90 DAYS

90 DAYS
KESEDIHAN YUMITA


__ADS_3

Begitu Yumita turun dari mobil Tio tersebut, dia bahkan tidak menyuruh Tio untuk masuk ke dalam rumah itu dan dia tidak berkata apapun kepada Tio, saat ini pula Yumita langsung masuk ke dalam kamarnya yang berada di lantai atas tersebut.


Dia Mengunci pintu kamarnya, saat ini Yumi tampak begitu sedih Bahkan dia yang tidak berkata apapun tadi terisak-isak di atas tempat tidurnya tersebut.


Soraya yang saat sedang berada dikamar nya tersebut, dia tidak tahu menahu bahwa Yumita telah pun kembali ke rumahnya itu.


Melihat sikapnya Yumita yang seperti itu, membuat Tio juga tidak masuk ke dalam rumah tersebut, dia pun tidak turun dari mobilnya itu dia langsung membelokkan mobilnya dan keluar dari pagar rumah mewah pamannya tersebut.


Wajah Tio sangat kesal rambutnya juga kusut diacak-acak nya saat ini, dia kesal dengan Yumi yang tidak mendengarkan ucapannya tadi maka Yumita tidak ada merespon sedikitpun apa yang disarankan oleh Tio sejak tadi.


Saat ini pikiran Tio juga menjadi kacau dia juga menjadi takut, dia takut Yumita mengadukan apa yang dikatakan barusan kepada Yumita bahwa Tio menyarankan Yumita untuk kabur saja sebelum pernikahan mereka dilangsungkan nanti.


Yang ditakutkan Tio adalah Yumita mengadu kepada kakaknya yaitu Safika, Tio takut Soraya  akan membencinya dan mengira Tio bukanlah lelaki yang baik sebenarnya.


Sampai di tengah jalan sedikit jauh dari rumah Pamannya tersebut Tio menghentikan mobilnya tersebut dia tidak bisa mengendarai dalam keadaan kacau seperti ini.


Dia mencoba menarik nafasnya dengan kuat dan mengambil ponselnya, dia ingin berdamai dengan pikiran dan hatinya saat ini lalu dia menekan tombol panggilan untuk nomor Yumita tersebut.


Panggilan itu terhubung namun belum dijawab sama sekali oleh Yumita, karena wanita mungil itu sedang meratapi kesedihan nya di atas ranjangnya tersebut.


Dia tak menyangka sama sekali Tio yang selalu dia kenal baik dia kenal sangat menyenangkan bisa mengatakan hal itu kepada dirinya.


Apa mungkin dia baik kepadaku karena aku adalah adik Soraya?


Begitulah tanya besar yang ada di hatimu Yumita dan di pikirannya saat ini. Jika itu memang benar terjadi maka kemungkinan pernikahan mereka nanti akan menjadi bumerang besar antara dirinya dan Tio.

__ADS_1


Satu sisi lagi lagi ini akan sulit untuk dibatalkan karena pernikahan mereka memang sudah dekat harinya, Hal itu membuat Yumita Dilema.


Dan Tio pula menjadi semakin panik ketika panggilannya tersebut tidak dijawab sama sekali oleh Yumita dua kali sudah dia menghubungi bahkan dirinya tidak menjawab panggilan itu sama sekali kembali lagi  panggilan ketiga dia mencoba terus dan terus.


Melihat Tio yang tampak tidak putus asa menghubunginya itu pun mencoba membenarkan hatinya membenarkan pikirannya, dia pun mulai menekan tombol warna hijau tersebut dan panggilan itu pun terhubung saat ini.


Melihat panggilan itu sudah tersambung Tio dengan cepat mengatakan kalau dia begitu menyesal mengatakan hal itu kepada Yumita, namun suara Tio tersebut tidak terdengar suara penyesalan melainkan suara yang takut.


"Yumita, percayalah aku tidak sengaja mengatakan hal itu kepadamu, aku hanya  ingin menyelamatkan hidupmu saja," jelas Tio kembali.


Tio masih berpikir saat ini kalau Yumita menikah dengan dirinya dia berpikir wanita mungil itu tidak akan bahagia, karena Tio juga berpikir perbedaan usia mereka yang sebegitu jauh membuat Tio merasa tidak mungkin ada pernikahan berbeda usia ini.


Yumita belum menjawab apapun yang dikatakan Tio saat ini suaranya masih terdengar terisak membuat Tio semakin panik dan Tio mencoba bersuara dengan lembut dan menjelaskan kepada Yumita untuk melupakan apa yang diucapkannya di perjalanan tadi.


"Baiklah Yumita aku mohon kepadamu Berhentilah menangis, Aku tidak ingin Soraya menilaiku lelaki yang tidak baik, maka Berhentilah menangis jika kita memang berjodoh maka siapkan saja dirimu, ingat satu hal aku akan membebaskan dirimu jika nanti kita sudah menikah," ucap Tio dengan lemah lembut memujuk Yumita agar berhenti menangis.


" Maafkan aku bang Tio, Tidak seharusnya aku membuat Abang khawatir saat ini, Percayalah aku tidak akan memberitahukan kepada siapapun atau kepada kakakku sendiri, Bang Tio


Tenang saja aku akan diam dan aku berharap kita akan baik-baik saja kedepannya," ucap Yumita itu saat ini.


Setelah mendengar ucapan Irina tersebut Tio memutuskan untuk mengakhiri panggilan itu, Dia sedikit lega dengan ucapan Irina yang tidak akan memberitahukan kepada siapa pun kalau hari ini Tio telah membuatnya menangis.


Setelah panggilan itu berakhir wajah Yumita pun dengan cepat dia bersihkan dan tanpa flash kembali, dia masih terbayang dengan pakaian yang dipakai Tio saat tadi bahkan saat mereka melakukan fitting baju pemilik wedding organizer itu sempat memotret mereka dengan ponsel Yumita.


Itu kali pertamanya Yumita mendapatkan gambar Tio Bahkan dia juga tidak menyangka Tio berada disampingnya layaknya seorang raja dan ratu.

__ADS_1


Foto itu dia simpan dia berpikir kembali ketika dia ingin menjadikan foto tersebut wallpaper  ponselnya, Yumita pun menahan diri untuk itu, sedangkan Tio melajukan mobilnya tersebut dia pulang ke apartemennya sendiri saat ini.


Pikirannya begitu kalut dia tidak tahu meluahkan nya dengan siapa dan dengan apa.


Sebelum pulang ke apartemennya itu Tio singgah ke sebuah minimarket di sana dia membeli beberapa botol minuman keras, pikirannya yang kalut itu mungkin akan mungkin akan dilampiaskan dengan minuman yang telah dibelinya saat ini.


Dia tidak pergi ke bar, dia dengan cepat naik Lift untuk menuju apartemennya tersebut. Tio memang tidak menyukai bar ataupun sejenis tempat yang begitu ramai, sebenarnya Tio juga bukanlah seorang pemabuk, namun rasa kalut di pikirannya ini membuatnya harus melakukan hal ini.


Begitu sampai di apartemen tersebut dia menuju ruang televisinya, Tio pun menonton channel favoritnya tersebut, yaitu film drama China.


Sambil menonton film itu Tio pula membuka minuman keras tersebut menuangkannya sedikit demi sedikit ke dalam gelas kacanya tersebut.


Dia tidak berpikir apapun lagi saat ini meneguk minuman tersebut dengan penuh kemarahan. Entah berapa banyak sudah tegukan yang dihabiskan saat ini, sudah tak terhitung lagi, dia mulai mabuk sekarang.


Tio meracau dengan sendirinya, sedangkan saat ini ini ini ibunya tersebut menunggu dirinya di rumah, Nyonya Vely ingin bertanya kepada anaknya tersebut bagaimana dengan fitting baju pengantin hari ini.


Sekarang jam telah menunjukkan pukul 2 siang namun Tio juga tak kunjung pulang, Ibu Tio mencoba menghubungi ponsel Tio saat ini Namun namun ponsel itu tidak masuk sama sekali,  Nyonya Vely merasa khawatir saat ini, dia pun mencoba menghubungi Yumita sekarang.


Sama halnya dengan Tio bahkan Nyonya Vely tidak bisa menghubungi nomor ponsel Yumita tersebut, Yumita juga mematikan ponselnya, dia begitu lelah saat ini.


Menangis membuatnya lelah dan dia tertidur dengan pulas ya sekarang. Karena keduanya tidak bisa dihubungi maka Nyonya Vely pun berinisiatif untuk menghubungi Soraya, mungkin saja Soraya bisa memberikannya kabar baik saat ini.


Beberapa kali berdering karena memang Soraya juga sedang tidur, Dia sedikit lama mendengar panggilan masuk dari ponselnya itu kehamilannya ini membuat dia selalu mengantuk dan ingin tidur.


Melihat nama ibu Tio di layar ponsel tersebut, Soraya pun langsung menjawabnya dengan suara yang Parau terdengar sekali kalau dia baru saja bangun tidur.

__ADS_1


***


__ADS_2