
"Hai.. sayangku..."
Tubuh sintal milik Meri dipeluk erat oleh Papa Fanni tersebut. Tampak lega hari ini Papa Fanni itu, karena anaknya telah dijaga dan ingin disatukan kembali dengan Derry.
Meri terkejut, dia yang sedang membereskan kamar tidur Papa Fanni tersebut karena baru sempat dia bereskan.
"Mas, kenapa mas sudah pulang??" tanya Meri sambil membalikkan badannya.
"Sayang.. kenapa memangnya?? kamu tidak suka??" tanya Papa Fanni tersebut.
"Bukan begitu mas, tapi Fanni bagaimana??" tanya Meri kembali.
"Anak itu sudah aman, sekarang orang tua Derry yang merawatnya," ucap Papa Fanni tersebut.
"Ha.. orang tua Derry?? kok bisa mereka??" tanya Meri kembali.
"Iya, saat ini Derry juga mengalami koma, dan Fanni dirawat satu ruangan dengan Fanni," jelas Papa Fanni lagi.
"Derry koma?? memangnya ada apa mas??" tanya Meri penasaran.
"Kemarin malam setelah mereka pulang menjenguk Fanni mobil mereka di tabrak oleh mobil lain, dan Derry yang menyetirnya, kejadian itu sudah hampir subuh," jelas Papa Fanni kembali.
"Oh.." terhenti disitu.
"Auh..." suara rintihan Meri terdengar.
Tampaknya birahi Papa Fanni sedang melonjak saat ini. Dia sudah sangat lelah berjaga di rumah sakit. Dia merindukan sentuhan dari Meri tersebut.
Tubuh sintal itu dipapahnya ke tempat tidur. Antara Meri dan Papa Fanni memang terpaut usia yang lumayan jauh juga. Namun Meri memang sengaja menjerat majikannya ini kedalam pelukannya.
Kedua bukit kembar yang berisi dan padat itu di ***** dengan rakusnya. Kemudian tangannya menjalar entah kemana saat ini. Perzinahan tersebut masih saja mereka lakukan.
Papa Fanni tampak ingin menghujani gigitan manja di area leher putih dan berisi itu. Memang tubuh Meri selalu bisa membuatnya tahan lama. Minggu depan mereka akan melangsungkan pernikahannya, Meri sudah tidak sabar lagi menjadi nyonya besar di rumah ini.
"Lagi.. mas," rintihnya meminta tambah.
Tampaknya Meri sengaja bersuara manja membuat kejantanan Papa Neila itu terus saja menyambutnya dengan tegak dan siap menghantam benteng pertahan Meri yang lumayan rapat karena sering meminum jamu racikannya sendiri.
__ADS_1
Di ***** habis-habisan tubuh itu. Meri kini bertukar posisi menjadi sedikit ke atas, dan tampak kuda spanyol lari di tempatnya.
Kini mereka berpacu dalam peluh yang sama. dan kini mereka terbaring lemas di atas ranjang tersebut.
Fanni dan Mama Derry saat ini sedang bercerita mengenai pernikahan antara Fanni dan Derry. Padahal Mamanya pun tahu Derry sudah tidak ingin memiliki Fanni lagi.
Tampak nya Mama Derry itu memberikan harapan kembali kepada Fanni. Fanni pun tersenyum puas saat ini, ternyata dia masih memiliki harapan besar bersatu kembali dengan Derry.
Tuan Osman pula sudah membayar orang untuk mengawasi Fanni saat ini. Tuan Osman memang tidak mengganggunya untuk beberapa saat sekarang.
Tuan Osman tau Fanni melakukan percobaan bunuh diri dan dia dilarikan ke rumah sakit ini. Tuan Osman orang yang berbahaya dan sangat licik, demi untuk mendapatkan tanah itu dia rela melakukan apa pun.
Tuan Osman yang mengetahui Derry koma, dan Tio di posisi menjadi CEO tersebut membuatnya mencari taktik baru dan mencari kelemahan Tio.
Hanya dengan uang, dia bisa memainkan peran siapa pun yang setia terhadap perusahaan tanah tersebut. Derry dia kenal memang cukup baik dan dia tahu kelemahan Derry adalah seorang lelaki yang pantang ditantang akan pasti terpancing.
Tio pula kini dia selidiki dengan mencoba mendekati Tsania yang dikenal sebagai sekretaris Derry tersebut. Wanita itu masih single dan wanita satu itu banyak membantu Tio menyiapkan surat menyurat.
Malam ini pintu Tsania diketuk oleh orang tidak dikenal. Dia sedikit ragu untuk membukakan pintu tersebut, namun karena pembantu rumahnya tidak ada Tsania pun membiarkan orang tak dikenal itu terus mengetuk tanpa membukakan pintu untuk orang itu.
Tsania yang takut karena tidak dia kenal itu lah mengapa dia membiarkannya saja. Akhirnya karena tidak ada sahutan dari dalam bodyguard itu hanya meninggalkan bunga yang dirangkai begini indah dan menawan.
Bunga mawar merah kesukaan wanita satu itu. Karena keadaan sunyi dia tetap hanya mengintai lewat jendela nya. Tsania mencoba menghubungi bagian keamanan daerah kompleksnya tersebut, dan tak lama kemudian dua orang pria datang ke rumahnya.
Pintu diketuk kuat. Memanggil nama Tsania, mendengar itu adalah petugas keamanan komplek, Tsania pun berani untuk keluar.
"Ada apa mbak melapor??" taya salah seorang petugas keamanan tersebut.
"Tadi ada seorang yang mencurigakan di depan rumah saya pak, dan saya tidak berani keluar," ucap Tsania menjelaskan.
"Baik, kami akan keliling rumah anda," ucap dua orang itu dan segera berkeliling.
Tsania mengambil bunga tersebut, dan dia membacanya dengan seksama saat itu. tidak ada nama pengirim di bunga ini, pikir Tsania.
Tak lama kemudian kedua pihak keamanan komplek tersebut ke depan, dan melaporkan kepada Tsania kalau tidak ada siapapun di daerah rumahnya.
Mereka pun berpamitan pulang, Tsania kembali masuk ke dalam rumah. Sekretaris Derry tersebut kembali mengunci pintunya dengan rapat.
__ADS_1
Tak lama kemudian kepalanya pusing yang tidak tertahankan ketika mencium haruman bunga itu berulang-ulang.
Dubrak...
Pintu yang terkunci itu telah terbuka lebar, Tsania yang tidak sadarkan diri diangkat tubuhnya dan dia dibawa masuk ke dalam mobil berwarna hitam.
Mobil itu membawa Tsania ke arah club malam yang ada di bandar kota Jakarta. Kedua lelaki berbadan tegap itu memapah tubuh Tsania yang tinggi semampai tersebut.
Di bawa Tsania ke arah belakang, namun ada seorang pria yang berada di dalam clab malam itu tampak mengenali Tsania begitu dekatnya.
Ah! tidak mungkin, ucap pria itu.
Tsania pun telah didudukkan di kursi bersama Tuan Osman sekarang. Tsania tidak sadarkan diri saat ini, dia masih dalam pengaruh haruman mawar yang sudah di letakkan sesuatu oleh orang suruhan Tuan Osman tersebut.
Tuan Osman ingin melakukan sesuatu kembali kepada jejeran orang terdekat Derry. Tsania bagian penting dari perusahaan itu, Tio dan Derry kenal dekat dengan wanita ini, segala pengurusan apa pun pasti sekretaris akan tau semuanya, pikir Tuan Osman.
"Ambilkan aku penawarnya cepat!!" perintah Tuan Osman kepada anak buahnya.
Dia ingin membuat Tsania sadar terlebih dahulu, sebelum dia akan melakukan sesuatu kepada Tsania. Mereka pun membawakan sesuatu agar pengaruh obat yang membuatnya pingsan tersebut bisa segera sadar saat ini.
Lampu yang begitu remang-remang membuat pria yang mengenal Tsania sebagai sekretaris Derry tersebut sedikit ragu-ragu untuk mengahampiri dan menolongnya.
Dia pun mencoba memastikan lebih dekat lagi saat ini. Tsania tampak memegang kepalanya yang masih terasa berat, matanya terbuka dan dia terkejut.
Tuan Osman langsung menyuruhnya minum sebelum Tsania banyak bertanya. Karena masih pusing dia mencoba minum air putih yang telah dicampur obat perangsang tersebut.
Tangan Tuan Osman hampir meraba ke dalam baju Tsania saat ini. Lelaki yang mengenali Tsania itu dan dia sudah yakin dengan pandangannya langsung memberi satu pukulan keras ke arah Tuan Osman.
Bruak...
Brengsek!! siapa kau?? tanya Tuan Osman.
"Kau tidak perlu tahu, kau brengsek!! wanita ini wanita baik-baik!" ucapnya.
Hayo.. siapa laki-laki penyelamat ini.. yang pastinya dia adalah orang yang mengenal Derry dan Tio juga ya gais!!
***
__ADS_1