90 DAYS

90 DAYS
KECELAKAAN


__ADS_3

Setelah mereka mengetahui keadaan Fanni  bisa terselamatkan. Hampir menjelang subuh mereka baru pulang ke rumah. Rasa kantuk sangat berat saat itu.


Karena tampak Tuan Frans  merasa sangat ngantuk, Derry  lah yang menggantikan menyetir mobil tersebut. Walau pun menjelang subuh jalanan bandar kota Jakarta tetap saja ada kendaraan berlalu lalang.


Sudah hampir memasuki kediaman mereka. Tiba-tiba ada satu mobil diarah mereka melaju kencang dan tanpa bisa dialihkan lagi.


Bruak....


Terjadi tabrakan dini hari. Derry  yang menyetir tersebut terlihat dahiya berdarah dan dia pingsan. Sementara Tuan Frans  tersebut yang baru saja terbangun karena terkejutnya hanya terkena hantaman di kepalanya, namun tidak sampai pingsan.


Soraya  tertindih tubuh mama Derry  saat ini, karena mobil mereka miring ke sebelah kiri. Sedangan Derry  tadi ingin mengelak namun tidak bisa.


Tuan Frans  dengan perlahan turun, dan menenangkan kedua wanita tersebut yang sudah menangis terisak-isak. Derry  pula tidak bersuara karena pingsan.


Kondisi Derry  sebenarnya masih belum pulih total untuk kesehatan tubuhnya, hanya saja semangatnya dan ingatannya yang kembali.


Berhasil Tuan Frans  keluar dan dia dibantu oleh pengguna jalanan yang lain yang tampak berhenti untuk membenarkan kembali posisi mobil Tuan Frans  tersebut.


Kedua wanita tersebut telah turun, Derry  pula tidak sadarkan diri saat ini. Dengan bantuan mereka semua Derry  dikeluarkan terlebih dahulu.


"Derry.... bangun nak," jerit Mamanya di tengah keramaian tersebut.


"Derry.. bangun!! teriak Soraya  juga.


Ambulance pun telah sampai karena ada seorang dari pengguna jalanan tersebut telh menelpon ambulance terlebih dahulu. Sedangkan orang yang menabrak mobil mereka tersebut juga telah di keluarkan, dan dia mati di tempat.


Orang tersebut tampak berbau alkohol, karena itu lah dia bisa menabrak mobil yang dikendarai Derry  tersebut.


Dengan cepat dua ambulans itu membawa mereka semua menuju rumah sakit yang terdekat. Dan mereka hampir sampai di rumah sakit di mana Fanni  dirawat tersebut.


Kini semuanya panik dan menangis melihat Derry  terbaring dan berdarah. Dentuman keras itu membuat kepala Derry  berdarah, dan sekarang masuk ke dalam ruangan gawat darurat.


"Kamu penyebabnya!!" bentak Mama Derry  ke arah Soraya  yang saat ini terduduk lemas dan menangisi Derry.


"Ma, sudahlah!!" ucap Tuan Frans.

__ADS_1


"Kalau sampai terjadi apa-apa kepada Derry, kau harus bertanggung jawab!!" bentaknya lagi.


"Ma.. maafin aku," sambil menangis terisak Soraya  berada di kaki Mama Derry  tersebut.


"Soraya jangan begini," ucap Tuan Frans  merasa iba dan mencoba membantu Soraya  bangkit berdiri.


"Biarkan saja dia Pa, tempatnya memang di bawah!!" ucap Mama Derry.


"Ma, kenapa mama jadi jahat seperti ini?? tanya Tuan Frans  merasa kesal dengan tingkah istrinya yang tampak berbeda tersebut.


"Dia yang memulai kejahatannya Pa, bukan Mama!!" bentaknya lagi membantah suaminya tersebut.


"Ma, dia menantu kita!!" tambah Tuan Frans  lagi.


"Bukan Pa, dia hanya menikah 90 hari saja dan sebentar lagi akan habis," ucapnya lagi.


"Ma.. tolonglah jangan seperti ini," memelas Tuan Frans  kepada istrinya yang tampak memang sudah keras hati terhadap Soraya.


Termakan hasutan Fanni  yang mengatakan Soraya  hanya memanfaatkan Derry  saja dan menjerat Derry  hingga ke pernikahan. Padahal kemarin mamanya tersebut telah mendengar jelas Derry  memilih Soraya.


Sekarang Soraya  tertunduk lemas, baru saja dia mendapatkan secelah cahaya kebahagiaan dari seorang suami yang diidamkannya menjadi lembut dan perhatian tersebut.


Apa yang dimimpikannya terwujud semua, Derry  berubah total menjadi baik dan berterus terang dengan perasaannya tersebut. Bahkan Derry  berterus terang tentang pernikahannya kepada kedua orang tuanya itu.


Kini bencana pula yang tak terduga menghampiri kebahagiaan yang baru saja mereka bina tersebut. Baru beberapa jam lalu, mereka melakukan hubungan diatas ranjang kembali tanpa menyuruh Soraya  meminum obat penggugur kandungan.


Cinta mereka telah tumbuh, kontrak 90 hari sudah di ujung dan hampir berakhir dengan kebahagiaan. Namun tadi baru saja Mama Derry  mengingatkan tentang kontrak yang sudah mau berakhir tersebut.


Sekarang Soraya  hanya mampu berserah kepada yang kuasa atas dirinya tersebut dan untuk keselamatan suaminya itu.


Dokter pun keluar dari ruangan tersebut, dan dengan nafas yang terengah dokter itu menjelaskan benturan yang kuat terjadi di kepala Derry  tersebut.


"Dok.. jadi kapan Derry  sembuh??" tanya Mama Derry  tersebut.


"Maaf bu, itu belum bisa kami beritahukan karena keadaannya yang koma saat ini," jelas dokter itu.

__ADS_1


"Apa?? koma? terkejut mama Derry  tersebut.


"Ya! pasien koma, dan tu sangat tipis kesembuhannya."


Lalu dokter tersebut pun berpamitan untuk kembali ke ruangannya tersebut. Kemudian Mama Derry  tampak menatap tajam Soraya  saat ini.


"Hei wanita pembawa sial!! kau harus tinggalkan Derry!!" sambil tangannya menjambak rambut Soraya.


Tuan Frans  yang tadi tampak merenung tiba-tiba sangat terkejut dengan perlakuan istrinya itu yang berubah menjadi kejam dan kasar. Nyonya besar tidak pernah seperti ini sebelumnya, apalagi dengan Soraya.


"Ma... cukup ma," sambil melerai kan tangan istrinya yang lekat di rambut menantunya tersebut.


Soraya  terpekik kesakitan, dan dia tidak membalasnya hanya air mata yang menjelaskan kepedihan itu saat ini.


Pedih dengan Derry  yang tidak sadarkan diri, pedih dengan tuduhan pembawa sial di kehidupan suaminya sendiri, bahkan pedih juga telah ditinggalkan oleh kedua orang tua yang sangat dia sayangi.


"Apa aku memang pembawa sial Tuhan??" tanya Soraya  dalam hatinya.


"Heh.. pergi kau dari sini!!" teriak Mama Derry  lagi seperti orang kerasukan saat ini.


"Soraya.. sebaiknya kamu pulang saja ke rumah dulu, biar Papa yang menjaga disini," ucap Tuan Frans  lagi mencoba menenangkan keadaan.


"Jangan berani kau injak rumahku lagi!!" sambil menunjuk ke arah Soraya.


Mendengar ucapan Tuan Frans  yang sangat memelas tersebut, akhirnya Soraya  pun akur dan dia berpamitan dengan Papa mertuanya itu.


Sedangkan tubuh Mama Derry  masih ditahan oleh Tuan Frans  agar tidak mencelakai Soraya  kembali. Dia pun telah sampai di parkiran dan langsung menaiki taksi menuju ke rumah milik orang tua Derry  tersebut.


Di dalam taksi tak hentinya Soraya  luahkan airmatanya yang ingin tumpah sejadi-jadinya. Soraya  tampak menyalahkan dirinya sendiri terus menerus. Supir Taksi itu merasa kasihan dan iba kepada Soraya  namun dia tidak berani bertanya sedikitpun.


Soraya  pun telah sampai di depan rumah mewah itu, terdengar azan subuh mulai berkumandang. Dia pun segera masuk ke rumah itu dan membersihkan tubuhnya serta dia mulai melakukan ibadah sholat subuh.


Kedua adik lelakinya tersebut pun sudah terbangun tepat di adzan subuh. Mereka berdua masih belum tahu kabar mengenai kecelakaan hari ini.


****

__ADS_1


__ADS_2