalanya, ada hubungan apa antara Derry  dan Soraya??


Mengapa Derry  tampak begitu menyayangi Soraya. Bahkan Derry  bisa berbicara kembali karena kehadiran Soraya  saat ini.


"Fanni!!" ucap Tuan Frans  terkejut.


"Oh.. ternyata memang ini permainanmu kan Derry!! kau sengaja ingin membuat pernikahan kita batal!! karena perempuan ****** ini kan!!" teriak Fanni  kali ini di hadapan wajah Derry  yang tidak berpaling sedikitpun dari wajah istrinya itu.


"Derry!! dengarkan aku!! cukup aktingmu saat ini! biar aku bongkar semuanya kebusukan perempuan ****** ini!!" bentak Fanni  sambil menunjuk wajah Soraya.


"Fanni  hentikan!!" bentak Tio sambil menepis tangan Fanni.


"Ini bukan urusanmu Tio, jangan ikut campur!!" ucap Fanni  dengn kuat dan memberontak ingin tangannya di lepaskan oleh Tio.


"Ada apa ini sebenarnya? apa yang ingin kamu bongkar Fanni?? katakan!!" ucap Tuan Frans  yang merasa tidak mengerti dengan keadaan saat ini.


"Derry! dengar apa kata Papamu bukan?? dia ingin tahu rahasia besar apa yang kau sembunyikan dengan wanita ini!!" tangannya lagi-lagi menolak tubuh Soraya, untung saja ada Tio  di sebelah Soraya.


"Fanni!! kau kelewatan!! apa yang ingin kau bongkar, bongkarlah!!" kali ini nada Tio sangat geram dan menahan amarahnya karena wanita yang dia cintai telah diinjak oleh Fanni.


"Oh.. kau menantangku Tio, apa kau sekarang ini telah menikmatinya juga," dengan sinis dia mengatakan itu kepada Soraya.


"Cukup Fanni !! kau keterlaluan!" ucap Ayah Tio kali ini.


Tiba-tiba tangan Nyonya besar  diangkat, tampak menyuruh mereka semua diam, Fanni  seolah mendapat dukungan saat ini. Derry  pula masih tetap dengan keadaan memegang tangan Soraya.


"Diam semua!! Saya selaku Mama Derry berhak mendengar rahasia yang di maksud oleh Fanni!!" nada itu bertukar sinis sekarang.

__ADS_1


Jantung Soraya  berdebar, dari raut wajah Nyonya besar  sudah menunjukkan kemarahan dengan situasi saat ini, apalagi nanti dia akan tahu mengenai pernikahan kontrak Derry  dengan dirinya.


"Mama.. dengar kan Fanni  Ma," ucap Fanni  seolah memang mendapatkan dukungan dari Mama Derry  tersebut.


"Wanita penggoda ini telah merebut Derry  dari Fanni  Ma!! dan mereka telah menikah!!" ucap Fanni  dengan kuat dan angkuh nya.


"Menikah??" terkejut kedua orang tua Derry  tersebut.


"Apa itu benar??" tanya Mama Derry  ke arah Soraya  yang menunduk tersebut.


"Hei.. wanita penggoda! berbicalah, jangan menunduk!! apa kau malu??" ucap Fanni  lagi.


Soraya  hanya bisa menangis diperlakukan seperti ini di hadapan kedua orang tua Derry  dan Tio . Kedua adiknya merasa sangat kasihan kepada kakaknya tersebut.


Kini Fanni  kembali angkat bicara, setelah semuanya masih diam dan menatap Soraya  dengan tatapan tidak percaya saat ini.


"Apalagi Fan, yang kamu ketahui??" tanya Mama Derry  lagi.


"Hm.. parahnya lagi Ma, mereka berdua ini menikah di atas perjanjian!! dan.. Mama tahu, perjanjian itu hanya 90 hari dan mereka akan bercerai!! Wanita ini hanya memanfaatkan uang Derry  saja Ma, kelihatannya saja baik dan polos seperti ini, tapi dia licik!!" ucap Fanni  lagi merasa penuh kemenangan.


"Keluar kamu sekarang!!" teriak Nyonya besar  saat ini.


Tidak! dia istriku, dan dia lebih baik dari siapapun!!" ucap Derry  dan menatap ke arah mereka semua.


"Derry!! ucap Nyonya besar  menahan gejolak amarahnya.


"Tante.. dengarkan Tio juga, Fanni  telah melakukan kelicikan lebih parah, dan membuat kedua orang tua Soraya  meninggal di hari yang sama!!" ucap Tio.


"Apa?? wanita ini pelakunya??" kini Derry  tampak sadar dan sembuh total.


"Ya! aku ada buktinya Derry!!" ucap Tio kembali.


"Fanni  tampak diam dan tidak bisa menjawab saat ini, dia tersudutkan oleh dua pria muda ini.


"Kau licik!! kau memaksaku untuk menikahimu, padahal di Timur  tengah kau tidak pernah ingin menikah denganku, itulah mengapa aku menikahi Soraya!!


"Mama tahu?? calon menantu kesayangan Mama ini terlalu banyak selingkuhannya di Timur tengah!! hingga dia tidak berminat pulang, mmm, entah mengapa tiba-tiba saja dia berubah,  Derry  rasa ada sesuatu yang terjadi kepadanya!!" ucap Derry  berbicara kembali dan membuat Mama dan Papanya terdiam.


Mereka sekarang tidak tahu ingin membela siapa dan mengikut kubu mana. Yang dilakukan Derry  tidaklah benar, dan yang dilakukan Soraya  juga bukan kebenaran.

__ADS_1


"Cukup!!" teriak Fanni  yang tampak frustasi.


"Apa?? kau ingin menyakiti istri sah ku ini?? tidak, tidak akan lagi kuberikan sedikit inci tanganmu ini menyentuh istriku!!" ucap Derry  dengan tegas.


"Derry, apa kau tidak ingat sewaktu kau memutuskan untuk pulang?? kau mengatakan jika aku tidak pulang selama 90 hari maka kau tidak akan menikahiku bukan?? namun, apa kau tidak ingat?? aku pulang sebelum 90 hari bukan!!" dia mencari pembelaan saat ini.


"Ya! aku memang mengingat itu dengan baik Fanni!! namun, sekarang aku tidak menginginkan kau lagi!!" ucap Derry  dengan sinisnya.


"Derry, apa kau benar-benar ingin melepaskan Neila??" tanya Mama Derry  kembali.


"Ya! Derry  tidak sudi menikah dengan wanita pengatur dan licik ini Ma!!" ucap Derry.


"Der.. tapi," terhenti suara Mamanya disitu ketika Tuan Frans  memberi kode dia ingin angkat bicara.


"Ma, bukankah Mama telah berjanji kepada Papa! jika Derry  sembuh Mama akan menuruti keinginan Derry  dan membiarkan Derry  memilih apa yang dia inginkan??" tanya Tuan Frans  kembali.


Merasa lega Tio dan Ayahnya beserta ibunya saat ini, mendengar ucapan Tuan Frans  tersebut membuat Nyonya Maulisa benar-benar sadar dengan janjinya waktu itu.


Nafas ditarik panjang, Nyonya besar  seolah mengambil hal positif dari kejadian ini dan kejadian yang baru saja mereka lalui.


"Baiklah, Derry .. jika kamu memang sudah memilih, Mama akan merestuinya," ucap  Nyonya besar.


"Ma...!" ucap Fanni  tampak tidak terima.


"Fanni, maafkan Mama, bukan Mama yang ingin menikah, namun Derry  lah yang memilih calon istrinya tersebut," ucap Nyonya besar  tampak masih lembut kepada orang Fanni .


Derry  tersenyum manis kepada Soraya  saat ini berada di pelukannya, namun Nyonya besar  tidak, sehangat pertama mereka datang tadi.


Tampaknya dia masih mempercayai ucapan Fanni  yang mengatakan Soraya  sengaja menjerat Derry  dan memanfaatkan Derry  hingga mereka melakukan pernikahan kontrak 90 hari tersebut.


"Kau keluarlah!!" ucap Derry  kembali mengusir Fanni.


"Derry.. jangan begitu," ucap Mamanya tampak membela.


"Ma.. Derry  tidak ingin melihat dia!!" ucap Derry  lagi.


Fanni  pun memandang sinis wajah Derry  dan Soraya, lalu dia pergi tanpa pamit saat ini dan dia mengumpat kesal sambil menuruni anak tangga.


****

__ADS_1


__ADS_2