
"Iya Ayah, kami sudah mendapatkan semuanya. Tapi..." Terhenti ucapan Nurdin disana.
Tuan Frans menyuruh mereka memanggil dirinya sebagai ayah karena memang dia juga telah mengetahui yang orangtua mereka telah pun meninggal dunia itulah mengapa Tuhan Frans tidak keberatan dirinya dipanggil Ayah oleh adik-adik Soraya tersebut.
Karena ucapan Nurdin Terhenti Di kata tapi itu membuat tuan Doros dari penasaran Ada apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka, dengan cepat thundurus pun menanyakan rasa penasarannya tersebut.
"Tapi apa nak?" tanyanya.
"Pa, tadi waktu kita pulang dari mall di pertengahan jalan ada 1 mobil yang ngetop kita tiba-tiba dan mereka tampaknya seperti perampok," jelas Syafika.
"Lalu, kalian gak apa-apa?" tanya Tuan Frans tampak khawatir.
"Pa, Jangan khawatir kami tidak apa-apa kok, Untung saja ada dua orang yang membantu kami sewaktu di pertengahan jalan itu, dan akhirnya kami pun selamat sampai di rumah." jelas Soraya lagi.
"Yaampun syukurlah," ucapnya.
"Assalamualaikum.."
Suara yang tidak asing terdengar di luar, siapa lagi kalau bukam Derry Imbran yang siang ini ingin makan bersama keluarganya.
"Sayang, kok udah pulang?" tanya Soraya terkejut.
"Derry sengaja mau makan siang bersama kita," jelas papa mertuanya.
"Papa udah tau?" tanya Soraya tersenyum.
"Udah, tadi Derry ngabarin lebih awal, dan Derry bilang harus dirahasiakan dari kamu," ucap Tuan Frans.
"Kamu ya," ucap Soraya sambil mencubit pinggang suaminya.
"Auh..ampun sayang!" ucap Derry .
Semua tertawa dengan bahagia melihat pasangan suami-istri tersebut begitu mesra Tuan turis pun menghentikan tingkah laku mereka yang tampak seperti anak kecil itu karena memang sudah siang hari dan waktunya makan.
"Sudah, ayo kita makan!" ucap Tuan Frans.
Mereka pun akhirnya makan bersama siang ini, ketika saat mereka makan dapat menanyakan kepada Nurdin tentang perlengkapan sekolah mereka.
"Din, bagaimana perlengkapannya? Udah semuakah?" tanya Derry .
"Udah bang, semuanya aman!" ucap Nurdin.
__ADS_1
"Nadim, punya kamu juga udah semua kan?" tanya Derry kembali kepada Nadim.
"Sudah kok bang," jawabnya.
Derry begitu perhatian kepada adik-adik Soraya tersebut bagaimanapun Soraya adalah adik-adiknya juga yang harus ia tanggung jawab karena Soraya adalah anak paling tertua pengganti kedua orang tua mereka yang telah meninggal Derry sebagai suami kakak yang tersebut harus bertanggung jawab tentang mereka.
"Sayang, selesai makan kamu istirahat ya, jangan capek-capek, aku gak mau kamu kecapean, terus nanti bayi kita kenapa-napa," ucapnya.
"Iya itu benar, Fika kamu istirahat saja," ucap Tuan Frans.
Soraya pun menuruti ucapan suaminya dan papa mertuanya tersebut dengan cepat dia melangkah naik ke atas dibantu oleh kedua orang adiknya tersebut karena hari juga telah siang dan mentari Begitu terik Derry tidak ingin istrinya tersebut menjadi kelelahan.
Derry yang sekarang ini telah menjadi suami siaga itu dia tetap ingin membuat Soraya bahagia saat ini karena sebelumnya dia merasa membuat Soraya menjadi wanita yang penuh penderitaan maka sekarang dia membalas semua kejahatannya di masa lalu.
Baru saja Derry ingin melangkah keluar dari rumah mewah itu melihat Soraya juga telah masuk ke kamarnya yang berada di lantai atas Tuan Frans pun menghentikan langkah Derry sejenak untuk memberitahukan apa yang telah terjadi hari ini kepada istrinya.
"Derry , tunggu sebentar!" ucap Tuan Frans menghentikan langkah Derry .
"Iya Pa, ada apa?" tanya Derry .
"Derry , untung saja hari ini kamu telah memberikan bodyguard untuk Syafika, kalau tidak mungkin dia dan adik-adiknya celaka," jelas Tuan Frans.
"Soraya celaka? Memangnya ada apa Pa? Apa ada sesuatu yang terjadi hari ini?" tanya Derry dengan raut wajah yang panik.
"Yaampun, Syukurlah istriku selamat, aku yakin Pa, ini pasti ulah Fanni!" ucapnya yang tampak begitu yakin.
"Itu papa tidak tahu Derry , tapi kemungkinan besar Fanni pelakunya, siapa pagi coba yang ingin mencelakai Soraya kalau bukan Fanni!" jelas papanya.
"Iya Pa, kalau sampai Soraya dan adik-adiknya kenapa-napa, aku tidak akan tinggal diam!" ucap Derry dengan tegas.
"Derry , papa yakin kamu mampu menjadi suami yang bertanggung jawab dengan keluarga."
"Yasudah Pa, Derry pamit dulu, tolong jagain istri Derry ya Pa," ucapnya.
"Iya Derry , kamu tenang saja. Ingat jangan lengah terhadap apapun karena Fanni atau siapapun bisa melemahkanmu kalau kamu sampai lengah," Papanya itu berpesan agar Derry selalu mengingat hal itu.
Menjadi seorang pebisnis yang hebat dan handal, bukan menjadikan kita hidup lebih tenang. Para musuh maupun pesaing cukup pesat untuk membuat kita terjatuh.
Begitu lah hukum alam dunia ini, siapa yang kuat dia yang berkuasa, yang lemah hanya menjadi hiasan semata. Dan saat ini pula Soraya yang memang sedari pagi telah pergi jalan dengan adik-adiknya itu, dia memang tampak kelelahan dan sudahpun terlelap.
Setelah Derry mendapatkan nasehat dari papanya itu, diapun lebih menjadi waspada lagi, dan saat di pintu gerbang dia bertemu dengan kedua bodyguard itu.
__ADS_1
"Ersan, Zack, kalian sangat bagus hari ini, aku akan menaikan bonus kalian!" ucap Derry yang saat ini bertemu keduanya.
"Maaf Tuan Derry , kami ingin menyampaikan kembali kepada anda, bahwasannya ada seseorang yang mungkin anda kenal, orang itu akan melukai istri dan keluarga yang laonnya," jelas Ersan.
"Siapa yang kamu maksud Ersan?" tanyany.
"Ini Tuan," ucapnya.
"Astaga, Giovano!" ucap Derry begitu terkejut.
Saat ini, kejadian apapun yang buruk yang menimpa istrinya, pasti Derry kaitkan dengam keberadaam Fanni disekitar mereka saat ini.
"Sudah saya duga, Tuan mengenalnya!" ucap Ersan.
"Iya saya mengenalnya dengan baik, dia adalah sahabat baik saya juga," ucap Derry .
"Tapi Tuan, dia ini tidak layak dijadikan sahabat baik, karena dia adalah orang yang licik dan jahat!" ucap Zack pula.
"Itu benar Tuan, kami mendengar semua yang diucapkannya," ucap Ersan menimpali.
"Apa kalian yakin?" tanya Derry tidak yakin kepada mereka.
"Ya Tuan, karena hari ini istri dan adik-adik Tuan telah dalam bahaya karena orang ini, dia menyuruh keempat anak buahnya untuk sengaja memberhentikan mobil Nyonya, dan dia pula ingin menjadi pahlawan untuk Nyonya," jelas Ersan.
"Sialan! Kenapa dia melakukan ini!" umpat Derry kesal.
"Saya rasa, dia tertarik dengan istri anda Tuan," ucap Zack pula.
"Kalau bemar begitu, aku akan menghancurkannya, kalau dia sampai berani menhentuh sshelai ujung rambut istriku!" ucap Derry penuh kemarahan
"Tuan tenang saja, kami akan,menjaga Nyonya dengan baik dan benar" jelasnya.
"Baiklah, hal ini kita tetap rahasiakan, dan kalian jangan selalu hadir disini, takutnya ada yang mengenali kalian," ucap Derry .
"Tuan tenang saja, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk masalah Tuan ini, Nyonya akan kami lindungi walaupun nyawa taruhannya," ucap mereka berdua.
Derry sangat beruntung bisa mendapatkan kedua bodyguar yang saat ini begitu setia kepadanya, bahkan mereka tidak ingin disuap oleh uang sedikitpun.
Setelah Derry berbuncang dengan mereka, saat ini pula dia dengan cepat melajukan mobilnya kekantor kembaki marena di kantor setelah makan siang alan ada pertemuan investor.
Giovano sebagai sahabat dari Derry tersbut, dia pun ingin bergabung ke perusahaan itu agar dirinya mampu dengan cepaf mengalahkan lawannya.
__ADS_1
Menjadi investor di perusahaan Derry asti menhenangkan ucap Giovano waktu itu.