90 DAYS

90 DAYS
TERSANGKA


__ADS_3

Mereka semua telah mengikuti mobil polisi saat ini, sedangkan Soraya masih begitu khawatirnya dengan Derry sekarang.


Polisi telah meringkus mereka berdua saat ini. Dan mereka berdua juga terlibat kasus pornografi, yang video mereka sudah tersebar luas tersebut, polisi sempat mencari mereka namun tidak ditemukan jejak keduanya.


Setengah jam perjalanan, kantor polisi tersebut yang tidak terlalu jauh dengan letak rumah sakit itu pun, saat ini mereka semua sudah sampai  di parkiran kantor polisi itu, dan dengan cepat mereka semua turun dari mobil masing-masing.


Begitu sampai Derry mengingat Soraya, dia pun menyuruh Tio dan Rendra untuk masuk terlebih dahulu, dan dia mencoba menghubungi istrinya tersebut.


Panggilan itu tidak harus menunggu lama, karena memang Soraya selalu menunggu panggilan dari Derry tersebut.


"Hallo sayang, kamu dimana?" tanya Soraya dengan nada yang khawatir.


"Sayang, jangan khawatir, sekarang kami semua ada di kantor polisi, bilang sama Papa, semua akan beres, jangan khawatir ya, tolong jaga Papa juga sayang," ucap Derry kembali.


"Iya Derry, jangan khawatir," jawabnya dengan nafas yang lega.


Panggilan itu pun berakhir dengan cepat. Derry tidak ingin membuat Soraya cemas, itulah mengapa dia harus menyempatkan untuk mengabari sang istri terlebih dahulu.


"Soraya..gimana Derry?" Tanya Tuan Frans saat ini.


"Pa, sekarang Derry dan yang lainnya semua berada di kantor polisi," jelas Soraya dengan penuh semangat.


"Syukurlah, akhirnya mereka diringkus juga," ucap Tuan Frans dan kedua orang tua Tio tersebut.


Satu sisi juga, Tsania yang sedari tadi sendirian dirumah itu, dia juga mencemaskan Rendra yang sampai siang ini tidak pulang ataupun menghubungi dirinya tersebut.


Walau bagaimanapun Rendra sudah sah menjadi suaminya, dan dia juga sudah berjanji atas nama Tuhan akan menerima Rendra dengan segenap jiwanya tersebut.


Tsania yang khawatir itu, dia pun mencoba menghubungi Rendra saat ini, dari tadi dia sudah menyiapkan makan siang untuk menyambut suaminya makan siang bersama.


Panggilan itu terhubung cukup lama, karena saat ini Rendra  sedang menjelaskan di kantor polisi mengenai masalah mereka tersebut.


"Maaf pak, saya izin sebentar, istri saya nelpon," ucap Rendra yang mencoba keluar sebentar dan disana posisinya digantikan Tio.

__ADS_1


Tsania adalah prioritas dalam hidupnya saat ini, itulah mengapa melihat Tsania menghubungi dirinya saat ini dia pun menjawabnya dengan cepat.


"Assalamualaikum," ucap Rendra.


"Waalaikumsalam, kamu dimana Ren?" Tanya Tsania dengan nada yang tampak mengkhawatirkan Rendra.


"Oh iya, aku lupa bilang sama kamu, saat ini aku dikantor polisi," Jawab Rendra saat ini.


"Kantor polisi? Kamu kenapa?" tanya Tsania dengan paniknya.


"Tenang Tsa, jangan khawatir. Aku dan Tio serta Derry sudah berhasil menangkap Osman dan Fanni, mereka yang mencoba mengambil tanah milik mama Derry itu," jelas Rendra kembali.


"Ya Tuhan Syukurlah, semoga mereka mendapatkan hukuman yang setimpal!" ucap Tsania yang saat ini bisa bernafas lega.


"Iya, ini kami semua sedang dimintai keterangan, kamu jaga diri dirumah," ucap Rendra kembali.


"Iya kamu juga hati-hati disana," jawab Tsania.


Lalu panggilan itu pun diakhiri, Rendra kembali masuk kesana, tampak suasana tegang saat polisi mendengarkan kesaksian antar keduanya.


Fanni mengatakan kalau tanah itu sudah diberikan kepada dirinya, dan itu adalah haknya, jadi jika dia ingin mengalihkan nama atau menjual tanah tersebut tidak akan menjadi masalah, itu lah yang dikatakan Fanni dalam kesaksiannya ini.


"Kenapa Tio?" tanya Rendra merasa bingung, terlihat Tio begitu marahnya.


"Pak Tio, saya akan mendengarkan penjelasan anda, sekarang ini biarkan mereka yang bicara terlebih dahulu," ucap polisi itu menegur Tio.


"Iya Tio, kau tenanglah dulu biarkan saja para penipu itu berbicara," ucap Derry lagi.


Tio sangat marah karena memang dia lah yang tahu kondisi saat itu, sedangkan Derry saat itu mengalami koma yang cukup lama.


Kondisinya sangat parah, dan kondisi rumah tangga orang tuanya juga diambang kehancuran pada saat itu. Mamanya yang terlalu mempercayai Fanni tersebut kini telah berujung kematian.


"Lalu, jika memang anda yang diberikan tanah tersebut, mana surat pengalihan nama anda secara langsung? Lalu siapa pengacara yang mengalihkan nama itu? Saya membutuhkan pengacara Almarhumah saat ini," ucap polisi tersebut.

__ADS_1


Fanni tidak bisa menjawab hal itu, karena memang dia hanya diamanahkan menjalankan perusahaan tersebut dengan benar, bukan menjual aset perusahaan itu, namun karena surat menyurat tanah tersebut berada ditangannya, itu lah mengapa memudahkan dia mengalihkan tanah tersebut.


"Baiklah, anda tidak bisa menjawabnya bukan, saat ini kalian berdua kami tetapkan sebagai tersangka!" ucap Polisi itu.


"Pak jangan pak, saya tidak bersalah, yang bersalah pria ini!" tunjuk Fanni saat ini kepada Tuan Osman.


"Kenapa kamu menuduh dia?" tanya Polisi itu kembali.


"Pak, saya diancam pria ini pak, kalau tidak saya serahkan tanah itu, video tanpa busana saya akan dia sebarkan pak, saya tidak berbohong!" jawab Fanni dengan cepat.


"Kalian di video yang viral itu sama-sama tampak menikmati, sekarang kalian saling tuduh? Sudah jangan bicara lagi, kalian berdua tersangka!" ucapnya kembali menegaskan.


Mereka berdua pun saat ini dibawa petugas masing-masing ke dalam sel, ada petugas wanita dan petugas pria, mereka dimasukkan ke sel masing-masing.


Fanni menangis memelas di hadapan polisi, dan matanya tampak menyimpan dendam yang dalam kepada Derry dan yang lainnya saat ini.


Sedangkan Osman, dia hanya bisa menunduk menyesali segala perbuatannya sekarang. Dia telah menjadi lelaki yang tidak memiliki apapun saat ini juga.


Harta, tahta, wanita, dulu dia semua punya. Apapun yang ingin dia miliki dulunya dengan mudah dia dapatkan. Setelah karma Tuhan berjalan ke arahnya sekarang hanya ada kehancuran dan kesengsaraan.


Adik-adik Osman pula, semenjak abangnya tersebut sudah tidak memiliki saham apapun, mereka semua dipecat dari pabrik kepunyaan istrinya itu.


Satu sisi lagi, dua hari kedepan akan dilakukan sidang untuk perebutan tanah itu dari tangan istri Tuan Osman tersebut.


Penyerahan tanah itu adalah pemaksaan dan pemerasan, dan itu termasuk kasus penipuan, karena memang ahli warisnya yang sebenarnya adalah Derry, jadi Fanni tidak boleh sembarangan melakukan hal itu, apalagi sampai membuat tanda tangan palsu.


Sekarang mereka semua diperbolehkan pulang, dan dua hari lagi harus hadir di ruang sidang agar hakim memutuskan mengenai tanah itu akan jatuh Kembali kepada keluarga Derry, ataupun tidak.


Namun, kedua pengacara yang mengurus segala aset mama Derry tersebut, sangatlah yakin tanah itu akan kembali kepada mereka lagi.


Hari ini juga, atas laporan Derry tersebut pihak kepolisian akan mengirim surat kepada pabrik yang berdiri di tanah itu.


Mereka juga harus menghadiri sidang dua hari lagi nanti. Sebagai saksinya adalah Tuan Osman dan Fanni, karena memang mereka berdua lah pelaku rencana jahat itu.

__ADS_1


Akankah mantan istri Tuan Osman akan datang?


***.


__ADS_2