
Derry yang tadinya tidak ingin melihat kemanapun, kini wajahnya mendongak ke atas. Matanya sayu dan sendu, menatap wajah dengan penuh air mata tersebut.
Soraya menutup mulutnya sambil menganggukkan kepala, seolah mereka berdua berbicara lewat batin saja. Air mata Soraya tidak terbendung lagi dia tumpah sejadi-jadinya, Derry berdiri menghalus butiran yang jatuh di pipi itu.
"Jangan.. menangis, aku disini," ucapnya pelan dan menarik tubuh sang istri ke pelukannya.
"Derry!!" suara keras tiba-tiba datang dari balik pintu.
Semua yang masih terkejut dengan Derry yang memeluk Soraya tersebut kini lebih terkejut lagi dengan kehadiran teriakan kuat dari ambang pintu memanggil nama Derry.
Ya! Fanni tiba-tiba muncul di hadapan mereka semua saat ini. Dia yang baru saja bertemu dengan Tuan Osman telah menyetujui perintah Tuan Osman tersebut agar mendesak Derry untuk menikahinya.
Kedua orang tua Derry masih belum mengerti dengan keadaan saat ini. Dia tertanya besar di kepalanya, ada hubungan apa antara Derry dan Soraya??
Mengapa Derry tampak begitu menyayangi Soraya. Bahkan Derry bisa berbicara kembali karena kehadiran Soraya saat ini.
"Fanni!!" ucap Tuan Frans terkejut.
"Oh.. ternyata memang ini permainanmu kan Derry!! kau sengaja ingin membuat pernikahan kita batal!! karena perempuan ****** ini kan!!" teriak Fanni kali ini di hadapan wajah Derry yang tidak berpaling sedikitpun dari wajah istrinya itu.
"Derry!! dengarkan aku!! cukup aktingmu saat ini! biar aku bongkar semuanya kebusukan perempuan ****** ini!!" bentak Fanni sambil menunjuk wajah Soraya.
"Fanni hentikan!!" bentak Tio sambil menepis tangan Fanni.
"Ini bukan urusanmu Tio, jangan ikut campur!!" ucap Fanni dengn kuat dan memberontak ingin tangannya di lepaskan oleh Tio.
"Ada apa ini sebenarnya? apa yang ingin kamu bongkar Fanni?? katakan!!" ucap Tuan Frans yang merasa tidak mengerti dengan keadaan saat ini.
"Derry! dengar apa kata Papamu bukan?? dia ingin tahu rahasia besar apa yang kau sembunyikan dengan wanita ini!!" tangannya lagi-lagi menolak tubuh Soraya, untung saja ada Tio di sebelah Soraya.
"Fanni!! kau kelewatan!! apa yang ingin kau bongkar, bongkarlah!!" kali ini nada Tio sangat geram dan menahan amarahnya karena wanita yang dia cintai telah diinjak oleh Fanni.
"Oh.. kau menantangku Tio, apa kau sekarang ini telah menikmatinya juga," dengan sinis dia mengatakan itu kepada Soraya.
"Cukup Fanni !! kau keterlaluan!" ucap Ayah Tio kali ini.
Tiba-tiba tangan Nyonya besar diangkat, tampak menyuruh mereka semua diam, Fanni seolah mendapat dukungan saat ini. Derry pula masih tetap dengan keadaan memegang tangan Soraya.
"Diam semua!! Saya selaku Mama Derry berhak mendengar rahasia yang di maksud oleh Fanni!!" nada itu bertukar sinis sekarang.
__ADS_1
Jantung Soraya berdebar, dari raut wajah Nyonya besar sudah menunjukkan kemarahan dengan situasi saat ini, apalagi nanti dia akan tahu mengenai pernikahan kontrak Derry dengan dirinya.
"Mama.. dengar kan Fanni Ma," ucap Fanni seolah memang mendapatkan dukungan dari Mama Derry tersebut.
"Wanita penggoda ini telah merebut Derry dari Fanni Ma!! dan mereka telah menikah!!" ucap Fanni dengan kuat dan angkuh nya.
"Menikah??" terkejut kedua orang tua Derry tersebut.
"Apa itu benar??" tanya Mama Derry ke arah Soraya yang menunduk tersebut.
"Hei.. wanita penggoda! berbicalah, jangan menunduk!! apa kau malu??" ucap Fanni lagi.
Soraya hanya bisa menangis diperlakukan seperti ini di hadapan kedua orang tua Derry dan Tio . Kedua adiknya merasa sangat kasihan kepada kakaknya tersebut.
Kini Fanni kembali angkat bicara, setelah semuanya masih diam dan menatap Soraya dengan tatapan tidak percaya saat ini.
"Apalagi Fan, yang kamu ketahui??" tanya Mama Derry lagi.
"Hm.. parahnya lagi Ma, mereka berdua ini menikah di atas perjanjian!! dan.. Mama tahu, perjanjian itu hanya 90 hari dan mereka akan bercerai!! Wanita ini hanya memanfaatkan uang Derry saja Ma, kelihatannya saja baik dan polos seperti ini, tapi dia licik!!" ucap Fanni lagi merasa penuh kemenangan.
"Keluar kamu sekarang!!" teriak Nyonya besar saat ini.
Tidak! dia istriku, dan dia lebih baik dari siapapun!!" ucap Derry dan menatap ke arah mereka semua.
"Derry!! ucap Nyonya besar menahan gejolak amarahnya.
"Tante.. dengarkan Tio juga, Fanni telah melakukan kelicikan lebih parah, dan membuat kedua orang tua Soraya meninggal di hari yang sama!!" ucap Tio.
"Apa?? wanita ini pelakunya??" kini Derry tampak sadar dan sembuh total.
"Ya! aku ada buktinya Derry!!" ucap Tio kembali.
"Fanni tampak diam dan tidak bisa menjawab saat ini, dia tersudutkan oleh dua pria muda ini.
"Kau licik!! kau memaksaku untuk menikahimu, padahal di Timur tengah kau tidak pernah ingin menikah denganku, itulah mengapa aku menikahi Soraya!!
"Mama tahu?? calon menantu kesayangan Mama ini terlalu banyak selingkuhannya di Timur tengah!! hingga dia tidak berminat pulang, mmm, entah mengapa tiba-tiba saja dia berubah, Derry rasa ada sesuatu yang terjadi kepadanya!!" ucap Derry berbicara kembali dan membuat Mama dan Papanya terdiam.
Mereka sekarang tidak tahu ingin membela siapa dan mengikut kubu mana. Yang dilakukan Derry tidaklah benar, dan yang dilakukan Soraya juga bukan kebenaran.
__ADS_1
"Cukup!!" teriak Fanni yang tampak frustasi.
"Apa?? kau ingin menyakiti istri sah ku ini?? tidak, tidak akan lagi kuberikan sedikit inci tanganmu ini menyentuh istriku!!" ucap Derry dengan tegas.
"Derry, apa kau tidak ingat sewaktu kau memutuskan untuk pulang?? kau mengatakan jika aku tidak pulang selama 90 hari maka kau tidak akan menikahiku bukan?? namun, apa kau tidak ingat?? aku pulang sebelum 90 hari bukan!!" dia mencari pembelaan saat ini.
"Ya! aku memang mengingat itu dengan baik Fanni!! namun, sekarang aku tidak menginginkan kau lagi!!" ucap Derry dengan sinisnya.
"Derry, apa kau benar-benar ingin melepaskan Neila??" tanya Mama Derry kembali.
"Ya! Derry tidak sudi menikah dengan wanita pengatur dan licik ini Ma!!" ucap Derry.
"Der.. tapi," terhenti suara Mamanya disitu ketika Tuan Frans memberi kode dia ingin angkat bicara.
"Ma, bukankah Mama telah berjanji kepada Papa! jika Derry sembuh Mama akan menuruti keinginan Derry dan membiarkan Derry memilih apa yang dia inginkan??" tanya Tuan Frans kembali.
Merasa lega Tio dan Ayahnya beserta ibunya saat ini, mendengar ucapan Tuan Frans tersebut membuat Nyonya Maulisa benar-benar sadar dengan janjinya waktu itu.
Nafas ditarik panjang, Nyonya besar seolah mengambil hal positif dari kejadian ini dan kejadian yang baru saja mereka lalui.
"Baiklah, Derry .. jika kamu memang sudah memilih, Mama akan merestuinya," ucap Nyonya besar.
"Ma...!" ucap Fanni tampak tidak terima.
"Fanni, maafkan Mama, bukan Mama yang ingin menikah, namun Derry lah yang memilih calon istrinya tersebut," ucap Nyonya besar tampak masih lembut kepada orang Fanni .
Derry tersenyum manis kepada Soraya saat ini berada di pelukannya, namun Nyonya besar tidak, sehangat pertama mereka datang tadi.
Tampaknya dia masih mempercayai ucapan Fanni yang mengatakan Soraya sengaja menjerat Derry dan memanfaatkan Derry hingga mereka melakukan pernikahan kontrak 90 hari tersebut.
"Kau keluarlah!!" ucap Derry kembali mengusir Fanni.
"Derry.. jangan begitu," ucap Mamanya tampak membela.
"Ma.. Derry tidak ingin melihat dia!!" ucap Derry lagi.
Fanni pun memandang sinis wajah Derry dan Soraya, lalu dia pergi tanpa pamit saat ini dan dia mengumpat kesal sambil menuruni anak tangga.
****
__ADS_1